laporan ekologi tumbuhan "ekosistem darat perairan dan buatan"

Download Laporan Ekologi Tumbuhan

Post on 21-Jun-2015

5.661 views

Category:

Education

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Ekologi Tumbuhan Praktikum Latihan I "Ekosistem Darat Perairan dan Buatan"

TRANSCRIPT

  • 1. LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI TUMBUHAN LATIHAN I EKOSISTEM DARAT PERAIRAN DAN BUATANNama: Anna ArgiyantiNIM: A420120039Kelompok:6Nilai:LABORATORIUM BIOLOGI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013

2. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Di dalam lingkungan terjadi interaksi kisaran yang luas dan kompleks. Ekologi merupakan cabang ilmu biologi yang menggabungkan pendekatan hipotesis deduktif, yang menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menguji penjelasan hipotesis dari fenomena-fenomena ekologis (Campbell,2000). Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dibedakan atas 2 macam yaitu ekosistem yang terbentuk secara alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alaimi tanpa campur tangan manusia. Misalnya laut, hutan, dan sungai. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia, missal aquarium, waduk, dan kolam (Saktiyono, 1999). Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar yang menyangkut proses interaksi organisme hidup dengan lingkungan meraka. Istilah tersebut pada mulanya diperkenalkan oleh A.G.Tansley pada tahun 1935. Di dalam ekosistem itu sendiri terdapat dua komponen penyusun berupa komponen biotik (hidup) dan komponen abiotik (tak hidup). Dalam komponen abiotik yaitu berupa : suhu, temperatur, angin, air, sinar matahari, tanah, ketinggian, garis lintang, iklim, dan kelembaban. Sedangkan komponen biotik berupa : produsen, konsumen, dekomposer, dan detrivora. Ekosistem berdasarkan cara terjadinya dapat secara alami dan buatan. Dimana ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alami tanpa adanya campur tangan manusia. Dalam ekosistem alami dapat dibedakan menjadi dua, ekosistem darat dan ekosistem perairan. Sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang terbentuk karena ada campur tangan manusia. Dimana dalam ekosistem terjadi interaksi antara komponen biotik dengan biotik, abiotik dengan abiotik, dan abiotik dengan biotik. Sehingga munculah pertanyaan dari mana tumbuhan hijau dapat memperoleh makanan ? Dan bagaimanakah interaksi yang terjadi dalam ekosistem tersebut ? Tumbuhan mempunyai zat hijau daun (klorofil) sehingga bersifat autotrof, sehingga dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis, ini termasuk ke dalam interaksi abiotik dan biotik, dimana tumbuhan termasuk ke dalam komponen biotik sedangkan sinar matahari adalah komponen abiotik. Dalam proses fotosisntesis tumbuhan memerlukan sinar matahari, CO2, dan air sehingga menghasilkan glukosa dan O2. Berikut persamaan reaksi yang terjadi dalam proses fotosintesis : 1 3. 6H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Untuk lebih memahami lebih jelas tentang ekosistem darat, ekosistem perairan, dan ekosistem buatan, komponen apa saja yang terdapat dalam ekosistem, dan interaksi apa saja yang terjadi di dalam ekosistem, maka diperlukan pengkajian lebih dalam dengan melakukan praktikum tentang ekosistem darat, ekosistem perairan dan ekosistem buatan. B. PERMASALAHAN a. Apakah konsep ekosistem itu ? b. Apakah komponen dalam ekosistem yang berupa abiotik dan biotik ? c. Adakah perbedaan antara ekosistem darat, perairan, dan buatan ? d. Adakah interaksi antar komponen pada masing-masing ekosistem ? C. TUJUAN a. Praktikan mampu memahami konsep ekosistem. b. Praktikan mampu mendeskripsikan komponen ekosistem baik abiotik dan biotik. c. Praktikan mampu membedakan komponen ekosistem darat, perairan, dan buatan. d. Praktikan mampu menjelaskan interaksi antar komponen pada masing-masing ekosistem. D. MANFAAT a. Praktikan dapat memahami konsep ekosistem itu sendiri. b. Praktikan dapat mendeskripsikan komponen ekosistem baik abiotik dan biotik yang berada di lingkungan sekitarnya. c. Praktikan dapat membedakan komponen ekosistem darat, perairan, dan buatan. d. Praktikan dapat menjelaskan interaksi antar komponen pada masing-masing ekosistem yang ada di lingkungan sekitarnya.2 4. BAB II TINJAUAN PUSTAKADi dalam lingkungan terjadi interaksi kisaran yang luas dan kompleks. Ekologi merupakan cabang ilmu biologi yang menggabungkan pendekatan hipotesis deduktif, yang menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menguji penjelasan hipotesis dari fenomena-fenomena ekologis (Campbell,2000). Suatu ekosistem terdiri dari semua organisme yang hidup dalam suatu komunitas dan juga semua faktor-faktor abiotik yang berinteraksi dengan organisme tersebut. Seperti populasi dan komunitas, batas ekosistem umumnya tidak jelas. Ekosistem dapat berkisar dari suatu mikrokosmos laboratorium, seperti terrarium, hingga danau dan hutan. Sesungguhnya, banyak ahli ekologi menganggap keseluruhan biosfer sebagai suatu ekosistem global, suatu gabungan semua ekosistem lokal di Bumi (Campbell 2004 : 388). Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dibedakan atas 2 macam yaitu ekosistem yang terbentuk secara alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alaimi tanpa campur tangan manusia. Misalnya laut, hutan, dan sungai. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia, missal aquarium, waduk, dan kolam (Saktiyono, 1999). Dalam komponen biotik dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu: 1. Produsen Semua produsen dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga disebut organisme autotrof. Sebagai produsen, tumbuhan hijau menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis. Makanan dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri maupun makhluk hidup lainnya. 2. Konsumen Semua konsumen tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga disebut heterotrof. Mereka mendapatkan zat-zat organik yang telah dibentuk oleh produsen, atau dari konsumen lain yang menjadi mangsanya. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dikelompokkan sebagai: herbivora (pemakan tumbuhan), karnivora (pemakan daging), dan omnivora (pemakan daging dan tumbuhan). 3. Pengurai (dekomposer) Kelompok ini berperan penting dalam proses ekosistem. Jika kelompok ini tidak ada, kita akan melihat sampah yang menggunung dan makhluk hidup yang mati 3 5. tetap utuh selamanya. Decomposer berperan sebagai pengurai, yang menguraikan zat-zat organik (dari bangkai) menjadi zat-zat organic penyusunnya. (Kimball, 1994) Sedangkan bagian dari komponen abiotik antara lain: 1. Tanah Sifat-sifat tanah yang berperan dalam ekosistem meliputi tekstur, kematangan, dan kemampuan menahan air. Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme di dalamnya juga berbeda. 2. Air Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hiduporganisme.Bagitumbuhan,airdiperlukandalampertumbuhan,perkecambahan, dan penyebaran biji, bagi hewan dan manusia air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain. Bagi unsur abiotik lain dapat dijadikan sebagai pelapuk dan pelarut. 3. Udara Beberapa gas seperti oksigen, karbin dioksida, dan nitrogen yang penting bagi kehidupan makhluk hidup. 4. Suhu Setiap makhluk hidup memerlukan suhu optimum untuk kegiatan metabolisme dan perkembangbiakannya. 5. Cahaya matahari Sinar matahari memengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari merupakan unsure vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis. (Rusmendro, 2003) Suatu ekosistem meliputi populasi, komunitas, habitat dan lingkungan dan dengan khusus menunjukkan pada interaksi dinamis dari semua bagian dari lingkungan dan dengan khusus menunjukkan pada interaksi dinamis dari semua bagian dari lingkungan, terutama terfokus pada interaksi dinamis dari semua bagian dari lingkungan dan dengan khusus menunjukkan pada interaksi dinamis dari semua bagian dari lingkungan, terutama terfokus pada pertukaran materi antara bagian hidup dan tidak hidup (Southwick, 1972).4 6. Altough the term ecosystem is quite recent, it is now part of the mainstream of ecologycal science. An ecosystem is defined as a spatially explicit unit of earth that includes all of the organisms, along with all the components of the abiotic environment whitin its boundaries. This is definition remains vague of ecosystem have no apparent boundaries and lack the short of clear objective or purpose that can be ascribed to other, more tractable, biologycal or ecologycal entities (cell, individual or population). A marine ecosystem contain detritus, hundreds of kinds organisms including bacteria, phytoplankton, zooplankton, fishes, mammals, birds, etc. All these components are connected in complex food web by evolving interactions. (Cury, 2001) Kebanyakan sungai di Indonesia telah mengalami penurunan fungsi akibat berbagai macam atifitas manusia yang tidak sejalan dengan aturan, seperti membuang sampah sembarangan dan membuang limbah berbahaya ke sungai. Padahal tindakan demikian dapat merusak ekosistem perairan khususnya sungai, karena didalmnya terhadapa klangsungan hidup makhluk hidup lainnya seperti ikan, dan mikroorganisme. Kehiduupan di air tidak hanya dijumpai di badan air, tapi juga ada di dasar air yang padat. Namun, didasar air jumlah kehidupan sangat terbatas karena ketersediaan nutrien yang terbatas. Oleh karena itu, hewan yang hidup di air dalam hanyalah hewan hewan yang mempu hidup dengan jumlah dan jenis nutrient terbatas, sekaligus bersifat toleran. (Rakhmanda, 2011)5 7. BAB III METODE PELAKSANAAN PRAKTIKUMA. ALAT DAN BAHAN a. Alat 1) 1 buah Plankton net (jarring net) 2) 1 buah Cirigen 5 liter 3) 1 buah Botol penampung air sampel volume 20 cc 4) 1 buah Kantong plastik kecil 5) 1 buah Karet gelang pentil 6) 1 buah Pipet 5 cc 7) 1 buah Alat dokumentasi 8) 1 buah Soil tester 9) 1 buah Indikator pH 10) 1 buah Alat pengukur kelembapan dan suhu udara (termohigrometer) b. Bahan 1) 0,3 mL Formalin 5% B. CARA KERJA Ekosistem Darat a. Ekosistem darat lokasi di Edupark, sedangkan ekosistem air dapat dilakukan di kolam atau di lingkungan kampus UMS. b. Invertaris komponen biotik dan abiotik pada kedua ekosistem. c. Melakukan pengamatan visual pada ketiga ekosistem darat, ekosistem perairan