pembatalan perkawinan dan akibat hukumnya di ?· kompilasi hukum islam yaitu seorang ... dan...

Download PEMBATALAN PERKAWINAN DAN AKIBAT HUKUMNYA DI ?· Kompilasi Hukum Islam yaitu seorang ... dan berhak…

Post on 15-Mar-2019

218 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

i

PEMBATALAN PERKAWINAN DAN AKIBAT HUKUMNYA

DI PENGADILAN AGAMA KARANGANYAR ( STUDI KASUS

PERKARA NOMOR 0679/Pdt.G/2010/PA.Kra TENTANG

POLIGAMI TANPA IJIN PENGADILAN )

Penulisan Hukum

( Skripsi )

Disusun dan Diajukan untuk

Melengkapi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Derajat Sarjana S1

Dalam Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret

Surakarta

Oleh

NABELLA ARTHA AYU SOFYANA PUTRI

NIM. E0007170

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ii

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

iii

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

iv

PERNYATAAN

Nama : Nabella Artha Ayu Sofyana Putri

NIM : E0007170

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudul:

PEMBATALAN PERKAWINAN DAN AKIBAT HUKUMNYA DI

PENGADILAN AGAMA KARANGANYAR ( STUDI KASUS PERKARA

NOMOR 0679/Pdt.G/2010/PA.Kra TENTANG POLIGAMI TANPA IJIN

PENGADILAN ) adalah betul-betul karya sendiri. Hal-hal yang bukan karya

saya dalam Penulisan Hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan ditunjukkan

dalam daftar pustaka. Apabila dikemudian hari terbukti pernyataan saya tidak

benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan

Penulisan Hukum (skripsi) dan gelar yang saya peroleh dari penulisan hukum

(skripsi) ini.

Surakarta, 28 Maret 2011

yang membuat pernyataan

Nabella Artha Ayu S.P

NIM. E0007170

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

v

ABSTRAK

NABELLA ARTHA AYU SOFYANA PUTRI. E0007170. 2011. PEMBATALAN PERKAWINAN DAN AKIBAT HUKUMNYA DI PENGADILAN AGAMA KARANGANYAR ( STUDI KASUS PERKARA NOMOR 0679/Pdt.G/2010/ PA.KRA TENTANG POLIGAMI TANPA IJIN PENGADILAN ). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar hukum bagi hakim Pengadilan Agama Karanganyar dalam memutuskan pembatalan perkawinan dan untuk mengetahui akibat hukum bagi suami istri terhadap pembatalan perkawinan dalam putusan perkara Nomor 0679/Pdt.G/2010/PA.KRA tentang poligami tanpa ijin Pengadilan.

Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang bersifat deskriptif.

Penelitian ini mengambil lokasi penelitian di Pengadilan Agama Karanganyar karena di Pengadilan Agama ini pernah diputus perkara pembatalan perkawinan yang disebabkan karena poligami tanpa ijin Pengadilan yaitu perkara Nomor 0679/Pdt.G/2010/PA.KRA. Jenis data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil wawancara Majelis Hakim pemeriksa perkara serta wawancara terhadap Termohon II dan data sekunder berupa putusan Nomor 0679/Pdt.G/2010/PA.KRA serta literatur-literatur lain yang menunjang penelitian ini yang diperoleh dari studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi kepustakaan dengan teknik analisa data kualitatif.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa yang

menjadi dasar hukum bagi hakim Pengadilan Agama Karanganyar dalam memutuskan pembatalan perkawinan tersebut terdapat di dalam Pasal 71 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam yaitu seorang suami melakukan poligami tanpa ijin Pengadilan. Alasan tersebut dapat menjadikan suatu perkawinan dapat dibatalkan oleh Pengadilan Agama. Pembatalan perkawinan memberikan akibat kepada para pihak yang dibatalkan dan pihak lain. Adapun akibat hukumnya bagi pihak yang dibatalkan adalah putusnya hubungan perkawinan dimulai setelah putusan Pengadilan berkekuatan hukum tetap dan perkawinan tersebut dianggap tidak pernah ada. Putusan pembatalan perkawinan tidak berlaku surut terhadap anak yang dilahirkan dari perkawinan yang dibatalkan, sehingga anak tersebut tetap mendapatkan hak-haknya di mana kedua orang tua wajib memelihara, mendidik, memberikan nafkah, dan berhak atas waris dari ayahnya serta kewajiban tersebut berlaku sampai anak itu kawin atau dapat berdiri sendiri dan kewajiban ini berlaku terus meskipun perkawinan kedua orang tua putus. Terhadap pembagian harta bersama harus dibagi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku akan tetapi jika pembatalan perkawinan didasarkan atas adanya perkawinan yang lebih dahulu, maka para pihak yang dibatalkan tersebut tidak berhak atas harta bersama sebelumnya, serta terhadap pihak ketiga yang mengadakan hubungan keperdataan terhadap pihak yang dibatalkan perkawinannya tersebut tetap ada meskipun setelah adanya pembatalan perkawinan.

