kir biokim

Download Kir Biokim

Post on 17-Jan-2016

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kir Biokim

TRANSCRIPT

HUBUNGAN GANGGUAN METABOLISME KARBOHIDRAT DENGAN PENYAKIT DIABETES MELITUS

OLEH :

DERISYANTI KALAPADANGN111 13 533

FAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS HASANUDDINMAKASSAR2014

BAB 1PENDAHULUANI.1. Latar BelakangDiabetes melitus merupakan suatu keadaan hiperglikemia yang bersifat kronik yang dapat mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Diabetes melitus disebabkan oleh sebuah ketidakseimbangan atau ketidak adanya persediaan insulin atau tak sempurnanya respon seluler terhadap insulin ditandai dengan tidak teraturnya metabolisme.Diabetes melitus sering disebut sebagai The Great Imitator karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan dan gejalanya sangat bervariasi.Diabetes adalah salah satu penyakit yang sering diderita dan penyakit yang serius di Indonesia saat ini. Setengah dari kasus Diabetes Melitus (DM) tidak terdiagnosa karena pada umumnya diabetes tidak disertai gejala sampai terjadinya komplikasi prevalensi. Penyakit diabetes meningkat karena terjadi perubahan gaya hidup, kenaikan jumlah kalori yang dimakan, kurangnya aktivitas fisik dan meningkatnya jumlah populasi manusia usia lanjut. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosial ekonomi. Angka kejadian DM di Kecamatan Makassar berjumlah 1076 orang selama tahun 2012. Angka kejadian ini merupakan yang tertinggi di antara kecamatan lain yang ada di Kota Makassar. Ditinjau dari segi kepadatan penduduk, Kecamatan Makassar merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kota Makassar yaitu 32.093 jiwa/km2, disusul Kecamatan Mariso (29.293 jiwa/km2), dan Kecamatan Bontoala (28.703 jiwa/km2). Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di Puskesmas Maradekaya Kota Makassar, didapatkan jumlah penderita yang memiliki kadar glukosa darah tidak terkontol yaitu sebanyak 68,49%. Terjadi peningkatan kejadian DM sebanyak 21 kasus selama tahun 2011 hingga 2012 (Dinkes Kota Makassar, 2012).I.2. Tujuan PenulisanTujuan dari penulisan makalah ilmiah ini adalah :a. Untuk mengetahui fungsi dan metabolisme karbohidrat di dalam tubuh.b. Untuk mengetahui patofisiologi dari penyakit diabetes melitus.c. Untuk mengetahui hubungan antara gangguan metabolisme karbohidrat dan penyakit diabetes melitus.

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Fungsi Karbohidrat dalam TubuhKarbohidrat yang lazim dikenal sebagai gula, berdasarkan ukurannya terbagi menjadi 4 kelas yang berbeda: monosakarida, disakarida, oligosakarida dan polisakarida. Monosakarida misalnya Glukosa, galaktosa dan fruktosa adalah gula yang paling kecil. Mereka dapat disatukan bersama-sama oleh ikatan glikosidat untuk membentuk kelas karbohidrat yang lain. Disakarida misalnya sukrosa, maltosa dan laktosa, masing-masing terdiri dari 2 monosakarida yang disatukan oleh sebuah ikatan glikosidat. Oligosakarida misalnya komponen karbohidrat glikoprotein dan glikolipid, mengandung sekitar 3 sampai 12 unit monosakarida. Polisakarida misalnya kanji dan glikogen, mengandung puluhan ribu unit monosakarida.Fungsi karbohidrat adalah sebagai sumber energi utama bagi manusia, yaitu menyediakan 50-65% dari total energi yang dibutuhkan, selain itu fungsi karbohidrat yang lain adalah untuk membantu metabolisme lemak, jika energi dari karbohidrat cukup tersedia atau lebih, lemak tidak dipakai untuk energi tetapi disintesis dan disimpan. Apabila energi dari karbohidrat kurang, tidak terjadi sintesis lemak dan lemak yang ada dibakar untuk energi. Fungsi lain karbohidrat yaitu mencegah pemecahan protein tubuh secara berlebihan. Kira-kira 60% asam amino dalam protein tubuh dapat diubah menjadi karbohidrat. Karena protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, karbohidrat tidak boleh kurang sehingga tidak terjadi reaksi perubahan protein menjadi karbohidrat yang digunakan untuk energi.

