preskas undip

Download preskas undip

Post on 03-Jan-2016

38 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

preskas

TRANSCRIPT

LAPORAN KASUS

SEORANG ANAK Laki-Laki 11 BULAN dengan bronkiolitIS Dan gizi baik

Diajukan guna melengkapi tugas Kepaniteraan SeniorBagian Ilmu Kesehatan AnakFakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Oleh :SITI YUSNIA W N22010110200146

Pembimbing : dr. Diah Astika R Penguji : dr. Gatot Irawan Sarosa, SpA

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAKFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG32

1

2011

HALAMAN PENGESAHAN

Nama: Siti Yusnia W N NIM: 22010110200146Bagian: Ilmu Kesehatan AnakFakultas: KedokteranUniversitas:DiponegoroJudul : Seorang Anak Laki-laki 11 Bulan dengan Bronkiolitis dan Gizi Baik.Penguji: dr. Gatot Irawan Sarosa, SpA Pembimbing: dr. Diah Astika R

Semarang, 21 Mei 2011

Penguji Pembimbing

dr. Gatot Irawan Sarosa, SpA dr. Diah Astika R

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Laporan Kasus Seorang Anak Laki-laki 11 bulan dengan Bronkiolitis, dan Gizi Baik ini dapat penulis selesaikan. Laporan kasus ini disusun untuk memenuhi tugas dan syarat dalam menempuh kepaniteraan klinik di Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. dr. Gatot Irawan Sarosa, SpA selaku penguji 2. dr. Diah Astika R, selaku pembimbing Akhir kata, penulis berharap agar laporan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan.

Semarang, Mei 2011 Penulis

Siti Yusnia W N

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL ................................................................................................iHALAMAN PENGESAHAN ................................................................................. iiKATA PENGANTAR ..............................................................................................iiiDAFTAR ISI .............................................................................................................ivBAB I ................................................................................................................. 1 A. PENDAHULUAN................................................................................ 1 B. TUJUAN ..................................................................................................... 2C. MANFAAT ............................................................................................... 2BAB II. PENYAJIAN KASUS ................................................................................ 3 A. IDENTITAS PENDERITA ......................................................................... 3 B. DATA DASAR ........................................................................................... 3 C. DIAGNOSIS BANDING ............................................................................13 D. DAFTAR MASALAH ................................................................................13 E. PENATALAKSANAAN............................................................................13 F. CATATAN KEMAJUAN ....................................................................15BAB III. PEMBAHASAN........................................................................................19 A. DIAGNOSIS19 I. BRONKIOLITIS....................................................................................19 II. GIZI BAIK............................................................................................23 B. PENGELOLAAN24 C. PROGNOSIS ..............................................................................................27 D. BAGAN PERMASALAHAN..29BAB IV. RINGKASAN...........................................................................................30BAB V. LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH.31DAFTAR PUSTAKA................................................................................................37

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian balita di Indonesia. Tergolong ke dalam ISPA adalah Bronkiolitis yang secara anatomik merupakan salah satu ISPA bawah.1,2 Bronkiolitis diartikan sebagai penyakit obstruktif akibat inflamasi akut pada saluran nafas kecil (bronkioli). Sering terjadi pada anak berusia di bawah 2 tahun dengan insiden tertinggi umur 2-8 bulan1. Respiratory Syncytial Virus merupakan agen penyebab pada 50 90 % kasus, sisanya oleh virus para influenza, mikoplasma, adenovirus dan virus lainnya. Infeksi primer oleh bakteri penyebab belum dilaporkan.1-4 Perbandingan insiden antara laki-laki dan wanita sekitar 1,5 : 1. Lebih sering mengenai kelompok sosial ekonomi rendah, keadaan tempat tinggal yang penuh sesak dan lingkungan perokok. Penularannya dapat melalui droplets, kontak dengan benda yang telah terkontaminasi seperti pakaian, perabot atau infeksi nosokomial.5Walaupun gejala bronkiolitis dapat menghilang dalam waktu 1 3 hari, pada beberapa kasus dapat lebih berat, bahkan dapat menyebabkan kematian. Mortalitasnya kurang dari 1 %, biasanya meninggal karena jatuh dalam keadaan apnu yang lama, asidosis respiratorik yang tidak terkoreksi, atau karena dehidrasi yang disebabkan oleh takipnu dan kurang makan - minum. Disamping itu dapat pula memberikan dampak jangka panjang berupa batuk berulang, mengi, hiperreaktivitas bronkus sampai beberapa tahun, bronkiolitis obliterasi, dan sindrom paru hiperlusen unilateral (Swyer-James Syndrome).6Berikut ini laporan kasus mengenai bronkiolitis dengan gizi baik pada seorang anak lai-laki berumur 11 bulan yang dirawat di IRNA C1L1 HND RSUP Dr. Kariadi Semarang dari tanggal 19 April 2011.

