makalah dpp mipa

Download MAKALAH DPP MIPA

Post on 13-Jul-2015

561 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

DAFTAR ISIBAB I Pendahuluan 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH BAB II PERMASALAHAN 2.1.1. MAMFAAT 2.1.2. TUJUAN BAB III PEMBAHASAN 3.1. PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN IPA 3.1.1. Pengertian IPA 3.1.2. Perkembangan IPA 3.1.3. Perkembangan Alam Pikiran Manusia 3.1.4. Mitos, Penalaran dan berbagai cara Memperoleh Pengetahuan 3.1.5. Metode Ilmiah dan Langkah-langkah Operasionalnya a. Timbulnya Ilmu Pengetahuan Alam b. Metode Ilmiah 3.1.6. Perkembangan Pengetahuan dari Masa ke Masa BAB IV PENUTUP 4.1.1. KESIMPULAN 4.1.2 SARAN

DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia. Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan Teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, IPA memiliki peran yang sangat penting. Kemajuan IPTEK yang begitu pesat sangat mempengaruhi perkembangan dalam dunia pendidikan terutama pendidikan IPA di Indonesia dan negara-negara maju. Pendidikan IPA telah berkembang di Negara-negara maju dan telah terbukti dengan adanya penemuan-penemuan baru yang terkait dengan teknologi. Akan tetapi di Indonesia sendiri belum mampu mengembangkannya. Pendidikn IPA di Indonesia belum mencapai standar yang diinginkan, padahal untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sains penting dan menjadi tolak ukur kemajuan bangsa. Teknologi dalam bentuk apapun akan sulit berkembang tanpa didukung oleh ilmu pengetahuan yang memadai. Ilmu pengetahuan juga sulit berkembang tanpa sarana pendidikan/laboratorium yang memadai, program nasional dan tradisi masyarakat yang menunjang. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dua hal yang tidak terpisahkan karena teknologi memerlukan ilmu pengetahuan untuk berkembang, sebaliknya ilmu pengetahuan dapat berkembang dari pengalaman lapangan yang didapat oleh teknologi dalam praktek. Teknologi dapat diperoleh dari perkembangan keahlian-keahlian dan keterampilan tertentu dalam praktik dan

terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama tanpa intervensi yang terlalu banyak dari ilmu pengetahuan. Pendidikan IPA merupakan disiplin ilmu yang di dalamnya terkait antara pendidikan dengan IPA. Pendidikan merupakan suatu proses sadar dan terencana dari setiap individu maupun kelompok untuk membentuk pribadi yang baik dalam mengembangkan potensi yang ada dalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan hidup yang diharapkan. IPA sendiri merupakanpengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang dipeoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah yang didapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus disempurnakan. Dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan IPA merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengungkap gejalagejala alam dengan meerapkan langkah-langkah ilmiah serta untuk membentuk kepribadian atau tingkah laku siswa sehingga siswa dapat memehami proses IPA yang kemudian dapat dikembangkan di masyarakat. Pendidikan IPA di SMP memiliki tujuan agar peserta didik dapat mempelajari diri sendiri dan alam sekitar yang kemudian dapat dikembangkan menjadi suatu ilmu yang baru. Perkembangan IPA ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi yang berpengaruh dalam kehidupan di masyarakat. Oleh sebab itu pendidikan IPA sangat diperlukan, melalui pembelajaran IPA ini, diharapkan peserta didik dapat menggali pengetahuan melalui kerja ilmiah dan terus mengembangkan sikap ilmiah.

BAB II

2.1. PERMASALAHAN

Berdasarkan latar belakang di atas, adapun yang menjadi permasalahan dalam makalah ini adalah: 1. Mengapa perlu mengenal Ilmu Pengetahuan Alam 2. Apakah pengertian dari Ilmu Pengetahuan Alam 3. Bagaimana perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dari masa ke masa 4. Bagaimana cara memperoleh pengetahuan, metode ilmiah dan langkahlanhkah operasionalnya.

2.1.2. TUJUAN Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk mengenal lmu Pengetahuan Alam, karena dengan mengenalnya maka

pengetahuan dan wawasan kita semakin mendalam sehingga nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

2.1.3. MAMFAAT

Makalah ini berguna untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama yang berhubungan dengan Ilmu Pengetahuan Alam.