B. Metabolisme Karbohidrat

Metabolisme mengakar pada kata metabole dari bahasa Yunani yang berarti berubah. Dalam dunia ilmu pengetahuan, secara sederhana metabolisme diartikan sebagai proses kimiawi yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup yang bertujuan untuk menghasilkan energi. Proses metabolisme karbohidrat secara garis besar terdiri dari dua cakupan yakni reaksi pemecahan atau katabolisme dan reaksi pembentukan atau anabolisme. Pada proses pembentukan, salah satu unsur yang harus terpenuhi adalah energi. Energi ini dihasilkan dari proses katabolisme.

Sementara itu, tahap anabolisme merupakan suatu proses metabolisme terjadinya penyusunan atau biosintesis molekul-molekul besar dan kompleks dari molekul-molekul sederhana. Anabolisme membutuhkan energi kimia dan energi itu diperoleh dari katabolisme.

(Drs. Damin Sumardjo, 2009)

Proses GlikolisisGlikolisis adalah proses penguraian karbohidrat (glikogen dan glukosa) menjadi asam piruvat. Glikolisis terjadi didalam protoplasma dan sering disebut jalur metabolisme Embden Meyerhof. Reaksi glikolisis yang kompleks dan panjang ini dapat dipecah menjadi dua tahap utama, yaitu tahap yang membutuhkan ATP dan tahap yang menghasilkan ATP.

Gambar : proses glikolisis (Drs. Damin Sumardjo, 2009)Proses GlikogenesisGlikogenesis adalah proses biosintesis glikogen dari glukosa. Perubahan kima secara enzimatik ini tidak berjalan spontan, tetapi bertahap. Reaksi diawali dengan proses fosforilasi glukosa menjadi glukosa-6-fosfat dengan bantuan enzim glukokinase. Selanjutnya, glukosa-6-fosfat diubah menjadi isomernya, glukosa-1-fosfat, dibawah pengaruh enzim fosfoglukomutase. Reaksi ketigas adalah reaksi antara glukosa-1-fosfat dan uridin trofosfat (UTP) dengan bantuan enzim UTP uridin transferase menjadi uridin difosfat glukosa (UDPG). Selanjutnya, UDPG diubah menjadi glikogen melalui beberapa reaksi enzimatik.

Gambar : proses glikogenesis (Drs. Damin Sumardjo, 2009)Proses Glikogenolisisglikogen yang ada di dalam sel dapat diubah menjadi glukosa. Proses perubahan ini dikenal sebagai proses glikogenolisis. Glikogenolisis tidak berjalan spontan, tetapi melalui beberapa tahap.Tahap pertama adalah proses fosforilasi glikogen oleh pengaruh enzin glikogen fosforilase sehingga dilepaskan glukosa-1-fosfat. Selanjutnya, glukosa-1-fosfat diubah menjadi glukosa-6-fosfat oleh enzim fosfoglukomutase. Langkah terakhir adalah defosforilasi glukosa-6-fosfat oleh pengaruh enzim glukosa-6-fosfatase sehingga terbentuk glukosa.

Gambar : proses glikogenolisis (Drs. Damin Sumardjo, 2009)Proses GlikoneogenesisGlikoneogenesis adalah biosintesis glukosa atau glikogen dari senyawa-senyawa non karbohidrat, misalnya gliserol, asam laktat, atau asam amino glikogenik.Gliserol secara terus menerus diproduksi oleh jaringan adiposa. Melalui beberapa tahap, gliserol yang terbentuk ini dapat diubah menjadi glukosa atau glikogen, yang langkah-langkahnya ditunjukan oleh gambar dibawah ini.

