pengaruh rasio – rasio keuangan terhadap kinerja bank jateng

of 83/83
PENGARUH RASIO RASIO KEUANGAN TERHADAP KINERJA BANK JATENG PERIODE TAHUN 2005 - 2014 SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pada Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Disusun oleh : MAULANA MOCHAMMAD RIFQI NIM. 12010110141156 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2014

Post on 22-Jan-2017

219 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PENGARUH RASIO RASIO KEUANGAN

    TERHADAP KINERJA BANK JATENG PERIODE

    TAHUN 2005 - 2014

    SKRIPSI

    Diajukan sebagai salah satu syarat

    Untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1)

    Pada Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis

    Universitas Diponegoro

    Disusun oleh :

    MAULANA MOCHAMMAD RIFQI

    NIM. 12010110141156

    FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS

    UNIVERSITAS DIPONEGORO

    SEMARANG

    2014

  • ii

    PERSETUJUAN SKRIPSI

    Nama Penyusun : Maulana Mochammad Rifqi

    Nomor Induk Mahasiswa : 12010110141156

    Fakultas/Jurusan : Ekonomi / Manajemen

    Judul Skripsi :PENGARUH RASIO RASIO KEUANGAN

    TERHADAP KINERJA BANK JATENG PERIODE

    TAHUN 2005 - 2014

    Dosen Pembimbing : Drs. R. Djoko Sampurno , M.M.

    Semarang, 17 September 2014

    Dosen Pembimbing,

    Drs. R.Djoko Sampurno, M.M.

    NIP. 19590508 198703 1001

  • iii

    PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN

    Nama Penyusun : Maulana Mochammad Rifqi

    Nomor Induk Mahasiswa : 12010110141156

    Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Manajemen

    Judul Skripsi : PENGARUH RASIO-RASIO

    KEUANGAN TERHADAP KINERJA

    BANK JATENG PERIODE TAHUN

    2005-2014

    Telah dinyatakan lulus ujian pada tanggal 23 September 2014

    Tim Penguji

    1. Drs. R. Djoko Sampurno., MM (.......................................................)

    2. Drs. M. Kholiq Mahfud., MP (.......................................................)

    Dr. Harjum Muharam., ME (.......................................................)

  • iv

    ABSTRACT

    Bank is an institution which its main activity is fund raising from society

    then revolves it with purpose to generate revenue from which. Therefore it is

    important for bank to maintain public trust because the businnes activity is

    relying to the public trust. This research has purpose to prove the effect of Capital

    Adequacy Ratio (CAR), Operating Expenses/Operating Income(BOPO), Net

    Interest Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL) and Loan Deposit Ratio

    (LDR) finacial ratio to bank performance which measured by Return On Asset

    (ROA) basis and which the most dominant variables that affect to Return On

    Asset (ROA).

    The object of this research is Bank Jateng on period year 2005-2014. The

    analysis technique used is census whereas all population members are used as a

    sample which means the sample used is the same as the population. The analysis

    technique used is multiple regression analysis. Whereas the data used is

    secondary data, thus to derminate the accuary of model it is important to test

    some classical assumption underlined the regression model. The classical

    assumption testing used in this research contain of experiment, normality,

    multicolinearity, heteroskedastisitas and autocorrelation. While hypothesis testing

    is done by F test and t test.

    The test results found partially that Capital Adequacy Ratio (CAR),

    Operating Expenses/Operating Income(BOPO), and Net Interest Margin (NIM)

    and Loan Deposit Ratio (LDR) have a impact on ROA while Non Performing

    Loan (NPL) not significantly affect the ROA. Adjusted R square obtained from

    this study is 0.969. This indicates that 96.9 percent of the dependent variable

    which is ROA can be explained by the five independent variables are Capital

    Adequacy Ratio (CAR), Operating Expenses/Operating Income(BOPO), Net

    Interest Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL) and Loan Deposit Ratio

    (LDR), while the remaining 3.1 percent is explained by the variable other than

    this model.

    Keywords: Capital Adequacy Ratio (CAR), Operating Expenses/Operating

    Income(BOPO), Net Interest Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL) Loan

    Deposit Ratio (LDR) , financial performance S

  • v

    ABSTRAK

    Bank merupakan industri kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat kemudian menyalurkannya dengan tujuan untuk memperoleh

    pendapatan. Oleh karenanya penting bagi bank untuk menjaga kepercayaan

    masyarakat sebab kegiatan usahanya mengandalkan kepercayaan masyarakat.

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh rasio keuangan

    Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional dibanding Biaya Operasional

    (BOPO), Net Interest Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL), dan Loan

    Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja bank yang diukur dengan Return On Asset

    (ROA) serta variabel-variabel manakah yang paling dominan terhadap Return On

    Asset (ROA).

