aspek keuangan (rasio-rasio keuangan)

of 60/60
Rasio-rasio keuangan 1 sdr=skb-stp

Post on 24-Jun-2015

804 views

Category:

Economy & Finance

11 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Aspek Keuangan (Rasio-rasio Keuangan)

TRANSCRIPT

  • 1. Rasio-rasio keuangansdr=skb-stp 1

2. Aspek keuanganModal, diperlukan untuk membiayai suatu bisnisModal digunakan untuk membiayaiBiaya pra investasi (pengurusan izin usaha, biaya studikelayakan, dll)Pembelian aktiva tetapBiaya operasiBesarnya modal bergantung pada bisnis yangdijalankanKapan modal bisa kembali adalah hal penting ,karena bergantung pada pendapatansdr=skb-stp 2 3. Penilaian aspek keuanganSumber-sumber dana yang akan dioerolehKebutuhan biaya investasiEstimasi pendapatn dan biaya investasi selama berapaperiode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya yangdikeluarkan selama umur investasiProyeksi neraca dan laporan rugi laba untuk beberapaperiode ke depanKriteria penilaian investasiRasio keuangan yang digunakan untuk menghitungkemampuan perusahaansdr=skb-stp 3 4. sdr=skb-stp 4 5. Modalsdr=skb-stp 5 6. sdr=skb-stp 6 7. Modal asingModal yang diperoleh dari luar perusahaanJumlah pinjaman yang diberikan relatif tidak terbatasAda beban biaya yang dikenakan pada peminjam(biaya bunga, administrasi, etc)Motivasi pengusaha meningkatSumberdana antara lainDunia perbankanPinjaman lembaga keuangan, (modal ventura, leasing,asuransi, leasing, dana pensiun, dll)Pinjaman dari perusahaan non banksdr=skb-stp 7 8. Jenis-jenis perusahaan pembiayaanblk13-perusahaan-pembiayaan.pptsdr=skb-stp 8 9. Dan ARUS KASsdr=skb-stp 9 10. Komponen biaya1. Biaya pra investasi2. Biaya aktiva tetap3. Biaya operasisdr=skb-stp 10 11. Arus kas (cash flow)Menggambarkan berapa uang yang masuk (cash-in)sebagai sumber pendapatan dan berapa uang yangkeluar (cash out) sebagai pembiayaan dalam sautuperiode tertentuArus kas adalah jumlah uang yang masukdan keluar dalam suatu perusahaan mulaidari iinvestasi dimulai sampai masa invetasiberakhirsdr=skb-stp 11 12. Jenis-jenis cash flowInitial cash flowOperasional cash flowTerminal cash flowsdr=skb-stp 12 13. Contoh soal: menghitungoperasional kas masukPT BBL bermaksud mendirikan pabrik denganNilai investasi Rp 300 jutaUmur ekonomis 3 tahunPendapatan per tahun Rp 400 jutaBiaya per tahun Rp 200 juta (belum termasukpenyusutan)Pajak 50% dari labaHitung kas bersih yang diterima pada akhir tahunPenyusutan =(investasi) / Umur Ekonomissdr=skb-stp 13 14. RumusAliran kas bersih = EAT + penyusutansdr=skb-stp 14 15. Contoh soal: menghitung operasional kasmasuk dengan modal sendiri dan modalpinjamanPT BBL bermaksud mendirikan pabrik denganNilai investasi Rp 300 jutaUmur ekonomis 3 tahunPendapatan per tahun Rp 400 jutaBiaya per tahun Rp 200 juta (belum termasuk penyusutan)Pajak 50% dari labaModal pinjaman 50% dari nilai investasiBunga bank 20% per tahunHitung kas bersih yang diterima pada akhir tahunPenyusutan =(investasi) / Umur EkonomisKas masuk bersih= EAIT + penyusutan + Bunga (1 pajak)sdr=skb-stp 15 16. rumusKas masuk bersih= EAIT + penyusutan + Bunga (1 pajak)sdr=skb-stp 16 17. Contoh soal: mengetahui terminalcashflowPT BBl akan memberikan nilai sisa investasi (residu) atasdasar aset yang dimilikinya pada akhir periode sebesar Rp.50 juta. Ternyata pada