sifat perencanaan agregat

of 15 /15
Pengertian Perencanaan Agregat Perencanaan Agregat (agregat planning) juga dikenal sebagai Penjadwalan Agregat adalah Suatu pendekatan yang biasanya dilakukan olehpara manajer operasi untuk menentukan kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah (biasanya antara 3 hingga 18 bulan ke depan). Perencanaan agregat dapat digunakan dalam menentukan jalan terbaik untuk memenuhi  permintaan yang diprediksi dengan menyesuaikan nilai produksi, tingkat tenaga kerja, tingkat  persediaan, pekerjaan lembur, tingkat subkontrak, danvariabel lain yang dapat dikendalikan. Keputusan Penjadwalan menyangkut perumusan rencana bulanan dankuartalan yang mengutamakan masalah mencocokkan produktifitas dengan permintaan yang fluktuatif. Oleh karenanya perencanaan Agregat termasuk dalam rencana jangka menengah. Tujuan Perencanaan Agregat Pada dasarnya tujuan dari perencanaan agregat adalah berusaha untuk memperoleh suatu  pemecahan yang optimal dalam biaya atau keuntungan pada periode perencanaan. Namun  bagaimanapun juga, terdapat permasalahan strategis lain yang mungkin lebih penting daripada  biaya rendah. Permasalahan strategis yang dimaksud itu antara lain mengurangi permasalahan tingkat ketenagakerjaan, menekan tingkat persediaan, atau memenuhi tingkat pelayanan yang lebih tinggi. Bagi perusahaan manufaktur, jadwal agregat bertujuan menghubungkan sasaran strategis  perusahaan dengan rencana produksi, tetapi untuk perusahaan jasa, penjadwalan agregat bertujuan menghubungkan sasaran dengan jadwal pekerja Sifat Perencanaan Agregat Perencanaan agregat menurut istilah agregat berarti mengombinasikan sumber daya yang sesuai ke dalam jangka waktu keseluruhan. Dengan prediksi permintaan, kapasitas fasilitas, tingkat  persediaan, ukuran tenaga kerja, dan input yang saling berhubungan, perencana harus memilih tingkat output untuk sebuah fasilitas selama 3 hingga 18 bulan yang akan datang. Dalam  perencanaan agregat, rencana produksi tidak menguraikan per produk tetapi menyangkut berapa  banyak produk yang akan dihasilkan tanpa mempermasalahkan jenis dari produk tersebut. Sebagai contoh pada perusahaan pembuat mobil, hanya memperhitungkan berapa banyak mobil yang akan dibuat, tetapi bukan berapa banyak mobil dua pintu atau empat pintu atau berapa banyak mobil  berwarna merah atau biru.

Author: bryan-fenji

Post on 17-Jul-2015

409 views

Category:

Documents


3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Page 1: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 1/15

 

Pengertian Perencanaan Agregat

Perencanaan Agregat (agregat planning) juga dikenal sebagai Penjadwalan Agregat adalah

Suatu pendekatan yang biasanya dilakukan olehpara manajer operasi untuk menentukan kuantitas

dan waktu produksi pada jangka menengah (biasanya antara 3 hingga 18 bulan ke depan).

Perencanaan agregat dapat digunakan dalam menentukan jalan terbaik untuk memenuhi

  permintaan yang diprediksi dengan menyesuaikan nilai produksi, tingkat tenaga kerja, tingkat

 persediaan, pekerjaan lembur, tingkat subkontrak, danvariabel lain yang dapat dikendalikan.

Keputusan Penjadwalan menyangkut perumusan rencana bulanan dankuartalan yang

mengutamakan masalah mencocokkan produktifitas dengan permintaan yang fluktuatif. Oleh

karenanya perencanaan Agregat termasuk dalam rencana jangka menengah.