    Obyek penilitian adalah Bank Jateng yang beroperasi pada periode tahun

    2005-2014. Tehnik penentuan sampling adalah sampling jenuh yaitu dimana

    semua anggota populasi digunakan sebagai sampel berarti yang digunakan sampel

    sama dengan populasi. Tehnik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier

    berganda. Karena data yang digunakan data sekunder, maka untuk menetukan

    ketepatan model perlu dilakukan pengujian atas beberapa asumsi klasik yang

    mendasari model regresi. Pengujian asumsi klasik yang digunakan dalam

    penelitian ini meliputi uji normalitas, multikolinearitas , heteroskedastisitas dan

    autokorelasi. Sedangkan pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F dan uji t.

    Hasil pengujian ini menemukan bahwa secara parsial Capital Adequacy

    Ratio (CAR), Biaya Operasional dibanding Biaya Operasional (BOPO), Net

    Interest Margin (NIM), dan Loan Deposit Ratio (LDR) signifikan terhadap ROA

    sedangkan Non Performing Loan (NPL) tidak berpengaruh secara signifikan

    terhadap ROA. Adjusted R square yang diperoleh dari penelitian ini adalah

    sebesar 0,969. Hal ini menunjukkan bahwa 96,9 persen variabel dependen yaitu

    ROA dapat dijelaskan oleh lima variabel independen yaitu Capital Adequacy

    Ratio (CAR), Biaya Operasional dibanding Biaya Operasional (BOPO), Net

    Interest Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL), dan Loan Deposit Ratio

    (LDR), sedangkan sisanya sebesar 3,1 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar

    model ini.

    Kata Kunci: Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasi dibanding

    Pendapatan Operasional (BOPO), Net Interest Margin (NIM), Non Performing

    Loan (NPL), Loan Deposit Ratio (LDR),dan Kinerja Keuangan

  • vi

    KATA PENGANTAR

    Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang

    telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat

    menyelesaikan skripsi ini dengan judul PENGARUH RASIO RASIO

    KEUANGAN TERHADAP KINERJA BANK JATENG PERIODE TAHUN 2005 -

    2014, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1)

    Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.

    Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak mungkin terselesaikan tanpa

    adanya dukungan, bantuan, bimbingan, dan nasehat dari berbagai pihak selama

    penyusunan skripsi ini. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih

    setulus tulusnya kepada:

    1. Kedua orang tua yang tercinta, Bapak Drs. H.Moch. Affandi dan Ibu

    Hj. Dwi Purwani yang selalu memberikan doa restu, kasih sayang,

    dukungan, semangat, pelajaran serta doa yang tak pernah henti agar

    saya selalu mendapatkan kelancaran dunia dan akhirat..

    2. Bapak Prof. Drs. H. Mohamad Nasir, M.Si., Akt., Ph.D. selaku Dekan

    Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.

    3. Bapak Drs. R. Djoko Sampurno, M.M. selaku dosen pembimbing yang

    telah dengan sabar membimbing, meluangkan waktu , dan memberi

    ilmu sehingga skripsi ini terselesaikan dengan baik.

    4. Ibu Imroatul Khasanah, S.E. , M.M. selaku dosen wali yang telah

    memberikan arahan, ilmu dan nasehat selama masa perkuliahan dan

    juga banyak membantu dalam penulisan skripsi ini.

  • vii

    5. Seluruh dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

    yang telah memberikan bekal wawasan dan ilmu pengetahuan yang

    kekal.

    6. Seluruh staff TU, pegawai perpustakaan dan karyawan Fakultas

    Ekonomika dan Bisnis yang telah banyak membantu selama masa

    perkuliahan.

    7. Saudaraku kandungku tercinta Mas Andi dan Mbak Okki yang selalu

    mendukung, memberi semangat, memotivasi, perhatian dan kasih

    sayang yang diberikan kepada adiknya sebagai penulis.

    8. Tim perjuangan satu bimbingan skrispsi Arma, Atilia, Tiyas, Putri dan

    Mas Juwana yang selalu memberi semangat,pengarahan,membimbing,

    dan motivasi.

    9. Sahabat Manajemen Keuangan yang selalu memberikan arahan dalam

    mengajarkan tugas individu atau kelompok dan skripsi Wahyu, Tito,

    Arfinda, Tomy, Tiara, Anatia, Kak Ayu, Santy dan Tanty.

    10. Teman Manajemen 2010 Reguler 2 Kelas C para pejuang perkuliah

    selama ini Danu, Jalu Dab, Gunawan, Deny, Purna, Adi, Buchory, Ari,

    Ojan, Ardi Gendut, Bedu, Alwan, Ahsan, Faiz, Mul, Destu, Galuh,

    Desy, Zahra, Lilis, Ulfa, Anik, Yose, Nindy, Rere. Fifi, Via, Hesy, Ifa,

    Farah, dan Mbak Nur yang selalu semangat dalam suka dan duka.

