gambaran radiologis pada kelenjar tiroid

Download Gambaran Radiologis pada Kelenjar Tiroid

Post on 29-Oct-2015

191 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah gambaran radiologis pada kelenjar tiroid

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Kelenjar tiroid berperan dalam mempertahankan tingkat metabolisme di berbagai jaringan agar optimal sehingga mereka berfungsi normal. Hormon tiroid merangsang penggunaan oksigen pada sebagian besar sel tubuh, membantu mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat, dan penting untuk tumbuh kembang1,2. Kelenjar tiroid tidak esensial bagi kehidupan, tetapi ketiadaannya menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental, berkurangnya daya tahan terhadap dingin, serta pada anak-anak timbul retardasi mental dan kecebolan (dwarfisme). Sebaliknya, sekresi tiroid yang berlebihan menyebabkan badan menjadi kurus, gelisah, takikardi, tremor dan kelebihan pembentukan panas.1,2Pada mammalia, kelenjar tiroid juga mensekresi kalsitonin, yaitu suatu hormon yang berfungsi menurunkan kadar kalsium dalam darah.1, 21.2. Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk lebih mengerti dan memahami tentang gambaran radiologis pada kelenjar tiroid dan untuk memenuhi persyaratan dalam mengikuti kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior (KKS) RSUP H. Adam Malik, Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.BAB 2TINJAUAN PUSTAKA2.1. Anatomi Kelenjar Tiroid

Tiroid merupakan kelenjar kecil, dengan diameter sekitar 5 cm dan terletak di leher. Kedua bagian tiroid dihubungkan oleh ismus sehingga bentuknya menyerupai huruf H atau dasi kupu-kupu. Dalam keadaan normal, kelenjar tiroid tidak terlihat dan hampir tidak teraba, tetapi bila membesar, dokter dapat merabanya dengan mudah dan benjolan bisa tampak dibawah.3

Gambar anatomi kelenjar tiroid

Gambar vaskularisasi kelenjar tiroid

Tiroid adalah suatu kelenjar endokrin yang berwarna merah kecoklatan dengan konsistensi yang lunak. Kelenjar tiroid terdiri dari dua buah lobus yang simetris. Berbentuk konus dengan ujung kranial yang kecil dan ujung kaudal yang besar. Antara kedua lobus dihubungkan oleh istmus, dan dari tepi superiornya terdapat lobus piramidalis yang bertumbuh ke kranial, dapat mencapai os hyoideum. Pada umumnya lobus piramidalis berada di sebelah kiri linea mediana.4, 5, 6

Setiap lobus kelenjar tiroid mempunyai ukuran kira-kira 5 cm, dibungkus oleh fascia propria yang disebut true capsule, dan di sebelah superfisialnya terdapat fascia pretrachealis yang membentuk false kapsul.7, 8

Kelenjar tiroid berada di bagian anterior leher, di sebelah ventral bagian kaudal laring dan bagian kranial trakea, terletak berhadapan dengan vertebra servikal 5-7 dan vertebra thorakal 1. Kedua lobus bersama-sama dengan istmus memberi bentuk huruf U. Ditutupi oleh otot sternohyoideus dan otot sternothyroideus. Ujung kranial lobus mencapai linea obliqua cartilaginis thyreoideae, ujung inferior meluas sampai cincin trakea 5-6. Istmus difiksasi pada cincin trakea 2,3 dan 4. Kelenjar tiroid juga difiksasi pada trakea dan pada tepi kranial kartilago krikodea oleh penebalan fascia pretrachealis yang dinamakan ligament of Berry. Fiksasi-fiksasi tersebut menyebabkan kelenjar tiroid ikut bergerak pada saat proses menelan berlangsung.7