Tujuan Perencanaan Agregat

Pada dasarnya tujuan dari perencanaan agregat adalah berusaha untuk memperoleh suatu

  pemecahan yang optimal dalam biaya atau keuntungan pada periode perencanaan. Namun

 bagaimanapun juga, terdapat permasalahan strategis lain yang mungkin lebih penting daripada

  biaya rendah. Permasalahan strategis yang dimaksud itu antara lain mengurangi permasalahan

tingkat ketenagakerjaan, menekan tingkat persediaan, atau memenuhi tingkat pelayanan yang lebih

tinggi. Bagi perusahaan manufaktur, jadwal agregat bertujuan menghubungkan sasaran strategis

 perusahaan dengan rencana produksi, tetapi untuk perusahaan jasa, penjadwalan agregat bertujuan

menghubungkan sasaran dengan jadwal pekerja

Sifat Perencanaan Agregat

Perencanaan agregat menurut istilah agregat berarti mengombinasikan sumber daya yang

sesuai ke dalam jangka waktu keseluruhan. Dengan prediksi permintaan, kapasitas fasilitas, tingkat

 persediaan, ukuran tenaga kerja, dan input yang saling berhubungan, perencana harus memilih

tingkat output untuk sebuah fasilitas selama 3 hingga 18 bulan yang akan datang. Dalam perencanaan agregat, rencana produksi tidak menguraikan per produk tetapi menyangkut berapa

 banyak produk yang akan dihasilkan tanpa mempermasalahkan jenis dari produk tersebut. Sebagai

contoh pada perusahaan pembuat mobil, hanya memperhitungkan berapa banyak mobil yang akan

dibuat, tetapi bukan berapa banyak mobil dua pintu atau empat pintu atau berapa banyak mobil

 berwarna merah atau biru.

Page 2: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 2/15

 

Hubungan Input dan Output Perencanaan Agregat

Gambar di atas memperlihatkan bahwa dalam membuat rencana agregat untuk

produksi, manajer operasi tidak hanya menerima input mengenai prediksi permintaan

dari bagian pemasaran, tetapi harus pulaberhadapan dengan data keuangan,personel (tenaga kerja), persediaan

kapasitas eksternal (subkontraktor), dan ketersediaan bahan baku/mentah. Didalam

sebuah lingkungan manufaktur, proses untuk menguraikan rencana agregat secara

lebih terinci disebut disagregasi (disagregation). Disagregasi menghasilkan sebuah

 jadwal produksi induk (master production schedule),yang menyediakan input bagi

system perencanaan kebutuhan material(material requirement planning-MRP

system). Master production schedule menangani pembelian atau produksi komponen

yang diperlukan untuk membuat produk akhir. Jadwal kerja yang terinci bagi orang-

orang dan prioritas penjadwalan bagi produk menghasilkan tahap akhir system

perencanaan produksi.

Page 3: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 3/15

 

Biaya yang Terlibat Dalam Perencanaan Agregat

Biaya-biaya yang terlibat dalam perencanaan agregat antara lain :

•  Hiring Cost (biaya penambahan tenaga kerja)

Penambahan tenaga kerja menimbulkan biaya-biaya untuk iklan, proses seleksi dan training. Biaya

training merupakan biaya yang besar apabila tenaga kerja yang direkrut adalah tenaga kerja yang

 belum berpengalaman.

•  Firing Cost (Biaya pemberhentian tenaga kerja)

Pemberhentian tenaga kerja biasanya terjadi karena semakin rendahnya permintaan akan produk 

yang dihasilkan, sehingga tingkat produksi menurun dengan drastic. Pemberhentian ini

mengakibatkan perusahaan harus mengeluarkan uang pesangon bagi karyawan yang di-PHK,

menurunnya moral kerja dan produktivitas karyawan yang masih bekerja, dan tekanan yang

 bersifat social. Semua akibat ini dianggap sebagai biaya pemberhentian tenaga kerja yang akan

ditanggungperusahaan.

•  Overtime Cost dan Undertime Cost (biaya lembur dan biaya menganggur)

Penggunaan waktu lembur bertujuan untuk meningkatkan output produksi, tetapi konsekwensinya

 perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan lembur yang biasanya 150% dari biaya kerja

regular.Disamping biaya tersebut, adanya lembur akan memperbesar tingkat absen karyawan

karena capek. Kebalikan dari kondisi diatas adalah bila perusahaan mempunyai kelebihan tenaga

kerja dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi. Tenaga

kerja berlebih ini kadang-kadang bisa dialokasikan untuk kegiatan lain yang produktif meskipun

tidak selamanya efektif. Bila tidak dapat dilakukan alokasi yang efektif, maka perusahaan

dianggap menanggung biaya menganggur yang besarnya merupakan perkalian antara jumlah jam

kerja yang tidak terpakai dengan tingkat upah dan tunjangan lainnya.