    11. Teman Manajemen 2010 Reguler 2 Kelas A dan B para pejuang masa

    perkuliahan Sheila, Maya, Ciciks, Mbak Nurul, Citra, Frena, Eti, Bre,

    Adit, Umar, Sapitu, El, Mila, Ucup, Dicky, Dian, Danang dan Mas Ren.

  • viii

    12. Teman Kost Koti yang selalu memberikan yang terbaik dalam segala

    hal Bayu, Adam, Imam, Wiko , Fakhri, Picong, dan Patama.

    13. Teman KKN TIM I Batang, Desa Kedawung. 35 hari bersama Riri,

    Ferlyn, Sasa, Indri Ibuk, Kordes Memel Wisnu, Arya Ngapak, Rio

    Celong, Ardi Bajog, Mas Agus, Riyan Jambi, Mbah Bejo, Fikri

    Belitong dan Bayu Bogel Tirto yang penuh canda dan tawa.

    14. Teman pengusaha muda yang selalu mendukung Aseng, Gory, Batang,

    Sentot, Putut,Js, Wawan, Tuwa, Tapir, Lampung, Fajar dan Juned.

    15. Teman Hidup yang selalu membantu suka dan duka Lyke, Dina, Dita,

    Frasca, Desbrian, Dwi, Elisa, Sasa, Numpret, Gembrut, Mbahe, Cao

    16. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang

    memberikan dukungan dan moral.

    Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak

    kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang

    membangun akan menyempurnakan penulisan skripsi ini.

    Semarang, 17 September 2014

    Penulis

    Maulana Mochammad Rifqi

    NIM. 12010110141156

  • ix

    DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL ............................................................................................. ...i

    HALAMAN PERSETUJUAN .............................................................................. ..ii

    HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN.........................................iii

    PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI ....................................................... .iv

    ABSTRACT .......................................................................................................... ..v

    ABSTRAK ........................................................................................................... .vi

    KATA PENGANTAR .......................................................................................... vii

    DAFTAR TABEL ................................................................................................xiv

    DAFTAR GAMBAR .............................................................................................xv

    DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................xvi

    BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1

    1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................... 1

    1.2 Perumusan Masalah ....................................................................... 12

    1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian ................................................... 14