akhir periode aset itu malah lakudijual sebesar Rp. 60 juta, sehingga perusahaan memilikikelebihan sebesar Rp 10 juta> Jika diasumsikan kelebihanini dikenakan pajak 20% atas kelebihan nilai jual, makaterminal cash flow dapat dihitung:Pajak 20% X Rp 10 juta = Rp. 2 jutaHarga jual nilai perolehan (stl dipotong pajak)Rp. 60 juta Rp. 2 juta = Rp 58 jutaTerminal Cash flow = Rp. 58 jutasdr=skb-stp 17 18. sdr=skb-stp 18 19. Tiga Klasifikasi utama RasioKeuanganRasio SolvabilitasRasio ProfitabilitasRasio Aktivitas 20. Rasio SOLVABILITASKemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruhkewajiban jangka pendek dan panjang tepat padawaktunyaKemampuan perusahaan untuk memenuhi segalakewajiban finansialnya apabila perusahaan di liquidasi 21. LiquiditasKemampuan Perusahaan untuk membayarkewajibanJangka pendektepat pada waktunyaCurrent Ratio:Aktiva lancar X 100%Hutang lancarQuick RatioAktiva lancar persediaan X 100%Hutang lancar 22. Rasio SolvabilitasJangka PanjangAktiva Lancar + aktiva tetap X 100%Total hutangDebt to Equity Ratio:Modal sendiri X 100%Total hutang 23. RASIOPROFITABILITASRASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKURPENDAPATAN POTENSIALSUATU PERUSAHAAN1. HASIL ATAS PENJUALAN2. HASIL ATAS INVESTASI3. LABA PER SAHAM 24. HASIL ATAS PENJUALANRASIO PROFITABILITAS YANGMENINGDIKASIKAN PROSENTASEPENDAPATANNYAHASIL ATAS PENJUALAN=PENDAPATAN NETTOPENJUALAN 25. HASIL ATAS INVESTASIRASIO PROFITABILITAS YANG MENGUKURKINERJA PENDAPATAN YANG DIPEROLEHUNTUK SETIAP RUPIAH YANG DIINVESTASIKANPENDAPATAN NETTOTOTAL MODAL SENDIRI 26. LABA PER SAHAMMENGUKUR BESARNYA DEVIDENYANG DAPAT DIBAYARKAN PERUSAHAANKEPADA PEMEGANG SAHAMLABA BERSIHJUMLAH SAHAM YANG DIKELUARKAN 27. RASIO AKTIVITASRASIO KEUANGAN UNTUK MENGEVALUASIPENGGUNAAN ASSET SUATU PERUSAHAANOLEH MANAJEMENNYA 28. RASIO AKTIVITASMENGUKUR EFISIENSI DALAM PENGGUNAANSUMBER DAYA SUATU PERUSAHAANBERKAITAN DENGAN PROFITABILITASMEMPERLIHATKAN PERUSAHAAN YANGMEMPEROLEH LEBIH BANYAK KEUNTUNGANDIBANDING PERUSAHAAN LAIN PADASUMBER DAYA YANG SAMA 29. RASIO PERPUTARANPERSEDIAANMENGUKUR RATA-RATAJUMLAH PERSEDIAAN DIJUALDAN DI STOCK LANG SELAMA SETAHUNHARGA POKOK PENJUALANRATA-RATA PERSEDIAAN = HARGA POKOK PENJUALAN(PERSEDIAAN AWAL TAHUN- AKHIR TAHUN)/2 30. sdr=skb-stp 30 31. Kriteria penilaian investasiPayback Period (PP)Average Rate of Return (ARR)Net Present value (NPV)Internal rate of Return (IRR)Profitability Index (PI)Rasio keuangan likuiditas, solvabilitas, aktivitas danprofitabilitas penggunaan rasio sebaiknyadigunakan atas pemberian pinjaman kepad usahayang sudah pernah berjalan atau sedang berjalan(bukan proyek yang baru)sdr=skb-stp 31 32. Payback periodTeknik penilaian terhadap jangka waktupengembalian pinjaman suatu proyekAda 2 macam1. Jika kas bersih sama setiap tahunInvestasiPP = x 1 tahunkas bersih/tahunsdr=skb-stp 32 33. Jika kas bersih tidak sama setiap tahun Mencari investasi kas bersih tahun 1 sampai tahuntertentu ketika investasinya tidak bisa dikurangi lagidengan kas bersih di tahun tersebutsdr=skb-stp 33 34. Kriteria penilaiannyaLayak jikaPP saat ini lebih kecil dari umur investasiDengan membandingkan PP dari rata-rata industri unitusaha sejenisSesuai target perusahaanKelemahan PPMengabaikan nilai waktu uangTidak mempertimbangkan arus kas yang terjadi setelahmasa pengembaliansdr=skb-stp 34 35. Jumlah PV kas bersihPI = X 100%Jumlah PV investasiJjika PI lebih besar dari 1 maka diterimaJika PI lebih kecil dari 1 ditolaksdr=skb-stp 35 36. