prosedur analisis proksimat

Download PROSEDUR ANALISIS PROKSIMAT

Post on 31-Jan-2016

33 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PROSEDUR ANALISIS PROKSIMAT

TRANSCRIPT

PENENTUAN KADAR AIR

825

PENENTUAN KADAR AIR

ALAT ALAT

1. Oven listrik

2. Timbangan analitik

3. Cawan Alumunium

4. Eksikator

5. Tang Penjepit

CARA KERJA

1. Keringkan Cawan alumunium dalam oven selama 1 jam pada suhu 100 - 1050 C.

2. Kemudian dinginkan dalam eksikator selama 15 menit dan timbang beratnya (Catat sebagai A gram)

3. Tambahkan ke dalam cawan alumunium tersebut sejumlah sampel/bahan lebih kurang 2-5 gram, timbang dengan teliti. Dengan demikian berat sampel/bahan dapat diketahui dengan tepat (Catat sebagai B gram). Bila menggunakan timbangan analitik digital maka dapat langsung diketahui berat sampelnya dengan menset zero balans, yaitu setelah berat alumunium diketahui beratnya dan telah dicatat, kemudian dizerokan sehingga penunjukan angka menjadi nol, lalu sampel langsung dimasukan ke dalam cawan dan kemudian timbang beratnya dan catat sebagai C gram.

4. Masukan cawan+sampel ke dalam oven selama 3 jam pada suhu 100 - 1050 C sehingga seluruh air menguap. (Atau dapat pula dimasukan dalam oven dengan suhu 60oC selama 48 jam).

5. Masukkan dalam eksikator selama 15 menit dan timbang. Ulangi pekerjaan ini dari tahap no 4 dan 5, sampai beratnya tidak berubah lagi. Catat sebagai D gram.

6. Setiap kali memindahkan cawan alumunium (baik berisi sampel atau tidak, gunakan tang penjepit).

PENGAMATAN

A. Berat Cawan Alumunium

..

B. Berat Cawan Alumunium + sampel

...

C. Berat Sampel

...

D. Berat Cawan Alumunium + sampel Kering ...

(setelah pemanasan oven)

PERHITUNGAN

Kadar air (%) = = .. ..

SOAL ANALISIS AIR

1. Berat cawan alumunium ditambah sampel yaitu 2,6 g, setelah dioven berat

keduanya menjadi 2 g, berapakah kandungan air sampel bila diketahui berat cawan 0,2 g ?2.a.Tuliskan apa saja yang termasuk ke dalam Fraksi Air ?

b.Mengapa zat tersebut termasuk ke dalam Fraksi air ?3. Kandungan BK sampel sebesar 75%. Berat sampel akhir saja (tanpa cawan) yaitu 1,8 g. Berapakah berat Sampel awal sebelum dilakukan analisis air?

JAWABAN :

Tanggal Pemeriksaan :

Nilai

:

Paraf

:

PENENTUAN KADAR ABU

ALAT ALAT

1. Cawan porselen 30 ml

2. Pembakaran bunsen atau hot plate

3. Tanur listrik

4. Eksikator

5. Tang penjepit

CARA KERJA

1. Keringkan cawan porselen ke dalam oven selama 1 jam pada suhu 100 1050 C.

2. Dinginkan dalam eksikator selama 15 menit dan timbang, catat sebagai A gram.

3. Masukkan sejumlah sampel kering oven 2 5 gram ke dalam cawan, catat sebagai B gram

4. Panaskan dengan hot plate atau pembakar bunsen l sampai tidak berasap lagi.

5. Masukkan kedalam tanur listrik dengan temperatur 600 7000 C, biarkan beberapa lama sampai bahan berubah menjadi abu putih betul. Lama pembakaran sekitar 3 6 jam.

6. Dinginkan dalam eksikator kurang lebih 30 menit dan timbang dengan teliti, catat sebagai C gram)

7. Hitung kadar abunyaPENGAMATANa. Berat cawan kosong (A)..

b. Berat cawan + sampel (B) ...

c. Berat Sampel (B-A) ...

d. Berat cawan + abu (C) ...

e. Berat Abu (C-A)..

PERHITUNGAN

Kadar Abu = =

SOAL ANALISIS ABU

1. Abu merupakan salah satu komponen nutrien yang terhitung sebagai sumber ....

2. Mengapa analisis abu tidak menggunakan cawan aluminium seperti pada analisis air?

3. Sebutkan fraksi dari analisis abu!4. Suatu bahan sebanyak 5 gr berdasarkan BK sebagai sampel kemudian dianalisis dan diketahui kandungan bahan keringnya sebesar 88,48% dan kandungan bahan organik sebesar 86,81%.a. Berapa kandungan abu bahan tersebut?b. Berapa berat bahan dalam keadaan Asfed?

5. Suatu bahan yang diketahui kandungan airnya 10%. Setelah dibakar dalam tanur, berat sampel bahan tersebut menjadi 0,168 gr . Jika diketahui kandungan abu bahan tersebut adalah 2,8%. berapa berat awal sampelnya?

Tanggal Pemeriksaan :

Nilai

:

Paraf

:

PENENTUAN KADAR PROTEIN KASARALAT ALAT

1. Labu Kjeldahl 300 ml

2. Satu set alat destilasi

3. Erlenmeyer 250 cc

4. Buret 50 cc skala 0,1 ml

5. Timbangan analitik

1. ZAT KIMIA

1. Asam sulfat pekat

2. Asam Chorida (yang sudah diketahui normalitasnya)

3. Natrium Hydroxsida 40%

4. katalis campuran (Yang dibuat dari CuSO4.5H20 dan K2SO4 dengan perbandingan 1:5)

5. Asam Borax 5%

6. Indikator campuran (brom cresolgreen: Methyl merah = 4:5 . Sebanyak 0,9 gram campuran dilarutkan dalam alkohol 100 ml)l.