    1.3.1 Tujuan Penelitian ............................................................... 14

    1.3.2 Kegunaan Penelitian .......................................................... 15

    1.4 Sistematika Penulisan .................................................................... 16

    BAB II TELAAH PUSTAKA ........................................................................... 18

    2.1 Landasan Teori .............................................................................. 18

    2.1.1 Pengertian perbankan ......................................................... 18

    2.1.2 Kinerja perbankan...............................................................21

    2.1.3 Laporan Keuangan Perbankan ........................................... 23

  • x

    2.1.4 Analisis Rasio Keuangan ................................................... 29

    2.1.5 Return On Aset .................................................................. 30

    2.1.6 Capital Adequacy Ratio ..................................................... 32

    2.1.7 Biaya Operasional Pendapatan Operasional ...................... 33

    2.1.8 Net Interest Margin ............................................................ 34

    2.1.8 Non Performing Loand ...................................................... 35

    2.1.9 Loan Deposit Ratio ............................................................ 36

    2.2 Penelitian Terdahulu ...................................................................... 37

    2.3 Pengaruh Variabel Independen Terhadap Variabel Dependen ..... 42

    2.3.1 Pengaruh Capital Adequacy Ratio terhadap ROA ............. 42

    2.3.2 Pengaruh Efisiensi Operasi terhadap ROA........................ 44

    2.3.3 Pengaruh Net Interest Margin terhadap ROA .................... 46

    2.3.4 Pengaruh Non Performing Loan terhadap ROA ................ 47

    2.3.5 Pengaruh Loan Deposit Ratio terhadap ROA....................49

    2.4 Kerangka Pemikiran Teoritis ......................................................... 52

    2.5 Hipotesis Penelitian........................................................................53

    BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................... 54

    3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel ................. 54

    3.1.1 Variabel Penelitian............................................................. 54

    3.1.2 Capital Adequacy Ratio ..................................................... 54

    3.1.3 Beban Operasi Terhadap Pendapatan Operasi ................... 55

    3.1.4 Net Interest Margin............................................................ 55

    3.1.5 Non Performing Loan ........................................................ 56

    3.1.6 Loan To Deposit Ratio ....................................................... 56

    3.1.7 Return On Aset .................................................................. 56

  • xi

    3.2 Sampel Penelitian .......................................................................... 58

    3.3 Jenis dan Sumber Data .................................................................. 58

    3.4 Metode Pengumpulan Data ........................................................... 58

    3.5 Metode Analisis ............................................................................. 59

    3.5.1 Statistik Deskeriptif ........................................................... 59

    3.5.2 Uji Asumsi Klasik ............................................................. 59

    3.5.2.1 Uji Normalitas ..................................................... 59

    3.5.2.2 Uji Multikolinearitas ........................................... 60

    3.5.2.3 Uji Autokorelasi .................................................. 62

    3.5.2.4 Uji Heteroskedastisitas ........................................ 62

    3.5.3 Menilai Goodness Of Fit Suatu Model .............................. 63

    3.5.3.1 Uji Signifikan Simultan ...................................... 64

    3.5.2.2 Uji Koefisien Determinasi .................................. 65

    3.5.4 Analisis Regresi Linear Berganda ..................................... 66

    3.5.5 Uji Hipotesis ...................................................................... 67

    3.5.5.1 Uji Secara Parsial ............................................... 67

    BAB IV HASIL PEMBAHASAN ...................................................................... 69

    4.1 Deskripsi Objek Penelitian ............................................................ 69

    4.1.1 Gambaran Umum Bank Jateng .......................................... 69

    4.1.2 Visi Bank Jateng ................................................................ 71

    4.1.3 Misi Bank Jateng ............................................................... 71

    4.2 Analisis Data ................................................................................. 71

    4.2.1 Statistik Deskriptif ............................................................. 71

    4.2.2 Uji Asumsi Klasik ............................................................. 73

    4.2.2.1 Uji Normalitas ..................................................... 73

  • xii

    4.2.2.2 Uji Multikolinearitas ........................................... 75

    4.2.2.3 Uji Autokorelasi .................................................. 76

    4.2.2.4 Uji Heteroskedastisitas ........................................ 77

    4.2.3 Goodness of fit ................................................................... 78

    4.2.3.1 Uji F ..................................................................... 78

    4.2.3.2 Uji Koefisien Determinasi....................................79

    4.2.4 Uji Regresi Linier Berganda .............................................. 80

    4.3.5. Uji t (Uji pengaruh secara parsial)......................................81

    4.3 Pembahasan ................................................................................... 83

    4.3.1 Pengaruh CAR terhadap ROA ........................................... 83

    4.3.2 Pengaruh BOPO terhadap ROA ........................................ 85

    4.3.3 Pengaruh NIM terhadap ROA ........................................... 86

    4.3.4 Pengaruh NPL terhadap ROA ........................................... 87

    4.3.5 Pengaruh LDR terhadap ROA ........................................... 88

    BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

    5.1 Kesimpulan ................................................................................... 90

    5.2 Keterbatasan Penelitian ................................................................. 91

    5.3 Saran.............................................................................................. 92

    5.3.1 Saran untuk perusahaan........................................................92

    5.3.2 Saran untuk penelitian..........................................................92

    DAFTAR PUSTAKA............................................................................................94

    LAMPIRAN..........................................................................................................98

  • xiii

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1.1 Rata-rata rasio keuangan Bank Jateng periode tahun 2005-2014.... . 7

    Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ........................................................................ 40

    Tabel 3.1 Definisi Operasional ........................................................................ 57

    Tabel 4.1 Statistik Deskriptif ........................................................................... 71

    Tabel 4.2 Hasil Multikolinearitas .................................................................... 76

    Tabel 4.3 Model Sumary .................................................................................. 76

    Tabel 4.4 Hasil Regresi Uji F .......................................................................... 79

    Tabel 4.5 Hasil Koefisien Determinasi............................................................ 79

    Tabel 4.6 Ringkasan Hasil Estimasi Regresi ................................................... 80

    Tabel 4.7 Uji Pengaruh Parsial ........................................................................ 82

  • xiv

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 2.5 Kerangka Pemikiran Teoritis ...................................................... 52

    Gambar 4.2 Uji Normalitas dengan Normal P-P Plot ..................................... 74

    Gambar 4.3 Uji Heterokedastisitas dengan Scatterplot .................................. 78

  • xv

    DAFTAR LAMPIRAN

    LAMPIRAN A Rasio Keuangan Triwulanan Bank Jateng tahun 2005-2014 ...... 98

    LAMPIRAN B Data Output SPSS 21..................................................................101

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Masalah

    Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan

    ekonomi sebagai Financial Intermediary atau perantara pihak yang

    kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana.

    Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998, bank adalah badan

    usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan

    dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-

    bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat

    banyak. Perbankan Indonesiabertujuan menunjang pelaksanaan

    pembangunan nasional dalam meningkatkan pemerataan, pertumbuhan

    ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat

    banyak (Rivai et al, 2013). Bank sebagai lembaga keuangan yang

    dipercaya oleh masyarakat dalam menghimpun dana dalam bentuk

    simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito dan

    tabungan, bertujuan untuk penyaluran kredit kepada masyarakat.

    Perkembangan di dunia perbankan yang sangat pesat serta tingkat

    kompleksitas yang tinggi sangat bergantung kepada kepercayaan

    masyarakat yang dapat berpengaruh terhadap performa suatu bank.

