@contoh ad art

Author: nurul-annisa

Post on 07-Jul-2015

828 views

Category:

Documents


7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI MAHASISWA STEMBI (KOPMA STEMBI)BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 (1) Badan usaha ini bernama: Koperasi Mahasiswa STIE-STEMBIdengan nama singkatan: KOPMA STEMBI. (2) Koperasi berkedudukan Kelurahan Kecamatan Kotamadya Propinsi : Burangrang : Lengkong : Bandung : Jawa Barat BAB II LANDASAN, AZAS DAN PRINSIP pasal 2 (1) Koperasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. (2) Koperasi berazaskan kekeluargaan. (3) Koperasi melaksanakan prinsip sebagai berikut: a. Keangggotaan bersifat sukarela dan terbuka. b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis. c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal e. Kemandirian. f. Pendidikan Perkoperasian. g. Kerjasama antar koperasi.

BAB III FUNGSI DAN PERAN Pasal 3 (1) Koperasi berfungsi untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota khususnya dan mahasiswa pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. (2) Koperasi berperan: a. Secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan anggota dan mahasiswa. b. Memperkokoh perekonomian anggota sebagai dasar kekuatan ketahanan perekonomian nasional dan koperasi sebagai sokogurunya. c. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. BAB IV MAKSUD DAN TUJUAN SERTA USAHA Pasal 4 (1) Maksud dan tujuan koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan mahasiswa pada umumnya serta ikut membanguan tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (2) Untuk mencapai tujuan, maka koperasi menyelenggarakan usaha sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. Perdagangan Umum Industri Kerajinan produksi Fhoto Copy, Percetakan, Studio Photo Rental Komputer & Warnet. Wartel Jasa Konsultan Bisnis Kerjasama dengan pihak ketiga Pemerintah, BUMN,BUMD,

Swasta dan Koperasi lainnya.

BAB IV KEANGGOTAAN pasal 5 (1) Anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa. (2) Keanggotaan koperasi tidak dapat dipindahtangankan. (3) Yang dapat diterima menjadi anggota koperasi ini adalah warga negara Indonesia yang memenuhi beberapa syarat: a. b. c. Seluruh mahasiswa STIE-STEMBI Telah menyatakan kesanggupan tertulis untuk melunasi simpanan pokok Telah menyetujui isi anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan

dan simpanan wajib sebagimana diatur dalam anggaran dasar ini. peraturan-peraturan perkoperasian yang berlaku. (4) Setiap anggota mempunyai kewajiban: a. b. c. koperasi. d. e. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan azas Menanggung kerugian sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam kekeluargaan. anggaran dasar (5) Setiap anggota mempunyai hak: a. anggota. b. c. d. e. Memilih dan/atau dipilih menjadi anggota pengurus atau pengawas. Meminta diadakannya rapat anggota menurut ketentuan yang diatur Mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus diluar rapat Mendapatkan pelayanan yang sama antar sesama anggota. Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam rapat Mematuhi anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusanMembayar simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan lainnya Berpartisipasi dalam kegaitan usaha yang diselenggarakan oleh keputusan rapat anggota. yang diputuskan oleh rapat anggota.

dalam anggaran dasar ini. anggota baik diminta maupun tidak diminta.

f. g. h.

Meminta keterangan mengenai perkembangan kopeasi. Mendapatkan bagian sisa hasil usaha sesuai dengan jasa masigMendapatkan bagian sisa hasil penyelesaian pembubaran, apabila

masing anggota terhadap koperasi. koperasi dibubarkan baik atas kehendak anggota maupun kehendak pejabat yang didasari atas hukum yang beraku. (6) Keanggotaan koperasi mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam daftar anggota. (7) Seseorang yang akan masuk menjadi anggota koperasi harus: a. b. Mengajukan surat permohonan secara tertulis kepada penggurus. Dalam waktu yang telah ditentukan pengurus harus memberi jawaban

apakah permohonan itu diterima atau ditolak; bilamana pengurus menolak permohonan dimaksud pada huruf (a) maka yang berkepentingan dapat meminta pertimbangan pada rapat anggota berikutnya yang terdekat. (8) Keanggotaan berakhir, bilamana anggota: a. b. c. d. Meninggal dunia. Meminta berhenti atas permintaan sendiri. Diberhentikan oleh pengurus karena tidak memenuhi lagi syarat Diberhentikan oleh pengurus karena tidak mengindahkan

keanggotaan. kewajibannya sebagai anggota, atau berbuat sesuatu yang merugikan koperasi. (9) Berakhirnya kenggotaan mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam daftar anggota. (10) Permintaan berhenti sebagai anggota harus diajukan secara tertulis kepada pengurus. (11) Seseorang yang diberhentikan oleh pengurus dapat meminta pertimbangan rapat anggota berikutnya yang terdekat. Pasal 6 (1) (2) Disamping anggota dimaksud dalam pasal 5, koperasi dapat Keanggotaan luar biasa tidak dapat dipindahtangankan. menerima anggota luar biasa.

(3) a. b. c. (4) a. b. c. d.

