oil gun function

Click here to load reader

Post on 27-Oct-2015

165 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

oil

TRANSCRIPT

BAB IIIPEMBAHASANIII.1 Start Up BoilerTeknologi Oil saving ignition telah dipelajari secara mendalam dikarenakan besarnya konsumsi bahan bakar minyak dan serbuk batu bara selama proses start-up dan stabilisasi boiler pada metode pembakaran batubara konvensional. Dimana dengan cara konvensional bahan bakar minyak disuplay oleh main oil-gun (OG) yang digunakan untuk pemanasan awal pada tungku,Ketika radiasi panas dari api dan dinding boiler dapat memberikan energi panas yang cukup pada batubara, maka batubara dibawa oleh aliran udara primer dan dibakar dengan udara sekunder, setelah tercapai stabilitas pembakaran maka kondisi tersebut dipertahankan. Sementara itu, pada saat melakukan pembakaran dengan batubara berkualitas rendah atau pengurangan kapasitas boiler, juga diperlukan energi panas tambahan seperti bahan bakar minyak ke dalam sistem untuk mendukung proses pembakaran yang stabil. Oleh karena itu, tidak sedikit bahan bakar cair yang dikonsumsi dalam proses-proses tersebut.Beberapa penelitian dan pengembangan yang pernah dilakukan mengenai oil saving ignition diantaranya sebagai berikut :1. Teknologi plasma-aided ignitionTeknologi plasma-aided ignition didukung oleh simulasi numerik dan uji coba skala penuh untuk mendapatkan data karakteristik pembakaran batubara yang didukung oleh plasma.2. Teknologi high-temperature air ignitionPengembangan dan penelitian teknologi hight temperature air ignition didukung oleh simulasi computational fluid dynamic (CFD) dan beberapa percobaan.3. Teknologi laser-heated ignition 4. Teknologi induction-heating ignition. Keempat teknologi yang telah disebutkan tidak menggunakan bahan bakar minyak untuk membantu penyalaan awal boiler. Namun masih terdapat beberapa kekurangan darivpengembangan teknologi oil-free tersebut diantaranya :1. Tingginya biaya investasi dan operasi 2. Selalu dilakukan proses perbaikan selama proses (reliability yang rendah)3. Ketidak stabilan system (Not Robust)Dengan melihat kekurangan yang ada pada system oil-free technologies maka kembali dilakukan pengembangan metode yang lain yaitu less-oil ignition technology yang menawarkan beberapa keuntungan diantaranya sebagai berikut :1. Pemakaian bahan bakar yang lebih hemat2. Mudah dalam perawatan3. Kehandalan dan kestabilan system4. Struktur system yang sederhana

III.2 Start Up Boiler Pada UBOH PLTU Banten 1 SuralayaLess-oil ignition technology yang diterapkan pada Unit Bisnis Operasi dan Pemeliharaan PLTU Banten 1 Suralaya ialah micro oil burner. Micro oil burner ialah alat pembakaran yang menginjeksikan campuran bahan bakar, udara pembakaran dan bubuk batubara dengan tujuan mengoptimalkan pemakaian bahan bakar minyak pada saat start up dengan mengatomisasi bahan bakar yang di injeksikan pada ruang bakar dengan diikuti oleh masuknya serbuk batubara dari pulverizer yang dibawa oleh aliran primary air kedalam ruang bakar.Beberapa data perbandingan spesifikasi antara penggunaan big gun dengan micro oil gun sehingga terlihat jelas keuntungan yang dapat diperoleh dengan pengaplikasian micro oil gun pada unit pembangkit uboh PLTU Banten 1 Suralaya.No.VariabelUnitMicro OilMain Gun

1Oil PressureMpa0.5-0.7

2Fuel flow per unit kg/h50 80

3Compressed air pressureMpa>0.5

4Compressed air flowNm3/min0.6

5Hihgt pressure combustion-supporting wind pressure of the oil gunPa1000

6High pressure combustion-supporting wind flow of the oil gunm3/h900

7Flame central temperature oC1500-1800

8PowerJ10

9Input voltageVAC 230

10Spark frequencyTimes/s20

Tabel 3.1 Perbandingan spesifikasi micro oil gun dengan main gun

Tabel 3.2 Efisiensi konsumsi HSD dengan pengaplikasian micro oil burnerDari data komparasi yang telah dijabarkan dapat diketahui keuntungan yang dapat diperoleh baik secara langsung maupun secara tidak langsung adalah sebagai berikut : Konsumsi HSD yang lebih hemat (63%)

III.3 Spesifikasi Teknis Micro Oil Burner UBOH PLTU Banten 1 Suralaya

Boiler Banten 1 Suralaya di Provinsi Banten, Indonesia, dirancang dan dibuat oleh Shanghai Boiler Factory. Parameter-parameter yang dapat dikontrol antara lain seperti siklus Boiler, parameter sub-kritikal dengan primary reheat, pembakaran tangensial pada keempat sudutnya, single-furnace balance draft, pengendapan serbuk batubara kering yang tidak terbakar, struktur suspense baja yang menyeluruh dan penempatan hypaethral. Yang termasuk ke dalam lingkup utama dari atomisasi system pengapian micro oil gun ialah Instalasi pulverizer Layer-A sebagai pensuplai serbuk batubara pada proses atomisasi micro oil gun, total micro oil burner yang ada berjumlah 8 set yang didukung oleh beberapa sub sistem antara lain Instalasi system bahan bakar minyak instalasi udara bertekanan untuk atomisasi micro oil gun sistem udara pembakaran bertekanan tinggi udara pendingin micro oil burner steam heater system untuk lapisan masukan udara panas serbuk batubara Instalasi system control termal untuk monitoring proses atomisasi micro oil gun. Posisi instalasi yang direkomendasikan dari micro oil burner ialah diantara combustion chamber dan pulverizer coal burner layer A.

