Hormon Tiroid Dan Paratiroid

Download Hormon Tiroid Dan Paratiroid

Post on 09-Oct-2015

9 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>Hormon Tiroid dan Paratiroid</p> <p>Kelompok 5</p> <p>Ainun JariyahEvi WahyuniFaria Resmitha AgnisHormon Tiroid dan Paratiroid</p> <p>Pengertian Hormon</p> <p>Hormon berasal dari kata homaein yang berarti menggiatkan atau memacu.Hormon dibentuk pada suatu kelenjar, akan tetapi menunaikan fungsinya di tempat lain. Umumnya hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin danmasuk ke dalam sistem peredaran darah. Hormon merupakan senyawa protein atau senyawa steroid.hormon berperan dalam mengatur metabolisme,pertumbuhan dan perkembangan,reproduksi, keseimbangan internal,reaksi terhadap stress, serta tingkah lakuHormon diperlukan sedikit untuk tubuh, akan tetapi mempunyai pengaruh yang sangat luasHormon dikeluarkan sebagai respons atas rangsangan saraf secara langsung kepada kelenjar yang cocok</p> <p>Contohnya, sekresi adrenalin dari medulla adrenal terjadi karena stimulasi dari sistem saraf simpatetik atau karena adanya substansi tertentu dalam darah, misalnya : Hasil-hasil metabolisme, contohnya lepasnya insulin dari pankreas distimulasi oleh tingginya glukosa dalam darah.Hormon lain yang disebabkan oleh lobus anterior kelenjarpituitari.Macam-macam kelenjar endokrin pada tubuh manusia antara lainhipofisis, tiroid, paratiroid, timus, pancreas, adrenal, ovarium dantestis.</p> <p>Hormon TiroidPengertian Kelenjar tiroid (kelenjar gondok), adalah kelenjar yang terdapat di leher bagian depan di sebelah bawah jakun dan terdiri dari dua lobus.Hormone terpenting yang disekresikan kelenjar tiroid adalah tiroksin. Tiroksin terdiri dari asam amino yang mengandung yodium. Kelenjar Tiroid adalah merupakan suatu kelenjar dengan ukurannya kecil, berat normalnya adalah kurang dari satu ons, lokasinya dibagian depan dari leher (tepatnya di bagian depan trachea). Kelenjar tiroid berbentuk seperti kupu-kupu dengan dua bagian yang berkedudukan lateral dan dikenal dengan nama lobe, yang dihubungkan dengan pita pendek yang disebut isthmus.</p> <p>Fungsi dari Kelenjar tiroid adalah untuk pengambilan Iodium, di manaiodium terdapat pada banyak makanan , yang dikonversikan dalam bentukhormon tirroid, seperti Thyroxine ( T-4 ) dan Triiodothyronine ( T-3 )</p> <p>dapat dilihat pada gambar selanjutnya. Tiroid adalah satusatunya yang dapat mengabsorpsi iodium. Di dalam sel inilah iodiumdikombinasikan dengan asam amino Tyrosin membentuk T-3 atau T-4.Triodothyronine dan T-4 kemudian dilepaskan dan masuk ke aliran darah,kemudian di bawa ke luar kelenjar untuk mengontrol proses metabolisme (konversi oksigen dan kalori menjadi energi). Tiap sel dalam tubuh sngat tergantung pada keberadaan hormon tiroid terhadap pengaturan proses metabolismenya.</p> <p>Prnggabungan Iodium dengan tyroksinkelenjar tiroid normal menghasilkan 80 % T-4 dan 20 % T-3, di mana, kekuatan kerja dari hormon T-3 adalah 4 kali dari hormon T-4.Secara kimiawi hormon Tiroid merupakan derivat dari asam amino Tyrosin yang membentuk ikatan kovalen dengan iodium, yaitu:Thyroxine (dikenal dengan nama T-4 atau L-3,5,3,5-tetraiodothyronine)Triodothyronine (T-3 atau L-3,5,3-triodothyronine)Sebagaimana nampak pada Gambar selanjutnya, bahan dasar dari hormon tiroid ini adalah Tyrosin yang membentuk ikatan kovalen dengan iodium dengan tiga atau empat posisi pada inti aromatik.</p> <p>Sebagaimana nampak pada Gambar, bahan dasar dari hormon tiroid adalah Tyrosin yang membentuk ikatan kovalen dengan iodium dengan tiga atau empat posisi pada inti aromatik.