Yang dapat diterima menjadi anggota luar biasa adalah: Seluruh alumni STIE-STEMBI Bandung. Telah menyatakan kesanggupan tertulis untuk melunasi Telah menyetujui isi anggran dasar, anggaran rumah tangga Setiap anggota luar biasa mempunyai kewajiban: Mematuhi anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan Membayar simpanan dan pokok, simpanan wajib dan keputusan rapat anggota. simpanan lainnya yang diputuskan oleh koperasi. Mengembangkan memelihara kebersamaan berdasarkan azas kekeluargaan. Menanggung kerugian sesuai dengan ketentuan dalam Setiap anggota luar biasa mempunyai hak: a. b. c. d. e. f. g. h. pengurus/pengawas. Menghadiri, menyatakan pendapat dalam rapat anggota. Mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus Mendapatkan pelayanan yang sama antar sesama anggota. Meminta keterangan mengenai perkembangan koperasi. Mendapatkan bagian SHU sesuai dengan jasa usaha Mendapatkan bagian sisa hasil penyelesaian pembubaran. Anggaran luar biasa tidak mempunyai hak suara. Tidak mempunyai hak dipilih menjadi anggaran dasar ini.

simpanan pokok dan simpanan wajib. dan peraturan-peraturan perkoperasian yang berlaku.

(5)

diluar rapat anggota baik diminta maupun tidak diminta.

masing-masing anggota luar biasa terhadap koperasi.

(6) (7) a. pengurus.

Kenggotaan luar biasa mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan Seseorang yang akan masuk menjadi anggota luar biasa harus: Mengajukan surat permohonan secara tertulis kepada

dengan catatan dalam daftar anggota luar biasa.

b.

Bilamana pengurus menolak permintaan dimaksus pada

huruf (a), maka yang berkepentingan dapat meminta pertimbanagn rapat anggota beriktutnya yang terdekat. (8) Kenggotaan luar biasa berakhir, bilamana anggota: a. b. c. d. koperasi. (9) Berakhirnya kenggotaan luar biasa mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam daftar anggota luar biasa. (10) Permintaan berhenti sebagai anggota luar biasa harus diajukan seara tertulis kepada pengurus. (11) Seseorang yang diberhentikan oleh pengurus dapat meminta pertimbangan rapat anggota berikutnya. BAB VI RAPAT ANGGOTA Pasal 7 (1) dalam koperasi. (2) (3) Rapat anggota dilaksanakan paling sedikit sekali dalam Rapat anggota tahunan diselenggarakan untuk membahas satu tahun yang disebut sebagai rapat anggota tahunan. dan mengesahkan pertanggungjawaban pengurus, dan pelaksanaan paling lambat 6 bulan setelah tahun buku lampau. (4) anggota. Tiap anggota mempunyai satu suara didalam rapat Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi Meninggal dunia. Minta berhenti atas permintaan sendiri. Diberhentikan oleh pengurus karena tidak memenuhi lagi Diberhentikan oleh pengurus karena tidak mengindahkan

syarat keanggotaan luar biasa. kewajibannya sebagai anggota luar biasa, atau berbuat sesuatu yang merugikan

Pasal 8 (1) separuh jumah anggota. (2) Jika rapat anggota tidak dapat berlangsung karena tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) maka rapat ditunda untuk paling lambat 7 hari, dan bila pada rapat ke-dua tetap tidak tercapai syarat tersebut maka berlaku pada syarat-syarat seperti rapat dalam keadaan luar biasa. Pasal 9 (1) Selain rapat anggota tahunan sebagimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (2) koperasi dapat menyelenggarakan rapat anggota luar biasa apabila kedaannya mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenagnya ada pada rapat anggota. (2) kehendak: a. b. anggota. (3) (4) ayat (3) pasal ini adalah: a. b. c. diadakan d. berhubung ketentuan pelaksanaannya. Apabila pada saat diadakan rapat anggota yang tidak boleh tidak harus diadakan demi kelancaran usaha koperasi dan/karena Apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenagnya ada pada rapat anggota. Apabila biaya untuk mengadakan rapat itu Apabila perubahan anggaran dasar harus undang-undang atau peraturan-peraturan/ketentuantidak mungkin dipkul atau sangat memberatkan koperasi. Dalam keadaan istimewa/luar biasa rapat syah bila Yang dimaksud keadaan yang istimewa/luar biasa dalam dihadiri 40% dari pada jumlah angggota koperasi. Pengurus . Atas permintaan tertulis dari minimal 1/3 jumlah Rapat anggota luar biasa dapat diselenggarakan atas Pada dasarnya rapat anggota syah bila dihadiri lebih dari