Kata Kunci: Pembatalan Perkawinan, Poligami, Akibat Hukum Pembatalan.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vi

ABSTRACT

NABELLA ARTHA AYU SOFYANA PUTRI. E0007170. 2011. PEMBATALAN PERKAWINAN DAN AKIBAT HUKUMNYA DI PENGADILAN AGAMA KARANGANYAR ( STUDI KASUS PERKARA NOMOR 0679/Pdt.G/2010/ PA.KRA TENTANG POLIGAMI TANPA IJIN PENGADILAN ). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

This research aims to find out the legal basis for judges in deciding the cancellation of a marriage in the Karanganyar religion court and to find out the legal consequences for Husband and Wife to the cancellation of marriage in the decision case Number 0679/Pdt.G/2010/PA.KRA about polygamy without court permission.

This study belongs to an empirical research that is descriptive in nature.

This research was taken place in Karanganyar religion court because in this court is ever the case terminated due to cancellation of polygamous marriage without the permission of the Court case Number 0679/Pdt.G/2010/PA.KRA The type of data used are primary data that is the result of an interview panel of judges who is examiners case and interview against Respondent II and secondary data in the form of decision Number 0679/Pdt.G/2010/PA.KRA as well as other literature that support this research obtained from literature studies. Data collection techniques were used interviews and literature study with qualitative data analysis techniques.

Based on research conducted, it can be concluded that the legal basis for

religious court judges in deciding on the cancellation of marriage Karanganyar is contained in Article 71 subparagraphs (a) Compilation of Islamic Law is a husband to do polygamy without permission of the Court. These reasons can make a marriage can be canceled by the Religious Courts. Cancellation of marriage give effect to the parties that were canceled and others. As for the legal consequences for those who aborted were started after the marriage breakup Court permanent legal force and the marriage shall be deemed to have never existed. The decision is not retroactive cancellation of marriage to children born of marriages that were canceled, so the child will still get his rights in which both parents must nurture, educate, provide a living, and entitled to the inheritance from his father and the obligation is valid until the child marries or can stand alone and this obligation shall continue even though both parents marriage break up. On the division of community property should be divided in accordance with the provisions of applicable law but if the cancellation of a marriage based on the earlier marriage, the parties that were canceled are not entitled to the property together before, as well as against third parties who entered into civil relations of the parties canceled marriage is still there even after the cancellation of the marriage. Key words: Cancellation Marriage, Polygamy, Legal Due Cancellation.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vii

Motto dan Persembahan

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak)

perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah

wanita-wanita lain yang kamu senangi, dua, tiga, atau empat. Kemudian jika

kamu tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-

budak yang kami miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak

berbuat aniaya .

( Q.S. An- Nisa ayat: 3 )

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka

mengubah keadaan diri mereka sendiri .

( Q.S. Ar Raad : 11 )

Sesungguhnya setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan .

( Q.S. Al-Insyiroh : 6 )

Karya kecil ini Ku persembahan untuk:

1. ALLAH S.W.T, Robb semesta Alam.

2. Papa dan Mama tercinta atas kasih

sayangnya, bimbingan, nasehat serta

doa yang selalu menyertai langkahku

3. Kakak, adik yang selalu memberi

motivasi.

4. Saudara serta Sahabat-sahabatku

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

viii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang senantiasa

melimpahkan berkat, rahmat dan kasih sayang-Nya yang begitu besar, sehingga

penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum (skripsi) dengan judul:

PEMBATALAN PERKAWINAN DAN AKIBAT HUKUMNYA DI

PENGADILAN AGAMA KARANGANYAR ( STUDI KASUS PERKARA

NOMOR 0679/Pdt.G/2010/PA.KRA TENTANG POLIGAMI TANPA IJIN

PENGADILAN ).

Penulisan hukum (skripsi) ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat

mengikuti ujian guna emperoleh gelar kesarjanaan pada Fakultas Hukum

universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penulis menyadari bahwa keberhasilan dalam menyelesaikan penulisan

hukum (

Recommended

View more >