BAB III PEMBAHASAN

3.1. Pengertian dan Perkembangan IPA 3.1.1 Pengertian IPA H.W. Fowler mengatakan bahwa IPA adalah ilmu yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi. Sedangkan Nokes di dalam bukunya Science in Education menyatakan bahwa IPA adalah pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan metode khusus. Kedua pendapat di atas sebenarnya tidak berbeda. Memang benar bahwa IPA merupakan suatu ilmu teoritis, tetapi teori tersebut didasarkan atas pengamatan percobaan-percobaan terhadap gejala-gejala alam. Betapa pun indahnya suatu teori dirumuskan, tidaklah dapat dipertahankan kalau tidak sesuai dengan hasil-hasil pengamatan/observasi. Fakta-fakta tentang gejala

kebendaan/alam diselidiki, dan diuji berulang-ulang melalui percobaan-percobaan (eksperimen), kemudian berdasarkan hasil eksperimen itulah dirumuskan keterangan ilmiahnya (teorinya). Teori pun tidak dapat berdiri sendiri. Teori selalu didasari oleh suatu hasil pengamatan. Planet Neptunus tidak akan diketemukan secara teoritis seandainya sebelumnya tidak ada pengamatan yang menyaksikan suatu keanehan dalam lintasan planet-planet lainnya. Jadi dapatlah disetujui bahwa IPA adalah suatu pengetahuan teori yang diperoleh/disusun dengan cara yang khas-khusus, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain. Cara untuk memperoleh ilmu secara demikian ini terkenal dengan nama metode ilmiah.

Metode ilmiah pada dasarnya merupakan suatu cara yang logis untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Metode ilmiah inilah merupakan dasar metode yang digunakan dalam IPA. Sejak abad ke-16 para ilmuwan mulai menggunakan metode itu dalam mempelajari alam semesta ini. Mereka menyadari adanya suatu masalah. Pemecahan masalah itu dilakukan tahap demi tahap dengan urutan langkahlangkah yang logis, dikumpulkannya fakta-fakta yang berkaitan dengan masalah tersebut, mengujinya berulang-ulang melalui eksperimen tersebut yang diyakini kebenarannya. Pendekatan yang digunakan kadang-kadang bersifat induktif dan kadang-kadang bersifat deduktif. Lavoisier melalui eksperimen-eksperimen yang dilakukannya berulangulang telah dapat membuktikan bahwa pada proses pembakaran terjadi reaksi antara bahan yang dibakar dengan oksigen yang terdapat di hawa udara jadi bukan karena bahan yang dibakar tersebut mengandung flogiston seperti anggapan orang-orang sebelumnya. Berdasarkan penemuannya itu Lavoisier telah

membuktikan bahwa teori Flogiston itu salah dan sebagai gantinya dikemukakan teori oksigen yang masih berlaku sampai saat ini. Sukses Lavoisier ini diperoleh karena ia menggunakan metode ilmiah di dalam penelitiannya. Lalu timbul pertanyaan, langkah-langkah yang bagaimanakah yang merupakan ciri khas metode ilmiah itu? Adapun langkah-langkah di dalam metode ilmiah, ialah: 1) Penemuan/penentuan masalah secara sadar 2) Perumusan kerangka permasalahan 3) Pengajuan hipotesis 4) Deduksi dan hipotesis 5) Pengujian hipotesis 6) Penerimaan hipotesis menjadi teori ilmiah.

Keenam langkah metode ilmiah tersebut secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Penemuan/Penentuan Masalah Secara Sadar

Kesadaran akan adanya suatu masalah yang kita temukan secara empiris menyebabkan kita mulai memikirkan hal itu secara mendalam. Masalah yang akan kita telaah tersebut kita tetapkan ruang lingkup serta batas-batasnya dengan jelas, sebab tanpa kejelasan ini kita akan mengalami kesukaran-kesukaran di dalam melangkah kepada kegiatan berikutnya, yaitu dalam merumuskan kerangka permasalahannya

2) Perumusan Kerangka Permasalahan Ini merupakan usaha untuk memberikan (mendeskripsikan) masalah itu menjadi lebih jelas. Pada langkah kedua ini kita mengidentifikasikan faktor-faktor yang terlibat di dalam masalah tersebut, yang membentuk suatu kerangka terwujud gejala-gejala yang sedang kita telaah.

3) Pengajuan Ho (Hipotesis) Hal ini merupakan usaha kita untuk memberikan penjelasan sementara mengenai hubungan sebab akibat yang mengikat faktor-faktor yang membentuk kerangka masalah di atas. Hipotesis ini pada hakekatnya merupakan hasil suatu penalaran induktif-dedutif, dengan menggunakan pengetahuan terdahulu yang sudah kita akui kebenarannya.

4) Deduksi dari Hipotesis Ini merupakan langkah perantara dalam usaha untuk menguji hipotesis yang diajukan. Secara deduktif kita menjabarkan konsekuensi-konsekuensinya secara empiris. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa deduksi hipotesis, merupakan indentifikasi fakta-fakta apa saja yang dapat kita lihat di dalam dunia fisik yang nyata, dalam hubungannya dengan hipotesis yang diajukan.

5) Pengujian Hipotesis Ini merupakan usaha untuk mengumpulkan fakta-fakta sebagaimana telah disebutkan di atas. Kalau fakta-fakta tersebut memang terdapat di dalam dunia

empiris kita, maka dinyatakan bahwa hipotesis telah teruji kebenarannya, sebab didukung oleh fakta- fakta yang nyata. Bila hipotesis itu tidak terbukti, maka hipotesis itu ditolak kebenarannya dan kita kembali mengajukan hipotesis lain, sampai kita menemukan hipotesis te