untuk memenuhi ketentuan anggaran dasar sebagian besar anggota tidak dapat meninggalkan pekerjaan. Dengan ketentuan, bahwa segala keputusan rapat anggota yang diadakan menurut ketentuan atyat (3) hanya syah bila keputusan itu menguntungkan anggota dan atau untuk menyelamatkan koperasi. Pasal 10 (1) Untuk merubah anggaran dasar harus diadakan rapat anggota khusus yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya dari pada jumlah anggota koperasi dan keputusannya harus disetujuai oleh sekurang-kurangnya dari jumlah suara yang hadir. (2) Jika perubahan anggaran dasar harus diadakan berhubung dengan ketentuan-ketentuan pelaksanaannya, rapat anggota syah menurut ketentuan pasal 9 ayat (3) bila dihadiri oleh 40% daripada jumlah anggota koperasi. (3) Untuk membubarakan koperasi harus diadakan rapat anggota luar biasa yang dihadiri sekurang-kurangnya daripada jumlah anggota koperasi sedangkan keputusannya harus disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir. Pasal 11 (1) (2) Rapat anggota berhak memeinta keterangan dan pertanggung Rapat anggota mempunyai wewenang menetapkan antara lain: jawaban pengurus serta pengawas tentang pengelolaan koperasi. a. Menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. b. Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus. Pengawas dan pembina. c. Penggabungan, peleburan dan pembubaran koperasi. d. Rencana/program kerja koperasi, kerjasama usaha dengan badan usaha lain. e. Pembagian sisa hasil usaha. (3) Dalam penyelanggaraan rapat anggoata supaya dipertimbangkan terjadinya efisiensi dan efektivitas. Untuk mencapai hal itu maka rapat anggota bisa dilaksanakan dengan dua cara yaitu: a. Rapat anggota dengan sistem langsung dimana dihadiri semua anggota yang mempunyai hak suara.

b.

Rapat anggota sistem perwakilan kelompok anggota. Pasal 12

Hari, tanggal, waktu dan tempat serta acara rapat anggota harus diberitahukan terlebih dahulu kepada anggota sekurang-kurangnya tujuh hari sebelum waktunya. Pasal 13 (1) (2) (3) hak satu suara. (4) (5) orang lain. Pasal 14 (1) (2) Rapat anggota luar biasa mempunyai wewenang yang sama dengan Ketentuan-ketentuan mengenai persyaratan, tata cara, tempat dan wewenang rapat anggota dimaksud pasal 7 ayat (1) dan (3), pasal 11 ayat (2). syahnya quorum dan lain-lain, untuk rapat anggota berlaku pula ketentuan tersebut untuk rapat anggota luar biasa. BAB VII PENGURUS Pasal 15 (1) a. pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. b. pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota. Segala keputusan rapat anggota dicatat dalam sebuah daftar berita Anggota yang tidak hadir tidak dapat mewakilkan suaranya kepda acara dan ditandatangani oleh ketua dan sekretaris rapat. Keputusan rapat anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah maka Dalam hal dilakukan pemungutan suara setiap anggota mempunyai mencapai mufakat. pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak.

(2) Yang dapat dipilih menjadi pengurus ialah anggota yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a Setia dan taat kepada pancasila dan UUD 1945 serta tidak menjadi anggota organisasi/partai terlarang. b c Memenuhi sifat dan prilaku yang baik didalam dan diluar koperasi. Mempunyai wawasan yang luas, pengetahuan serta keterampilan kerja yang baik. d e f g h Pernah mengikuti pendidikan perkoperasian. Diutamakan anggota yang aktif. Mempunyai sifat kepemimpinan yang baik. Sudah menjadi anggota koperasi minimal satu tahun. Tidak perah dihukum karena melakukan perbuatan tercela.

(3) Pengurus dipilih untuk masa jabatan tiga sampai lima tahun. (4) Anggota penggurus yang masa jabatannya telah lampau tidak dapat dipilih kembali. (5) Bilamana seseorang anggota pengurus berhenti atau meninggal

dunia, sebelum masa jabatannya habis, maka rapat naggota pengurus lainnya dapat mengangkat penggantinya. Akan tetapi pengangkatan itu harus disyahkan oleh rapat anggota berikutnya. Pasal 16 (1) Pengurus terdiri atas sekurang-kurangnya 3 orang dan sebanyak-banyaknya 6 orang. (2) Terhadap pihak ketiga maka yang berlaku sebagai anggota pengurus hanyalah mereka yang tercatat selaku itu dalam daftar pengurus. Pasal 17 (1) Pengurus bertugas untuk:

a. b. koperasi c. d.

Mengelola koperasi dan usahanya. Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama

Mewakili koperasi dihadapan dan diliuar pengadilan Menyelenggarakan dan memelihara buku daftar anggota,

daftar pengurus dan memelihara buku daftar anggota. e. Menyelengarakan pembukuan keuangan dan inventaris

secara tertib dan teratus. f. g. Menyelengarakan rapat anggota. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban

pelaksanaan tugasnya. h. Mengajukan rancangan rencana kerja dan rancangan

rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi. (2) Tugas pokok masing-masing anggota pengurus ditetapkan dalam peraturan khusus yang disyahkan oleh rapat anggota pengurus. (3) Untuk memudahkan bertindak terhadap pihak ketiga pengurus dapat menguasakan pada salah seorang pengurus. Pasal 18 Anggota pengurus tidak menerima gaji, akan tetapi dapat diberikan uang jasa menurut keputusan rapat anggota Pasal 19. (1) Pengurus harus segera mengadakan catatan pada waktunya dalam daftar anggota tentang masuk dan berhentinya anggota.

