ekologi interstitial

Download Ekologi Interstitial

Post on 13-Jul-2015

186 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Ekologi interstitial

Ida farida Ibnu hasan . S

DEFINISIInterstitial/Psammon : organisme yg menempati ruangan di antara butiran-butiran pasir (meiofauna 0,1 1 mm maupun mikrofauna 0,1 mm) Mesopsammon : semua organisme interstitial yg berhubungan dg tepi pantai air tawar/payau Thalassopsammon : organisme yg berasosiasi dg tepian laut dan daerah pasir

EKOLOGIy

y y y y y y y

Komposisi fauna interstitial bervariasi scr vertikalmaupun horizontal, karena : Perbedaan ukuran butiran Fisikokimia (suhu, oksigen, dan salinitas) Migrasi vertikal dipacu oleh perubahan suhu dan salinitas Suksesi temporal dipacu oleh produktivitas primer dan pemangsaan menyebabkan variasi kelimpahan dan komposisi spesies Pemangsameiofauna : ikan sebelah Makrofauna pemangsa thalassopsammon : udang, polychaeta besar dan hydroid Makrofauna pemakan deposit a.l polychaeta, holothuria Pemangsa di wilayah interstitial : nematoda, turbellaria, tardigrada dan hydroid seperti Protohydra Herbivora (copepoda harpacticoid), pemakan detritus (gastrotricha, beberapa nematoda & polychaeta archiannelida), pemakan suspensi, predator, pemakan bangkai (beberapa turbellaria)

KONDISI LINGKUNGAN1. UKURAN BUTIRAN menentukan besarnya ruangan interstitial yg tersedia untuk tempat tinggal menentukan kemampuan suatu tepian dalam penahanan dan sirkulasi air 2. KONDISI MINERAL BUTIRAN asosiasi organisme 3. OKSIGEN ketebalan lapisan beroksigen di ruang interstitial tergantung ukuran butir, jumlah bahan organik & turbulensi air

KONDISI LINGKUNGAN4. SUHU o Suhu ekstrim di pantai intertidal & lapisan paling atas; suhu minimum di pasir subtidal & pasir intertidal pada kedalaman di bawah 10-15 cm o Lapisan pasir permukaan adlh INSULATOR -- meredam perubahan suhu yang nyata o Fauna di permukaanmungkin berbeda dengan fauna di lapisan lebih dalam 5. CAHAYA o Cahaya jarang menembus lapisan di bawah 5-15 mm pantai pasir o Tanamanmikroskopis hanya di permukaan, kecuali diatom o Meioflora dan mikrofloramelekat pada permukaan butiran pasir sebagai makanan bagi meiofauna

KONDISI LINGKUNGAN6. SALINITAS Penurunan salinitas -- di pantai intertidal Hanya lapisan paling atas yang mengalami perubahan salinitas Daya kapiler menahan air laut sehingga air tawar dari permukaan, tidak dapat menembus masuk 7. KEKUATAN OMBAK ruangan interstitial secara terus menerus diatur kembali oleh gerakan ombak; organisme penghuninya selalu beresiko terlempar ke perairan terbuka dan menghadapi pemangsaan jauh lebih berbahaya dari wilayah lain

KOMPOSISI KELOMPOK INTERSTITIAL

Crustacea, Mollusca, Cnidaria, Echinodermata& Branchiopoda A. Derocheilocaris remanei (Crustacea, Mystacocarida); B. Acochlidiumfijiiensis (Mollusca, Gastropoda); C. Gwynia capsula (Brachiopoda); D. Stylocoronella riedli (Cnidaria, Schyphozoa); E. Labidoplaxmedia (Echinodermata

A. Lecane inermis (Rotifera); B. Typosyllis lutea (Polychaeta).

Filum Tardigrada

Fila : Sipuncula, Phoronida, Sipuncula, Phoronida, Echiura, Pogonophora, Porifera, Echiura, Pogonophora, Porifera, Ctenophora, Ctenophora, Hemichordata dan Chaetognatha TIDAK DIJUMPAI DALAM FAUNA INTERSTITIAL

DAUR HIDUPPsammon sementara dan permanen Fauna interstitial permanen ukurannya sangat kecil, gamet yg kecil, dihasilkan terbatas. Telur thalassopsammon 1 10 butir. terbatas. butir. Adaptasi : 1. Menjamin fertilisasi Berkopulasi copepoda harpacticoid Membungkus sperma dalam spermatofora lalu melekatkannya pada betina polychaeta dan mollusca acochlidioidea Hermaphrodite gastrotricha, hydroid Otohydra, gastrotricha, Otohydra,

DAUR HIDUPADAPTASI 1. UKURAN FAUNA umumnya sangat kecil bila dibandingkan dengan fauna serupa yang hidup di lingkungan lain, ex. teripang Leptosynapta minuta - 2 mm, siput Caecum glabrum - 2 mm, polychaeta Diurodrilus minimus 350 m, hidroid Psammohydra nanna - 1mm. mm. Cilliata justru lebih besar dari kerabatnya di lingkungan lain tetapi menjadi lebih pipih dan

DAUR HIDUP Adaptasi : 2. Melindungi embrio dari kemusnahan Telur dipelihara induk betina sampai anakanaknya cukup besar ex. Cnidaria Otohydra dan gastrotricha Urodasys viviparus

DAUR HIDUPAdaptasi : 3. Pengamanan tambahan Telur yg dikeluarkan memiliki perekat atau terbungkus kokon yg mudah melekat pada pasir Perkembangan biasanya langsung : telur larva non-pelagik yg tetap berada di ruangan antar

KesimpulanKomposisi fauna interstitial bervariasi scr vertikalmaupun horizontal, karena : Perbedaan ukuran butiran Fisikokimia (suhu, oksigen, dan salinitas) Migrasi vertikal dipacu oleh perubahan suhu dan salinitas Suksesi temporal dipacu oleh produktivitas primer dan pemangsaan menyebabkan variasi kelimpahan dan komposisi spesies Pemangsameiofauna : ikan sebelah Makrofauna pemangsa thalassopsammon : udang, polychaeta besar dan hydroid Makrofauna pemakan deposit a.l polychaeta, holothuria Pemangsa di wilayah interstitial : nematoda, turbellaria, tardigrada dan hydroid seperti Protohydra Herbivora (copepoda harpacticoid), pemakan detritus (gastrotricha, beberapa nematoda & polychaeta archiannelida), pemakan suspensi, predator, pemakan bangkai (beberapa turbellaria)