referat kelenjar tiroid dan penanganannya

Download referat kelenjar tiroid dan penanganannya

Post on 18-Jan-2016

24 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

HIPERTIROID

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

Sistem endokrin terdiri dari kelenjar endokrin tanpa duktus yang tersebar diseluruh tubuh manusia. Meskipun kelenjar-kelenjar endokrin secara anatomis tidak berhubungan namun secara fungsional membentuk suatu sistem. Semua kelenjar endokrin mengeluarkan hormon dan masuk kedalam pembuluh darah dan akan menempel pada reseptor di organ tertentu. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar perifer, terdiri dari dua lobus jaringan endokrin yang terletak di atas trakea dan tepat di bawah laring. Kelenjar ini menghasilkan koloid yang dapat memperngaruhi beberapa organ ditubuh manusia, seperti : sistem kardiovaskular, pertumbuhan, sistem saraf dan organ lainnya. Kelainan pada produksi kelenjar ini akan menyebabkan beberapa penyakit hormon yang terjadi lebih banyak pada perempuan.Dalam makalah ini akan dijelaskan tiroid secara anatomi dan fisiologinya dalam tubuh manusia. Serta kegunaan dan kelainan yang ditimbulkan ketika kelenjar ini terganggu fungsinya dan beberpaa efek yang ditimbulkan bagi tubuh manusia.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. ANATOMI KELENJAR TIROID1Kelenjar tiroid mulai berkembang selama minggu ketiga sebagai penebalan entoderm pada garis tengah di dasar faring, diantara tuberkulum impar dan copula. Kemudian penebalan berubah menjadi divertikulum yang tumbuh ke inferior ke dalam mesenkim yang terletak di bawahnya dan disebut ductus thyroglossus. Ductus akan memanjang dan membentuk lobus pada ujung distalnya. Pada minggu ke tujuh, kelenjar tiroid akan mencapai posisinya di dekat laring dan trakea. Ductus thyroglossus akan menjadi foramen caecum.Kelenjar tiroid terletak pada bagian leher, bagian anterior dari trakea. Kelenjar ini merupakan kelenjar endokrin yang paling banyak vaskularisasinya, dibungkus oleh kapsula yang berasal dari lamina pretracheal fascia profunda. Kapsula ini berfungsi melekatkan tiroid ke laring dan trakea. Kelenjar tiroid terdiri dari 2 lobus konikal yang dihubungkan oleh suatu jaringan yang disebut isthmus tiroid. Pada isthmus tiroid dapat ditemukan lobus piramidalis. Lobus-lobus ini dibagi atas septa-septa jaringan ikat fibrous menjadi lobulus-lobulus, yang masing-masing terdiri dari 30-40 folikel. Kelenjar tiroid terletak di leher depan sejajar dengan vertebra cervicalis 5 sampai thoracalis 1, terdiri dari lobus kiri dan kanan yang dihubungkan oleh isthmus. Setiap lobus berbentuk seperti buah pear, dengan apeks di atas sejauh linea oblique lamina cartilago thyroidea, bagian ini terletak antara M.Constrictor inferior (di medial) dan M.Sternothyroideus (di lateral). Batas atas apex pada perlekatan M.Sternothroideus. Bagian basis kelenjar tiroid berada di cincin trakea 5 atau 6. Kelenjar tiroid mempunyai panjang 5 cm, lebar 3 cm, dan dalam keadaan normal kelenjar tiroid pada orang dewasa beratnya antara 10 sampai 20 gram. Aliran darah kedalam tiroid per gram jaringan kelenjar sangat tinggi ( 5 ml/menit/gram tiroid).

