status ujian psikiatri - anggi

Download Status Ujian Psikiatri - Anggi

If you can't read please download the document

Post on 27-Jan-2016

213 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

status psikiatri

TRANSCRIPT

STATUS PSIKIATRII. IDENTITASNama: Tn. KJnis Kelamin: Laki-lakiUmur: 61 tahunTempat / Tanggal Lahir: Buton, 05 April 1954Alamat: Kp Cipondo, KalideresAgama: IslamBangsa: IndonesiaStatus Pernikahan: MenikahPendidikan Terakhir: STM Jurusan Teknik SipilPekerjaan: tidak bekerjaTanggal Masuk RSJSH: 16 Mei 2015

Riwayat Perawatan1. Sekitar tahun 1992 2005 Poli Rawat Jalan RSJSH2. Sekitar tahun 2005 di Rumah Sakit Suka Mulya Jakarta3. Sekitar tahun 2005 2014 di Poli Rawat Jalan RSJSH4. Tanggal 17 Februari 2014 04 Maret 2014 di Rawat Inap RSJSH5. Tanggal 16 Mei 2015 di Rawat Inap RSJSH (sampai saat ini)

II. RIWAYAT PSIKIATRIKAutoanamnesis: Tanggal 11 Juni 2015, pukul 16.00, di ruang Puri Nurani RSJSH. Tanggal 12 Juni 2015, pukul 16.00, di ruang Puri Nurani RSJSH. Tanggal 13 Juni 2015, pukul 10.00, di ruang Puri Nurani RSJSH. Tanggal 15 Juni 2015, pukul 10.00, di ruang Puri Nurani RSJSH. Tanggal 16 Juni 2015, pukul 16.00, di ruang Puri Nurani RSJSH.

Alloanamnesis: Tanggal 12 Juni 2015Dengan Ny.S berumur 56 tahun yaitu isteri pasien, pekerjaannya seorang pegawai negeri sipil dan dengan Ny.D berumur 31 tahun yaitu menantu dari anak pertama pasien, pekerjaannya seorang perawat, pada pukul 10.00, di ruang dokter Puri Nurani RSJSH. Tanggal 13 Juni 2015 (Home Visit)Dilakukan home visit pukul 14.00 ke rumah pasien di Jalan Warakas I Gang. 23 No. 37 RT 015/RW 008, Kelurahan Padranggo, Kecamatan Tj. Priok, Jakarta Utara. Pada saat home visit, bertemu dengan isteri pasien bernama Ny.S beurmur 56 tahun, anak kedua pasien bernama Ny.K berumur 29 tahun, menantu kedua pasien bernama Tn.N berumur 30 tahun, cucu pertama pasien bernama An. K berumur 6 tahun dan cucu kedua pasien bernama An.H berumur 5 bulan.

