referat bismillah

Download referat bismillah

Post on 20-Jul-2015

218 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN

Intususepsi adalah invaginasi atau masuknya bagian usus ke dalam perbatasan atau bagian yang lebih distal dari usus (umumnya, invaginasi ileum masuk ke dalam kolon desendens). Invaginasi pada orang dewasa relative jarang; 5 sampai 16 % dari semua kasus yang dilaporkan terjadi pada dewasa. Hampir 70 % kasus invaginasi terjadi pada anak-anak umur kurang dari 1 tahun. didapatkan insiden tertinggi dicapai pada anak-anak umur antara 4 sampai dengan 9 bulan. Pada bayi dan anak-anak intususepsi merupakan penyebab kirakira 80-90% dari kasus obstruksi.1,2,4 Gejala klasik intususepsi adalah nyeri abdomen kolik yang episodik. Dengan adanya serangan rasa sakit/kolik yang makin bertambah dan mencapai puncaknya, dan kemudian menghilang sama sekali, diagnosis hamper dapat ditegakkan. Gambaran klinis intususepsi dewasa umumnya sama seperti keadaan obstruksi usus pada umumnya, yang dapat mulai timbul setelah 24 jam setelah terjadinya intususepsi berupa nyeri perut dan terjadinya distensi setelah lebih 24 jam ke dua disertai keadaan klinis lainnya yang hampir sama gambarannya seperti intususepsi pada anak-anak. 5,6 Pada orang dewasa diagnosis preoperatif keadaan intususepsi sangatlah sulit, meskipun pada umumnya diagnosis preoperatifnya adalah obstruksi usus tanpa dapat memastikan kausanya adalah intususepsi, pemerikasaan fisik saja tidaklah cukup sehingga diagnosis memerlukan pemeriksaan penunjang yaitu dengan radiologi (foto polos abdomen 3 posisi, barium enema/colon in loop, ultra sonography dan computed tomography), meskipun umumnya diagnosisnya didapat saat melakukan pembedahan. Terapi intususepsi pada orang dewasa adalah pembedahan.

1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Intususepsi adalah invaginasi atau masuknya bagian usus ke dalam perbatasan atau bagian yang lebih distal dari usus (umumnya, invaginasi ileum masuk ke dalam kolon desendens). Suatu intususepsi terjadi bila sebagian saluran cerna terdorong sedemikian rupa sehingga sebagian darinya akan menutupi sebagian lainnya hingga seluruhnya mengecil atau memendek ke dalam suatu segmen yang terletak di sebelah kaudal. 1,2 B. Epidemiologi Angka kejadian intususepsi (invaginasi) dewasa sangat jarang, menurut angka yang pernah dilaporkan adalah 0,08% dari semua kasus pembedahan lewat abdomen dan3% dari kejadian obstruksi usus , angka lain melaporkan 1% dari semua kasus obstruksi usus, 5% dari semua kasus invaginasi (anak-anak dan dewasa).1,2 Hampir 70 % kasus invaginasi terjadi pada anak-anak umur kurang dari 1 tahun. didapatkan insiden tertinggi dicapai pada anak-anak umur antara 4 sampai dengan 9 bulan. Perbandingan antara laki-laki dan wanita adalah 2:1. Insidensi tertinggi dari inttususepsi terdapat pada usia dibawah 2 tahun. Pada bayi dan anak-anak intususepsi merupakan penyebab kira-kira 80-90% dari kasus obstruksi.3 Pada dewasa invaginasi jarang ditemui, hanya 5 % dari obstruksi usus mekanik. 20% kasus tidak diketahui penyebabnya. Kasus yang ditemui sekitar 80%, kebanyakan disebabkan oleh karsinoma kolon primer. Penyebab yang lain termasuk lipoma, polip, edema atau fibrosis post operasi. Invaginasi ileokilik sering ditemui pada anak-anak, sedangkan

2

invaginasi kolokolik sering pada dewasa. Invaginasi juga sering pada post operasi karena edema atau adhesi.2 Invaginasi pada orang dewasa relative jarang; 5 sampai 16 % dari semua kasus yang dilaporkan terjadi pada dewasa. Invaginasi ini adalah etiologi dari hanya 1% dari semua kasus obstruksi usus pada dewasa. Eisen pada penelitian retrospektif selam 11 tahun di Mount Sinai Medical Center di New York, menemukan hanya 27 kasus dari invaginasi yang berumur 16 tahun atau lebih. Sebuah kajian yang dilakukan oleh Karakousis selama 13 tahun di Roswell Park Memorial Institute di Buffalo, New York, menemukan hanya 15 kasus invaginasi yang terdokumentasi pada pasien dewasa. Usia rata-rata invaginasi pada dewasa adalah 50 tahun. Insidensi pada pria sama dengan wanita. 2 C. Anatomi dan Fisiologi Usus halus terdiri dari 3 bagian yaitu duodenum, yejunum dan ileum. Panjang duodenum 26 cm, sedangkan yejunum + ileum : 6 m Dimana 2/5 bagian adalah yejunum (Snel, 89). Sedangkanmenurut schrock 1988 panjang usus halus manusia dewasa adalah 5-6 m. Batas antaraduodenum dan yejunum adalah ligamentum treits.1,4 Yejunum dan ileum dapat dibedakan dari :1. Lekukan lekukan yejunum terletak pada bagian atas

rongga atas peritoneum di bawahsisi kiri mesocolon transversum ; ileum terletak pada bagian bawah rongga peritoneumdan dalam pelvis.2. Jejunum lebih besar, berdinding lebih tebal dan lebih

merah daripada ileum Dinding jejunum terasa lebih tebal karena lipatan mukosa yang lebih permanen yaitu plicacircularis, lebih besar, lebih banyak dan pada yejunum lebih berdekatan ; sedangkan pada bagian atas ileum lebar, dan pada bagian bawah lipatan ini tidak ada.