Gambar : proses glikoneogenesis dari gliserol(Drs. Damin Sumardjo, 2009)

C. Patofisologi penyakit Diabetes melitusDiabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang dapat disebabkan berbagai macam etiologi, disertai dengan adanya hiperglikemia kronis akibat gangguan sekresi insulin atau gangguan kerja dari insulin, atau keduanya. Istilah diabetes mellitus berasal dari bahasa Yunani yaitu diabetes yang berarti sypon menunjukan pembentukan urine yang berlebihan, dan mellitus berasal dari kata meli yang berarti madu.Ada 4 jenis DM berdasarkan klasifikasi terbaru, yaitu :1. DM type 1 : IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus)Ditandai oleh penghancuran sel-sel beta pancreas, kombinasi faktor genetik imonologi dan mungkin pula lingkungan (virus) diperkirakan turut menimbulkan distraksi sel beta2. DM type 2 NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus)Disebabkan oleh resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin3. DM type Spesifik LainDisebabkan oleh berbagai kelainan genetik spesifik (kerusakan genetik sel beta pankreas dan kerja insulin). Penyakit pada pankreas, gangguan endokrin lain, obat-obatan atau bahan kimia, infeksi (rubela kongenital dan Cito Megalo Virus (CMV))4. Diabetes KehamilanDM yang hanya muncul pada kehamilan. (Price, 2006)Secara umum, Diabetes Mellitus mengalami defisiensi insulin, menyebabkan glikogen meningkat, sehingga terjadi proses pemecahan gula baru (glukoneugenesis) yang menyebabkan metabolisme lemak meningkat. Kemudian terjadi proses pembentukan keton (ketogenesis). Terjadinya peningkatan keton didalam plasma akan menyebabkan ketonurea (keton dalam urin) dan kadar natrium menurun serta pH serum menurun yang menyebabkan asidosis.Defisiensi insulin menyebabkan penggunaan glukosa oleh sel menjadi menurun, sehingga kadar gula dalam plasma tinggi (Hiperglikemia). Jika hiperglikemia ini parah dan melebihi ambang ginjal maka akan timbul Glukosuria. Glukosuria ini akan menyebabkan diuresis osmotik yang meningkatkan pengeluaran kemih (poliuri) dan timbul rasa haus (polidipsi) sehingga terjadi dehidrasi.Glukosuria mengakibatkan keseimbangan kalori negatif sehingga menimbulkan rasa lapar yang tinggi (polipagi).Penggunaan glukosa oleh sel menurun mengakibatkan produksi metabolisme energi menjadi menurun, sehingga tubuh menjadi lemahHiperglikemia dapat mempengaruhi pembuluh darah kecil, arteri kecil sehingga suplai makanan dan oksigen ke perifer menjadi berkurang, yang akan menyebabkan luka tidak cepat sembuh, karena suplai makanan dan oksigen tidak adekuat akan menyebabkan terjadinya infeksi dan terjadinya gangguan.Gangguan pembuluh darah akan menyebabkan aliran darah ke retina menurun, sehingga suplai makanan dan oksigen ke retina berkurang, akibatnya pandangan menjadi kaburSalah satu akibat utama dari perubahan mikrovaskuler adalah perubahan pada struktur dan fungsi ginjal, sehingga terjadi nefropatiDiabetes mempengaruhi syaraf-syaraf perifer, sistem syaraf otonom dan sistem syaraf pusat sehingga mengakibatkan neuropati.KomplikasiKomplikasi jangka pendek (akut) yang sering terjadi : hipoglikemia dan ketoasidosis. Komplikasi jangka panjang biasanya terjadi setelah tahun ke-5,