</p> <p>Struktur kimia T-4 dan T-3Jumlah dan posisi dari iodium sangat penting. Molekul yang teriodinasi tidak seperti posisi T-3 (3,5,3-triodothyronine) tetapi bentuk lain dari T-3 dengan struktur 3,3,5-triodothyronine menunjukkan sifat yang tidak aktif.Hormon tiroid sukar larut dalam air99% senyawa T-3 dan T-4 yang berada dalam sirkulasi darah terikat dengan protein pembawa. Prinsip pembawa hormon tiroid adalah thyroxine-binding globulin, glikoprotein yang disintesis dalam hati.Keberadaan pembawa (transthyrein dan albumin) yang mengikat hormon tiroid tersebut memberikan bentuk yang stabil dari hormon tiroid tersebut dalam sirkulasi darah dan selalu berada dalam bentuk senyawa yang aktif,pelepasan hormontersebut berdasarkan pada uptake (pengambilan kembali) oleh sel target.Kadar tiroid hormon (T-3 dan T-4) akan dihasilkan secara perlahan-lahan, di mana kelenjar pituitari akan menghasilkan Thyroid Stimulating Hormone (TSH) yang menstimulasi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon tiroid.Di bawah pengaruh TSH, kelenjar tiroid akan memproduksi dan mensekresi hormon T-3 dan T-4 sehingga akan meningkatkan kadarnya dalam darah. Setelah itu kelenjar pituitari akan menahan diri dengan memberikan respon penurunan produksi TSH, akibatnya kelenjar tiroid akan berpengaruh terhadap panas tubuh, sedangkan kelenjar pituitari akan berperan sebagai termostat.</p> <p>Pengaruh kelenjar pituitari terhadap kelenjar tiroidKelenjar tiroid di bawah pengontrolan kelenjar pituitariBila suhu tubuh tinggi, maka peranan hormon termostat terhenti.Pada suhu ruangan (jumlah tiroid hormon menurun), lalu termostat hormon akan muncul kembali sehingga TSH akan meningkat dan kelenjar tiroid akan menghasilkan panas kembali.Kelenjar pituitari sendir akan diatur oleh kelenjar lainnya yaitu hypothalamus (nampak pada gambar warna biru terang)Hypothalamus adalah bagian dari otak dan memproduksi Thyroid Releasing Hormone (TRH) yang akan merangsang kelenjar pituitari dalam menstimulasi kelenjar tiroid dalam melepaskan TSH. Salah satu pendap[at bahwa hipotalamus adalah suatu kelenjar yang mengatur panas badan dengan merangsang kelenjar pituitari pada saat kelenjar tiroid sedang bekerja.</p> <p>hypotalamusSintesis dan sekresi hormon tiroid Hormon tiroid disintesis melalui jalur mekanisme dasar yang berbeda dengan hormon lainnya pada sistem endokrin. Sel-sel epitel dari kelenjar tiroid bertanggung jawab terhadap sintesis hormon tiroid yang disebut sebagai folikel tiroid Folikel-folikel tersebut berisi koloid (senyawa protein) yang merupakan prekursor sintesis hormon tiroid.</p> <p>Folikel tiroid merupakan suatu tempat dalam memproduksi hormon tiroid.Semua proses sintetik mealui tiga tahapan, seperti: Produksi dan akumulasi bahan kasar, Pembuatan dan sintesis hormon pada tulang belakang atau prekursor antar ruas, Pelepasan hormon bebas dari ruas-ruas dan sekresinya ke dalam darah.Perintah untuk pembuatan hormon tiroid melalui dua prinsip pada bahan kasar,Tyrosine disiapkan dari rantai glikoprotein yang besar yang disebut sebagai thyroglobulin, yang disintesis melalui sel epitel. Thyroid dan disekresikan kedalam lumen dari folikel-koloid, yang secara umum disimpan dalam bentuk tiroglobulin. Molekul tiroglobulin yang mengandung 134 tyrosin, dan hanya senyawa ini yang berfungsi untuk sintesis T-4 dan T-3. Iodium, atau senyawa iodida lainnya, selalu diambil dari darah melalui sel epitel tiroid, yang terdapat pada bagian luar membran plasma sebagai sodium-iodide symporter atau perangkap iodium( iodinetrap ). Pada sel yang lain, iodida dibawa ke dalam lumen.dari folikel sebagai tiroglobulin.Pembentukan hormon tiroid dikendalikan oleh enzim tiroid peroksidase seperti terlihat pada Gambar . Enzim tersebut berperan sebagai katalisator pada dua reaksi, seperti:Iodinasi tyrosin dalam tiroglobulin (dikenal dengan nama Penggabungan Iodida)Sintesis tiroksin atau triiodotironin dari dua buah senyawa iodotyrosin.