Bismillah Etik

Download Bismillah Etik

Post on 23-Nov-2015

47 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sip

TRANSCRIPT

<p>Aktifitas Enzim Lipoprotein Lipase, Profil Lipid, Albumin, dan MDA pada Tikus (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia yang Mendapat Terapi Ekstrak Air Benalu Mangga</p> <p>Aktifitas Enzim Lipoprotein Lipase, Profil Lipid, Albumin, dan MDA pada Tikus (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia yang Mendapat Terapi Ekstrak Air Benalu Mangga Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya2013PendahuluanPola pemberian pakan yang tidak seimbangKadar kolesterol Penyakit kardiovaskuler HiperkolesterolemiaPada kucing dan anjing 2 ,1 %Lipid teroksidasiGangguan enzim LPL, profil lipid, albumin, MDAPerubahan gambaran histopatologi duodenum, aorta, hepar, ginjalFlavanoid, Saponin dan Tanin antioksidanHiperkolesterolemia Penyakit kardiovaskuler Rumusan MasalahApakah terapi ekstrak air benalu mangga (Dendrophthoe petandra ) dapat menaikkan aktivitas enzim LPL, profil lipid, MDA dan kadar albumin pada hewan model tikus (Rattus norvegicus) hiperkolesterolemia ?Apakah terjadi perbaikan gambaran histopatologi duodenum, aorta, ginjal, hepar hewan model tikus (Rattus norvegicus) hiperkolesterolemia setelah diterapi dengan ekstrak air benalu mangga (Dendrophthoe petandra )?</p> <p>Batasan MasalahHipotesisDiet hiperkolesterol Kadar kolesterol Sintesa empedu radikal bebas </p> <p> VLDL Hidrolisis TG Kadar TG Aktivitas enzim LPL Peroksidasi Lipid</p> <p>Poli Unsaturated Fatty Acid (PUFA)</p> <p>MDAKadar LDL Kadar HDL LDL OksidasiKerusakan sel endotel glomerulus</p> <p>kadar albumin </p> <p>Perubahan Histopatologi duodenum</p> <p>Perubahan Histopatologi Hati</p> <p>Perubahan histopatologi ginjal</p> <p>Luka Endotel</p> <p>Perubahan struktur histologi dinding pembuluh darah aorta </p> <p>Flavanoid,Kuersetin,Tanin,SaponinKerangka konseptualMETODE PENELITIANP (n-1)154 (n-1)154n-4154n19n4,75n5Montgomery and Kowalsky (2011)KeteranganP = jumlah kelompok (terdiri dari 4 macam perlakuan) n = jumlah ulangan yang diperlukan </p> <p>Estimasi besaran sampel8</p> <p>N: NormalM : Diet HiperkolesterolSkema Penelitian</p> <p>SerumPemberian Diet hiperkolesterolDilakukan dengan penyodean lambungDosis 3,02 gr/2ml Dihitung sekali pemberian 20 gr</p> <p>KomposisiProsentasiJumlah pemberian (gr/ekor)Kuning telur puyuh5 %1 grMinyak Babi10 %2 grAsam Kholat0,1 %0,02 grTotal15,1 %3,02 gr Pemberian TerapiPada setiap berat kering benalu mangga dilarutkan dengan aquades 10 ml dengan cara direbus dengan penangas air dengan suhu 70C sampai 2 ml800 mg/ kg BB D400 mg/ kg BB C</p> <p>Contoh :</p> <p>BB 1 ekor tikus = 150 gr</p> <p>x = 150 gr /1000 gr x 800 mg= 120 mgContoh :</p> <p>BB 1 ekor tikus = 150 gr</p> <p>x = 150 gr /1000 gr x 400 mg= 60 mg</p> <p>Aktivitas enzim LPL metode titrasi</p> <p>Uji Kadar TrigliseridaMenggunakan metode GPO-PAP (Enzymatic-spectrophotometric) dengan kit Biosystem Trigliserida A15. Prinsip metode ini adalah pengukuran trigliserida setelah mengalami pemecahan secara enzimatik oleh lipoproteinlipase. Pengukuran kadar Kolesterol Totalpembuatan regensiapengukuran absorbsi larutan blanko dengan spektrofotometerPencampuran reagen dengan sampel pengukuran nilai absorbansi kolesterol serum darah yang dilakukan secara otomatis dengan alat Biosystem tipe A 15 pada 505 nm selama 300 detik dengan larutan blanko sebagai titik nolnya. Sampel darah sebanyak 1-2ml diputar pada kecepatan 3000 rpm selama 15 menit. Serum yang terbentuk kemudian dipipet sebanyak 500 l kemudian dimasukkan ke cup sampel dan telah siap untuk diperiksa. Reagen dan sampel di masukkan di alat Automatikc Analyzer Biosystem A15 dan kemudian dibaca absorbansinya pada panjang gelombang 500 nm14Pengukuran Kadar LDLpembuatan reagen A dan reagen Bpencampuran reagen dan samplepengukuran absorbansi dengan spektofotometer Biosystem Tipe A 15 pada panjang gelombang 535 nm selama 168 detik. </p> <p>Pengukuran kadar albumin darah dengan metode BCG1 mL reagent A10 L albumin standard dan 1 mL reagent A10 L sample dan 1 mL reagent AblanksamplestandartDiinkubasi pada suhu ruang selama 1 menit lalu diperiksa menggunakan spektrofotometry dgn panjang gelombang 630 nm selama 30 menit</p> <p>Pengukuran C sample :Supernatan1 gram organ hatiDimasukkan ke dalam mortar dingin dan digerus hingga halusDimasukkan tabung reaksiDitambahkan 500 l NaCl 0,9%DihomogenkanHomogenat dipindakan ke ependrofSentrifugasi dengan kecepatan 8000 rpm selama 20 menitSupernatan100 L Supernatan dimasukkan ke dalam tabung reaksi baruDitambah 550 l akuades, dihomogenkanDitambah 100 l TCA, dihomogenkanDitambahkan 100 L HCL 1 N, dihomogenkanDitambahkan 100 L Na-Thio 1 %, dihomogenkanMulut tabung ditutup dengan alumunium foilDipanaskan dalam water bath 1000C selama 30 menitDidinginkan pada suhu ruanganDisentrifugasi dengan kecepatan 500 rpm selama 10 menitSupernatan dipindah ke tabung reaksi barudiukur absorbansinya pada panjang gelombang maksimumDiplotkan pada kurva standarKurva standar MDAPengukuranMDAAnalisis DataMetode pre and post examination dari hasil pengukuran ditabulasi menggunakan Microsoft Office Excel. Selanjutnya data dianalisis menggunakan SPSS rev.16,0 dengan analisis ragam ANOVA (Analysis of Variance). Apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan uji Tukey = 0.05%. Sedangkan data yang diperoleh dari pembuatan preparat histopatologi jaringan pada organ dianalisis secara kualitatif.</p> <p>Tabel jadwal perlakuan</p> <p>Salam HKBM! Inggil.phany.deshinta.yosia.diajeng.debin</p>