kelenjar adrenal

Download Kelenjar Adrenal

Post on 23-Nov-2015

30 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ddd

TRANSCRIPT

Kelenjar AdrenalKelenjar adrenal (suprarenal ) adalah sepasayng organ yang terletak dekat kutub tas ginjal, dan terbenam dalam jaringan adiposa perirenal. Kelenjar adrenal merupakan struktur pipih terbentuk bulan sabt, dengan panjang sekitar 4-6 cm, dan lebar 1-2 cm dan tebal 4-6 mm pda organ dewasa. Bersama- sama, kelnjar adrenal memiliki berat sekitar 8 gram, tetapi berat dan ukurannya bervariasi sesuai umur dan keadaan fisiologis perorangan. Kelnjar adrenal masing-masing di bungkus oleh simpai jaringan ikat padat yang mengirimkan sepa tipis ke dalam bagian kelenjar sebagai trabekula. Stroma terdiri atas jalinan serat reticular yang menopong sel sekretoris. Kelenjar terdiri atas dua lapisan konsentrasi: lapisan perifer keuningannya, yaitu korteks adrenal, dan lapisan coklat kemerahan, yaitu medulla adrenalis. Korteks dan medulla adrenalis dapat di pandang sebagai dua organ dengan asal, fungsi dan cirri marfologis yang bersatu selama massa perkembangan embrional. Kedua struktur tersebut berasal dari germina yang berada. Korteks berasal dari mesoderem da medulla terdiri atas sel-sel yang berasal dari Krista neuralis, yang juga merupakan asal dari sel-sel ganglion simpatis.Gambaran umum histologi kelaenjar adrenal sangat khas seperti kelnjar endokrin, dengan sel-sel korteks dan medulla yang berkelompok berupa korda ( deretan ) di sepanjang kapiler. Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk di berbagai tempat di sekitar bagian tepinya. Cabang arteri ini membentuk tiga kelompok pembuluh: pembuluh darah yang menyupla sampai; arteriol korteks, yang segera membentuk kapiler dan sinusoid yang mengirigasi semua sel korteks dan semua sel korteks dan akhirnya menyatukan kapiler medulla; dan arteriol medulla, yang langsung melintasi korteks dan membentuk jalinan kapiler yang luas di medulla.Jadi, sel medulla ardenalis menerima darah arteri dari arteri medulla dan darah vena yang berasal dari kapiler korteks. Endotel kapiler ini sangat tipis yang dan sinusoid yang bertingkap. Kapiler korteks dan medulla membentuk vena medularis sel penyekresi hormon steroid tidak menyimpan produknya di dalam glanul. Sebagai molekul larut lipid dengan berat molecular rendah, steroid berdifusi bebas melalui membrane plasma dan tidak memrlukan eksositosit yang akan di lepaskan dari sel.Korteks adrenal memiliki tiga zona konsentrasi dengan deretan sel epitel yang tersusun agak berbeda dan dikhususkan untuk menghasilkan berbagai kelas hormon steroid.a. Lapisan yang berada tepat di dalam sampai jaringan ikat adalah zona glomerulosa, dengan deretan sel-sel kolumnar atau peramidal yang berhimpitan yang membentuk deretan bundar atau melengkung, yang dikelilingi kapiler dan membentuk sekitar 15% korteks. Steroid yang di bentuk oleh sel-sel ini disebut mineralokortikoid karena hormon ini memengaruhi ambilan Na+,K+, dan air oleh sel epitel. Produk utama adalah aldosteron, regulator utama keseimbangan garam, yang bekerja merangsang reabsorpi Na+ pada tubulus kontortus distal ginjal. Sekresi aldosteron dalam zona glomelulosa terutama di rangsang oleh angiotensin II dan juga peningkatan kadar K+ plasma, tetapi hanya sedikit dirangsang oleh ACTH.b. Zona tengah yaitu zona fasciculata, menepati 65-80% korteks dan terdiri atas deretan panjang setebal satau atau dua sel polyhedral panjang yang di pisahkan oleh kapiler-kapiler sinusoid bertingkap. Sel-sel tersebut paling padat terisi dengan droplet lipid dlam sitoplasma dan sebagai akibat disolusi lipid selama proses persiapan jaringan, sering tampak bervkuol atau berbusa pada sediaan histology rutin. Sel-sel zona ini menyekresikan glukokortikuid, terutama kortisol, yang terutama mensntral, yang bergabung dan meninggalkann kelenjar sebagai vena adrenalis atau vena suprarenalis.c. Zona reticulais yang terdalam membentuk sekitar 10% korteks dan berontak dengan medulla. Zona ini terdiri atas sel kecil yang terbesar di suatu jalinan korda irregular dengan kapiler yang lebar. Sel-sel ini biasnya terpulus lebih kuat ketimbang zona yang lain karena mengandung lebih sedikit droplet lipid dan lebih banyak pigmen lifopuscin. Sel-sel zona reticularis juga menghasilka kortisol, tetapi terutama enyekresikan androgen lemah, dehidroepiandrosteron (DHEA) yang di ubah menjadi tostesteron pada beberapa jaringan lain. Sekreesi oleh sel-sel tersebut juga di rangsang oleh ACTH dan di ataur oleh umpan balik dengan hipofisis dan hipotalamus.

