ad art organisasi

Click here to load reader

Post on 03-Jul-2015

680 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Ad Art Organisasi - Document Transcript1. 1. AD/ART Organisasi AD/ART berfungsi untuk menggambarkan mekanisme kerja suatu organisasi AD berfungsi juga sebagai DASAR pengambilan sumber peraturan/hukum dalam konteks tertentu dalam organisasi ART berfungsi menerangkan hal-hal yang belum spesifik pada AD atau yang tidak diterangkan dalam AD, Karena AD hanya mengemukakan pokok-pokok mekanisme organisasi saja. ART adalah perincian pelaksanaan AD Ketentuan pada ART relatif lebih mudah dirubah daripada ketentuan pada AD. Hal-hal yang tercantum dalam setiap AD/ ART suatu organisasi tergantung dari perhatian organisasi tersebut kepada suatu hal. Ada suatu hal yang dalam suatu organisasi dimasukkan dalam AD atau ART-nya karena dianggap penting, tetapi diorganisasi lain bisa jadi hal tersebut tidak dimasukkan dalam AD atau ART organisasi tersebut karena dianggap tidak penting. Sebagai contoh garis besar gambaran AD/ART dapat seperti berikut : ANGGARAN DASAR : MUKADIMAH o Menerangkan dasar-dasar pelaksanaan/keberadaan/fungsi organisasi tersebut BAB I : NAMA dan TEMPAT Pasal 1 : (1) Organisasi ini bernama (nama organisasi) (2) (nama organisasi) berkedudukan di .(tempat) Pasal 2 : (nama organisasi) didirikan pada . untuk waktu yang tidak ditentukan. BAB II : AZAS, SIFAT dan TUJUAN Pasal 3 : 2. (nama organisasi) berazaskan Pancasila Pasal 4 : (nama organisasi) merupakan organisasi . (politik, social, dll) yang bersifat (kekeluargaan dll.) Pasal 5 : . (nama organisasi) bertujuan : (menjelaskan visi organisasi) BAB III : USAHA-USAHA (menjelaskan misi organisasi) BAB IV : KEANGGOTAAN Pasal 7 : (1) Anggota (nama organisasi) adalah setiap orang yang memenuhi syarat dan sudah disahkan (2) Ketentuan mengenai keanggotaan (nama organisasi) diatur dalam ART BAB V : ORGANISASI Pasal 8 : (1) (nama organisasi) mempunyai wilayah kerja di Jika dirasa perlu bisa saja menerangkan hierarki kepengurusan Pasal 9 : (1) Kekuasaan tertinggi pada (2) Kepengurusan diatur dalam . Pasal 10 : Pengurus bertugas : BAB VI : MUSYAWARAH dan RAPAT Pasal 11 : (1) Musyawarah diadakan pada Pasal 12 : (1) Musyawarah . memiliki wewenang Pasal 13 : Dalam keadaan luar biasa dapat diadakan musyawarah Pasal 14 : Pengambilan keputusan dalam musyarah dan rapat-rapat yang tersebut pad pasalpasal dalam bab IV diatas dilakukan dengan BAB VII : LAMBANG Pasal 15 : (nama organisasi) mempunyai lambang dengan bentuk serta makna sebagaimana diatur dalam ART BAB VIII : KEUANGAN Pasal 16 : Keuangan . (nama organisasi) diperoleh dari : a. Uang pangkal dan uang iuran b. Sumbangan dalam bentuk 3. apapun yang sah dan tidak mengikat c. Penerimaan-penerimaan lain yang sah d. Usaha yang sah Pasal 17 : Besarnya uang pangkal dan uang iuran ditetapkan oleh . Pasal 18 : Dana yang diperoleh dipergunakan untuk membiayai BAB IX : ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 19 : (1) Hal-hal yang tidak diatur didalam Anggaran Dasar akan diatur didalam Anggaran Rumah Tangga yang merupakan pula perincian pelaksanaan Anggaran Dasar (2) ART dan peraturan-