Page 4: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 4/15

 

 •  Inventory Cost dan Backorder Cost (biaya persediaan dan biaya kehabisan persediaan)

Persediaan mempunyai fungsi mengantisipasi timbulnya kenaikan permintaan pada saat-saat

tertentu. Konsekwensi dari kebijaksanaan persediaan bagi perusahaan adalah timbulnya biaya

 penyimpanan(inventory cost/holding cost) yang berupa biaya tertahannya modal,pajak, asuransi,

kerusakan bahan, dan biaya sewa gudang. Kebalikan dari kondisi diatas, kebijaksanaan tidak 

mengadakan persediaan seolah-olah menguntungkan, tetapi sebenarnya dapat menimbulkan

kerugian dalam bentuk biaya kehabisan persediaan. biaya kehabisan persediaan ini dihitung

 berdasarkan berapa barang diminta yang tidak tersedia. Kondisi ini pada system MTO(Make to

order =Memproduksii berdasarkan pesanan) akan mengakibatkan jadwal jadwal penterahan order 

terlambat, sedangkan pada system MTS (make to stock =Memproduksi untuk memenuhi

 persediaan) akan mengakibatkan beralihnya pelanggan pada produk lain. Kekecewaan pelanggan

karena tidak tersedianya barang yang diinginkan akan diperhitungkan sebagai kerugian bagi

 perusahaan, dimana kerugian tersebut akan dikelompokkan sebagai biaya kehabisan persediaan.

Biaya kehabisan persediaan ini sama nilainya dengan biaya pemesanan kembali bila konsumen

masih bersedia menunggu.

•  Subcontract Cost (biaya subkontrak)

Pada saat permintaan melebihi kemampuan kapasitas regular,biasanya perusahaan

mensubkontrakan kelebihan permintaan yang tidak bisa ditanganinya sendiri kepada perusahaan

lain. Konsekuensi dari kebijaksanaan ini adalah timbulnya biaya subkontrak, dimana biasanya

 biaya mensubkontrakan ini lebih mahal dibandingkan memproduksi sendiri dan adanya resiko

terjadinya kelambatan penyerahan dari kontraktor.

Page 5: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 5/15

 

Strategi Perencanaan Agregat.

Terdapat delapan pilihan secara lebih terinci. Lima pilihan pertama disebut pilihan kapasitas

(capacity option) atau disebut strategi perencanaan agregat secara murni (Pure Strategy) sebab

 pilihan ini tidak berusaha untuk mengubah permintaan tetapi untuk menyerap fluktuasi dalam

 permintaan. Tiga pilihan yang terakhir adalah pilihan permintaan (demand option) dimana

 perusahaan berusaha untuk mengurangi perubahan pola permintaan selama periode perencanaan.

Strategi-strategi ini melibatkan manipulasi persediaan, nilai produksi, tingkat tenaga

kerja,kapasitas, dan variabel lain yang dapat dikendalikan 

Pilihan Kapasitas / Pure Strategy

Sebuah perusahaan dapat memilih pilihan kapasitas dasar(produksi) berikut:

.  Mengubah tingkat persediaan

Para manajer dapat meningkatkan persediaan selama periode permintaan rendah untuk 

memenuhi permintaan yang tinggi di masa mendatang. Jika strategi ini dipilih, maka biaya-biaya

yang berkaitan dengan penyimpanan, asuransi, penanganan, keusangan, pencurian, dan modal yang

diinvestasikan akan meningkat. (Biaya-biaya ini pada umumnya berkisar 15% hingga 40% dari

nilai sebuah barang setiap tahunnya). Pada sisi lain, ketika perusahaan memasuki masa dimana

  permintaan meningkat, maka kekurangan yang terjadi dapat mengakibatkan tidak terjadinya

 penjualan yang disebabkan waktu tunggu yang lebih panjang dan pelayanan pelanggan yang lebih

 buruk.