Kelenjar tiroid memperoleh darah dari arteri tiroidea superior, arteri tiroidea inferior dan kadang-kadang arteri tiroidea ima (kira-kira 3 %). Pembuluh darah tersebut terletak antara kapsula fibrosa dan fascia pretrachealis.8Arteri tiroidea superior merupakan cabang pertama arteri karotikus eksterna, melintas turun ke kutub atas masing-masing lobus kelenjar tiroid, menembus fascia pretrachealis dan membentuk ramus glandularis anterior dan ramus glandularis posterior.8

Arteri tiroidea inferior merupakan cabang truncus tirocervicalis, melintas ke superomedial di belakang karotid sheath dan mencapai aspek posterior kelenjar tiroid. Truncus tirocervicalis merupakan salah satu percabangan dari arteri subklavia. Arteri tiroidea inferior terpecah menjadi cabang-cabang yang menembus fascia pretrachealis dan memasuk darah ke kutub bawah kelenjar tiroid.8

Arteri tiroidea ima biasanya dipercabangkan oleh truncus brachiocephalicus atau langsung dipercabangkan dari arcusa ortae.Tiga pasang vena tiroidea menyalurkan darah dari pleksus vena pada permukaan anterior kelenjar tiroid dan trakea. Vena tiroidea superior menyalurkan darah dari kutub atas, vena tiroidea media menyalurkan darah dari bagian tengah kedua lobus dan vena tiroidea inferior menyalurkan darah dari kutub bawah. Vena tiroidea superior dan vena tiroidea media bermuara ke dalam vena jugularis interna, dan vena tiroidea inferior bermuara ke dalam vena brachiocephalica.82.2.Histologi Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid hampir seluruhnya terdiri atas kista-kista bulat yang disebut folikel. Folikel adalah unit struktural dan unit fungsional, terdiri atas epitel selapis kubis yang mengelilingi suatu ruangan yang berisi koloid. Folikel-folikel bervariasi ukurannya dari diameter sekitar 50 m sampai 1 mm dan yang terbesar tampak secara makroskopis. Folikel dikelilingi oleh membrana basalis yang tipis dan jaringan ikat interstisial membentuk jala-jala retikulin sekeliling membrana basalis.3

Sel-sel folikular biasanya berbentuk kubis, tetapi tingginya berbeda-beda, tergantung pada keadaan fungsional kelenjar itu. Jika tiroid secara relatif tidak aktif, sel-selnya hampir gepeng. Sedangkan dalam keadaan kelenjar sangat aktif, sel-sel akan berbentuk kolumnar. Namun keadaan fungsional kelenjar tidaklah harus secara ekslusif berdasarkan pada tingginya epitel.3

Sel-sel folikular semuanya membatasi lumen dan mempunyai inti bulat dengan warna agak pucat. Di ruang interfolikular, terdapat fibroblast yang tersebar dan serat-serat kolagen yang tipis. Ultrastruktur sel-sel folikular memperlihatkan semua ciri-ciri sel yang pada saat yang sama membuat, mengekskresikan, menyerap dan mencerna protein. Bagian basal sel-sel ini penuh dengan retikulum endoplasma kasar. Inti umumnya bulat dan terletak di pusat sel. Kompleks Golgi terdapat pada kutub apikal. Di daerah ini terdapat banyak lisosom dan beberapa fagosom besar. Membran sel kutub apikal memiliki mikrovili. Mitokondria, retikulum endoplasma kasar dan ribosom tersebar di seluruh sitoplasma.3,9

Sel-sel C terletak di antara membrana basalis dan sel-sel folikular. Berbentuk lonjong, lebih besar dan lebih pucat daripada sel folikular dan juga berisi inti lebih besar dan lebih pucat.3 2.3. Fisiologi Kelenjar Tiroid

Iodium adalah adalah bahan dasar yang sangat penting dalam biosintesis hormon tiroid. Iodium yang dikonsumsi diubah menjadi iodida kemudian diabsorbsi. Kelenjar tiroid mengkonsentrasikan iodida dengan mentransport aktif iodida dari sirkulasi ke dalam koloid. Mekanisme transport tersebut dikenal dengan iodide trapping mechanism. Na+ dan I- ditransport dengan mekanisme co-transport ke dalam sel tiroid, kemudian Na+ dipompa ke interstisial oleh Na+-K+ATPase.1