III.3.1 Fitur dan Sistem Utama Rancangan3.1.1 Sistem Pembakaran BoilerMicro oil burner ialah sebuah DC burner konsentrasi komposisi pembakaran terukur dengan pembakarn bertingkat yang terdiri dari empat sudut penempatan pada setiap tingkat. Micro-oil gun dipasang pada ruang bakar untuk atomisasi bahan bakar dan pengapian serbuk batubara secara langsung di dalam ruang bakar untuk mencapai kondisi pembakaran yang stabil sekaligus penghematan energy melalui penggunaan batubara. Terdapat 4 set atomisasi micro-oil gun dan pensuplai serbuk batubara yang terpasang pada Layer-A. 3.1.2 Sistem Bahan Bakar Minyak

Sistem bahan bakar minyak dari atomisasi micro-oil gun terdiri atas beberapa bagian antara lain sebagai berikut : system pemipaan distribusi bahan bakar minyak sebelum furnace kemudian menuju storage pressure reducting device melalui dua buah stop valve, pneumatic liquid level protecting valve (katup pengaman pneumatic), pneumatic liquid level control valve (katup control pneumatic) dan fiter dua arah. Lalu pada sisi keluaran storage pressure reducting device ke berbagai penjuru melalui flow meter sebelum masuk ke boiler. Kemudian dihubungkan ke perangkat atomisasi micro-oil gun melalui globe valve manual, pneumatic shut-off valve dan flexible metallic hose. System tersebut terdiri atas 2 buah stop vave manual, 1 set filter dua arah yang diletakkan sejajar, 1 set akumulator penstabil tekanan, 1 buah flow meter, 6 buah pneumatic shut-off valve, 15 buah globe valve manual 8 batang metallic hose DN15, panjang 1500mm), dan lain-lain. Jalur pemipaannya terbuat dari pipa stainless steel ukuran 22x3.

3.1.3 Sistem Udara BertekananUdara bertekanan digunakan untuk pembakaran saat atomisasi pada micro-oil gun. Gunakan sumber udara bertekanan untuk instrumentasi dan sebagainya, tekanan yang dibutuhkan yakni di atas 0.6 MPa ketika laju aliran berkisar 0.9 Nm3/min. Udara awal bertekanan berada pada pipa utama Kemudian mengalir menuju katup isolasi manual pada jalur pemipaan katup control penyaringan sumber udara, check valve secara berurutan, alirkan udara menuju 4 titik pembakaran boiler melalui storage pressure reducting device, kemudian terhubung ke atomisasi micro-oil gun melewati katup isolasi manual, globe valve yang digerakkan secara elektro-pneumatik, katup kontrol tekanan dan metallic hose. System terdiri atas 14 buah globe valve manual, 2 buah katup control tekanan (3/4), 2 buah check valve, 4 buah globe valve pneumatic, 4 buah katup control tekanan (1/2) 8 buah metallic hose (DN15, panjang 1500 mm). Jalur pemipaan terbuat dari 22x3 pipa baja antikarat.

3.1.4 Udara Pembakaran & Sistem Udara Pendingin

Udara pembakaran digunakan sebagai tambahan udara selama periode pembakaran awal untuk atomisasi micro-oil gun. Udara pembakaran dimasukkan dari sisi keluaran pipa udara dingin atau dari sambungan pipa udara dingin utama pada kedua sisi primary air fan (PA Fan), dimana tekanan saat masuk harus di atas 4000 Pa. Tempat yang tepat harus diidentifikasi diantara platform operasi dan platform Layer-B, dan sebuah pipa utama berbentuk U dibuat dari 219x4 mm, pipa lurus yang dilas kelim harus menyebar disekitar boiler. Kemudian masukan 8 cabang pipa dari pipa utama dengan menggunakan pipa lurus yang dilas kelim, dan sambungkan pipa tersebut ke ruang bakar atomisasi melewati butterfly valve manual dan metallic hose. System ini terdiri atas 8 buah butterfly valve manual (DN80), 8 buah pressure gauges tipe kapsul (0-4 KPa) dan 8 buah metallic hose (DN80, panjang 1500 mm).

Udara pendingin dirancang khusus untuk mendinginkan api dari micro-oil gun yang berasal dari pipa utama pada empat penjuru boiler dan disambungkan ke selubung pipa untuk mendeteksi api melewati globe valve manual dan metallic hose. Total ada 4 buah globe valve manual (DN32) dan 4 buah metallic hose (DN32, panjang 1500 mm). Sambungan dibuat dari pipa baja 48x3 mm dan metallic hose.

3.1.5 Sistem Pemanas

Saat boiler dioperasikan dari keadaan dingin, sebuah steam heater (fan heater) harus dipasang pada pipa utama udara primer sebelum tungku di dalam area antara percabangan pipa udara panas dari pulverizer-A yang dilengkapi mengambil jalur pipa udara penyeimbang yang dirancang untuk penggunaan temporary dengan spesifikasi 1500x1250x4, pada air dumper yang digerakkan secara elektrik dan perpanjangan sambungan harus disiapkan sebelumnya, kaitannya untuk mengatur pulverizer-A. Setelah startup boiler terpenuhi, matikan heater dan hidupkan pintu elektrik dumper. Sumber uap untuk masukan steam heater berasal dari uap bantu dan menuju ke heater melewati stop valve manual, electric driven door dan control valve. Sisi keluaran heater menghubungkan pipa perangkap utama melewati perang