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang PERHITUNGAN BUNGA Bunga merupakan biaya modal Besar kecilnya jumlah bunga yang merupakan bebanterhadap peminjam (debitor) sangat tergantung padawaktu, jumlah pinjaman, dan tingkat bunga yangberlaku Terdapat 3 bentuk sistem perhitungan bunga:1. Simple interest (bunga biasa)2. Compound interest (bunga majemuk)3. Annuity (anuitas).Studi Kelayakan Bisnis 36 37. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang SIMPLE INTEREST (BUNGA BIASA) Besar kecilnya jumlah bunga yang diterima kreditortergantung pada besar kecilnya principal (modal),interest rate (tingkat bunga), dan jangka waktu: B = f (P.i.n), di mana: B= Bunga P= Principal (modal) i = interest rate (tingkat bunga) n = jangka waktu. Contoh soal 1: Apabila jumlah pinjaman sebesar Rp. 5.000.000,00dengan tingkat bunga 18% per tahun. Berapa jumlahbunga selama 3 tahun? 2 bulan? 40 hari?Studi Kelayakan Bisnis 37 38. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang Untuk menghitung besarnya principal, interest rate, dan jangkawaktu dapat diselesaikan dengan: P = B/i.n i = B/p.n n = B/P.i S = P + B atau S = P + (P.i.n) Di mana S = jumlah penerimaan. Contoh soal 2: Hitunglah nilai-nilai yang tidak diketahui dalam tabel berikut:Amount(Jml Penerimaan)Interest(Bunga)Time(Waktu)Interest Rate(Tingkat Bunga)Principal(Modal)No1 6.000.000 18% 2 tahun ? ?2 ? 20% ? 250.000 5.250.0003 7.000.000 ? 50 hari ? 7.145.833Studi Kelayakan Bisnis 38 39. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang COMPOUND INTEREST (BUNGA MAJEMUK) Bunga majemuk biasanya dilakukan dalam waktu yang relatifpanjang dan dalam perhitungan bunga dilakukan lebih darisatu periode. Bunga majemuk adalah bunga yang terus menjadi modal bilatidak diambil pada waktunya. Perhitungan bunga majemuk dilakukan secara reguler denganinterval tertentu, setiap bulan, setiap kuartal, setiap 6 bulan,atau setiap tahun. Contoh soal 3: A meminjamkan uang sebesar Rp. 100.000,00 dengan tingkat bunga12% per tahun dan dimajemukkan setiap 6 bulan selama 2 tahun.Berapa jumlah pengembalian setelah 2 tahun? Jawab: Diketahui: P = Rp. 100.000,00, i = 12%/2= 6% , dan n = 2.2 = 4Studi Kelayakan Bisnis 39 40. Perhitungan Bunga dan Nilai UangRumus perhitungan bunga majemuk: S = P (1+i)n P = S (1+i)-n atau P =P 1/ni=S n =1100log SlogPlog1i S 1i nDi mana: S = Jumlah penerimaanP = Present Valuen = Periode waktui = tingkat bunga per periodewaktuStudi Kelayakan Bisnis 40 41. Perhitungan Bunga dan Nilai UangNilai (1+i)n disebut compounding factor, yaitu suatubilangan yang digunakan untuk menilai uang pada masayang akan datang (future value).Nilai (1+i)-n disebut discount factor, yaitu suatu bilanganuntuk menilai nilai uang dalam bentuk present value(nilai sekarang). Contoh 4: Seorang investor meminjam uang sebesar Rp 5.000.000,00 selama 8tahun dengan tingkat bunga 18% per tahun dan dimajemukkan setiap6 bulan. Berapa jumlah pengembalian setelah 8 tahun? Catatan: nilai (1+i)n dapat dilihat dalam Lampiran I pada n = 16 dan I = 9%.Studi Kelayakan Bisnis 41 42. Perhitungan Bunga dan Nilai UangContoh 5:Apabila Bank A menerima tingkat bunga deposito sebesar18% per tahun dan dimajemukkan setiap bulan. Bank Bjuga menerima tingkat bunga deposito sebesar 18% pertahun dan dimajemukkan setiap 6 bulan. Berapa tingkatbunga efektif (effective rate) pada masing-masing banktersebut?Rumus: F = (1+j/m)m di mana F = effective rate m = frekuensi bungamajemuk dalamsatu tahunStudi Kelayakan Bisnis 42 43. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang ANNUITY (Anuitas) Anuitas adalah suatu rangkaian pembayaran denganjumlah yang sama besar pada setiap intervalpembayaran. Besar kecilnya jumlah pembayaran pada setiap intervaltergantung pada jumlah pinjaman, jangka waktu, dantingkat bunga. Anuitas dapat dibagi atas dua bagian:1. Anuitas Biasa (Simple Annuity)2. Anitas Kompleks (Complex Annuity).Studi Kelayakan Bisnis 43 44. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang ANUITAS BIASA Anuitas biasa adalah sebuah anuitas yang mempunyaiinterval yang sama antara waktu pembayaran denganwaktu dibungamajemukkan. Berdasarkan tanggal pembayarannya, anuitas biasadapat dibagi 3 bagian, yaitu: 1. Ordinary annuity 2. Annuity due 3. Deferred annuity.Studi Kelayakan Bisnis 44 45. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang Ordinary annuity Ordinary annuity adalah sebuah anuitas yangdiperhitungkan pada setiap akhir interval seperti akhirbulan, akhir kuartal, akhir setiap 6 bulan, maupun padasetiap akhir tahun.[1 1ini ][{ 1i n1}[i{11i n} ][ i An = R R = Ani ] Sn = R R = Sn{ 1in1}] Di mana: An = Present value R = Annuity Sn = Future value i = Tingkatbunga/interval n = jumlah interval pembayaranStudi Kelayakan Bisnis 45 46. Perhitungan Bunga dan Nilai Uanga. Present ValuePresent value adalah nilai sekarang dari sebuah anuitas danidentik dengan nilai awal dari penanaman modal.Contoh 6: Sebuah perusahaan mencicil pinjaman sebesar Rp 50.000,-pada setiap akhir bulan selama 6 bulan dengan suku bungadiperhitungkan sebesar 18% per tahun. Berapakah besarnya presentvalue?Diketahui: R = Rp. 50.000,-, i= 18%/12 = 0,015, n=6Rumus : An = RCatatan: nilai discount factor dari anuitas di atas dapat dilihat padaLampiran 3 pada n=6 dan i=1,5%.Studi Kelayakan Bisnis 46 47. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang b. Anuitas dari present value Anuitas dari sebuah present value sama dengan jumlah angsuranpada setiap interval. Jumlah angsuran pada setiap interval darisejumlah pinjaman tergantung pada besar kecilnya tingkat bungadan jangka waktu yang digunakan. Contoh 7: Seorang investor merencanakan membangun proyekperumahan murah untuk dijual secara cicilan kepada nasabah. Biayapembangunan diperhitungkan Rp. 12.000.000,-. Berapa besar nilai cicilanyang dibebankan kepada nasabah, bila tingkat bunga setahundiperhitungkan sebesar 15% dan dimajemukkan setiap bulan selama 3tahun? Diketahui: i = 15%/12 = 0,0125 dan n = 3x12 =36 Rumus :Studi Kelayakan Bisnis 47 48. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang c. Jumlah penerimaan (Future amount) Jumlah penerimaan dari serangkaian pembayarandiperhitungkan bunga secara bunga majemuk(compound interest) dari sejumlah uang yang dicicil. Jumlah pembayaran pada interval pertama,diperhitungkan bunga pada akhir interval kedua,sehingga jumlah penerimaan pada akhir intervalkedua adalah sebesar 2 kali setoran ditambah denganbunga pada setoran pertama. d. Tingkat Bunga Bila present value diketahui: Bila jumlah penerimaan diketahui :[{11in}]= Ani R 1i n1= SnRStudi Kelayakan Bisnis 48 49. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang Contoh 8: Apabila diketahui jumlah present value sebesar Rp 969.482,-dengan anuitas Rp 150.000,- pada setiap akhir kuartal selama 2 tahun.Berapa besarnya tingkat bunga pada setiap kuartal? Berapa pada setiaptahunnya? Diketahui: An = Rp 969.482,- n = 2x4 = 8 R = Rp 150.000,- Catatan: Nilai discount factor untuk {1-(1+i)-n/i} dapat dilihat padaLampiran 3 pada n=8 di mana nilainya 6,463212760. Apabila nilai i tidak tersedia dalam lampiran, nilai i dapat dihitungdengan menggunakan sistem interpolasi. Contoh 9: Seorang pengusaha menyetor uang pada bank sebesar Rp445.000,- dan diambil kembali secara cicilan setiap akhir 6 bulan sebesarRp 50.000,- dalam waktu 5 tahun. Berapa besarnya interest rate dannominal rate? Diketahui: An = Rp 445.000,- R= Rp 50.000,-n= 2x5 = 10 (tiap 6 bulan)Studi Kelayakan Bisnis 49 50. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang e. Menentukan Jangka Waktu Untuk menentukan jangka waktu dari sebuah anuitas, samahalnya dengan cara menentukan tingkat bunga. Contoh 10: Seorang pegawai negeri menerima uang dari banksebesar Rp 1.653.298,- dari hasil setoran sebesar Rp 50.000,- padasetiap akhir kuartal dengan tingkat bunga 20% setahun. Berapalama pegawai tersebut telah melakukan setoran untukmendapatkan sejumlah uang tersebut? Diketahui: Sn = Rp 1.653.298,- i= 20/4 = 5% dan R= Rp 50.000,- n= ? Catatan: Gunakan lampiran 5.Studi Kelayakan Bisnis 50 51. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang2. Annuity Due Annuity due adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan padasetiap awal interval. Awal interval pertama merupakan perhitunganbunga yang pertama dan awal interval kedua merupakan perhitunganbunga kedua dan seterusnya. Pada formula annuity due ditambahkan satu compounding factor(1+i), baik untuk present value maupun future value. Penambahan satu compounding factor pada annuity due adalahsebagai akibat pembayaran yang dilakukan pada setiap awal interval. Nilai uang yang dihitung dengan annuity due selalu lebih besar biladibandingkan dengan ordinary annuity.Studi Kelayakan Bisnis 51 52. a. Perhitungan present value Rumus: An(ad) = R[{11in} Atau An(ad) = R11i n1 Atau An(ad) = RPerhitungan Bunga dan Nilai Uangi ]1i i11i n1RContoh 11: Sebuah perusahaanIngin memperoleh uang secarakontinyu sebesar Rp 1.500.000,-dari bank setiap awal kuartalselama satu tahun. Berapa jumlahdana yang harus disetor pada bankapabila tingkat bunga diperhitungkansebesar 18% per tahun?Diketahui: R=Rp 1.500.000,-i= 18%/4= 4,5% dann=4Catatan: Gunakan Lampiran 3 untukmendapat nilai discount factor annuitypada i=4,5% dan n=4 dan Lampiran 1untuk compounding factor dari bungamajemuk.Studi Kelayakan Bisnis 52 53. b. Jumlah Pembayaran(Future amount) Jumlah pembayaran dalam annuity duedilakukan dengan rumus sebagaiberikut:R[{1i n1}] 1ii R[{1i n11} Sn(ad) =i 1]R[{1i n11} atau Sn(ad) =Atau Sn(Ad) =Perhitungan Bunga dan Nilai Uangi ]RContoh 12: Suatu BPD memberikanFasilitas penjualan kendaraan berodaDua secara kredit pada guru-guru SD.Tingkat bunga diperhitungkan sebesar12% per