Kelenjar tiroid memiliki 3 facies, yaitu : anterolateral ( superficial ), posteromedial dan posterolateral.I. Facies Anterolateral ( Superficial )Berbentuk konvex ditutupi oleh beberapa otot dari dalam ke luar : 1. M. Sternothyroideus 2. M. Sternohyoideus 3. M. Omohyoideus venter superior 4. Bagian bawah M. SternocleidomastoideusII. Facies Posteromedial Bagian ini berhubungan dengan : - 2 saluran : larynx yang berlanjut menjadi trachea, dan pharynx berlanjut menjadi esophagus. - 2 otot : M. Constrictor inferior dan M. Cricothyroideus. - 2 nervus : N. Laryngeus externa dan N. Larungeus recurrent.III. Facies PosterolateralBerhubungan dengan carotid sheath (selubung carotid) dan isinya yaitu A. Carotis interna, N. Vagus, dan V. Jugularis interna (dari medial ke lateral).ISTHMUSIsthmus adalah bagian kelenjar yang terletak di garis tengah dan menghubungkan bagian bawah lobus dextra dan sinistra (isthmus mungkin juga tidak ditemukan). Diameter transversa dan vertical 1,25 cm. Pada permukaan anterior isthmus dijumpai (dari superficial ke profunda) : - Kulit dan fascia superficialis - V. Jugularis anterior - Lamina superficialis fascia cervicalis profunda - Otot-otot : M. Sternohyoideus dan M. Sternothyroideus. Permukaan posterior berhubungan dengan cincin trachea ke 3 dan 4. Pada margo superiornya dijumpai anastomose kedua A. Thyroidea superior, lobus pyramidalis dan Levator glandulae. Di margo inferior didapati V. Thyroidea inferior dan A. Thyroidea ima.

VASKULARISASI KELENJAR TIROID2Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang kaya akan vaskularisasi. Kelenjar ini di vaskularisasi oleh beberapa arteri dan vena, yaitu :Sistem Arteri Kelenjar Tiroid Thyroidea superior, adalah cabang A. Carotis externa yang masuk ke jaringan superficial kelenjar, mendarahi jaringan connective dan capsule. Thyroidea inferior adalah cabang trunchus thyreocervicalis dan masuk ke lapisan dalam kelenjar, mendarahi jaringan parenkim dan propia kelenjar. Thyroidea ima, Arteri ini kadang-kadang dijumpai merupakan cabang arcus aorta atau A. Brachiocephalica dan vaskularisasi istmus. Thyroidea acessorius, adalah cabang-cabang A. Oesophageal dan tracheal yang masuk ke facies posteromedial.Sistem Vena Kelenjar Tiroid V. Thyroidea superior; muncul dari polus superior dan berakhir pada vena jugularis interna ( kadang-kadang V. Facialis ) V. Thyroidea inferior muncul dari margo bawah istmus dan berakhir pada V. Brachiocephalica sinistra di dalam rongga thoraks. V. Thyroidea media; muncul dari pertengahan lobus lateralis dan berakhir di V. Jugularis interna.

Aliran Lymphatic Kelenjar Tiroid Ascending Lymphatic : Media, mengalir ke prelaryngeal lymph node yang terletak pada membrane cricothyroidea Lateral, mengalir ke Jugulo-digastric grup dari deep cervical lymph node. Descending Lymphatic : Medial, mengalir ke pretracheal grup di trachea Lateral, mengalir ke Gl. Recurrent chain pada N. Laryngeus recurrent.B. FISIOLOGI KELENJAR TIROID3Kelenjar tiroid memiliki sel-sel sekretorik utama yang dikenal sebagai sel folikel, tersusun membentuk bola-bola berongga yang masing-masing membentuk satu unit fungsional yang dinamai folikel. Pada potongan mikroskopik , folikel tampak sebagai cincin sel-sel folikel mengelilingi suatu lumen di bagian dalam yang terisi oleh koloid, bahan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan ekstrasel untuk hormon tiroid. Koloid yang ada didalam lumen folikel bersifat ekstrasel, meskipun terletak di dalam bagian interior folikel. Koloid tidak berkontak langsung dengan cairan ekstrasel. Konstituen utama koloid adalah suatu molekul protein besar yang dikenal dengan tiroglobulin (Tg), yang berikatan dengan hormon-hormon tiroid dalam berbagai stadium sintesis. Sel folikel menghasilkan dua hormon yang mengandung iodium yang berasal dari asam amino tirosin, yaitu : tetraiodotironin ( T4 atau Tiroksin ) dan triiodotironin (T3). Kedua hormon ini secara kolektif disebut hormon tiroid , adalah regulator penting laju metabolik basal (BMR).Selain menghasilkan T3 dan T4, ruang interstisium di antara folikel-foliker terselip sel C atau hormon peptida kalsitonin. Kasitonin berperan dalam metabolisme kalsium dan tidak berkaitan dengan fungsi hormon T3 dan T4. Untuk mensintesis hormon tiroid sangat dibutuhkan bahan dasar seperti tirosin dan iodium, dimana keduanya harus diserap dari darah oleh sel folikel. Tirosin merupakan asam amino yang dibentuk oleh tubuh sehingga bukan zat esensial dalam makanan. Sedangkan iodium merupakan zat esensial yang didapatkan dari makanan. Asupan iodium harus mencukupi rasio T3 : T4 adalah sekitar 7:1.1. Metabolisme Iodium dan Sintesis Hormon Tiroid

