ekologi efisiensi

Click here to load reader

Post on 11-Feb-2015

372 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

EKOLOGI EFISIENSI

TRANSCRIPT

Oleh:ORANG ISENG

1

1.1

Eko-efisiensi

1.1.1 Sejarah Konsep Eko-efisiensi Sumber Daya Alam ada dengan berbagai wujud dan persebaran. SDA tersebut ada yang bisa diperbarui, sebaliknya ada pula yang tidak bisa diperbarui. Ada juga wilayah yang kaya akan sumber daya alam, sebaliknya ada wilayah yang miskin sumber daya. Semuanya itu seolah membentuk keseimbangan yang seharusnya dijaga. Wilayah yang melimpah akan sumber daya alam tertentu dapat memenuhi kebutuhan di wilayah yang kekurangan. Sumber daya yang tidak dapat diperbarui diusahakan keseimbangannya dengan pengelolaan berbasis prinsip eko-efisiensi dan keberlanjutan. Begitu pula dengan sumber daya alam yang lainnya. Pada hakikatnya kelestarian sumber daya alam bisa dicapai dengan pemanfaatan yang ekoefisien, mengelolanya dengan pedoman

berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kehidupan manusia secara individu, bahkan sampai tingkat pembangunan terutama pada segi ekonomi di suatu daerah atau yang lebih tinggi, di tingkat negara misalnya, hampir selalu didasarkan pada pemanfaatan sumber daya alam. Namun sering kali pemanfaatan sumber daya alam tersebut pada tingkat eksploitasi yang tidak ramah terhadap lingkungan. Bahkan demi kelangsungan proses pembangunan ekonomi, dalam konteks efisiensi diperlukan adanya perencanaan penggunaan, pengelolaan, dan penyelamatan sumber daya alam yang dilakukan dengan cermat.

1

2

Bagaimana pun sumber daya alam mempunyai karakteristik khusus terutama dalam hubungannya dengan ekosistem dan pembangunan. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui harus diusahakan keseimbangannya dengan pengelolaan berbasis prinsip ekoefisiensi dan pembangunan bekelanjutan. Begitu pula dengan sumber daya alam yang lainnya. Pada hakikatnya kelestarian sumber daya alam bisa dicapai dengan pemanfaatan yang ekoefisien, mengelolanya dengan pedoman berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Industri sebagai salah satu sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan dampak yang bersifat negatif maupun positif bagi daerah disekitarnya. Pengaruh positif industri akan mempunyai banyak efek bagi daerah tersebut, yaitu munculnya kegiatan-kegiatan ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja dan berdampak pada perkembangan daerah tersebut. Dampak negatif yang ditimbulkan diukur dari sudut pandang kesejahteraan dan pengaruhnya terhadap lingkungan karena biasanya

pembangunan industri mengabaikan evaluasi terhadap biaya manfaat yang diperoleh. Dampak negatif tersebut biasanya terjadi pada lingkungan yaitu berupa pencemaran udara, air dan tanah serta berdampak pada masalah perekonomian dan sosial (Chapman & Walker, 1991). Berikut gambar 1.1 adalah rasio antara tingkat ekonomi dan nilai positifnya.

Gambar 1.1 Tingkat Ekonomi dan Dampak Positif Eko-efisiensi (WBCSD, 2000)

3

Konsep eko-efisiensi dimunculkan pada tahun 1992 dan menjadi luas karena diakui oleh dunia bisnis. Konsep ini merupakan kemajuan langkah di dalam dunia bisnis dimana menggabungkan antara segi ekonomi dan segi lingkungan. Konsep ini menunjukkan bahwa dari sisi ekonomi dapat memberikan perubahan untuk meningkatkan tingkat efisiensi di dalam penggunaan sumber daya dan mengurangi tingkat emisi. Dalam eko-efisiensi yang dipentingkan adalah adanya sinergi antara lingkungan dan pembangunan ekonomi, menyadari sifat terpadu dan saling keterkaitan yang melekat pada Bumi. Pada Juni 1992 Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) menyelenggarakan Konferensi mengenai Lingkungan dan Pembangunan PBB (The United Nations Conference on Environment and Development - UNCED) di Rio de Janiero Brazil dan menghasilkan Deklarasi Rio tentang Lingkungan dan Pembangunan yang menetapkan serangkaian asas sebagai pedoman pembangunan di masa mendatang. Asas - asas ini berlandaskan gagasan dari Deklarasi Stockholm saat konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia pada tahun 1992. Deklarasi Rio manyatakan bahwa satu-satunya cara untuk mencapai kemajuan ekonomi jangka panjang ialah dengan mengaitkannya dengan perlindungan lingkungan. Hal ini hanya dapat terjadi bila bangsa-bangsa menjalin kemitraan global yang baru dan adil, yang melibatkan pemerintah, rakyat dan sektor-sektor kunci dalam masyarakat. Mereka perlu menciptakan kesepakatan - kesepakatan internasional yang melindungi keutuhan lingkungan global serta sistem pembangunan. WBCSD mendorong eko-efisiensi diterapkan baik pada perusahaan, atau pada tingkat mikro dengan harapan terjadi harga yang bersaing dan pelayanan yang memuaskan sehingga produk barang dab jasanya dibutuhkan oleh umat manusia yang kearah hidup yang lebih bermutu. Secara progresif juga dapat mengurangi dampat buruk terhadap ekologi, sumber daya alam lebih sedikit digunakan sehingga bumi tetap dapat menampung hidup umat manusia. Ketika dilaksanakan dalam skala yang lebih tinggi, misalnya pada tingkat nasional, eko-efisiensi dapat mengurangi penggunaan sumberdaya alam atau pemanfaatan sumberdaya alam sehemat mungkin, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi secara cepat. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa penerapan