tahun dan cicilan dilakukanSetiap awal bulan sebesar Rp 70.000,-Selama 3 tahun. Berapakah besarnyaJumlah pembayaran?Diketahui: R = Rp 70.000,-I = 12%/12 = 1%dan n = 12x3 = 36Studi Kelayakan Bisnis 53 54. Perhitungan Bunga dan Nilai Uangc. Hubungan antara Present Value dengan Future amount Hubungan antara present value dengan future value sebuah annuity due samadengan hubungan yang terdapat pada perhitungan bunga majemuk. Present value merupakan modal dasar dan future value merupakan penjabarandari bunga majemuk. An (ad) = Sn (ad) (1+i)-n Sn (ad) = An (ad) (1+i)n Apabila diketahui nilai present value dari annuity due, jumlah penerimaan padaakhir interval dapat diketahui tanpa menghitung besarnya anuitas pada setiapinterval. Hubungan ini tidak dapat diterapkan pada ordinary annuity maupunbentuk annuity lainnya, misalnya deferred annuity.Studi Kelayakan Bisnis 54 55. d. Anuitas, jangka waktu,dan tingkat bunga Penentuan anuitas dalamsebuah annuity due dapatdilakukan apabila nilai presentvalue atau future value (jumlahpenerimaan) dari transaksi,tingkat bunga dan lamanyapinjaman diketahui. Anuitas adalah cicilan yangharus dikembalikan olehdebitur, setiap bulan, kuartal,maupun setiap tahuntergantung perjanjian.Perhitungan Bunga dan Nilai UangR= An[ i{1 1i n}] 1i1 1i n1i 1i 1R=SnStudi Kelayakan Bisnis 55 56. Perhitungan Bunga dan Nilai Uangc. Hubungan antara Present Value dengan Future amount Hubungan antara present value dengan future value sebuah annuitydue sama dengan hubungan yang terdapat pada perhitungan bungamajemuk. Present value merupakan modal dasar dan future value merupakanpenjabaran dari bunga majemuk. An (ad) = Sn (ad) (1+i)-n Sn (ad) = An (ad) (1+i)n Apabila diketahui nilai present value dari annuity due, jumlahpenerimaan pada akhir interval dapat diketahui tanpa menghitungbesarnya anuitas pada setiap interval. Hubungan ini tidak dapatditerapkan pada ordinary annuity maupun bentuk annuity lainnya,misalnya deferred annuity.Studi Kelayakan Bisnis 56 57. Perhitungan Bunga dan Nilai Uangd. Anuitas, jangka waktu, dan tingkat bunga Penentuan anuitas dalam sebuah annuity due dapat diketahui apabilanilai present value atau future value (jumlah penerimaan) dari transaksidiketahui, di samping tingkat bunga dan lamanya pinjaman.Studi Kelayakan Bisnis 57 58. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang Contoh 13. Seorang pimpinan perusahaan telah melakukanpenyetoran pinjaman secara cicilan pada bank sebesar Rp500.000,- pada setiap awal bulan. Tingkat bunga pinjamandiperhitungkan sebesar 18% per tahun. Berapa bulan harusdiadakan penyetoran untuk menutupi pinjaman sebesar Rp10.000.000,-? Diketahui: R = 500.000,- i= 18%/12 = 1,5% An = 10.000.000,- Ditanya: n = ? Jawab:An ad =R[{1 1i n1}i ]RStudi Kelayakan Bisnis 58 59. Perhitungan Bunga dan Nilai Uang100000000=500000[{1 10, 015n1}0, 015 ]500000[{110, 015n1}0, 015 ]=10000000500000500000 =19Pada lampiran 3 pada i=1,5%, nilai 19 tidak tersedia. Nilai yang mendekati19 pada i=1,5% adalah pada n=22 dengan nilai 18,62082437 dan pada n=23dengan nilai 19,33086145. Dengan demikian untuk mengembalikan kreditSebesar Rp 10 juta membutuhkan waktu 22 bulan lebih:22 bulan < n < 23 bulanGunakan metode interpolasi untuk mengetahui waktu pengembalin secarapasti.Studi Kelayakan Bisnis 59