.  Meragamkan jumlah tenaga kerja

Dilakukan dengan cara mengkaryakan atau memberhentikan.Salah satu cara untuk 

memenuhi permintaan adalah dengan mengkaryakan atau memberhentikan para pekerja produksi

untuk menyesuaikan tingkat produksi. Bagaimanapun, sering karyawan baru memerlukan

 pelatihan, dan produktivitas rata-rata menurun untuk sementara karena mereka menjadi terbiasa.

Pemberhentian atau PHK, tentu saja, menurunkan moral semua pekerja dan dapat mendorong ke

arah produktivitas yang lebih rendah.

Page 6: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 6/15

 

.  Meragamkan tingkat produksi melalui lembur atau waktu kosong

Terkadang tenaga kerja dapat dijaga tetap konstan dengan meragamkan waktu kerja,

mengurangi banyaknya jam kerja ketika permintaan rendah dan menambah jam kerja pada saat

 permintaan naik. Sekalipun begitu, ketika permintaan sedang tinggi, terdapat keterbatasan seberapa

 banyak lembur yang dapat dilakukan. Upah lembur membutuhkan lebih banyak uang, dan terlalu

 banyak lembur dapat membuat titik produktivitas pekerja secara keseluruhan merosot. Lembur 

 juga dapat menyiratkan naiknya biaya overhead yang diperlukan untuk menjaga agar fasilitas dapat

tetap berjalan.Pada sisi lain, disaat permintaan menurun, perusahaan harus mengurangi waktu

kosong pekerja-yang biasanya merupakan proses yang sulit.

Subkontrak 

Sebuah perusahaan dapat memperoleh kapasitas sementara dengan melakukan subkontrak 

selama periode permintaan tinggi.Bagaimana pun, subkontrak, memiliki beberapa kekurangan

antaralain :

-  Mahal

-  Membawa resiko dengan membuka pintu klien bagi pesaing

-  Seringkali susah mendapatkan pemasok subkontrak yang sempurna, yang selalu dapatmengirimkan produk bermutu tepat waktu.

Penggunaan karyawan paruh waktu

Terutama di sector jasa, karyawan paruh waktu dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja tidak 

terampil. Praktik ini umum dilakukan direstoran, toko eceran, dan supermarket.

Page 7: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 7/15

 

Keuntungan dan Kerugian Masing-Masing Strategi Perencanaan Agregat

Pilihan Keunggulan Kerugian Beberapa Komentar

Mengubah tingkat

persediaan

Perubahan sumber daya

manusia terjadi secara bertahap atau tidak ada

 perubahan produksi

secara tiba-tiba

Biaya penyimpanan

 persediaan dapatmeningkat. Kekurangan

 persediaan dapat

menyebabkan kehilangan pernjualan

Diterapkan terutama untuk 

 produksi dan operasi, bukan jas

Meragamkan jumlah

tenaga kerja dengan

merekrut atau

memberhentikan

karyawan

Menghindari biaya

alternative lain

Biaya perekrutan, PHK,

dan pelatihan mungkin

 berjumlah besar.

Digunakan di mana jumlah

angkatan kerja besar 

Meragamkan tingkatproduksi melalui

waktu lembur atau

waktu kosong

Menyesuaikan fluktuasimusiman tanpa biaya

 perekrutan / pelatihan

Upah lembur mahal;karyawan lelah; mungkin

tidak dapat memenuhi

 permintaan

Memungkinkan fleksibilitasdalam rencana agregat

Subkontrak  Membolehkan adanya

fleksibilitas dan

memuluskan output perusahaan

Kehilangan pengendalian

mutu; mengurangi

keuntungan; kehilangan bisnis di masa datang

Diterapkan terutama dalam

 penentuan produksi

Menggunakan

karyawan paruhwaktu

Lebih murah dan lebih

fleksibel daripadakaryawan penuh waktu

Biaya perputaran

karyawan/ pelatihantinggi; sulit membuat penjadwalan

Baik untuk pekerjaan yang tida

membutuhkan keterampilan diwilayah dengan jumlah tenagakerja sementara yg bnyak 

Mempengaruhi

permintaan

Mencoba untuk menggunakan kapasitas

 berlebih; diskon menarik 

 pelanggan baru

Ketidakpastian permintaan, sulit untuk 

menyesuaikan permintaan

 pada pasokan ssecaratepat

Menciptakan ide-ide pemasaransering digunakan overbook 

( permintaan melebihi pasokan)

