ekologi kuantitatif

Download EKOLOGI KUANTITATIF

Post on 12-Jul-2015

3.764 views

Category:

Documents

95 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

EKOLOGI KUANTITATIF Drs. Bambang Priyono, M.Si Untuk menerangkan populasi atau komunitas diperlukan sejumlah satuan pengukuran seperti kepadatan (density), frekuensi, luas penutupan (coverage) dan biomasa. Dalam penarikan contoh (sampling) harus menggunakan metode sampling yang tepat, sebab bila tidak hasil yang diperoleh akan bias. PENGERTIAN Kepadatan (density = D): jumlah individu per unit area (luas) atau unit volume. Kelimpahan (abundance = N): perbedaan individu dalam suatu tempat tertentu. Density Absoloute density Index of density (ID) Relative density (RD) Lanjutan.... Frekuensi (F): proporsi antara jumlah sampel yang berisi suatu spesies tertentu dengan jumlah total sampel. Frekuensi relative (RF): frekuensi dari suatu spesies dibagi dengan jumlah semua spesies dalam komunitas. Biomassa (B): berat individu suatu populasi dan sering dinyatakan per unit luas atau volume. Luas penutupan (coverage = C): proporsi antara luas tempat yang ditutupi oleh suatu spesies tumbuhan dengan luas total habitat. Lanjutan... Cara mengukur luas penutupan : Aerial coverage : mengukur luas penutupan tajuk Basal coverage: mengukur luas penutupan batang Luas penutupan relatif (relative coverage = RC): proporsi antara luas penutupan suatu spesies dengan luas penutupan semua spesies dalam komunitas. Bab II. METODE SAMPLING BIOTIK (TUMBUHAN DAN HEWAN SESSILE) Metode Plot (berpetak) Metode Transek (jalur) Metode Kuadran 1. Prosedur Umum digunakan untuk sampling berbagai tipe organisme. Plot biasanya berbentuk segi empat atau persegi (kuadran) ataupun lingkaran. Digunakan untuk sampling tumbuhan darat, hewan-hewan sessile (menetap) atau bergerak lambat seperti hewan-hewan tanah. 1. Metode Plot (berpetak) Untuk keperluan sampling tumbuhan, ada 2 cara penerapan metode plot (petak): 1) Metode petak tunggal : hanya menggunakan satu petak contoh yang mewakili suatu area kurva spesies area 2) Metode petak ganda: menggunakan banyak petak contoh yang letaknya tersebar merata dan sistematik nested quadrat Di = ni/A Lanjutan... 2. Cara analisis data Dalam analisis data vegetasi dengan menggunakan metode plot, besaran-besaran yang harus dihitung adalah: a). Kepadatan (D) Di : kepadatan untuk spesies i ni : jumlah total individu untuk spesies i A : luas total habitat yang disampling RDi = ni/n RDi = Di/TD = Di/D Lanjutan... b).Kepadatan relatif (RD) atau keterangan: RDi: kepadatan relatif spesies i ni: jumlah total individu untuk spesies i n: jumlah total individu semua spesies Di: kepadatan spesies i TD: kepadatan semua spesies D: jumlah total kepadatan dari semua spesies. Fi = Ji/K RFi = Fi/F Lanjutan... c).Frekuensi (F) keterangan: Fi: frekuensi spesies i Ji: jumlah sampel dimana spesies iterdapat K: jumlah total sampel yang didapat d). Frekuensi relatif (RF) keterangan: RFi: frekuensi relatif spesies i Fi: frekuensi spesies i F: jumlah frekuensi untuk semua spesies Ci = Ai/A Lanjutan... e).Luas penutupan (C) keterangan: Ci: luas penutupan spesies i Ai: luas penutupan total olehspesies i (dihitung dgn basalcoverage atau foliage coverage) A:luas habitat yang disampling RCi = Ci/TC = Ci/C Lanjutan... f).Luas penutupan relatif (RC) keterangan: RCi: luas penutupan