    Kompleksitas usaha perbankan yang tinggi mencakup fungsi dasar bank

    sebagai lembaga keuangan depositori dan menyalurkan dalam bentuk

  • 2

    simpanan serta investasi sebagai bentuk fungsi intermediasi. Hal tersebut

    dapat meningkatkan risiko yang dihadapi oleh bank-bank yang ada di

    Indonesia. Selain itu risiko yang dihadapi bank juga dapat berasal dari

    kondisi eksternal yaitu krisis moneter.

    Krisis moneter yang terjadi di Indonesia sejak pertengahan tahun

    1997 membawa dampak pada sektor perbankan. Beratnya tekanan faktor

    eksternal mewarnai pejalanan usaha bisnis Bank BPD Jateng tahun 1998.

    Bank BPD Jateng saat itu mengalami tingkat suku bunga yang tinggi

    medorong banyaknya debitur yang mengalami kebangkrutan sehingga

    beban Penyisihan Penghapusan Aktiva (PPA) telah menggerus usaha laba.

    Krisis moneter mengakibatkan banyaknya bank yang mengalami kredit

    macet.

    Hal tersebut mempengaruhi iklim investasi pasar modal dibidang

    perbankan baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Pohan

    (2002), krisis moneter di Indonesia secara umum dapat dikatakan

    merupakan imbas dari lemahnya kualitas sistem perbankan. Menurut

    Tarmidi (1999), penyebab terjadinya krisis ekonomi di Indonesia bukan

    lemahnya fundamental ekonomi, tetapi karena utang swasta luar negeri

    yang telah mencapai jumlah yang besar dan merosotnya nilai tukar rupiah

    terhadap dollar Amerika. Faktor krisis ekonomi dikarenakan dianutnya

    sistem devisa yang terlalu bebas tanpa ada pengawasan, tingkat depresiasi

    rupiah yang terlalu rendah, kebijakan fiskal dan moneter tidak konsisten

    dalam suatu sistim nilai tukar dengan batas intervensi dan utang luar

  • 3

    negeri swasta jangka pendek telah terakumulasi sangat besar dimana

    sebagian besar tidak melakukan hedging (dilindungi nilainya terhadap

    mata uang asing).

    Kondisi perbankan dikatakan sehat atau tidaknya dapat dilihat dari

    tingkat risiko perbankan dan kinerja perbankan, untuk mengetahui

    kemampuan perusahaan dalam menjalankan efisiensi dan efektifitas

    kegiatan operasional perusahaan. Dalam penilaian kesehatan bank harus

    memperhatikan prinsip kehati-hatian dan azas perbankan yang sehat untuk

    mencapai tujuan visi dan misi yang ditetapkan. Dengan menggunakan

    rasio keuangan, investor dapat mengatahui kinerja suatu bank. Pada

    umumnya penilaian kinerja keuangan suatu bank bisa dilihat dari laporan

    keuangannya yang berasal dari perhitungan rasio keuangannya (Nugroho,

    2011).

    Penilaian atas kinerja keuangan dapat dilihat laporan keuangan

    perusahaan yang bersangkutan. Kinerja keuangan untuk melihat

    kemampuan perusahaan mengelola permodalan, kualitas asset, rentabilitas,

    likuiditas, solvabilitas, manajemen dan sensitivivitas terhadap resiko yang

    berhubungan dengan usaha bank. Apabila kinerja keuangan perusahaan

    publik meningkat, nilai keusahaannya akan semakin tinggi. Kinerja

    perusahaan dapat diukur dengan menganalisa dan mengevaluasi laporan

    keuangan seperti pembayaran dividen, upah, pergerakan harga sekuritas

    dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh

    tempo.

  • 4

    Kinerja perbankan dapat diukur dengan menggunakan rata-rata

    tingkat bunga pinjaman, rata-rata tingkat bunga simpanan dan

    profitabilitas perbankan Sofyan (2003). Pengukuran profitabilitas yang

    digunakan pada industri perbankan adalah return on asset (ROA). Return

    on Asset (ROA) memfokuskan kemampuan perusahaan untuk memperoleh

    earning dalam operasi perusahaan, sedangkan Return on Equity (ROE)

    hanya mengukur return yang diperoleh dari investasi pemilik perusahaan

    dalam bisnis tersebut (Mawardi, 2005). Sehingga dalam penelitian ini

    ROA digunakan sebagai ukuran kinerja perbankan.

    Alasan dipilihnya Return on Asset (ROA) sebagai ukuran kinerja

    adalah karena ROA digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dan

    mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan didalam menghasilkan

    keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. ROA

    merupakan rasio antara laba sebelum pajak terhadap total asset. Semakin

    besar ROA, berarti semakin besar pula tingkat keuntungan dan tingkat

    kembalian yang dicapai dari semakin baiknya posisi bank dari segi

    penggunaan aset.