dalam beberapa jenis usaha

Tunggakan pesanan

selama periodepermintaan tinggi

Dapat menghindari

lembur, menjagakapasitas tetap konstan

Pelanggan harus mau

menunggu, tetapikehendak baik akan

hilang

Banyak perusahaan melakukan

tunggakan pesanan

Perpaduan produk 

dan jasa

counterseasonal

Sumber daya yang

dimanfaatkan secara

 penuh; memungkinkantenaga kerja stabil

Mungkin membutuhkan

keahlian atau peralatan

diluar keahlian perusahaan

Sangat berisiko untuk 

menemukan produk atau jasa

dengan pola permintaan yang ber 

Page 8: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 8/15

 

Metode – Metode Perencanaan Agregat.

Banyak metode yang telah dikembangkan untuk perencanaan agregatini tetapi pada dasarnya dapat

dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu:

a. Dengan pendekatan Optimasi :

 – progamma linier 

 – aturan HMMS (Linier Decision Rule)

 – search Decision Rule, dll

 b. Dengan pendekatan Heuristik :

 – metode grafik 

 – metode koefisien manajemen

 – metode parametric, dll

Tidak semua metode ini akan dijelaskan pada buku ini Namun pada prinsipnya semua

metode yang ada akan menghasilkan kecepatan produksi pada periode perencanaan yang dibuat,

 jumlah tenaga kerja yang digunakan, serta tingkat persediaan yang terjadi.

  Metode grafik dan diagram (graphical and charting techniques)

Page 9: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 9/15

 

Metode ini sangat sering dipakai karena mudah dipahami dan digunakan. Pada dasarnya,

rencana ini menggunakan beberapa variable secara bersamaan agar perencana dapat

membandingkan permintaan yang diproyeksikan dengan kapasitas yang ada.

Pendekatan yang digunakan adalah “ trial and error “ yang tidak menjamin terciptanya

rencana produksi yang optimal, tetapi penghitungan yang dibutuhkan hanya sedikit dan dapat

dilakukan oleh staf yang palingdasar pekerjaannya (karyawan administrasi).

Tahapan dalam metode ini

adalah:

A. A. Tentukan permintaan pada tiap periode.

B.  B. Tentukan berapa kapasitas pada waktu biasa, waktu lembur, dan tindakan subkontrak untuk 

tiap periode

C.  C. Tentukan biaya tenaga kerja, biaya rekrutmen dan biaya pemberhentian karyawan serta biaya

 penahanan persediaan.

D.  D. Pertimbangkan kebijakan perusahaan yang dapat diterapkan pada para pekerja dan tingkatan

 persediaan.

E.  E. Kembangkan rencana alternative dan amati biaya totalnya.

Pendekatan Matematis Dalam Perencanaan

Beberapa pendekatan matematis terhadap perencanaan agregat telah banyak dikembangkandiantaranya:

A.  A. Metode Transportasi Dalam Program Linear Jika masalah perencanaan agregat dipandang

sebagai masalah alokasi kapasitas operasi untuk memenuhi permintaan yang diperkirakan, maka

rencana agregat dapat dirumuskan dalam format program linear.

B.  B. Linear Decision Rule Merupakan model perencanaan agregat yang berupaya untuk 

mengoptimalkan tingkat produksi dan tingkat jumlah tenaga kerja sepanjang periode tertentu.

Contoh Perhitungan Metode Grafik dan Diagram

Contoh berikut ini akan memberikan gambaran metode grafis ini.

