wulandari permatasari_09.6171_3se3

Download Wulandari Permatasari_09.6171_3se3

Post on 05-Apr-2018

217 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/31/2019 Wulandari Permatasari_09.6171_3se3

    1/40

    1

    PENGARUH TENAGA KERJA, BAHAN BAKU, DAN MESIN TERHADAP

    PRODUKSI INDUSTRI BARANG DARI BATU UNTUK KEPERLUAN

    RUMAH TANGGA DAN PAJANGAN

    Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ekonomi Mikro Tingkat III Semester Ganjil

    Wulandari Permatasari

    NIM : 09.6171

    NO. ABSEN : 32

    3 SE 3

    SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK

    JAKARTA

    2012

  • 7/31/2019 Wulandari Permatasari_09.6171_3se3

    2/40

    2

    ABSTRAK

    Pemanfaatan potensi industri barang kerajinan dari batu alam di Indonesia masih belum

    ditangani secara sungguh-sungguh. Upaya pemanfaatan dan peningkatan nilai tambah bahan

    galian industri ini dimaksudkan agar masyarakat dapa merasakannya secara langsung.

    Penggunaan faktor-faktor produksi untuk memaksimumkan hasil produksi sangat diperlukan

    dalam pertimbangan produksi. Dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas dapat

    dilakukan analisis mengenai model yang baik yang bisa dibentuk dari variabel independen

    yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, dan jumlah mesin terhadap variabel dependen

    yakni nilai produksi.

    Transformasi dilakukan untuk membentuk fungsi Regresi Linear Berganda (RLB)

    dengan menggunakan logaritma natural. Asumsi klasik seperti linearitas, normalitas, non-

    autokorelasi, homoskedastisitas, dan non-multikolinearitas harus terpenuhi. Dengan kelima

    asumsi tersebut diharapkan mampu memeberikan model estimasi yang BLUE (Best Linear

    Unbiassed Estimator) sehingga semua analisis inferensianya valid.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor bahan baku paling mendominasi besarnya

    nilai produksi industri barang dari batu untuk keperluan rumah tangga dan pajangan, dengan

    masing-masing koefisien regresi 0,639 untuk bahan baku, 0,281 untuk tenaga kerja, dan

    0,104 untuk mesin. Industri barang dari batu untuk keperluan rumah tangga dan pajangan ini

    memiliki skala ekonomis yang semakin meningkat (increasing return to scale). Uji simultan

    melalui uji-F, didapat bahwa seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh

    signifikan terhadap hasil produksi industri barang dari batu untuk keperluan rumah tangga

    dan pajangan. Secara parsial, variabel tenaga kerja, bahan baku, dan jumlah mesin

    berpengaruh signifikan terhadap nilai produksi. Variabel dependen mendapat pengaruh dari

    variabel independen sebesar 90,2% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yakni

    sebesar 9,8%.

    Kata kunci : fungsi produksi Cobb-Douglas, asumsi klasik, skala ekonomis

  • 7/31/2019 Wulandari Permatasari_09.6171_3se3

    3/40

    3

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Sektor industri menunjukkan peranan yang penting dan strategis bagi perekonomian

    nasional, baik dalam peningkatan nilai tambah maupun dalam memberikan kesejahteraan

    dan peningkatan taraf hidup masyarakat luas. Salah sektor industri yang berkontribusi

    terhadap pertumbuhan ekonomi nasional adalah industri barang dari batu. Menurut KBLI

    (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) 2009 dari BPS, sub golongan industri dari

    batu ini mencakup :

    Industri pemotongan, Pembentukan dan penyelesaian

    batu untuk digunakan dalam

    konstruksi,

    Pemakaman,

    Jalan, Pemasangan atap, Industri furnitur dari batu.

    Perlu diketahui juga bahwa sub golongan industri dari batu ini tidak mencakup :

    Produksi batu kasar, seperti kegiatan penambangan, Produksi gerinda, batu abrasi/penggosok dan produk sejenisnya, Kegiatan pemahatan.

    Bahan galian (mineral dan batu-batuan) industri banyak dimanfaatkan sebagai bahan

    baku dalam berbagai jenis industri, seperti industri semen, kaca, marmer, keramik/porselin,

    kerajinan, minyak, pupuk, pangan dan berbagai jenis industri lainnya.

    Pemanfaatan potensi bahan galian industri sebagai barang kerajinan dari batu alam di

    Indonesia masih belum ditangani secara sungguh-sungguh. Upaya pemanfaatan dan

    peningkatan nilai tambah industri ini dimaksudkan agar masyarakat dapat merasakannya

    secara langsung. Arah pengembangan pemanfaatan bahan galian industri diharapkan dapat

    menjadi penggerak sektor industri menengah dan kecil yang mandiri, andal, efisien dan

  • 7/31/2019 Wulandari Permatasari_09.6171_3se3

    4/40

    4

    berdaya saing tinggi serta melibatkan peran serta aktif masyarakat untuk meningkatkan

    perekonomiannya.

    Manfaat adanya pengembangan industri barang dari batu antara lain :

    1. Meningkatkan nilai tambah dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam

    mineral, yang berupa batu alam.

    2. Meningkatkan efisiensi (waktu, bahan baku dan penolong) dalam pembuatan

    produk-produk yang dihasilkan.