    Terdapat beberapa penilitian yang berkaitan dengan pengukuran

    kinerja perbankan dengan menggunakan rasio keuangan yaitu CAR,

    BOPO, NIM, NPL, dan LDR terhadap ROA, tetapi penelitian

    menunjukkan hasil yang berbeda-beda dan hasil inkonsisten. Capital

    Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio kewajiban pemenuhan modal

    minimum yang harus dimiliki oleh bank. Penelitian yang dilakukan

  • 5

    Mawardi (2005), menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif dan

    signifikan terhadap ROA, sedangkan menurut Subandi dan Ghozali

    (2013), menunjukkan bahwa CAR berpengaruh negatif dan signifikan

    terhadap ROA. Berdasarkan research gap, variabel CAR akan

    mempengaruhi kinerja perbankan terhadap profitabilitas dengan variabel

    ROA.

    Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) sering disebut

    rasio efisiensi yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen

    bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan

    operasional. Penelitian yang dilakukan Almalia dan Werdaningtyas (2005)

    menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap

    ROA, sedangkan menurut Suyono (2005), menunjukkan bahwa BOPO

    berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Berdasarkan research

    gap, variabel BOPO akan mempengaruhi kinerja perbankan terhadap

    profitabilitas dengan variabel ROA.

    Net Interest Margin (NIM) merupakan rasio pendapatan bunga

    bersih yang didapat oleh bank. Penelitian yang dilakukan Mawardi (2005),

    menunjukkan bahwa NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap

    ROA sedangkan menurut Subandi dan Ghozali (2013), menunjukkan

    bahwa NIM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA.

    Berdasarkan research gap, variabel NIM akan mempengaruhi kinerja

    perbankan terhadap profitabilitas dengan variabel ROA.

  • 6

    Non Performing Loan (NPL) adalah rasio untuk mengukur

    kemampuan bank dalam menjaga resiko kegagalan pemberian kredit.

    Penelitian yang dilakukan Almalia dan Werdaningtyas (2005),

    menunjukkan bahwa NPL berpengaruh positif dan signifikan terhadap

    ROA, sedangkan menurut Mawardi (2005), menunjukkan bahwa NIM

    berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Berdasarkan research

    gap, variabel CAR akan mempengaruhi kinerja perbankan terhadap

    profitabilitas dengan variabel ROA.

    Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio yang menunjukan

    likuiditas suatu bank yang berarti bahwa kemampuan bank untuk

    memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi. Penelitian yang dilakukan

    Suyono (2005), menunjukkan bahwa LDR berpengaruh positif dan

    signifikan terhadap ROA, sedangkan menurut Hesti Werdaningtyas

    (2002), menunjukkan bahwa LDR berpengaruh negatif dan signifikan

    terhadap ROA.

    Dalam kenyataannya tidak semua teori seperti yang telah

    dipaparkan diatas, (pengaruh CAR dan NIM berbanding lurus terhadap

    ROA serta pengaruh BOPO, NPL dan LDR berbanding terbalik terhadap

    ROA) sejalan dengan bukti empiris yang ada. Adapun data tentang rasio-

    rasio keuangan Bank Jateng periode tahun 2005-2014, gambaran secara

    umum ditampilkan seperti pada Tabel 1.1

  • 7

    Tabel 1.1

    Rata rata Rasio Rasio Keuangan Bank Jateng Periode Tahun 2005

    2014

    Tahun CAR(%) BOPO(%) NIM(%) NPL (%) LDR(%) ROA(%)

    2005 17,13 65,01 11,79 0,91 68,08 5,24

    2006 16,59 71,28 9,55 0,67 59,33 4,03

    2007 17,28 66,68 9,54 0,64 63,49 4,53

    2008 18,75 63,41 11,60 0,42 87,40 5,55

    2009 20,17 68,51 9,48 0,30 81,34 4,47

    2010 18,38 73,34 9,18 0,45 70,15 3,57

    2011 16,10 76,11 8,60 1,01 67,87 3,03

    2012 14,63 73,98 8,04 0,99 65,37 3,06

    2013 14,90 67,23 8,72 0,72 74,88 3,64

    2014 17,11 67,87 8,34 0,72 78,53 3,74

    Sumber : Data laporan triwulan Bank Jateng, diolah

    Berdasarkan Tabel 1.1 diatas menunjukkan bahwa besarnya nilai rata-rata

    ROA tahun 2006 mengalami penurunan menjadi sebesar 4,03% dari tahun 2005

    sebesar 5,24%. Besarnya nilai rata-rata ROA tahun 2007 mengalami kenaikan

    menjadi sebesar 4,53% dari tahun 2006 sebesar 4,03%. Besarnya nilai rata-rata

    ROA tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi sebesar 5,55% dari tahun 2007

    sebesar 4,53%. Besarnya nilai rata-rata ROA tahun 2009 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 4,47% dari tahun 2008 sebesar 5,55%. Besarnya nilai rata-rata

    ROA tahun 2010 mengalami penurunan menjadi sebesar 3,57% dari tahun 2009

    sebesar 4,47%. Besarnya nilai rata-rata ROA tahun 2011 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 3,03% dari tahun 2010 sebesar 3,57%. Besarnya nilai rata-rata

    ROA tahun 2012 mengalami penurunan menjadi sebesar 3,06% dari tahun 2011

    sebesar 3,03%. Besarnya nilai rata-rata ROA tahun 2013 mengalami penurunan

  • 8

    menjadi sebesar 3,64% dari tahun 2012 sebesar 3,06%. Besarnya nilai rata-rata

    ROA tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi sebesar 3,74% dari tahun 2013

    sebesar 3,64%.