4

eko-efisiensi dimaksudkan untuk memanfaatkan sumber daya sebagai bahan baku input yang dapat di olah menjadi output secara efisien sehingga mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem dan lingkungan secara keseluruhan. Perkembangan eko-efisiensi di dunia semakin baik banyak perusahaan-perusahaan skala internasional yang sudah mnerapkan eko-efisiensi. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak dalam berbagai bidang baik manufaktur maupun jasa, beberapa perusahaan tersebut sebagai contoh adalah Roche sebuah industri farmasi yang telah lama melakukan inovasi dalam penerapan eko-efisiensi dan eko-balance sebagai berikut: setelah melakukan identifikasi faktor eko-efisiensi yaitu pengurangan intensitas bahan baku, penguarangan intensitas energi, pengurangan emisi dan sampah, pengurangan intensitas air, peningkatan daur ulang, penggunaan sumberdaya terbarukan, perbaikan produk hidup (product life), peningkatan dematerialisasi yaitu peningkatan porsi pelayanan dan pengurangan konsumsi sumber daya. BASF perusahaan asal Jerman yang merupakan perusahaan bergerak dalam hal bahan kimia menerapkan eko-efisiensi dan memprioritaskannya sebagai alat manajemen strategis, karena dua dari enam inti eko-efisiensi menunjukkan pentingnya eko-efisiensi di dalam suatu operasi bagi : profit dan keselamatan, kesehatan, dan tanggung jawab lingkungan. OVAM perusahaan umum pengolahan limbah asal Belgia menggunakan ekoefisiensi di dalam pengolahan limbah pada gelas plastik, perusahaan tersebut berharap memperoleh pandangan untuk aspek lingkungan terkait dengan penggunaan gelas lastik yang berdampak bagi lingkungan atas limbah yang dihasilkan. ABB perusahaan asal Swedia yang bergerak dalam bidang automasi teknologi, perusahaan ini pasar yang kuat oleh karena produk-produk yang diproduksi memiliki brand yang sangat kuat. Perusahaan ini menerapkan eko-efisiensi di dalam mendesign maupun memproduksi produk-produknya.

5

Sedangkan di Indonesia sendiri eko-efisiensi rata-rata diterapkan pada sektor UKM maupun IKM, diantaranya adalah industri batik, tahu, meubel, dsb. Alasan diterapkan ekoefisiensi pada sektor UKM maupun IKM ini adalah karena eko-efisiensi mudah diterima bagi kalangan industri mikro. Sedangkan untuk industri makro atau ukuran besar, sejauh ini eko-efisiensi belum terlihat mendominasi, tetapi ada beberapa perusahaan yang sudah menerapkan eko-efisiensi diantaranya eko-efisiensi sudah diterapkan pada PT Dewats LPTP yang bergerak pada bidang pengolahan limbah rumah sakit. PT Pupuk Sriwijaya menerapkan eko-efisiensi untuk mengantisispasi segala kamungkinan dalam memasuki pasar internasional dan globalisasi dimasa mendatang, PUSRI telah meraih sertifiakt ISO9002 dari SGS Yarsley International Certification Services. 1.1.2 Definisi Konsep Eko-efisiensi Eko-efisiensi merupakan suatu filosofi manajemen dimana mendorong suatu bisnis untuk mencari improvement terhadap lingkungan yang dapat memberikan hasil suatu manfaat ekonomi yang bersifat paralel. Seperti yang diartikan oleh World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) bahwa eko-efisiensi dapat dicapai dengan mengantarkan suatu harga produk yang kompetitif dan pelayanan yang memuaskan untuk kebutuhan manusia dan memberikan kualitas dari hidup, mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan intensitas keluaran dari sumber daya yang digunakan serta level dari life cycle dengan estimasi dari kapasitas yang dapat diterima oleh lingkungan. Singkatnya adalah hal ini lebih berfokus pada membuat suatu nilai dengan dampak yang minimal doing more value with less impact (WBCSD, 1996). Eko-efisiensi sendiri berasal dari kata eko dan efisiensi dimana eko adalah sumber daya ekonomi-ekologi dan efisiensi sendiri adalah penggunaan dari sumber daya tersebut secara efisien dan optimal (DeSimone & Popoff, 1997). Sedangkan teknisnya eko-efisiensi adalah rasio antara output produk dengan dampak lingkungan yang dihasilkan (Roger Burrit).

6

Menurut Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menyebutkan bahwa eko-efisiensi merupakan proses efisiensi dimana sumber daya alam digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dan mengartikannya sebagai rasio dari suatu output (nilai dari produk dan jasa) dibagi dengan input (total dari ukuran lingkungan). European Environmental Agency (EEA) menggunakan indikator eko-efisiensi untuk mengukur kelayakan dalam tingkat makro, dan mengartikan eko-efisiensi sebagai more welfare from less nature dan mengatakan bahwa hal ini datang dengan menggabungkan penggunaan sumber daya dan polusi yang dilepaskan dari pembangunan ekonomi. Eko-efisiensi dapat dicapai dengan cara pengiriman barang -barang yang berharga cukup kompetitif dan jasa yang memuaskan kebutuhan manusia, dan membawa hidup menjadi lebih berkualitas, sementara secara progresif mengurangi dampak ekologi dan intens