Page 10: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 10/15

 

Perusahaan ABC telah meramalkan permintaan akan produknya secara

agregat yang dapat diliihat pada Tabel sebagai berikut :

Periode Permintaan Kumulatif Permintaan

1 220 2202 170 390

3 400 790

4 600 1.390

5 380 1.770

6 200 1.970

7 130 2.100

8 300 2.400

Page 11: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 11/15

 

  Alternatif 1 : Mengendalikan jumlah tenaga kerja

Alternatif ini melibatkan penambahan dan pengurangan jumlah tenagakerja sesuai dengankebutuhan. Laju produksi akan sama dengan permintaan. Biaya rencana ini yaitu Rp 138.000,-

Periode Permintaan Biaya

Penambahan

Tenaga Kerja

Biaya

Pengurangan

Tenaga Kerja

Biaya Total

1 220 - - -

2 170 - 500 5003 400 23.000 - 23.000

4 600 20.000 - 20.000

5 380 - 33.000 33.000

6 200 - 27.000 27.000

7 130 - 10.500 10.500

8 300 17.000 - 17.000

Total 138.000

Page 12: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 12/15

 

Alternatif 2 : Mengendalikan jumlah persediaan

Jika perusahaan tidak ingin melakukan perubahan jumlah tenaga kerja,maka strategi yang

dapat dilakukan yaitu memproduksi dengan laju rata rata permintaan dan fluktuasi permintaan

dipenuhi menggunakan persediaan. Rencana ini dihitung pada tabel berikut dan berdasarkan perhitungan di bawah, kekurangan maksimum sebesar 270 unit terjadi pada periode 5. Karena

adanya ketidakpastian dalam peramalan maka kekurangan ini dipenuhi mulai dari periode pertama.

Biaya rencana total Rp.96.500,-,

Perio

de

Perminta

as

Kumulati

Perminta

an

Kecepat

an

Produks

i

Kumula

tif 

Produks

i

Persedia

an

Penyesuai

an

Persediaa

n (270

unit)

Biaya

Persedia

an

1 220 220 300 300 80 350 17.500

2 170 390 300 600 210 480 24.000

3 400 790 300 900 110 380 19.000

4 600 1.390 300 .200 -190 80 4.000

5 380 1.770 300 1.500 -270 0 0

6 200 1.970 300 1.800 -170 100 5.000

7 130 2.100 300 2.100 0 240 13.500

8 300 2.400 300 2.400 0 270 13.500

Total

Page 13: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 13/15

 

Alternatif 3: Subkontrak 

Perusahaan menginginkan memproduksi sejumlah permintaan minimum dan sisapermintaan dipenuhi dengan subkontrak.Biaya rencana total Rp.108.000,-

Periode Permintaan KecepatanProduksi Subkontrak Biaya Total

1 220 130 90 7.200

2 170 130 40 3.200

3 400 130 270 21.600

4 600 130 470 37.600

5 380 130 250 20.000

6 200 130 70 5.600

7 130 130 0 0

8 300 130 170 13.600

Total 108.300

Page 14: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 14/15

 

Alternatif 4 : Strategi Hibrid

Strategi hibrid dilakukan dengan menggabungkan beberapa strategi murni dengan kebijaksanaan

sebagai berikut :

1.  Laju produksi konstan sebesar 200 unit/3 bulan dan dimungkinkan untuk melakukan lembur sebesar 25 % jika permintaan melebihi laju produksi.

2. Jika dengan lembur belum terpenuhi, penambahan-pengurangan tenaga kerja akan dilakukan.

Perhitungan setiap langkah kebijaksanaan diatas dapat dilhat pada tabel berikut,

Perio

de

Permint

aan

Produ

ksi

 jam

norma

l

Kebutu

han

tambah

an

setelah

 jam

normal

Produ

ksi

 jam

lembu

r

Kebutu

han jam

normal

+ jam

lembur

Biaya

persedi

aan

Biay

a

lemb

ur

Biaya

peruba

han

tenaga

kerja

Tota

l

Biay

a

1 220 200 20 50 -30 1.500 1.000 0 2.50

0

2 170 200 -30 - -30 3.000 0 0 3.000

3 400 200 200 50 150 0 1.000 9.000 10.0

00

4 60 200 400 50 350 0 1.000 26.000 27.0

00

5 380 200 180 50 30 0 1.000 33.000 34.0

00

6 200 200 0 - - 0 0 19.500 19.5

00

7 130 200 -70 - -70 3.500 0 0 3.50

08 300 200 100 50 50 1.000 1.000 0 2.00

0

Total

Page 15: sifat Perencanaan Agregat

5/14/2018 sifat Perencanaan Agregat - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/sifat-perencanaan-agregat 15/15