(2) Pengurus harus segera mengadakan catatan pada waktunya tentang dimulai dan berhentinya jabatan pengurus. (3) Pengurus harus berusaha agar anggota mengetahui akibat pencatatan dalam daftar anggota. (4) Setiap anggota pengurus harus memberikan bantuan keada pengawas dan pemeriksa yang diberi tugas. Untuk itu guna melaksanakan tugasnya, dan ia diwajibkan untuk memberikan keterangan yang diperlukan serta memperlihatkan segala buku, warkat, persediaan barang, alat-alat perlengkapan dan uang yang ada pada koperasi. (5) Pengurus harus berusaha agar pengawasan dan/atau pemeriksaan yang dilakukan oleh pengawas, akuntan publik serta pemerintah sebagaimana diatur dalam anggaran dasar ini tidak dihambat baik oleh aanggota pengurus maupun pengelola koperasi. Pasal 20 (1) Pengurus diwajibkan agar setiap kejadian penting dicatat sebagaimana mestinya. (2) Pengurus wajib memmberitahukan pada anggota tiap kejadian penting yang mempengaruhi ljalannya koperasi.

Pasal 21 (1) Pangurus wajib memberikan laporan kepada pemerintah tentang keadaan serta perkembangan organisasi dan usaha koperasi sekurang-kurangnya 6 bulan sekali. (2) Pengurus diwajibkan berusaha agar segala laporan pemeriksaan koperasi dapat diketahui oleh setiap anggota, pengawas dan pemerintah. (3) Pengurus diwajibkan berusaha agar ketentuan dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga , peraturan khusus dan keputusan rapat anggota lainnya diketahui dan dipahami oleh anggota.

(4) Pengurus diwajibkan untuk memelihara kerukunan diantara para anggota dan mencegah hal yang menyebabkan timbulnya perselisihan paham. (5) Pengurus harus melaksanakan segala ketentuan dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga, peraturan khusus dan keutusan rapat anggota. (6) Pengurus harus melaksanakan segala ketentuan dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga, peraturan khusus dan keputusan rapat anggota. Pasal 22 (1) Penggurus menangung kerugian yang diderita koperasi sebagai akibat kelalaiannya dalam melaksanakan tugas kewajibannya. (2) Jika kelalaian itu mengenai sesuatu yang termasuk pekerjaan beberapa anggota, pengurus, maka karena itu mereka bersama nmenaggung kerugian tadi untuk seluruhnya, akan teapi anggota penggurus bebas dari tanggungannya jika ia dapat membuktikan bahwa kerugian tadi bukan karena kesalahannya serta ia telah berusaha dengan segera dan secukupnya untuk mencegah kelalaian tadi. (3) Pengurus tidak menanggung kewajiban yang diderita oleh koperasi karena bukan akibat kelalaiannya dan atau akibat bencana alam. Pasal 23 (1) Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya pengurus berwenang a.Untuk menggunakan fasilitas, sarana maupun dana yang tersedia sesuai dengan keputusan rapat anggota. b. Mewakili koperasi didalam dan diluar pengadilan. (2) Pengurus berhak: Menerima imbalan jasa sesuai dengan keputusan rapat angota. Menerima bagian sisa hasil uasaha sesuai dengan keputusan rapat anggota.

BAB VIII PENGAWAS Pasal 24 (1) Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. (2) Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. (3) Yang dapat dipilih menjadi pengawas adalah anggota yang memenuhi syarat sebagai berikut: a. prilaku yang baik, didalam maupun diluar koperasi. b. pengawasan dadministrasi keuangan. c. perkoperasian. d. e. koperasi minimal 1 tahun . f. karena melakukan perbuatan tercela. (4) Pengawas dipilih untuk masa jabatan 3 tahun. (5) Pengawas bertugas untuk: a. b. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya dan disampaikan pengolahan kopersai sekurang-kurangnya 3 bulan sekali. kepada pengurus dengan tembusan kepada pemerintah. Tdak pernah dihukum Setia Sudah dan taat kepada anggota Pancasila dan UUD 1945 serta tidak menjadi anggota organisasi/partai terlarang. menjadi Memahami pengetahuan tantang perkoperasian atau pernah mengikuti pendidikan serta penataran Mempunyai wawasan yang luas, pengetahuan serta keterampilan kerja yang baik terutama dibidang Mempunyai sifat dan