CARA KERJA

Destruksi

1. Timbang contoh sampel kering oven sebanyak ( 1 gram (Catat sebabai A gram)

2. Masukkan ke dalam labu Kjeldhal dengan hati hati, dan tambahkan 6 gram katalis campuran.

3. Tambah 20 ml asam sulfat pekat

4. Panaskan dalam nyala api kecil di lemari asam. Bila sudah tidak berbuih lagi destruksi diteruskan dengan nyala api yang besar.

5. Destruksi sudah dianggap selesai bila larutan sudah berwarna hijau jernih, setelah itu dinginkan.

Destilasi

1. Siapkan alat destilasi selengkapnya, pasang dengan hati hati jangan lupa batu didih, vaselin dan tali pengaman

2. Pindahkan larutan hasil destruksi ke dalam labu didih, kemudian bilas dengan aquades senbanyak lebih kurang 50 ml.

3. Pasangkan erlenmeyer yang telah diisi asam borax 5 % sebanyak 15 ml untuk menangkap gas amonia, dan telah diberi indikator campuran sebanyak 2 tetes.

4. Basakan larutan bahan dari destruksi dengan menambah 40 - 60 ml NaOH 40 % melalui corong samping. Tutup kran corong segera setelah larutam tersebut masuk ke labu didih.

5. Nyalakan pemanas bunsen dan alirkan air ke dalamran pendingin tegak.

6. Lakukan destilasi sampai semua N dalam larutan dianggap telah tertangkap oleh asam borax yang ditandai dengan menyusutnya larutan dalam labu didih sebanyak 2/3 bagian (atau sekurang-kurangnya sudah tertampung dalam erlenmeyer sebanyak 15 ml)

Tritrasi

1. Erlenmeyer berisi sulingan tadi diambil (jangan lupa membilas bagian yang terendam dalam air sulingan)

2. Kemudian tritrasi dengan HCl yang sudah diketahui normalitasnya catat sebagai B, Titik titrasi dicapai dengan ditandai dengan perubahan warna hijau ke abu-abu. sampai catat jumlah larutan HCl yang terpakai sebagai C ml

PENGAMATAN

a. Berat sampel (A)

b. Normalitas HCl (B)

c. Mililiter HCl yang terpaikai (C)

PERHITUNGAN

% Protein Kasar =

SOAL ANALISIS PROTEIN KASAR

1. Sebutkan metode apa saja yang dapat menentukan kadar protein kasar serta jelaskan prinsip dari metode tersebut! (min 2 metode )

2. Sebutkan zat kimia yang digunakan dalam penentuan kadar PK Metode Kjeldahl dan pada saat tahap apa zat kimia tersebut di gunakan ?

3. Uraikan reaksi perubahan ammonium sulfat menjadi gas amonia setelah penambahan NaOH !4. Mengapa dalam perhitungan protein kasar harus dikalikan dengan angka 6,25 ?

Tanggal Pemeriksaan :

Nilai

:

Paraf

:

PENENTUAN KADAR LEMAK KASAR

(CARA SOKHLET)

ALAT-ALAT

1. Satu set alat soxhlet

2. Kertas saring bebas lemak.

3. Kapas dan biji hekter

4. Eksikator

5. Timbangan analitik

ZAT KIMIA

1. Kloroform CARA KERJA

1. Siapkan kertas saring yang telah kering oven (gunakan kertas saring bebas lemak) .

2. Buatlah selongsong penyaring yang dibuat dari kertas saring, timbang dan catat beratnya sebagai A gram. Masukkan sampel sekitar 2 5 gram dalam selongsong kemudian timbang dan catat beratnya sebagai B gram. Tutup dengan kapas kemudian dihekter, lalu timbang dan catat beratnya sebagai C gram. Berat sampel = (B - A) gram.

3. Selongsong penyaring berisi sampel dimasukkan ke dalam alat soxhlet. Masukan pelarut lemak (Kloroform) sebnayak 100 200 ml ke dalam labu didihnya. Lakukan ekktarksi (Nyalakan pemanas hot plate dan alirkan air pada bagian kondensornya).

4. Ekstraksi dilakukan selama lebih kurang 6 jam. Ambil selongsong yang berisi sampel yang telah diekstraksi dan keringkan didalam oven selama 1 jam pada suhu 1050 C. kemudian masukan ke dalam eksikator 15 menit dan kemudian timbang, dan catat beratnya sebagai D gram.

5. Kloroform yang terdapat dalam labu didih, dildestilasi sehinga tertampung di penampung sokhlet. Kloroform yang tertampung disimpan untuk digunakan kembali.

PENGAMATAN

a. Berat selongsong (A)

..

b. Berat selongsong + sampel (B)l

...

c. Berat sampel (B-A)

...

d. Berat selongsong + Sampel + kapas +hekter (C)

e. Berat selongsong + Sampel akhir + kapas +hekter (D)

PERHITUNGAN% Lemak kasar = =

SOAL ANALISIS LEMAK KASAR

1. Hitunglah kadar lemak kasar jika diketahui :

Berat selongsong : 0,976 g

Berat kapas + hekter: 0,02 g

Berat sampel awal: 3,211 g

Berat sampel akhir: 2,855 g

2. Hitunglah berat sampel akhir jika diketahui :

Berat selongsong: 0,976 g

Berat kapas + hekter: 0,03 g

Berat sampel awal : 3,221 g

Kadar lemak kasar: 15,9325%

3. Berdasarkan hasil perhitungan analisis lemak kasar di laboratorium dengan menggunakan sampel Beras di

Recommended

View more >