Semua tahap pembentukan hormon tiroid berlangsung pada molekul tiroglobulin di dalam koloid. Tiroglobulin diproduksi oleh kompleks golgi retikulum endoplasma sel folikel tiroid. Asam amino tirosin masuk ke dalam molekul tiroglobulin yang jauh lebih besar. Lalu akan dikirim sari sel folikel ke dalam koloid melalui proses eksositosis.Tiroid akan menangkap iodium dari dalam darah dan dipindahkan ke dalam koloid melalui pompa iodium dan dibantu oleh Na+ K+ ATPase. Di dalam koloid iodium akan dilekatkan ke tirosin yang ada di dalam molekul tiroglobulin. Perlekatkan iodium dan tirosin akan menghasilkan monoiodotirosin (MIT) dan perlekatan dua iodium dengan tirosin akan menghasilkan diiodotirosin (DIT).Setelah terbentuk MIT dan DIT, akan terjadi penggabungan antara MIT dan DIT untuk membentuk hormon tiroid. Perlekatan satu MIT (monoiodotirosin) dan satu DIT (Diodotirosin) akan membentuk T3 (Triiodotironin), sedangkan perlekatan antara dua DIT (diiodotirosin) akan membentuk T4 (Tetraiodotironin atau tiroksin).

2. Sekresi dan Sirkulasi Hormon TiroidPada kelenjar tiroid T3 dan T4 terikat pada thyroglobulin, tempat berlangsungnya biosintesa hormon tiroid. Pelepasan T3 dan T4 dari thyroglobulin di atur oleh mekanisme umpan balik pituitary. Proses ini membutuhkan enzim proteolitik yang distimulasi oleh TSH yang mengaktivasi adenilat siklase. Sekitar 90% dari produk sekretorik yang dikeluarkan dari kelenjar tiroid adalah dalam bentuk T4 dan T3 memiliki aktivitas biologik empat kali lebih kuat. Sebagian besar dari T4 yang disekresikan akan diubah menjadi T3 atau diaktifkan. T4 akan diaktifkan menjadi T3 terutama di hati dan di ginjal. Sekitar 80% T3 yang ada didalam darah berasal dari T4 yang diaktifkan.

T3 dan T4 yang dihasilkan kemudian akan disimpan dalam bentuk koloid di dalam tiroid. Sebagian besar T4 kemudian akan dilepaskan ke sirkulasi sedangkan sisanya tetap di dalam kelenjar yang kemudian mengalami daur ulang. Di sirkulasi, hormon tiroid akan terikat oleh protein yaitu globulin pengikat tiroid (thyroid binding globulin, TBG) atau prealbumin pengikat albumin (thyroxine binding prealbumine, TBPA). Hormon stimulator tiroid (thyroid stimulating hormone, TSH) memegang peranan terpenting untuk mengatur sekresi dari kelenjar tiroid. TSH dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar hipofisis, kerja TSH sangat dipengaruhi oleh Throtropin-releasing Hormone (TRH) yang dihasilka