(6) Pengawas sebanyak-banyaknya 3 orang, terdiri dari Ketua

Sekretaris Anggota Pasal 25 Pengawas tidak menerima gaji, akan tetapi dapat diberikan uang jasa sesuai dengan keputusan rapat anggota. Pasal 26 (1) Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya pengawas berwenang untuk menggunakan fasilitas, sarana maupun dana yang tersedia sesuai dengan keputusan rapat anggota. (2) Dalam melaksanakan fngsi dan tugasnya pengawas berwenang untuk meneliti segala catatan, berkas, barang-barang, uang serta bukti-bukti lainnya yang ada pada koperasi. Pasal 27 Terhadap pihak ketiga, maka mereka yang melakukan pengawasan dan/atau pemeriksaan atas koperasi dan juga Dewan penasehat diharuskan merahasiakan segala sesuatu tentang keadaan koperasi yang didapatnya dalam melakukan tugasnya. Pasal 28 (1) Pengawas sebagai Auditor intern koperasi mempunyai kewajiban meklaksanakan pemeriksaan kekayaan koperasi pada khususnya dan pengawasan ketatalaksanaan koperasi pada umumnya. (2) Untuk kepentingan koperasi dan atas permintaan pengawas, pengurus dapat meminta jasa audit intern pada akuntan publik atau koperasi jasa audit setelah mendapat persetujuan rapat anggota. BAB IX PENGELOLA USAHA Pasal 29

(1) Untuk mengelola usaha yang diselenggarakan oleh koperasi pengurus dapat mengangkat pengelola usaha. (2) Tugas, wewenang. Tanggung jawab, gaji serta pendapatan lainnya atas pengelola usaha ditetapkan dalam satu kontrak kerja. (3) Hubungan antar pengelola usaha dengan pengurus merupakan hubungan kerja atas dasar perikatan. (4) Pengelola diangkat oleh pengurus sesuai kebutuhan dengan memperhatikan dasar/pertimbangan pengawas. (5) Prosedur pengangkatan pengelola usaha diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) dan atau peraturan khusus. BAB X DEWAN PENASEHAT Pasal 30 (1) Untuk kepentingan kopersai rapat anggota dapat mengangkat dewan penasehat. (2) Rapat anggota dapat mengangkat orang bukan anggota yang mempunyai keahlian sesuai dengan kepentingan koperasi untuk menjadi dewan penasehat. (3) Anggota Dewan Penasehat tidak menerima gaji, akan tetapi dapat diberikan uang jasa sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. (4) Anggota-anggota Dewan Penasehat tidak mempunyai hak suara dalam Rapat Anggota maupun Rapat Pengurus. (5) Dewan Penasehat dapat memberi saran atau pendapat kepada pengurus untuk kemajuan koperasi baik diminta maupun tidak diminta. (6) Terhadap pihak ketiga Dewan Penasihat diharuskan merahasiakan segala sesuatu tentang keadaan koperasi.

BAB XI PEMBUKUAN KOPERASI Pasal 31 (1) Tahun buku koperasi mulai dari tanggal 1 januari sampai dengan 31 Desember.

(2) Koperasi wajib menyelenggarakan pembukuan tentang badan usahanya. (3) Koperasi wajib pada setiap tutup buku mengadakan perhitungan laba/rugi. (4) Laporan keuangan koperasi harus ditandatangani oleh semua pengurus. (5) Koperasi dapat melakukan kebijaksanaan pembukuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (6) Apabila salah seorang pengurus tidak menadatangani laporan tahunan tersebut, anggota pengurus yang bersangkutan memberikan penjelasan alasannya secara tertulis. BAB XII KEADAAN KOPERASI TIDAK DIRAHASIAKAN Pasal 32 Pada waktu kantor buka maka pengurus harus memberi kesempatan kepada : (a) Setiap orang untuk menelaah Akta Pendirian dan akta perubahan tanpa biaya, dan untuk memdapatkan salinanya atau petikannya dengan membayar ongkos menyalin seperlunya. (b) Setiap anggota dan pejabat instansi yang berwenang untuk menelaah buku, catatancatatan dan perhitungan keuanganserta laporan pemeriksaan tanpa biaya, dan untuk mendapatkan salinanya atau petikannya dengan membayarongkos menyalin seperlunya. (c) Bagi pihak ketiga untuk menelaah /memeriksa catatan pembukuan, perhitungan keuangan serta laporan pemeriksaan untuk mendapat salinannya harus mendapat persetujuan dari pemerintah atau pembina koperasi.

BAB XIII MODAL BADAN USAHA KOPERASI Pasal 33 (1) Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.

(2) Modal Sendiri dapat bersal dari : a b c d e a b c d e Simpanan pokok Simpanan wajib Dana Cadangan Hibah SHU yang belum dibagi Anggota Koperasi lain Bank dan lembaga keuangan lainnya. Penerbitan Obligasi dan surat hutang lainnya. Sumber lainnya yang sah. Pasal 34 Selain modal sebagaimana dimaksud dalam pasal 33 koperasi dapat pula melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal penyertaan . BAB XIV SIMPANAN ANGGOTA Pasal 35 Setiap anggota harus menyimpan atas namanya pada koperasi : - Simpanan pokok sejumlah Rp.10.000/ selama menjadi anggota. - Simpanan Wajib Sejumlah Rp.1.500/bulan - Simpanan Sukarela Minimal Rp. 1000

(3) Modal Pinjaman dapat berasal dari :

(1) Uang Simpanan Pokok harus dibayar sekaligus . (2) Setiap anggota harus menyimpan atas namanya pada koperasi simpanan wajib merupakan suatu tagihan atas koperasi sebesar jumlahnya ditetapkan dalam rapat anggota.