A. Keluhan UtamaPasien mengalami perubahan perilaku dan terlihat bingung 2 hari SMRS

B. Riwayat Gangguan SekarangSejak 2 hari SMRS, menurut isteri pasien, pasien mengalami perubahan perilaku dan terlihat bingung sehingga mengganggu aktifitas pasien sehari-hari. Pasien dijemput oleh petugas medis dari UGD RSJSH atas permintaan keluarga pasien sendiri. Pasien dijemput dalam keadaan tenang karena petugas medis RSJSH dengan keluarga pasien telah bekerja sama untuk membawa pasien ke UGD RSJSH. Pasien merupakan seorang pensiunan yang sehari-hari beraktifitas membantu mengurus cucunya di rumahnya. Pasien diketahui mengalami perubahan perilaku yaitu memberitahu semua anggota keluarganya dengan meyakini bahwa dirinya adalah orang kepercayaan Tuhan satu-satunya yang tidak akan meninggal sampai hari kiamat. Pasien juga mengatakan bahwa hal tersebut diketahuinya karena Tuhan berbisik kepada dirinya. Pasien juga memberitahukan bahwa hal tersebut hanya bisa terjadi padanya, tidak bisa kepada orang lain karena Tuhan hanya memilih dirinya. Selain itu, pasien juga suka terlihat bingung dan suka berbicara sendiri. Dan jika ditanya sedang bericara dengan siapa, pasien tidak mau menjawabnya. Menurut isteri pasien, pasien merupakan pasien poli jiwa RSJSH yang sudah berobat selama 23 tahun yang lalu. Pasien diketahui rutin kontrol ke poli rawat jalan RSJSH, namun pasien tidak teratur minum obat karena pasien merasa dirinya bisa sembuh tanpa minum obat. 2 minggu SMRS, menurut isteri pasien, sebelum pasien mengalami perubahan perilaku tersebut, pasien juga curiga terhadap orang disekitar rumahnya. Pasien sempat curiga terhadap adik kandungnya sehingga adiknya tersebut tidak boleh main ke rumahnya. Pasien curiga bahwa adik kandungnya tersebut berniat jahat kepada pasien dan keluarganya. Sebelumnya pasien juga sering curiga kepada tetangga disebelah rumahnya. Pasien merasa tetangga sebelah rumahnya tersebut suka mengintip rumah pasien pada malam hari. Pasien selalu bersikap apatis terhadap tetangga disekitar rumahnya karena pasien tidak percaya kepada orang lain kecuali keluarga pasien sendiri. Pasien selalu curiga terhadap tetangga sekitar.Menurut isteri pasien, pasien rutin kontrol ke poli rawat jalan RSJSH tetapi tidak teratur minum obat. Pasien diketahui selalu kontrol ke poli rawat jalan RSJSH seorang diri. Isteri pasien mempercayai bahwa pasien rutin kontrol karena setiap pulang dari RSJSH untuk kontrol di poli rawat jalan, pasien selalu membawa obat. Menurut isteri pasien, jika pasien ditanya apakah sudah minum obat, pasien selalu menjawab sudah, tetapi saat diperiksa, obatnya masih banyak tidak berkurang. Pasien juga mengatakan dirinya bisa sembuh tanpa minum obat karena setiap malam pasien selalu melakukan ritual untuk menangkal hal-hal jahat yang diduga oleh pasien didapatkan dari tetangganya.

C. Riwayat Gangguan Sebelumnya1. Gangguan PsikiatrikPada tahun 1992, menurut isteri pasien, pasien selalu merasa curiga kepada tetangga disebelah rumahnya. Pasien selalu gelisah dan tidak tenang saat beristirahat karena perasaan curiganya tersebut. Pasien merasa takut yang berlebihan. Pasien merasa tetangganya iri terhadap dirinya yang merupakan orang baru di lingkungan tersebut. Pasien juga merasa tetangganya iri menganggap dirinya adalah orang yang lebih berada. Dan pasien merasa takut dicelakai oleh tetangganya tersebut. Menurut isteri pasien, setiap tidur saat malam hari, pasien selalu meletakkan pisau dibawah bantal tidurnya. Dan itu terjadi selama beberapa hari. Karena isteri pasien merasa khawatir terhadap keadaan suaminya yang semakin memburuk, maka membawa pasien ke pengobatan alternatif atas saran dari saudaranya. Namun setelah menjalani pengobatan alternatif selama 4 bulan, tidak ada perubahan terhadap pasien. Lalu isteri pasien mendapat informasi dari temannya untuk membawa pasien ke poli rawat jalan RSJSH. Setelah berobat di poli RSJSH, akhirnya pasien menjadi pasien tetap poli rawat jalan di RSJSH. Pasien menjalani pengobatan sampai dengan tahun 2005. Saat menjalani pengobatan selama 13 tahun tersebut, pasien bekerja sebagai koki di kapal. Dan selama pasien berlayar, isteri pasien yang mengambil obat untuk pasien di poli. Menurut isteri pasien, ia tidak mengetahui apakah pasien rutin minum obat di kapal. Karena yang ia tahu hanya pasien selalu mengatakan kepadanya bahwa pasien selalu rutin minum obat, walaupun sesekali pasien suka menolak minum obat karena merasa sudah sembuh. Pada pertengahan tahun 2005, pasien berhenti bekerja dari kapal dan beralih menjadi petugas satpam di sebuah kantor.Pada akhir tahun 2005, menurut isteri pasien, pasien sempat dirawat di Rumah Sakit Suka Mulya karena percobaan bunuh diri dengan menggunakan sebuah pisau. Isteri pasien mengatakan bahwa sebelum hal itu terjadi, pasien sempat mengakui kesalahannya yang telah berhubungan intim dengan petugas kantin di kantornya. Pasien melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menusuk perutnya dengan pisau. Pasien akhirnya dirawat di Rumah Sakit Sukma Mulya selama 3 hari. Tidak lama setelah itu, anak ketiga pasien yang bernama Nn.F berumur 15 tahun meninggal karena keracunan makanan dari sekolahnya. Menurut isteri pasien, pasien meyakinin kematian anaknya bukan karena keracunan tetapi karena di guna-guna oleh tetangga sebelah rumahnya. Kecurigaan pasien terhadap tetangganya tersebut sudah berlangsung sejak lama. Semenjak kajadian tersebut, pasien sempat putus obat tetapi isteri pasien tidak mengetahui hal tersebut.Pada tahun 2014, menurut isteri pasien, pasien sempat mengamuk di lingkungan rumah dengan mengejar tetangganya tersebut sambil membawa sebuah parang. Hal tersebut akhirnya dihentikan oleh anak pertama pasien yang bernama Tn.S. Setelah keluarga meredakan emosi pasien, akhirnya pasien meminta seluruh keluarga berkumpul karena ada yang ingin diceritakan oleh pasien. Pasien meyakini bahwa dirinya adalah orang kepercayaan Tuhan satu-satunya yang akan mendatangkan kiamat, dan pasien juga meyakini dirinya tidak akan meninggal sampai hari kiamat. Pasien mengatakan dirinya dapat mengetahui seluruh hal tersebut karena bisikan Tuhan kepadanya. Setelah kejadian tersebut, isteri pasien langsung menghubungi petugas UGD RSJSH untuk menjemput pasien di rumah. Lalu pasien dibawa ke UGD RSJSH dan dirawat selama 15 hari. Menurut isteri pasien, pasien hanya diberikan obat 1 macam saja, tetapi isteri pasien tidak ingat apa obatnya.