peraturan pelaksanaan lainnya tidak boleh bertentangan dengan AD BAB X : PERUBAHAN ANGGARAN DASAR dan ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 20 : (1) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ditetapkan oleh . (2) Perubahan AD dan ART dianggap sah jika BAB XI : PEMBUBARAN Pasal 21 : Pembubaran (nama organisasi) ditetapkan dan diatur dalam . , atas permintaan . (atau dapat juga alasan-alasan lainnya) BAB XII : PENUTUP Pasal 22 : Hal-hal lain yang tidak diatur di dalam AD dan ART, diatur dalam . Ditetapkan di : Pada tanggal : (PENGESAHAN) ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB I : UMUM Pasal 1 : Anggaran Rumah Tangga (nama organisasi) merupakan pengaturan lebih lanjut 4. dari AD .. (nama organisasi) BAB II : ORGANISASI (nama organisasi) Menjelaskan spesifikasi misi dan pembagian tanggungjawab dari kerja organisasi BAB III : PENDIDIKAN Menjelaskan proses pendidikan / jenjang pendidikan dll. BAB IV : PERTEMUAN / KERJASAMA DENGAN (ORGANISASI LAINNYA YANG SESIFAT) BAB V : KEANGGOTAAN Keanggotaan (nama organisasi) terdiri dari : a. Anggota Muda b. Anggota Biasa c. Anggota kehormatan Pasal 10 : (1) Anggota Muda Dijelaskan persyaratannya (2) Anggota Biasa Dijelaskan persyaratannya (3) Anggota Kehormatan Berdasarkan pertimbangan jasa, dll. Pasal 11 : Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban : Pasal 12 : (1) Keanggotaan seseorang diberhentikan karena : (2) Pemberhentian sementara dilakukan oleh Pasal 13 : Pengurus dibentuk oleh . dengan cara .. untuk masa kerja .. Pasal 14 : Pengurus mempunyai hak dan kewajiban : BAB VI : MUSYAWARAH dan RAPAT Pasal 36 : (1) Musyawarah diselenggarakan kali dalam . (jangka waktu) (2) Musyawarah . dihadiri oleh : (3) Sidang dianggap sah jika . BAB VII : LAMBANG dan PENGGUNAANNYA Pasal 37 BAB VIII : KEUANGAN BAB VIX : KETENTUAN PENUTUP Hal-hal yang belum diatur dalam ART ini diatur dalam . Ditetapkan di : 5. Pada tanggal :

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah TanggaMUKADDIMAH 1. Dinamika dan perkembangan yang berlangsung demikian pesat sekarang ini, langsung maupun tidak langsung telah membentuk dan mempengaruhi pelbagai lini kehidupan umat manusia. Di bidang sosial dan politik, kita dikejutkan oleh perkembangan yang semakin memprihatinkan. Berbagai kerusuhan sosial dan kebijakan politik beberapa negara maju, telah melahirkan banyak tragedi sosial dan kemanusiaan. Di Timur Tengah, Afghanistan, Asia, dan belahan dunia lainnya, terus mengalami tekanan-tekanan tak kecil akibat pelbagai kebijakan yang tak memihak pada kemanusiaan dan keadilan. Akibatnya kekerasan dan aksi-aksi radikal serta terorisme kian marak terjadi di mana-mana.

2. Perkembangan ini berdampak pada pertumbuhan dan dinamika Islam sebagai agama yang dianut lebih dari 1,3 miliar manusia di dunia ini. Citra buruk sejak tragedi 11 September 2001, bom Bali pada Oktober 2002, dan beberapa kerusuhan sosial lainnya, langsung diarahkan pada pemeluk agama Islam sebagai pelaku. Dakwah Islam yang dilakukan banyak kalangan secara damai pun mengalami dampak serius dan imbas negatif dari pencitraan tersebut.

3. Cita-cita mulia mewujudkan umat yang moderat atau Ummatan Washata juga terhambat akibat kebijakan salah kaprah sebagian negara, serta tindak kekerasan dan radikal sekelompok kecil umat Islam. Padahal, sejatinya risalah Islam diperuntukkan bagi terwujudnya tatanan sosial yang damai, ramah, toleran, dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

4. Untuk itu, kaum ulama dan tokoh agama sebagai bagian terpenting masyarakat mempunyai tugas tak kecil dalam mengembangkan dan menumbuhkan Islam yang ramah menuju Ummatan Washata. Kaum ulama dan tokoh agama juga berkewajiban memberikan pandangan-pandangan positif dan moderat guna membendung tumbuh-berkembangnya radikalisme. Di tengah konstelasi dunia yang kian tak menentu ini, sudah pasti yang dibutuhkan adalah Islam yang ramah, bukan Islam yang marah.