(3) Pada waktu keanggotaan diakhiri simpanan pokok dan simpanan wajib merupakan suatu tagihan atas koperasi sebesar jumlah secara komulatif, jika perlu dikurangi dengan bagian tanggungan kerugian. (4) Setiap anggota digiatkan untuk menyimpan dalam bentuk uang atau jenis lainnya atas dasar keputusan rapat anggota. Pasal 36 (1) Uang simpanan pokok dan simpanan wajib tidak dapat diminta kembali selama anggota belum berhenti sebagai anggota. (2) Uang simpanan dalam menurut perjanjian. Pasal 37 Apabila keanggotaan berakhir menurut pasal 5 ayat (8) dan pasal 6 ayat (8) maka uang simpanan pokok dan simpanan wajib setelah dipotong dengan biaya tanggungan yang ditetapkan dikembalikan kepada yang berhak dengan segera dan selambat-lambatnya satu bulan kemudian. BAB XV SISA HASIL USAHA Pasal 38 (1) Sisa hasil usaha koperasi merupakan pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. (2) Sisa hasil usaha yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan terkait langsung dengan usaha anggota, dibagi sebagai berikut : a. 25% untuk dana cadangan b. 45% untuk anggota sebanding dengan jasanya dalam koperasi( transaksi usaha dan partisipasi modal) c. 15% untuk dana pengurus dan pengawas d. 10% untuk dana kesejahteraan karyawan betuk /jenis lainnya selain simpanan pokok dan simpananwajib dapat diminta kembali sesuai dengan keputusan Rapat Anggota atau

e. 5% untuk dana sosial (1) Uang cadangan adalah kekayaan koperasi yang disediakan untuk menutupi kerugian sehingga tidak boleh dibagikan diantara anggota . (2) Rapat anggota dapat memutuskan untuk penggunaan paling tinggi 75% dari jumlah cadangan untuk perluasan usaha . (3) Sekurang-kurangnya 25% dari uang cadangan harus disimpan dengan bersipat giro pada bank pemerintah. BAB XVI TANGGUNGAN ANGGOTA Pasal 39 (1) Bilamana koperasi dibubarkan dan pada penyelesaiannya ternyata bahwa kekayaan koperasi tidak mencukupi untuk melunasi segala perjanjian dan kewajibannya, maka sekalian anggota diwajibkan menanggung kerugian masing-masing terbatas pada simpanan pokok dan simpanan wajib yang seharusnya telah disetor oleh anggota yang bersangkutan pada koperasi serta modal penyertaan yang dimiliki. (2) Kerugian yang diderita oleh koperasi pada akhir suatu tahun buku ditutup dengan cadangan . (3) Bilamana kerugian tersebut dalam ayat (2) tidak dapat dipenuhi maka rapat anggota dapat memutuskan untuk membebankan bagian kerugian yang belum terpenuhi ditutup atau diperhitungkan dengan sisa hasil usaha tahuntahun yang akan datang. BAB XVII PEMBUBARAN DAN PENYELESAIAN Pasal 40 Pembubaran koperasi dapat dilakukan berdasarkan : a. b. Pasal 41 (1) Dengan memperhatikan pasal 9 ayat (3) JO,Pasal (8) Anggaran dasar ini, maka rapat anggota luar biasa dapat mengambil keputusan untuk membubarkan koperasi . Keputusan Rapat Anggota Keputusan Pemerintah

(2) Keputusan pembubaran koperasi dimaksud diberitahukan kepada kreditor dan pemerintah/pejabat. (3) Selama pemberitahuan keputusan pembubaran koperasi belum berlaku baginya. Pasal 42 Keputusan pembubaran koperasi oleh pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal(40) hurup (b) dilakukan apabila : a. b. c. Terdapat bukti-bukti bahwa koperasi yang bersangkutan tidak memenuhi Kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum atau kesusilaan . Kelangsungan hidupnya tidak dapat lagi diharapkan. Pasal 43 Untuk kepentingan kreditor dan para anggota koperasi, terdapat pembubaran koperasi dilakukan penyelesaian pembubaran yang selanjutnya disebut penyelesaian. Pasal 44 (1) Penyelesaian dilakukan oleh penyelesai pembubaran yang selanjutnya disebut tim penyelesai. (2) Untuk penyelesaian berdasarkan keputusan rapat anggota penyelesai ditunjuk oleh rapat anggota, dan bertanggungjawab kepada kuasa rapat anggota. (3) Untuk penyelesaian berdasarkan keputusan pemerintah, penyelesai ditunjuk pemerintah dan bertanggungjawab kepada pemerintah . (4) Selama dalam proses penyelesaian koperasi tersebut tetap ada dengan sebutan koperasi dalam penyelesaian. ketentuan undang-undang perkoperasian atau anggaran dasar ini.

Pasal 45 Penyelesaian mempunyai hak, wewenang dan kewajiban sebagai berikut : a. Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama koperasi dalam penyelesaian.

b. diperlukan . c. d. e. f. g. anggota. h.