relatif spesies i Ci: luas penutupan spesies i TC: luas penutupan total untuksemua spesies C:jumlah luas penutupan darisemua spesies IVi = RDi + RFi + RCi Lanjutan... f).Nilai penting (Importance Value = IV) jumlah dari ketiga pengukuran relatif di atas (Rdi, Rfi, dan Rci) dikenal sebagai nilai penting (importance value = IVi). *Nilai IVi berkisar antara 0-3 (atau 300%) * Nilai penting dapat digunakan untuk mengetahui dominansi suatu spesies dalam komunitas. Di = ni/L 2. Cara analisis data * metode line intercept a). Kepadatan (D) keterangan: Di: kepadatan untuk spesies i ni: jumlah total individu untukspesies i L: panjang total habitat (transek) yang disampling 1.Prosedur untuk suatu vegetasi tertentu, biasanya luas, co: padang rumput. 3 macam metode transek: Line intercept (line transect) Belt transect Strip sensus 2. Metode Transek (jalur) RDi = Di/D RDi = ni/n Lanjutan... b).Kepadatan relatif (RD) atau keterangan: RDi: kepadatan relatif spesies i ni: jumlah total individu utk spesies i n: jumlah total individu dari semuaspesies Di: kepadatan spesies i D: jumlah total kepadatan dari semuaspesies RFi = Fi/F Fi = Ji/K Lanjutan... c).Frekuensi (F) keterangan: Fi: frekuensi spesies i Ji: interval line intersept dimana spesies i terdapat K: jumlah total interval pd garis transek d). Frekuensi relatif (RF) Keterangan: RFi: frekuensi relatif spesies i Fi: frekuensi spesies i F: jumlah frekuensi utk semua spesies RCi = Ci/TC = Ci/ C Ci = Li/L e).Panjang penutupan (C) keterangan: Ci: panjang penutupan spesies i Li: panjang penutupan total spesies i L: panjang total transek disampling f). Panjang penutupan relatif (RC) Keterangan: RCi: panjang penutupan relatif spesies i Ci: panjang penutupan spesies i TC: panjang penutupan total utk semua spesies C: jumlah panjang penutupan dari semua spesies IVi= RDi + RFi + RCi Lanjutan... g).Nilai penting (Importance value=IV) * nilai IVi berkisar antara 0-3 (atau300%) * nilai penting dapat digunakan untuk mengetahui dominansi suatu spesies dalam komunitas.1. Prosedur umumnya dilakukan bila hanya vegetasi tingkat pohon saja yang jadi bahan penelitian. untuk mengetahui komposisi, dominansi pohon dan menaksir volumenya. 2 macam metode kuadran: Metode point-quarter Metode wandering-quarter 3. Metode Kuadran Metode point-quarter Syarat: distribusi pohon yang akan diteliti acak Tidak dapat digunakan untuk populasi pohon yang pengelompokannya tinggi (mengelompok) atau yang menempati ruang secara seragam. Metode wondering-quarter Modifikasi dari metode point-quarter Dapat diterapkan pada populasi pohon dengan pola distribusi acak, mengelompok ataupun seragam. d = (d1 + d2 + .....dn)/n 2. Cara analisis data * perhitungan untuk metode point-quarter dan wandering-quarter adalah sama, kecuali perhitungan frekuensi tidak diterapkan pada metode wandering-quarter. a). Jarak pohon rata-rata (d) keterangan: d1 ...dn : jarak masing-masing pohon ke titik pusat kuadran n: banyak pohon RDi = ni/n TD = u/d2 Lanjutan... b).Kepadatan seluruh jenis (TD) keterangan: u: luas habitat yang digunakan untuk menyatakan kepadatan, umumnya hektar. d2 : kuadrat jarak pohon rata-rata c). Kepadatan relatif (RDi) keterangan: ni: jumlah pohon jenis i n: jumlah pohon semua jenis Ci = (Ai)(Di)/ni Di = (RDi)(TD) Lanjutan... d).Kepadatan mutlak suatu jenis (Di) keterangan: RDi: kepadatan relatif TD: kepadatan