</p> <p>Mekanisme pembentukan hormon tiroidDengan adanya enzim tiroid peroksidase, tiroid hormon akan terakumulasi dalam bentuk koloid pada permukaan sel epitel tiroid. Perlu diingat bahwa hormon tersebut selalu terikat dengan molekul tiroglobulin yang kemudian akan muncul dan tersebar dari ruas-ruas dan kemudian disekresikan sebagai hormon yang bebas ke dalam darah.</p> <p>Hormon tiroid dibebaskan dari tiroglobulin yang terdapat dalam ruas-ruas melalui peruraiannya dalam lisozom sel epitel tiroid, seperti terlihat pada Gambar</p> <p>Tahap akhir dari sintesis hormon tiroid melalui beberapa tahapan seperti: Sel epitel tiroid diisi koloid oleh endositosis, di mana koloid tersebut mengandung tiroglobulin yang terkombinasi dengan hormon tiroid, Koloid yang terdapat dalam endosome akan masuk ke dalam lisosome, yang mengandung enzim hidrolitik yang akan memecah tiroglobulin dan membebaskan hormone tiroid, Hormon tiroid yang bebas tersebut akan dilepaskan oleh lisosom melalui bagian bawah membran sel dan masuk ke dalam aliran darah, di mana hormone tiroid tersebut segera mengikatkan dirinya dengan protein pembawa untuk segera ditranspor ke sel sasaran</p> <p>Reseptor Hormon TyroidFungsinya sebagai hormon-pengaktifan faktor transkripsi dan mengekspresi modulasi gene. Dalam keadaan lain reseptor steroid hormon, reseptor hormon tiroid akan berikatan dengan DNA pada ketidak beradaan hormon, umumnya berperan pada proses transkripsi. Hormon yang berikatan dinyatakan dengan perubahan bentuk dalam reseptor yang menyebabkan fungsinya sebagai aktivator transkripsi.Reseptor hormon tiroid pada mamalia dikodekan dalam dua gene, dinyatakan sebagai alpha dan beta. Selanjutnya, masing-masing gen tersebut pecah membentuk isoform dari reseptor alpha dan beta. Sehingga, terbentuklah empat jenis reseptor hormon tiroid yaitu: alpha-1, alpha-2, beta-1 dan beta-2.Seperti reseptor nuklir, reseptor hormon tiroid menunjukkan tiga fungsinya : Daerah yang berperan sebagai transaktivasi yang berinteraksi dengan gugus terminal amino dengan faktor transkripsi yang lain sehingga terbentuknya kompleks ditekan atau adanya peningkatan aktivitas transkripsi. Itu sangat berbeda pada kerja transaktivasi dari alpha dan beta bentuk isoform dan kedua beta isoform terhadap reseptor. Daerah dengan pembentukan ikatan-DNA, bahwa ikatan terhadap rantai promotor DNA, dikenal sebagai elemen respon hormon, Daerah ikatan-ligan dan dimerisasi pada karboksi terminal..</p> <p>Berdasarkan Gambar dapat dilihat bahwa, ikatan dengan DNA pada reseptor isoform yang berbeda adalah sangat sama, tetapi sangat berbeda pada bagian transaktivasi dan ikatan ligan. Sebagai catatan, alpha-2 isoform memiliki keunikan pada terminal karboksi dan tidak berikatan dengan T-3.</p> <p>Bentuk ikatan reseptor isoformBentuk reseptor tiroid yang berbeda mempunyai bentuk perubahan ekspresi oleh alpha-1, alpha-2 dan beta-2 isoform, tetapi beta-2 disintesis secara eksklusif di hipotalamus, di bagian anterior kelenjar pituitari dan disebarkan kemudian. Reseptor alpha-1 adalah bentuk isoform yang pertama kali diekspresikan dalam bentuk konsep, dan keberadaannya meningkat pada ekspresi reseptor beta dalam otak secara perlahan-lahan setelah kelahiran. Keberadaan reseptor hormon tiroid dengan bentuk yang banyak tersebut, menunjukkan perbedaan ekspresinya terhadap jaringan</p> <p>Interaksi Reseptor Hormon Tiroid dengan DNA. </p> <p>Reseptor hormon tiroid mempunyai ikatan yang pendek, yang dilanjutkan dengan rantai DNA yang dikenal dengan nama T-3 respon element (TRE), bentuk element respon hormon. TRE dibentuk oleh dua AGGTCA separo sisi yang dipisahkan oleh empat nukleotida. Separo sisi dari TRE dapat dibentuk dengan pengulangan langsung, pallindromes atau pengulangan balik (lihat gambar).