    Berdasarkan Tabel 1.1 diatas menunjukkan bahwa besarnya nilai rata-rata

    CAR tahun 2006 mengalami penurunan menjadi sebesar 16,59% dari tahun 2005

    sebesar 17,13%. Besarnya nilai rata-rata CAR tahun 2007 mengalami kenaikan

    menjadi sebesar 17,28% dari tahun 2006 sebesar 16,59%. Besarnya nilai rata-rata

    CAR tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi sebesar 18,75% dari tahun 2007

    sebesar 17,28%. Besarnya nilai rata-rata CAR tahun 2009 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 20,17% dari tahun 2008 sebesar 18,75%. Besarnya nilai rata-rata

    CAR tahun 2010 mengalami penurunan menjadi sebesar 18,38% dari tahun 2009

    sebesar 20,17%. Besarnya nilai rata-rata CAR tahun 2011 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 16,10% dari tahun 2010 sebesar 18,38%. Besarnya nilai rata-rata

    CAR tahun 2012 mengalami penurunan menjadi sebesar 14,63% dari tahun 2011

    sebesar 16,10%. Besarnya nilai rata-rata CAR tahun 2013 mengalami kenaikan

    menjadi sebesar 14,90% dari tahun 2012 sebesar 14,63%. Besarnya nilai rata-rata

    CAR tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi sebesar 17,11% dari tahun 2013

    sebesar 14,90%.

    Berdasarkan Tabel 1.1 diatas menunjukkan bahwa besarnya nilai rata-rata

    BOPO tahun 2006 mengalami kenaikan menjadi sebesar 71,28% dari tahun 2005

    sebesar 65,01%. Besarnya nilai rata-rata BOPO tahun 2007 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 66,68% dari tahun 2006 sebesar 71,28%. Besarnya nilai rata-rata

    BOPO tahun 2008 mengalami penurunan menjadi sebesar 63,41% dari tahun

  • 9

    2007 sebesar 66,68%. Besarnya nilai rata-rata BOPO tahun 2009 mengalami

    kenaikan menjadi sebesar 68,51% dari tahun 2008 sebesar 63,41%. Besarnya nilai

    rata-rata BOPO tahun 2010 mengalami kenaikan menjadi sebesar 73,34% dari

    tahun 2009 sebesar 68,51%. Besarnya nilai rata-rata BOPO tahun 2011

    mengalami kenaikan menjadi sebesar 76,11% dari tahun 2010 sebesar 73,34%.

    Besarnya nilai rata-rata BOPO tahun 2012 mengalami penurunan menjadi sebesar

    73,98% dari tahun 2011 sebesar 76,11%. Besarnya nilai rata-rata BOPO tahun

    2013 mengalami penurunan menjadi sebesar 67,23% dari tahun 2012 sebesar

    73,98%. Besarnya nilai rata-rata BOPO tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi

    sebesar 67,87% dari tahun 2013 sebesar 67,23%.

    Berdasarkan Tabel 1.1 diatas menunjukkan bahwa besarnya nilai rata-rata

    NIM tahun 2006 mengalami penurunan menjadi sebesar 9,55% dari tahun 2005

    sebesar 11,79%. Besarnya nilai rata-rata NIM tahun 2007 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 9,54% dari tahun 2006 sebesar 9,55%. Besarnya nilai rata-rata

    NIM tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi sebesar 11,60% dari tahun 2007

    sebesar 9,54%. Besarnya nilai rata-rata NIM tahun 2009 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 9,48% dari tahun 2008 sebesar 11,60%. Besarnya nilai rata-rata

    NIM tahun 2010 mengalami penurunan menjadi sebesar 9,18% dari tahun 2009

    sebesar 9,48%. Besarnya nilai rata-rata NIM tahun 2011 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 8,60% dari tahun 2010 sebesar 9,18%. Besarnya nilai rata-rata

    NIM tahun 2012 mengalami penurunan menjadi sebesar 8,04% dari tahun 2011

    sebesar 8,60%. Besarnya nilai rata-rata NIM tahun 2013 mengalami kenaikan

    menjadi sebesar 8,72% dari tahun 2012 sebesar 8,04%. Besarnya nilai rata-rata

  • 10

    NIM tahun 2014 mengalami penurunan menjadi sebesar 8,34% dari tahun 2013

    sebesar 8,72%.