Di dalam kelenjar tiroid, iodida mengalami oksidasi menjadi iodium. Iodium kemudian berikatan dengan molekul tirosin yang melekat ke tiroglobulin. Tiroglobulin adalah molekul glikoprotein yang disintesis oleh retikulum endoplasma dan kompleks Golgi sel-sel tiroid. Setiap molekul tiroglobulin mengandung 140 asam amino tirosin.1, 2

Enzim yang berperan dalam oksidasi dan pengikatan iodida adalah tiroid peroksidase. Senyawa yang terbentuk adalah monoiodotirosin (MIT) dan diodotirosin (DIT). Dua molekul DIT kemudian mengalami suatu kondensasi oksidatif membentuk tetraiodotironin (T4). Triiodotironin (T3) mungkin terbentuk melalui kondensasi MIT dengan DIT. Sejumlah kecil reverse triiodotironin (rT3) juga terbentuk, mungkin melalui kondensasi DIT dengan MIT. 1,2,3,10

Sel-sel tiroid mengambil koloid melalui proses endositosis. Di dalam sel, globulus koloid menyatu dengan lisosom. Ikatan peptida antara residu beriodium dengan tiroglobulin terputus oleh protease di dalam lisosom, dan T4, T3, DIT serta MIT dibebaskan ke dalam sitoplasma. T4 dan T3 bebas kemudian melewati membran sel dan dilepaskan ke dalam sirkulasi.1,2,10

MIT dan DIT tidak disekresikan ke dalam darah karena iodiumnya sudah dibebaskan sebagai akibat dari kerja intraselular iodotirosin dehalogenase. Hasil dari reaksi enzimatik ini adalah iodium dan tirosin. Iodium digunakan kembali oleh kelenjar dan secara normal menyediakan iodium dua kali lipat dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh pompa iodium.1,2,10

Hormon tiroid yang bersirkulasi dalam plasma terikat pada protein plasma, yaitu: globulin pengikat tiroksin (thyroxine-binding globulin, TBG), prealbumin pengikat tiroksin (thyroxine-binding prealbumin, TBPA) dan albumin pengikat tiroksin (thyroxine-binding albumin, TBA). Kebanyakan hormon dalam sirkulasi terikat pada protein-protein tersebut dan hanya sebagian kecil saja (kurang dari 0,05 %) berada dalam bentuk bebas. 1,2

Dari ketiga protein pengikat tiroksin, TBG merupakan protein pengikat yang paling spesifik. Selain itu, tiroksin mempunyai afinitas yang lebih besar terhadap protein pengikat ini dibandingkan dengan triiodotironin. Akibatnya triiodotironin lebih mudah berpindah ke jaringan sasaran. Faktor ini yang merupakan alasan mengapa aktifitas metabolik triiodotironin lebih besar.1,2,10

Perubahan konsentrasi TBG dapat menyebabkan perubahan kadar tiroksin total dalam sirkulasi. Peningkatan TBG, seperti pada kehamilan, pemakaian pil kontrasepsi, hepatitis, sirosis primer kandung empedu dan karsinoma hepatoselular dapat mengakibatkan peningkatan kadar tiroksin yang terikat pada protein. Sebaliknya, penurunan TBG, misalnya pada sindrom nefrotik, pemberian glukokortikoid dosis tinggi, androgen dan steroid anabolik dapat menyebabkan penurunan kadar tiroksin yang terikat pada protein.10

Mekanisme kerja hormon tiroid ada yang bersifat genomik melalui pengaturan ekspresi gen, dan non genomik melalui efek langsung pada sitosol sel, membran dan mitokondria.1,12 Mekanisme kerja yang bersifat genomik dapat dijelaskan seb