</p> <p>respon elementReseptor Ikatan DNA terdapat dua set dari empat residu sistein, danmasing-masing set membentuk khelat dengan ion Zn, membentuk loop yang dikenal dengan nama penunjuk jari Zn. Bagian pertama dari penunjuk jari Zn berinteraksi secara langsung dengan nukleotida pada bagian yang besar dari TRE DNA, di mana pada penunjuk jari kedua berinteraksi dengan bagian kecil dari TRE. Maka, penunjuk jari Zn merupakan suatu mediator dalam pembentukan ikatan terhadap TRE.Reseptor hormon tiroid dapat berikatan dengan TRE dalam bentuk monomer, sebagai Homodimer atau sebagai Heterodimer dengan Retinoid X Reseptor (RXR). Heterodimer memberikan bentuk ikatan dengan afinitas yang tinggi, dan ini menunjukkan fungsi yang besar dari reseptor Gambar 10.).Reseptor hoprmon tiroid dalambentuk TRE DNA tanpa memperhatikan bahwa reseptor tersebut telah diduduki oleh T-3. Di mana, efek biologi dari ikatan TRE tanpa diduduki atau yang diduduki pada reseptornya secara dramatik berbeda. Umumnya, bahwa ikatan reseptor hormon tiroid dengan DNA tunggal menunjukkan efek traskripsi, pada ikatan reseptor hormon tiroid menunujukkan aktivitas transkripsi yang kompleks.</p> <p>Reseptor Homodimer dan HeterodimerTingkatan ligan bebas. Daerah transaktivasi dari T-3 bebas resptor, sebagai heterodimer dengan RXR, sejumlah konformasi yang menunjukkan interaksi dengan gugus transkripsi molekul inti. Bagian dari kompleks molekul inti adalah Histone deacetylase activity (HDA)oleh khromatin</p> <p>Tingkatan ligan terikat.</p> <p>Ikatan T-3 terhadap reseptor menginduksi perubahan konformasi di dalam reseptor yang membuat ketidakmampuannya pembentukan ikatan kompleks dengan molekul inti, tetapi menunjukkan kemampuannya dalammembentuk ikatan dengan gugus pada protein koaktivator. Pembentukan kompleks dengan koaktivator adalah Histone transaceetylase (HAT), yang mengakibatkan terbukanya konfigurasi khromatin yang salaing berdekatan. Pembentukan kompleks koaktivator dengan fungsi reseptor ikatan T_3 mengaktifkan traskripsi dari lengkaran gene lihat gambar. </p> <p>Pengertian tentang spesifik protein telah ditunjukkan kemampuannya sebagai senyawa pembentuk kompleks dengan molekul inti dan koaktivator. Alpha-2 reseptor tidak mungkin berikatan dengan T-3 dan menunjukkan aktivitas yang sama dengan mutan dominan-negatif dari reseptor, tetapi terminal karboksi dapat memberikan fosforilasi yang berbeda, yang mempengaruhi ikatan DNA dan dimerisasi. Juga beta-2 isoform menunjukkan fungsi yang lain terhadap represor dengan tidak adanya T-3.</p> <p>Reseptor Hormon Tiroid dan Mekanisme Aksi </p> <p>Reseptor untuk hormon tiroid adalah bentuk intraseluler protein ikatan DNA, yang berfungsi sebagai hormon-responsif faktor transkripsi, merupakan konsep yang sama dengan rfeseptor untuk hormon steroid. Tiroid hormon dalam sel menembus membran dengan protein pembawa.Sejumlah pembawa dalam plasma membran telah diidentifikasi, salah satu diantaranya adalah hidrolisis ATP; sistem pembawa yag berbeda dan jauh lebih penting belum dapat ditunjukkan dan kemungkinan letaknya diantara jaringan. Salah satunya terdapat di dalam inti sel, hormon berikatan dengan reseptor, dan kompleks hormon-reseptor berinteraksi dengan spesifik rantai DNA pada promosi gene responsif. Efek dari kompleks hormon-reseptor yang berikatan dengan DNA akan membentuk ekspresi gene, kecuali adanya stimulasi atau penghambatan transkripsi gene spesifik.Suatu ilustrasi, dengan melihat satu mekanisme yaitu adanya peningkatan hormon tiroid akan meningkatkan kontraksi jantung. Kontraksi jantung tergatung pada perbandingan relatif dari protein miosin dengan bentuk yang berbeda di dalam otot jantung. Transkripsi dari gene miosin distimulasi oleh hormon tiroid, sedangkan transkripsi lainnya dihambat. Suatu pembahasan yang mendalam tentang mekanisme aksi dan bentuknya adalah bagimana reseptor berinteraksi dengan faktor transkripsi lainnya, secara pasti membahas tentang Reseptor Hormon Tiroid.</p> <p>Efek fisiologik hormo...</p>