seluruh jenis e). Luas penutupan suatu jenis (Ci) keterangan: Ai: luas penutupan jenis i Di: kepadatan mutlak jenis i ni: jumlah pohon jenis i Fi = Ji/K RCi = Ci/C Lanjutan... f).Luas penutupanrelatif suatu jenis (RCi) keterangan: Ci: luas penutupan jenis i C : luas penutupan seluruh jenis g). Frekuensi suatu jenis (Fi) keterangan: Ji: jumlah kudran ditemukannya jenis i K: jumlah seluruh kuadran RFi = Fi/F IVi = RDi + RFi + RCi Lanjutan... h).Frekuensi relatif suatu jenis (Fi) keterangan: Fi: frekuensi jenis i F : frekuensi seluruh jenis g). Nilai penting suatu jenis (importance value=IVi) * nilai IVi berkisar antara 0-3 (atau 300%) * nilai penting ini dapat digunakan untuk mengetahui dominansi spesies dalam komunitas. Bab III. METODE SAMPLING BIOTIK (HEWAN BERGERAK) Metode capture-recapture Metode Lincoln-Peterson Metode Schnabel Metode Removal sampling (pengambilan contoh tanpa pengembalian) Metode Hayne(metode regresi) Metode Zippin 1. Metode capture-recapture Metode yang sudah populer digunakan untuk menduga ukuran populasi dari suatu spesies hewanyang bergerak cepat, seperti ikan, burung atau mamalia kecil. Beberapa metode capture-recapture adalah metode Linconln-Peterson dan metode Schnabel. Dasar: menangkap sejumlah individu dari suatu populasi hewan yang akan dipelajari. Sampel yang diambil relatif kecil. individu ditangkap (penangkapan ke-I) diberi tanda dilepaskan (dalam waktu yang pendek)penangkapan kembali (penangkapan ke-II) identifikasi individu bertandapengukuran besarnya populasi (N) dengan rumus sbb: A. Metode Lincoln-Peterson Contoh soal 1. Katakanlah dari suatu kolam yang berisi ikan mujair yang tidak diketahui besar populasi totalnya, tertangkap 100 ekor ikan mujair. Ikan yang tertangkap ini diberi tanda tagging, dan dilepaskan kembali ke dalam kolam. Setelah itu dilakukan penangkapan kedua, pada penangkapan ini tertangkap 150 ekor yang terdiri dari 50 ekor bertanda dan 100 ekor tidak bertanda. Berapa besar populasi ikan mujair dalam kolam tersebut? Keterangan: N: besarnya populasi total M : jumlah individu yang tertangkap pada penangkapan pertama dan diberi tanda n: jumlah individu yang tertangkap pada penangkapan kedua, terdiri dari individu yang tidak bertanda dan individu bertanda pada penangkapan pertama. R: individu yang bertanda dari penangkapan pertama yang tertangkap kembali pada penangkapan kedua. N/M = n/R atau N = (M)(n)/RGunakan Rumus ini : Jawab: N = (M)(n) R = (100)(150) 50 = 300 ekor jadi besar populasi ikan mujair dalam kolam tersebut adalah 300 ekor. Dalam menerapkan metode tersebut, ada beberapa asumsi yang harus digunakan agar hasil dugaannya valid, yaitu: 1) Semua individu dalam populasi harus mempunyai kesempatan yang sama untuk tertangkap, jadi distribusinya harus acak. 2) Tidak ada perubahan ratio antara individu yang bertanda dan individu yang tidak bertanda. 3) Individu yang bertanda mempunyai ditribusi yang menyebar merata dalam populasi, sehingga antara individu yang bertanda dan yang tidak bertanda mempunyai kesempatan yang sama untuk tertangkap pada penangkapan kedua. Yang perlu diketahui dalam menerapkan metode Lincoln-Peterson Aspek reproduksinya. Apakah kegiatan penangkapan tidak mengganggu tingkah laku dan aktivitas reproduksinya? Pola mortalitasnya Apakah ada pengaruh penandaan terhadap tingkah laku dan fungsi faali hewan? Apakah dengan p