Mengumpulkan

segala

keterangan

yang

Memanggil anggota dan bekas anggota tertentu, Memperoleh, memeriksa dan menggunakan

pengurus serta pengawas baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. catatan-catatan serta arsip koperasi. Menetapkan dan melaksanakan segala kewajiban Menggunakan sisa kekayaan koperasi untuk Membagikan sisa hasil penyelesaian kepada Membuat berita acara penyelesaian BAB XVIII JANGKA WAKTU Pasal 46 Koperasi didirikan sejak akta pendirian /perubahan disyahkan oleh pemerintah untuk jangka waktu tidak terbatas. BAB XIX PEMBINAAN Pasal 47 (1) Pemerintah menciptakan dan mengembangkan iklim serta kondisi yang mendorong pertumbuhan dan pemasyarakatan koperasi . (2) Pemerintah memberikan bimbingan, kemudahan dan perlindungan kepada koperasi. dan pembayaran yang didahulukan dari hutang lainnya. menyelesaikan sisa kewajiban koperasi.

BAB XX

SANKSI-SANKSI Pasal 48 (1) Setiap anggota yang melanggar pasal 5 ayat (4) huruf b dan c dikenai sanksi sebagai berikut : a. Tidak membayar simpanan wajib dan simpanan lainnya secara bertahap dari peringatan pertama kedua dan ketiga, skorsing dan pemberhentian dengan hormat. b. Tidak berpartisipasi dalam kegiatan usaha selama satu tahun buku dikenakan sansi secara bertahap mulai dari peringatan, scorsing dan pemberhentian dengan hormat. c. Tidak melaksanakan kewajiban dalam transaksi usaha , dikenakan sanksi secara bertahap mulai dari peringatan scorrsing dan pemberhentian tidak dengan hormat. (2) Rapat anggota dapat memutuskan untuk memberhentikan pengurus yang tidak melaksanakan pasal 17 ayat (1) pasal (19) pasal (20) ,(21) Anggaran dasar ini (3) Rapat anggota dapat memutuskan untuk memberhentikan pengawas yang tidak melaksanakan pasal 24 ayat(5) anggaran dasar ini. (4) Sanksi-sanksi yang terdapat dalam ayat 1, 2 dan 3 tidak menutup kemungkinan adanya penuntutan oleh koperasi sesuai dengan hukum yang berlaku. (5) Bilamana pengelola usaha / manajer dalam menjalankan kewajibannya sebagai manajer melanggar aturan yang berlaku maka manajer akan dikenakan sanksi, yang diatur lebih lanjut dalam anggaran rumah tangga.

BAB XXI ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PERATURAN KHUSUS Pasal 49 Rapat Anggota menetapkan Anggaran Rumah Tangga dan atau peraturan khusus, yang memuat peratuaran pelaksanaannya daripada ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar ini, dan tidah boleh bertentangan dengan anggaran dasar ini.

PERMOHONAN BADAN HUKUM Koperasi Mahasiswa STEMBI Nomor Lampiran Kepada yth, Ka. Kandep Koperasi dan PK & M Kota Bandung Di Tempat Dengan hormat, Bersama ini kami mengajukan permohonan agar koperasi kami dicatat dan diteruskan kepada pejabat yang berwenang untuk mendapat pengakuan sebagai badan hukum. Sesuai dengan ketentuan UU No.25 tahun 1992 bersama ini kami lampirkan: 1. Dua Rangkap Akta Pendirian, Satu Diantaranya Bermaterai. 2. Dua Petikan Berita Acara. 3. Dua Lembar Neraca Permulaan/Neraca Percobaan. 4. Dua Lembar Daftar Hadir. 5. Dua Lembar Daftar Susunan Pengurus. Sesuai dengan ketentuan dari Undang-Undang No.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian maka kami mengharap agar dalam waktu selambat-lambatnya tiga bulan terhitung dari tanggal penerimaan surat ini oleh saudara, koperasi kami diakui sebagai badan hukum. Demikianlah kiranya mendapat perhatian saudara. Pengurus Koperasi: Ketua Sekretaris : 01/kopma/I/02 : lima berkas Bandung, 18 Juni 2002

( Ade Sapujagat )

( Didi Mulyadi )

PETIKAN BERITA ACARA (Pengesahan Anggaran Dasar) Rapat Pembentukan KOPERASI MAHASISWA STEMBI (KOPMA STEMBI) Jl. Buah Batu No. 26 Waktu: Enam jam Hari / Tanggal : Rabu /15 Mei 2002 Dari jam 09.00 sampai dengan jam 15.00 Wib. Hadir dalam rapat 26 Orang, yang semuanya telah menyatakan menjadi anggota koperasi. Rapat memutuskan : 1. Mengesahkan anggaran dasar. 2. Menunjuk orang-orang tersebut dibawah ini untuk menandatangani akta pendirian a. b. c. 3. Memberi kuasa pada orang-orang tersebut diatas untuk memaraf kesalahan dalam akta pendirian. 4. Menetapkan nama dan alamat kopersai tersebut sbb: Koperasi : Koperasi Mahasiswa STEMBI (KOPMA STEMBI) Jalan : Jalan Buah Batu no 26 Bandung Kelurahan : Burangrang Kecamatan: Lengkong Bandung, 18 Juni 2002 Pengurus Koperasi Ketua sekretaris