B. TUJUAN

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui cara mendiagnosis dan mengelola penderita dengan bronkiolitis dan gizi baik, sekaligus mencoba membandingkan tindakan yang diberikan berdasarkan kepustakaan yang ada, sehingga dapat mengarah kepada penatalaksanaan yang lebih tepat dan rasional.

C. MANFAAT

Laporan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa kedokteran untuk belajar mendiagnosis dan mengelola penderita bronkiolitis dengan gizi baik

17

BAB II PENYAJIAN KASUS

A. IDENTITAS PENDERITANama: By. Rasya Aditya PutraJenis kelamin: Laki-lakiUmur: 11 bulan/ 1 Mei 2010Alamat: Sapta Marga III Gabeng RT 07/01, Kecamatan Tembalang, SemarangMasuk RSDK: 19 April 2011, pukul 01.20 WIBKeluar RSDK: 22 April 2011, pukul 13.00 WIBNo CM: 6596561IDENTITAS ORANG TUANama Ayah: Tn SUmur: 26 tahunPendidikan: STMPekerjaan: Pegawai swastaNama Ibu: Ny AUmur: 21 tahunPendidikan: SMKPekerjaan: Tidak bekerja

B. DATA DASAR1. AnamnesisAlloanamnesis dengan orangtua penderita tanggal 19 April 2011 pukul 14.00 WIB Keluhan utama : sesak nafasa. Riwayat penyakit sekarang : 3 hari anak batuk (+), dahak (+) tidak dapat dikeluarkan, pilek (+), sesak (-), ngik-ngik (-), demam (+) anget-anget, bintik-bintik merah seperti digigit nyamuk (-), gusi berdarah (-), mimisan (-), keluar cairan dari telinga (-), nyeri tekan belakang telinga (-), nyeri telan (-), muntah 1x/hari setelah batuk @2 sendok makan, berisi dahak (+) warna putih encer (+) bercampur susu, BAB dan BAK tidak ada kelainan, anak masih bermain seperti biasa, makan dan minum tidak terganggu. 1 hari anak masih batuk dan makin bertambah parah, dahak tidak dapat dikeluarkan, sesak (+), ngik-ngik (+), sesak tidak berkurang dengan perubahan posisi dan cuaca (+), dan tidak bertambah saat bermain, biru-biru disekitar mulut (-), demam (+) tidak tinggi terus menerus, bintik-bintik merah seperti digigit nyamuk (-), gusi berdarah (-), mimisan (-), keluar cairan dari telinga (-), nyeri tekan belakang telinga (-), nyeri telan (-), anak rewel (+), muntah 1x/hari 2-3 sendok makan berisi dahak kental warna putih dan susu, nafsu makan dan minum susu anak terganggu, buang air besar dan buang air kecil tidak ada kelainan, kemudian dibawa ke puskesmas Ngesrep diberi obat kotrimoksazol dan surat pengantar ke RSDK, karena batuk yang terus bertambah dan disertai sesak, anak kemudian dibawa ke RSDK.

b. Riwayat penyakit dahulu : Riwayat alergi telur (+) Riwayat tersedak sebelumnya disangkal Riwayat sesak sebelumnya dan nafas berbunyi (mengi) disangkal. Riwayat bepergian ke daerah endemis malaria (-) Tidak pernah sakit batuk lama, tidak ada riwayat sering berkeringat malam hari, tidak ada keluhan berat badan turun atau sulit naik. Riwayat ruam /alergi susu saat bayi disangkal. Riwayat batuk/bersin saat pagi hari/subuh (-)

c. Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang sakit seperti ini atau batuk-batuk lama. Ayah pasien alergi telur (+), ayah perokok aktif (+). Tidak ada anggota keluarga yang sakit seperti ini. Riwayat asma pada anggota keluarga disangkal. Lingkungan : memelihara binatang (+), karpet (-).d. Riwayat sosial ekonomi :Ayah bekerja sebagai pegawai swasta. Ibu tidak bekerja. Menanggung 1 orang. Penghasilan per bulan Rp 1.000.000. Biaya pengobatan ditanggung jamkesmas.

NOKriteria BPS Untuk Menentukan Rumah Tangga MiskinYaTidak

1Luas bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2 perorang

2Jenis lantai