1.1 latar belakang masalah - home | repository usm

Click here to load reader

Post on 04-Oct-2021

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Wirausaha (enterpreneur) adalah sumber daya yang memiliki banyak
kemampuan yang kreatif, inovatif, serta dinamis dan juga proaktif yang dijadikan
sebagai dasar, kiat untuk mencari peluang menuju sukses dan mampu menghadapi
tantangan yang ada.Sosok wirausaha inilah yang dibutuhkan oleh Negara, yang
dinanti oleh setiap instansi dan diperlukan oleh setiap perusahaan.Semua institusi
pemerintah atau swasta dari Negara-negara di dunia membuat kompetisi global
sebagai sasaran strategi mereka.Dalam konteks persaingan global yang semakin
terbuka sekarang ini banyak tantangan yang harus dihadapi.Setiap Negara harus
bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumber daya masing-masing.Di Indonesia
sumber daya manusia betul-betul menghadapi tantangan dan persaingan kompleks
(Muhammad 2014). Dengan demikian dikatakan bahwa suatu kewirausahaan
merupakan kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar-pasar dengan
melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara baru dan yang berbeda.
Wirausaha itu sendiri merupakan suatu proses atau cara untuk melalukan
suatu usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang
diharapkan mampu bisa memberikan cara memproduksi, menjual dan menyewakan
suatu produk barang atau jasa. Dalam halnya mengenai Indonesia, jiwa
kewirausahaan sangat terbatas dalam lingkup sekolah atau perguruan tinggi
tertentu.Bahkan dengan sejalannya perkembangan yang semakin pesat dan tantangan
2
baik melalui pendidikan formal atau pendidikan pelatihan di segala lapisan
masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.Di era tahun 1997 Indonesia
mengalami krisis moneter yang sangat cukup berat, dan pada saat itu nilai mata uang
rupiah mengalami pemrosotan yang sangat drastic terhadap mata uang
dollar.Kejadian itu menyebabkan penutupan beberapa usaha, tetapi masih ada
beberapa perusahaan yang mampu bertahan terhadap krisis monter yang terjadi.
Dampak yang sangat terasa di Indonesia saat itu adalah meningkatnya jumlah
pengangguran.Selain itu Indonesia juga merupakan urutan ke-empat Negara yang
memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia dengan jumlah lebih dari 260.000.000
(dua ratus enam puluh juta) jiwa di tahun 2018.Dengan jumlah masyarakat sebanyak
itu permasalahan yang muncul adalah berkurangnya lapangan pekerjaan akibat
pengangguran yang ada di Indonesia semakin terus meningkat. Banyaknya
pengangguran inilah yang akan berdampak pada perekonomian di Indonesia.
Sedangkan setiap tahun banyak perusahaan-perusahaan baru akan muncul tetapi tidak
mampu mengimbangi banyaknya jumlah tenaga kerja dari lulusan sekolah
SMA/SMK/sederajad serta lulusan dari universitas yang akan mencari lapangan
pekerjaan. Akibatnya lulusan tersebut sulit mendapatkan pekerjaan, serta belum lagi
adanya beberapa perusahaan-perusahaab yang pailit dengan mengurangi jumlah
tenaga kerja atau mengurangi pekerjaan sehingga semakin bertambah jumlah
pengangguran di Indonesia.
3
mengandalkan pekerjaan orang lain serta terciptanya lapangan kerja yang baru yang
akan terus menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran-
pengangguran yang ada. Seorang wirausaha harus memiliki jiwa enterpreuner yang
tinggi dan juga memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Permasalahan yang sering
terjadi adalah bagaimana pelaku usaha mampu memutuskan bidang usaha mana yang
akan mereka pilih. Banyak dikalangan pelaku usaha baru mereka hanya sekedar
mengikuti trend yang ada saja, sehingga mereka tidak benar-benar serius
melakukannya.Dewasa ini kebanyakan usaha-usaha yang dipilih untuk dijalankan
oleh wirausaha adalah usaha kuliner.Kewirausahaan diyakini dapat menjadi faktor
pendorong kemajuan suatu Negara.
yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis,
mengumpulkan sumber daya – sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil
tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak, dan
memauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam sunia nyata secara kreatif
dalam rangka meraih sukses atau meningkatkan pendapatan. Berdasarkan definisi
diatas dapat disimpulkan bahwa pentingnya kewirausahaan sendiri dapat mengubah
mindset di dalam diri seseorang bahwa tidak hanya berorientasi hanya menjadi
karyawan di perusahaan saja, tetapi menyadarkan bahwa ada pilihan menarik lainnya
selain mencari kerja, yaitu menciptakan lapangan kerja. Seorang wirausaha tidak
mudah menciptakan suatu usaha dengan waktu yang singkat. Ide usaha yang menarik,
4
mampu melihat peluang, dan siap akan resiko yang ada adalah bekal yang diperlukan
wirausaha untuk siap bersaing di pasar.