( Ade Sapujagat )

( Didi Mulyadi)

DAFTAR HADIR RAPAT PEMBENTUKAN Tanggal : No Nama Alamat Tanda Tangan

NERACA AWAL No Uraian Jumlah No Uraian jumlah

1 2 3

Kas Bank Inventaris Jumlah

1 2 3

Simp.Pokok Simp.Wajib Pinjaman Jumlah

Bandung, Ketua Bendahara

(

)

(

)

SUSUNAN PENGURUS DAN PENGAWAS PENGURUS : 1. Ketua : Ade Sapujagat 2. Sekretaris : Didi Mulyadi

3. Bendahara : Nia Kurniati PENGAWAS : 1. Ketua : Kuswandi 2. Sekretaris : Nur Ali 3. Bendahara : Oktarini Sri Susanti -----------------------

Daftar Anggota Koperasi1. Nama Alamat 2. Nama : Abdul Rohman : Jl. H. Samsudin 23 Bandung : Deni Bustomi

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Alamat 3. Nama Alamat 4. Nama Alamat 5. Nama Alamat 6. Nama Alamat 7. Nama Alamat 8. Nama Alamat 9. Nama Alamat 10. Nama Alamat

: Jl. Kotabaru VII no 1 Bandung : Supriyanto : Jl. Akiel no 26 Bandung : Ade Sapujagat : Jl. Kancra dalam I Bandung : Hendi Afrizal : Jl. Kancra dalam I Bandung : Sofi Muarif : Jl. Kancra dalam I Bandung : Didi Mulyadi : Jl. Sukarsah no 3 Bandung : Kuswandi : Perum Permata Hijau III blok G no 38 Bandung : Asep Budiman : Jl. R. Dewi Sartika Bandung : Iman Budiman : Kali Jati 7 Antapani Bandung

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99 11. Nama Alamat 12. Nama Alamat : Ujang Sukarta : Jl. Wastu Kencana Bandung : Nur Ali : Jl. Bale Endah Bandung

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99 13. Nama Alamat 14. Nama Alamat 15. Nama Alamat 16. Nama Alamat 17. Nama Alamat 18. Nama Alamat 19. Nama Alamat 20. Nama Alamat : Heri Herdiansya : Jl. Ujung Berung Bandung : Imam Budi Santoso : : Yulia : Jl. Majalaya no 23 Bandung : Marea Nostalgia : Jl. Kota Baru Bandung : Yuli Maryani : Jl. PSM Kiara Condong Bandung : Siti Maryani : Jl. Banjaran Bandung : Mevi Puji R : Jl. Dayeuh Kolot Bandung : Ratna Cahyani :

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswa angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 00

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 00

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 00

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 00

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

21. Nama Alamat 22. Nama Alamat

: Iis Rosmawar : Jl. Leuwi Dulang, Majalaya Bandung : R. Ane M :

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99 23. Nama Alamat 24. Nama Alamat 25. Nama Alamat 26. Nama Alamat 27. Nama Alamat 28. Nama Alamat 29. Nama Alamat 30. Nama Alamat : Nia Kurniati : Majalaya Bandung : Novalinda Veronika : : Anita Tresnawati : : Renny Anggraeni : Jl. Seke Mirung Bandung : Nendah : Jl. Riung Bandung, Bandung : Sri Kumalasari : Jl. Suryani dalam Bandung : Listia Hendayani : : Dewi Heryani : Kopo Sayati Bandung

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

31. Nama Alamat 32. Nama Alamat

: Nia Ciptasari : Jl. Cidahu, Cimahi Bandung : Oktarini Sri Susanti :

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 00 33. Nama Alamat : Sariningsih : Jl. Karapitan blk UNLA

Pekerjaan : Mahasiswi angkatan 99

KANTOR DEPARTEMEN KOPERASI, PENGUSAHA KECIL DAN TERDAFTAR TANGGAL MENENGAH KOTAMADYA BANDUNG : :

DENGAN NOMOR : TANDA TANGAN :

AKTA PENDIRIAN

DI KOTAMADYA BANDUNG

Yang bertanda tangan dibawah ini kami atas kuasa rapat pembentukan koperasi yang diselenggarakan pada tanggal tahun ditunjuk oleh pendiri selaku kuasa pendiri, dan untuk pertama kalinya menjadi pengurus: Nama : Alamat : Pekerjaan : Jabatan dalam koperasi : Ketua. Nama Alamat Pekerjaan Jabatan dalam koperasi Nama Alamat Pekerjaan Jabatan dalam koperasi : : : : Sekretaris. : : : : Bendahara.

Menyatakan mendirikan koperasi dan menandatangani anggaran dasar koperasi yang isinya sebagai berikut: (lampiran anggaran dasar)