5. Tugas-tugas seperti ini hanya dapat dicapai dengan maksimal bila terorganisir dengan baik. Untuk itulah diperlukan sebuah wadah/pusat kajian tentang Islam yang ramah dan damai yang diberi nama Center for Moderate Moslem (CMM).

Lahirnya CMM sekaligus menunjukkan kepedulian dan keseriusan kolektif ormas NU, Muhammadiyah dan beberapa tokoh agama dari ASEAN dalam mewujudkan masyarakar beragama yang moderat, berkeadilan dan berkeadaban.

6. Pendirian CMM sekaligus sebagai realisasi dari salah satu butir rekomendasi dari Jakarta International Conference (JIC) yang digelas pada 13-15 Oktober 2003, dan diikuti sekitar 120 orang para pimpinan pesantren se-Jawa dan perwakilan ulama dari 6 negara di Asean. Untuk membantu merealisasikan tugas-tugas tersebut, diperlukan acuan dan peraturan dalam bentuk Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sebagai berikut: BAB I NAMA , WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Nama Pusat kajian dan penelitian ini bernama CENTER FOR MODERATE MOSLEM, atau biasa disingkat CMM. Dengan Motto Kegiatan bersama NU-Muhammadiyah jihad melawan radikalisme dan yang mengancam kebersamaan, perdamaian, dan stabilitas nasional. Pasal 2 Waktu Center for Moderate Moslem (CMM) ini didirikan di Jakarta pada tanggal 15 Oktober 2003 bertepatan dengan 19 Syaban 1424 H dan didirikan untuk kurun waktu yang tidak ditentukan. Pasal 3 Tempat kedudukan Center for Moderate Moslem (CMM) ini berkedudukan di Jakarta dan dapat mempunyai cabang-cabang atau perwakilan-perwakilan di tempat lain yang di anggap perlu oleh Dewan Pengurus CMM atas persetujuan Badan Pendiri. BAB II AZAS, LANDASAN, DAN SIFAT

Pasal 4 Azas dan landasan Center for Moderate Moslem (CMM) berasaskan dan berlandaskan Kemanusiaan, Keadilan Sosial, dan Demokrasi. Pasal 5 Sifat Center for Moderate Moslem (CMM) merupakan organisasi sosial-keagamaan kebajikan yang bersifat independen. BAB III VISI, MISI, TUJUAN, DAN FUNGSI Pasal 6 Visi Visi Center for Moderate Moslem (CMM) adalah membebaskan pemahaman keagamaan masyarakat Muslim Indonesia yang sempit, ekslusif, menuju pemahaman keagamaan yang terbuka dan moderat. Pasal 7 Misi Misi Center for Moderate Moslem (CMM) adalah memperkuat solidaritas, kebersamaan, persatuan, dan kesatuan khususnya antara NU-Muhammadiyah, dan seluruh elemen bangsa Indonesia pada umumnya. Selain itu, juga memupuk saling pengertian dan kerja sama antar sesama lembaga yang memiliki kepedulian dan perhatian terhadap upaya pembangunan dan pengembangan keberagamaan yang terbuka dan moderat. Pasal 8 Tujuan Tujuan Center for Moderate Moslem (CMM) adalah: 1. Sebagai sarana komunikasi dan menumbuhkan ukhuwah di antara umat Islam, baik di Indonesia maupun di Negara-negara ASEAN.

2. Untuk menumbuhkan dan mensosialisasikan pandangan dan sikap-sikap serta misi Islam yang moderat, ramah, dan modern di kalangan masyarakat, dan membendung upaya-upaya radikalisasi agama dan sosial.

3. Mewujudkan dan menstimulus lahirnya kader-kader Islam yang berwawasan kedepan, progresif, inklusif, dan keberagamaan yang terbuka.

4. Menumbuh-