Wirausahawan harus mempunyai skill, pengetahuan mengolah dengan cara
yang berbeda, serta mampu membuat produk yang kreatif serta inovatif untuk siap
masuk ke pasar dan bersaing. Dapat dilihat bahwa kreativitas adalah hal yang sangat
penting bagi wirausahawan.Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan
sesuatu baru.Pentingnya karakteristik kewirausahaan dapat menjadi faktor yang
mendorong seorang wirausaha dapat dimiliki seseorang sebagai bakat pembawaan
sejak kelahirannya. Karakteristik kewirausahaan juga dapat dibentuk melalui proses
pendidikan dan pengalaman. Sedangkan menurut Soegoto (2011) wirausaha adalah
orang yang berjiwa kreatif dan inovatif yang mampu mendirikan, membangun,
mengembangkan, memajukan dan menjadikan perusahaannya unggul.Dapat
disimpulkan bahwa dengan jiwa kreatif dan inovatif seorang wirausaha dapat berhasil
mengembangkan usaha yang dijalankannya.
Seorang wirausaha dituntut untuk dapat cepat mengetahui peluang yang ada,
ide-ide baru, gagasan yang baru untuk mengembangkan peluang-peluang yang
ada.Wirausaha juga harus memiliki rasa percaya diri dan keberanian untuk dapat
mengembangkan usahanya oleh karena itu dibuthkan seorang wirausahaan yang
disiplin bermotivasi tinggi terhadap usahanya. Dan juga wirausaha merupakan salah
satu pendukung perekonomian Indonesia karena semakin banyak wirausaha baru
akan semakin banyak tenaga kerja yang terserap sehingga dapat meningkatkan
perekonomian. Menurut Noor (2010) mengungkapkan bahwa keberhasilan usaha
5
pada hakikatnya adalah keberhasilan dari bisnis mencapai tujuannya.Keberhasilan
usaha merupakan utama dari sebuah perusahaan dimana segala aktivfitas yang ada
didalamnya ditujukan untuk mencapai suatu keberhasilan.Dalam pengertian umum
keberhasilan menunjukkan suatu keadaan yang lebih baik atau lebih unggul daripada
masa sebelumnya.Salah satu bidang usaha kuliner menjadi salah satu favorit para
wirausaha untuk mengembangkan bisnisnya.
Perusahaan yang bergerak di bidang kuliner ini yang dirintis oleh Bapak
Harjoko memulai pada tahun 1996 . Pada saat tahun 1996 tersebut atau tepatnya
menginjak semester 3 masa perkuliahan, Paman Pak Harjoko sudah benar-benar tidak
mau membiayai kuliahnya lagi dan terpaksa pak Harjoko mengambil cuti dari bangku
perkuliahan untuk sementara waktu. Di masa cutinya beliau berusaha mengumpulkan
uang untuk melanjutkan perkuliahannya. Dengan modal keahlian membuat martabak
manis yang didapat dari belajarnya sejak kelas 3 SMA di Pulau Bangka Belitung, Pak
Harjoko pada saat remaja mulai menjalankan usaha berjualan martabak manis untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pada tahun 1996 Pak Harjoko mulai
merintis usahanya untuk menjual martabak manis di Jl K.H. Wahid Hasyim (dekat
pasar kranggan) dengan modal awal Rp 350.000 yang didapatkan dari pinjaman
temannya. Setelah berjualan selama 1 tahundi Jl K.H. Wahid Hasyim Pak Harjoko
memutuskan untuk pindah berjualan di Jl Tlogosari Raya tepatnya di depan salah satu
ruko dekat jembatan 2 yang sekarang sudah menjadi K-24. Dengan ketekunan dan di
bantu oleh sang adik untuk berjualan martabak manis lama kelamaan usahanya
membuahkan hasil.
menarik serta mengikuti perkembangan zaman dalam varian produknya, maka lama
kelamaan semakin banyak pembeli Kue Bandung Badoet Pak Harjoko.Persaingan
antar restoran di Kota Semarang cukup tajam yaitu ditandai dengan munculnya
berbagai jenis restoran baik jenis makanan lokal maupun internasional.Selain itu
munculnya pesaing produk sejenis dengan Kue Bandung Badoet yaitu Kue Bandung
Manggala dan Terang Bulan menyebabkan bertambahnya alternatif bagi konsumen.
Prinsip usaha Pak Harjoko sebagai pemilik serta Owner dari Kue Bandung Badoet
adalah bekerja dengan jujur dan tidak mau membohongi orang lain.