3

3. Mesenterium jejunum melekat pada dinding posterior

abdomen diatas dan kiri aorta,sedangkan mesenterium ileum melekat dibawah dan kanan aorta.4. Pembuluh

darah

mesenterium

jejunum

hanya

menmbentuk satu atau dua aarkade dengancabang-cabang yang panjang dan jarang yang berjalan ke dinding usus halus. Ileum menerima banyak pembuluh darah yang pendek, yang berasal dari 3 atau 4 atau malahan lebih arkade.5. Pada ujung mesenterium jejunum, lemak disimpan dekat

pangkalan dan lemak jarangditemukan didekat dinding usus halus. Pada ujung mesenterium ileum lemak disimpan diseluruh bagian , sehingga lemak ditemukan dari pangkal sampai dinding usus halus.1,4 Perbedaan usus halus dan usus besar: Perbedaan eksterna1. Usus halus (kecuali duodenum) bersifat mobil, sedang kan

colon asenden dan colon desenden terfiksasi tidak mudah bergerak. 2. Ukuran usus halus umumnya lebih kecil dibandingkan dengan usus besar yang terisi.3. Usus halus (kecuali duodenum) mempunyai mesenterium

yang berjalan ke bawahmenyilang garis tengah, menuju fosa iliaka kanan.4. Otot longitudinal usus halus membentuk lapisan kontinyu

sekitar

usus.

Pada

usus

besar (kecuali

appendix)

otot

longitudinal tergabung dalam tiga pita yaitu taenia coli.5. Usus halus tidak mempunyai kantong lemak yang melekat

pada dindingnya. Usus besar mempunyai kantong lemak yang dinamakan appandices epiploideae. 6. Dinding usus halus adalah halus, sedangkan dinding usus besar sakular

4

Perbedaan interna1. Mucosa usus halus mempunyai lipatan yang permanen yang

dinamakan plica silcularis,sedangkan pada usus besar tidak ada.2. Mukosa usus halus mempunyai fili, sedangkan mukosa usus

besar tidak mempunyai.3. Kelompokan jaringan limfoid (agmen feyer) ditemukan

pada mukosa usus halus , jaringan limfoid ini tidak ditemukan pada usus besar.1,4 Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum akan megirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.4 Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahanpecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.4 Pergerakan usus dilakukan dengan cara kontraksi mencampur: regangan satu bagian akan menyebabkan kontraksi konsentris. Panjang kontraksi 1 cm (segmentasi). Kontraksi segmen memotong chyme. Gerakan mendorong; gerakan segmentasi bendorong chyme ke tatub ileosekal dan mendorong melewati katub tersebut. Fungsi katub ileosekal adalah untuk mencegah kembalinya fecal dari kolon ke usus halus.4 D. Patofisiologi Kebanyakan intususepsi adalah ileo-colic dan ileoileocolic, sedikit sekokolik dan jarang hanya ileal. Ileo-colica berarti ileum sebagai intussusceptum dan colon sebagai intussuscipiens. Kombinasi lain dapat terjadi seperti ileo-ileo colica, colo-colica, ileo-ileal dan appendical-colica.

5

Ileo-colica yang paling banyak ditemukan (75%), ileo- ileo colica 15%, lain-lain 10%, paling jarang tipe appendical Colica18. Pathogenesis dari intususepsi dipercayai sebagai akibat dari ketidakseimbangan kekuatan kontraksi longitudinal sepanjang dinding usus halus. Ketidakseimbangan ini dapat diakibatkan oleh adanya massa sebagai lead point atau bentuk disorganisasi dari peristaltik (contohnya ileus periode post-operasi). Sebagai akibat dari ketidakseimbangan tersebut, sebuah area pada dinding usus halus mengalami invaginasi ke lumen, mengikuti waktu istirahat usus halus. Bagian yang mengalami invaginasi pada usus halus (intususeptum) menginvaginasi secara lengkap pada bagian yang menerima invaginasi tersebut (intususipiens). Proses ini berlanjut terus dan diikuti oleh bagian proksimal, mulai dari bagian intususeptum sampai sepanjang lumen intususipiens. Jika mesenteri dari intususeptum lax dan progresifitasnya cepat, intususeptum dapat terjadi sampai kolon distal atau sigmoid dan dapat prolaps keluar dari anus. Mesenteri dari intususeptum diinvaginasi oleh usus halus, mengacu proses patofisiologi klasik dari obstruksi usus besar. Awal proses ini, aliran balik limfatik mengalami gangguan; kemudian, dengan peningkatan tekanan dalam dinding intususeptum, drainase vena juga mengalami gangguan. Akhirnya, tekanan meningkat hingga sampai dimana aliran arteri mengalami hambatan, dan terjadi infark. Mukosa menjadi sangat mudah untuk mengalami iskemia karena bagian ini yang paling cepat menerima suplai arteri. Iskemik mukosa sloughs off, ditandai dengan sisa heme-positif dan kemudian currant jelly stool klasik (campuran dari mukosa sloughed, darah dan mucus). Jika tidak tertangani, proses ini akan progress hingga menjadi gangrene trans