Medulla adrenalis terdiri atas sel-sel polyhedral besar yang terpulus dan pucat tersusun beberapa derean atau kelompok dan tujang jalinan serat reticular. Sejumlah besar suplai kapiler sinusoid terdapat di antara deretan- deretan yang bersebelahan, dan terdapat sejumlah sel ganglion parasimpatis. Sel parenkim medulla, yag di kenal sebgai sel kromafin, berasal dari sek Krista neurlis, seperti hal neurn pascanglionik dari ganglion simpatis dan parasimpatis. Sel parenkim medela ardenalis dapat dipandang sebgai modifikasi dan dendris serta khususkan sebagai sel sekreoris.Tidak seperti korteks, sel kromofin medulla meiliki banyak glandula padat elktro yang berdiameter 150-350 nm untuk sekresi dan penympanan hormon. Glandula-glandula mengndung salah satu dari dua katekolanin, epinefrin atau neropinefrin. Secara ultrastruktural, granula sel penyekresi epinefrin kurang bersifat padat electron dan ummnya lebih kecil dari pada sel penyekresi neropinerin. Katekolamin, beserta Ca2+ dan ATP, terikat pada konpleks simpanan granula dengan protein 49 kDa yang di sebut chromogranin. Sel penyekresi nerepinefrin juga ditemukan di paraganglia (kumpulan sel penyekresi katekolanin yang berdekatan dengan ganglia autonom) konversi norepinefrin menjadi epinefrin menjadi (ardenalis) hanya terjadi pada sel kromafin medulla ardenalis. Sekir 80% katekolamin yang disekresikan dari adrenal adlah epinefrin.Sel kromafin medulla di persarafi oleh ujung saraf kolinerik dari neuron simpatis pranglionik; dari neuron ini, implus memicu pelepasan hormon melalui eksositosis. Epinefrin dan neropinefrin dilepaskan ke darah dalam jumlah besar selama reaksi emosional yang intens, seperti ketakutan, dan menbulkn vasokontrksi, peningkatan tekanan darah, perubah frekuensi denyut jantung dan efek metaboli seperti pengikat kadar gula darah. Efek ini mempermudah berbagai reaksi rekasi terhadap stressor (gifht or flight response). Selama aktivitas normal, medulla ardenalis secara kontinu menyekresikan sejumlah kecil hormon.

B. Proses sintesis hormone adrenalHormon epinefrin disintesis pada kelenjar adrenal bagian medulla oleh sel-sel kromafin.Sel target epinefrin adalah sel saraf dari semua reseptor simpatis di seluruh tubuh.Proses sintesisEpinefrin disintesis dari norepinefrin dalam sebuah jalur sintesis yang terbagi atas keseluruhan katekolamin, termasuk L-dopa, dopamine, norepinefrin, and epinefrin. Epinefrin disintesis melalui metilasi terhadap amina pangkal primer pada norepinefrin oleh feniltanolamin N-metiltransferase (PNMT) dalam sitosol neuron adrenergik dan sel-sel medulla adrenal (sel kromafin). PNMT hanya terdapat pada sitosol sel-sel medula adrenal.. PNMT menggunakan S-adenosilmetionin (SAMe) sebagai ko-faktor yang menyumbangkan gugus metil pada norepinefrin, membentuk epinefrin. Karena norepinefrin diaktifkan oleh PNMT dalam sitosol, pertama norepinefrin harus diubah di luar granula sel kromafin. Hal ini bisa terjadi via katekholamin-H+ penukar VMAT1. VMAT1 juga bertanggung jawab mentransport epinefrin yang baru disintesis dari sitosol kembali ke dalam granula sel kromafin untuk persiapan pelepasan

Jalur biosintetik utama : fenilalanintirosindopadopaminnorepinefrin epinefrin.

Tirosin dioksidasi menjadi dopa, dan mengalami dekarboksilasi menjadi dopamin, yang dioksidasi menjadi norepinefrin. Norepinefrin dimetilasi menjadi epinefrin. Hasil akhir biosintesis epinefrin dan norepinefrin atau disebut katekolamin dapat berupa dopamin pada jaringan-jaringan tertentu (misalnya paru, usus, hati) di sana zat tersebut bereaksi sebagai hormon lokal (Bagnara dan Turner, 1988).

Norepinefrin terbentuk melalui hidroksilasi dan dekarboksilasi tirosin, dan epinefrin melalui metilasi norepinefrin. Feniletanolamin-N-metiltransferase (PNMT), enzim yang mengkatalisis pembentukan epinefrin/epinefrin dari norepinefrin, ditemukan dalam jumlah cukup banyak hanya di otak dan medulla adrenal. PNMT medulla adrenal diinduksi oleh glukokortikoid, dan walaupun diperlukan jumlah relatif besar, konsentrasi glukokortikoid dalam darah yang mengalir dari korteks ke medula cukup tinggi. Setelah hipofisektomi, konsentrasi glukokortikoid darah ini turun dan sintesis epinefrin menurun.

Epinefrin yang ditemukan dalam jaringan di luar medulla adrenal dan otak sebagian besar diserap dari darah dan bukan disintesis in situ. Yang menarik, epinefrin kadar rendah kembali muncul dalam darah beberapa waktu setelah adrenalektomi bilateral, dan kadar ini diatur seperti yang disekresi oleh medula adrenal Mescher, Anthony L. 2011. Histologi Dasar Junquueira : Teks & Atlas. Jakarta: EGC (hlm : 347-349)