Salah satu ahli menurut teori Zimerer & Scharborough (2010) mengemukakan
adanya beberapa karakteristik kewirausahaan sebagai berikut :
a. Hasrat akan tanggung jawab
b. Lebih menyukai resiko menengah
c. Meyakini kemampuannya untuk sukses
d. Hasrat untuk mendapatkan umpan balik yang sifatnya segera
e. Tingkat energi yang tinggi
f. Orientasi masa depan
i. Fleksibilitas
Ariefianto, dan Sri Yuni Widowati (2016).Dengan judul Menyingkap Rahasia
Kesuksesan Usaha Tahu Bakso Bu Pudji Ungaran.Menemukan teori bahwa kinerja
karyaan yang unggul terbentuk dari pelatihan yang tepat dan memberikan
penghargaan kepada karyawan yaitu berupa penghargaan finansial dan non
finansial.Dan juga terbentuk berdasarkan kualitas produk yang prima dan pelayanan
prima.
(2019).Dengan judul Analisis Karakteristik Kewirausahaan Dan Modal Usaha Dalam
Pengembangan Usaha Jambu Mete UD Mubaraq Lombe di Kota Kendari.
Karakteristik kewirausahaan di lihat dari dimensi percaya diri, berorientasi tugas dan
hasil, berani mengambil resiko serta berorientasi masa depan sekaligus
mengeksploitasi modal. Untuk meningkatkan perekonomian di pedesaan dan
perkotaan melalui pengembangan IKM .
judul Kajian Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Keberhasilan Usaha UKM (Studi
Kasus Sentra Industri Konveksi Dusun Mlangi dan Sawahan
Yogyakarta).Karakteristik kewirausahaan yang dimiliki UKM di dusun Sawahan dan
Mlangi adalah karakter percaya diri, keberanian mengambil resiko, kepemimpinan,
inovasi, motivasi usaha, kegigihan.Selain itu tingkat religious menjadi salah satu
variabel yang mempengaruhi keberhasilan usaha dan berpengaruh positif terhadap
pencapaian kinerja UMKM.
Karakteristik Kewirausahaan Sebagai Faktor Penentuan Pertumbuhan Usaha (Studi
Kasus UMKM Martabak Setia Budi Semarang). Karakteristik kewirausahaan pemilik
usaha merupakan faktor penentu pada pertumbuhan ini yang dilihat dari lima aspek
yaitu kepemimpinan, pertumbuhan usaha ini, percaya diri, pengambilan resiko, dan
orientasi masa depan sudah sangat baik.
Seseorang wirausaha harus memiliki orientasi dan peluang yang besar untuk
mencapai tujuan kedepan.Dari perkembangan tersebut diketahui bahwa dengan
memiliki orientasi dan peluang-peluang yang cukup dapat membantu untuk
kesuksesan perusahaan Kue Bandung Badoet. Dari banyaknya perkembangan bisnis
Pak Harjoko pengusaha Kue bandung Badoet juga harus memiliki sifat, tindakan,
sikap dan perilaku yang mencerminkan sebagai seorang wirausahawan.
Berdasarkan penelitian yang diperoleh dan dilakukan melalui wawancara,
dokumentasi, pengamatan peneliti beranggapan bahwa Kue Bandung Badoet telah
menjadi usaha yang berhasil sampai sekarang sehingga peneliti mengangkat judul
“Mengungkap Karakteristik Wirausaha Sukses Usaha Kuliner Kue Bandung
Badoet Tlogosari Semarang”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dan penelitian terdahulu maka penulis
memunculkan rumusan masalah berupa karakteristik wirausaha yang dilakukan Kue
9
Bandung Badoet sehingga dapat bertahan sampai sekarang. Atas dasar rumusan
masalah penelitian maka persoalan peneliti yang diajukan adalah : Bagaimana
karakteristik wirausaha sukses yang dimiliki oleh pengusaha atau Owner Kue
Bandung Badoet?
sebagai berikut :
1. Bagaimana ciri wirausaha sukses Kue Bandung Badoet Tlogosari Semarang?
2. Bagaimana langkah strategis dalam mengembangkan usaha Kue Bandung
Badoet di Tlogosari Semarang?
1.3.1 Tujuan Penelitian
a. Tujuan Umum
sukses yang dimiliki oleh pengusaha Kue Bandung Badoet
b. Tujuan Khusus
Badoet di Tlogosari Semarang
mengembangkan usaha Kue Bandung Badoet di Tlogosari
Semarang
10
wirausaha sukses
Sebagai refrensi dan masukan yang nantinya dapat memberikan
perbandingan bagi perusahaan agar dapat mengembangkan usaha
bisnisnya dengan memperkuat karakter dan pengusaha yang akan
membuka usaha baru
pihak kampus dan perpustakaan untuk menjadi bahan
pembelajaran dan pengaplikasian ilmu pengetahuan di bidang
manajemen serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
d. Bagi Peneliti Selanjutnya
menambah referensi bagi peneliti lain, khususnya yang ingin
mengetahui karakter wirausaha sukses.
1.3.1 Tujuan Penelitian
1.3.2 Kegunaan Penelitian