    3. Meningkatkan kualitas dan nilai estetika produk kerajinan batu alam yang berupa

    ornamen bangunan dan perabot rumah tangga/seni pajangan.

    4. Meningkatkan diversifikasi produk yang berasal dari bahan galian industri

    (produk souvenir, hiasan, dan ornamen bangunan).

    5. Meningkatkan produktifitas UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang

    memanfaatkan bahan galian industri sebagai bahan baku dan bahan penunjang

    kegiatan produksi.

    6. Meningkatkan nilai tambah produk yang pada akhirnya akan meningkatkan

    pendapatan pengrajin.

    Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian yang menganalisis faktor-faktor

    apa saja yang mempengaruhi peningkatan produktivitas industri barang dari batu untuk

    keperluan rumah tangga dan pajangan. Hal itu merupakan wujud dari usaha peningkatan

    taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat yang bekerja atau menggantungkan hidupnya

    pada sektor industri tersebut. Faktor-faktor yang perlu diteliti pengaruhnya terhadap

    produktivitas industri barang dari batu untuk keperluan rumah tangga dan pajangan

    diantaranya adalah jumlah tenaga kerja, bahan baku, dan mesin.

    1.2 Rumusan Masalah

    1. Apakah jumlah tenaga kerja, bahan baku, dan mesin berpengaruh secara

    signifikan terhadap nilai produksi industri barang dari batu untuk keperluan

    rumah tangga dan pajangan?

  • 7/31/2019 Wulandari Permatasari_09.6171_3se3

    5/40

    5

    2. Bagaimama tingkat elastisitas dan jenis return to scale pada industri barang dari

    batu untuk keperluan rumah tangga dan pajangan?

    1.3 Tujuan

    1. Untuk mengetahui pengaruh jumlah tenaga kerja, bahan baku, dan mesin terhadap

    produksi industri barang dari batu untuk keperluan rumah tangga dan pajangan.

    2. Untuk mengetahui tingkat elastisitas dan jenis return to scale pada industri

    barang dari batu untuk keperluan rumah tangga dan pajangan.

    1.4 Manfaat Penelitian

    1. Manfaat Penelitian Bagi Penulis :

    Memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Mikro tingkat III semester ganjil.Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai pengaruh faktor-faktor

    produksi terhadap produksi industri barang dari batu untuk keperluan rumah

    tangga dan pajangan.

    2. Manfaat Penelitian Bagi Pemerintah :

    Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan untukmembangun dan mengembangkan sektor-sektor industri khususnya pada

    industri barang dari batu untuk keperluan rumah tangga dan pajangan.

    3. Manfaat Penelitian Bagi Masyarakat :

    Menjadi referensi bagi para peneliti yang ingin melakukan penelitian yangterkait.

  • 7/31/2019 Wulandari Permatasari_09.6171_3se3

    6/40

    6

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Teori Produksi

    Produksi adalah hasil akhir dari proses aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan

    beberapa masukan atau input. Produksi juga dapat diartikan sebagai perubahan dari dua atau

    lebih input (sumber daya) menjadi satu atau lebih output (produk). Pengertian kegiatan

    produksi adalah mengkombinasikan berbagai input atau masukan untuk menghasilkan

    output.

    2.2 Fungsi Produksi

    Fungsi produksi adalah hubungan antara input yang dipergunakan dalam proses

    produksi dengan kuantitas yang dihasilkan (Lipsey, 1995:129). Pengertian lain dari fungsi

    produksi adalah kaitan di antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakan

    (Sadono Sukirno, 2003). Faktor-faktor produksi dikenal juga dengan istilah input dan hasil

    produksi sering juga dinamakan output. Secara matematis fungsi produksi dapat dituliskan

    sebagai berikut:

    Q = f (K, L, M)

    Dimana :

    Q = Output suatu barang yang dihasilkan selama suatu periode tertentu

    K = Kapital (mesin)

    L = Tenaga kerja

    M = Material (bahan baku)

    Fungsi produksi Cobb-Douglas merupakan salah satu bentuk fungsi produksi yang

    dapat digunakan dalam analisis produktivitas. Dalam penggunaan penyelesaian fungsi

    Cobb-Douglas terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain:

    1. Tidak ada pengamatan variabel penjelas (X) yang bernilai nol, sebab logaritma

    dari nol adalah suatu bilangan yang besarnya tidak diketahui (infinite),

  • 7/31/2019 Wulandari Permatasari_09.6171_3se3

    7/40

    7

    2. Dalam fungsi produksi, perlu diasumsikan tidak terdapat perbedaan tehnologi

    pada setiap pengamatan (non-neutral difference in the respective tecnologies).

    Dalam arti bahwa kalau fungsi produksi Cobb-Douglas yang dipakai sebagai

    model dalam suatu pengamatan dan bila diperlukan analisis yang memerlukan

    lebih dari 1 model, maka perbedaan model tersebut terletak pada intercept dan

    bukan pada kemiringan garis (slope) model tersebut,

    2. Tiap variabel X adalah perfect competition,

    4. Perbedaan lokasi (pada fungsi produksi) seperti iklim adalah sudah tercakup pada

    faktor kesalahan,

    5. Hanya