2. Riwayat Gangguan MedikPasien tidak pernah mengalami sakit yang serius saat kecil. Pasien tidak pernah kejang baik saat kecil maupun sesudah dewasa. Pasien pernah dirawat di Rumah Sakit Suka Mulya karena percobaan bunuh diri dengan menusukkan pisau ke bagian peurutnya pada tahun 2005. Dan pasien dirawat selama 3 hari di Rumah Sakit tersebut.

3. Riwayat Penggunaan Zat PsikoaktifPasien adalah seorang perokok. Pasien tidak pernah meminum alkohol ataupun mengkonsumsi obat - obat terlarang atau NAPZA.

4. Riwayat Gangguan SebelumnyaTingkat Keparahan Gangguan Jiwa

Waktu

1992200516 Mei 201517 Feb 2014

Tahun 1992Tahun 200517 Februari 04 Maret 201416 Mei 2015 sampai saat ini

Keluhan: Pasien merasa gelisah dan curiga dengan tetangganya dan menganggap tetangganya iri terhadap dirinya sehingga pasien selalu menyimpan pisau dibawah bantalnya saat tidur.

Gejala:Waham paranoid (+)

Diagnosis:Skizofrenia paranoid

Tatalaksana:Keluarga tidak ingat.

Pasien tidak dirawat, hanya berobat di poli rawat jalan RSJSHKeluhan:Pasien melakukan percobaan bunuh diri dengan menusukkan perutnya dengan sebuah pisau. Pasien masih merasa curiga dengan tetangga sebelah rumahnya atas kematian anak ketiganya.

Gejala:Waham paranoid (+)

Diagnosis:Skizofrenia Paranoid dengan Tentamen Suicide

Tatalaksana:Keluarga tidak ingat Keluhan:Pasien mengamuk di lingkungan rumah dengan mengejar tetangga menggunakan parang karena kecurigaannya dan setelah itu pasien memberitahukan tentang keyakinannya bahwa dia adalah satu-satunya orang kepercayaan Tuhan yang tidak akan pernah meninggal sampai hari kiamat. Menurut pasien, hal tersebut diketahui oleh pasien karena bisikkan dari Tuhan.

Gejala:Halusinasi auditorik (+), Waham kebesar