    Berdasarkan Tabel 1.1 diatas menunjukkan bahwa besarnya nilai rata-rata

    NPL tahun 2006 mengalami penurunan menjadi sebesar 0,67% dari tahun 2005

    sebesar 0,91%. Besarnya nilai rata-rata NPL tahun 2007 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 0,64% dari tahun 2006 sebesar 0,67%. Besarnya nilai rata-rata

    NPL tahun 2008 mengalami penurunan menjadi sebesar 0,42% dari tahun 2007

    sebesar 0,64%. Besarnya nilai rata-rata NPL tahun 2009 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 0,30% dari tahun 2008 sebesar 0,42%. Besarnya nilai rata-rata

    NPL tahun 2010 mengalami kenaikan menjadi sebesar 0,45% dari tahun 2009

    sebesar 0,30%. Besarnya nilai rata-rata NPL tahun 2011 mengalami kenaikan

    menjadi sebesar 1,01% dari tahun 2010 sebesar 0,45%. Besarnya nilai rata-rata

    NPL tahun 2012 mengalami penurunan menjadi sebesar 0,99% dari tahun 2011

    sebesar 1,01%. Besarnya nilai rata-rata NPL tahun 2013 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 0,72% dari tahun 2012 sebesar 0,99%. Besarnya nilai rata-rata

    NPL tahun 2014 tidak mengalami perubahan sebesar 0,72% dari tahun 2013

    sebesar 0,72%.

    Berdasarkan Tabel 1.1 diatas menunjukkan bahwa besarnya nilai rata-rata

    LDR tahun 2006 mengalami penurunan menjadi sebesar 59,33% dari tahun 2005

    sebesar 68,08%. Besarnya nilai rata-rata LDR tahun 2007 mengalami kenaikan

    menjadi sebesar 63,49% dari tahun 2006 sebesar 59,33%. Besarnya nilai rata-rata

    LDR tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi sebesar 87,40% dari tahun 2007

    sebesar 63,49%. Besarnya nilai rata-rata LDR tahun 2009 mengalami penurunan

  • 11

    menjadi sebesar 81,34% dari tahun 2008 sebesar 87,40%. Besarnya nilai rata-rata

    LDR tahun 2010 mengalami penurunan menjadi sebesar 70,15% dari tahun 2009

    sebesar 81,34%. Besarnya nilai rata-rata LDR tahun 2011 mengalami penurunan

    menjadi sebesar 67,87% dari tahun 2010 sebesar 70,15%. Besarnya nilai rata-rata

    LDR tahun 2012 mengalami penurunan menjadi sebesar 65,37% dari tahun 2011

    sebesar 67,87%. Besarnya nilai rata-rata LDR tahun 2013 mengalami kenaikan

    menjadi sebesar 74,88% dari tahun 2012 sebesar 65,37%. Besarnya nilai rata-rata

    LDR tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi sebesar 78,53% dari tahun 2013

    sebesar 74,88%.

    Rasio-rasio keuangan untuk mencapai keberhasilan dari kinerja keuangan

    Bank Jateng dapat dilihat melalui suatu pengukuran ROA pada perusahaan.

    Selama ini telah banyak penelitian tentang ROA, karena ROA merupakan hal

    yang penting dan diperhatikan banyak pihak investor dan kreditur, yang dapat

    mempengaruhi ROA, dalam berinvestasi modalnya. Dengan menggunakan

    berbagai rasio keuangan dapat diketahui keberhasilan manajer dalam mengelola

    perusahaan.

    Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang tidak konsisten, maka

    penelitian ini perlu dilakukan untuk meneliti kembali pengaruh rasio keuangan

    (CAR, BOPO, NIM, NPL, dan LDR) terhadap ROA sebagai ukuran kinerja

    keuangan pada periode tahun 2005 2014. Berdasarkan latar belakang tersebut

    penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul:

    Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan Bank

    Jateng Periode Tahun 2005 2014.

  • 12

    1.2 Perumusan Masalah

    Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka dapat diketahui

    permasalahan dalam penelitian ini:

    Dengan Research gap, dimana diketahui penelitian yang dilakukan

    menggunakan rasio keuangan perbankan sebagai berikut:

    1. Penelitian yang dilakukan Mawardi (2005), dalam penelitiannya tentang

    analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bank umum di

    Indonesia, menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan

    terhadap ROA, sedangkan menurut Subandi dan Ghozali (2013), dalam

    penelitiannya tentang determinan efisien dan dampaknya terhadap kinerja

    profitabilitas industri perbankan di Indonesia, menunjukkan bahwa CAR

    berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA.

    2. Penelitian yang dilakukan Almalia dan Werdaningtyas (2005) dalam

    penelitiannya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi

    kebangkrutan bank dan kesulitan keuangan perusahaan, menunjukkan

    bahwa BOPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA,

    sedangkan menurut Suyono (2005), dalam penelitiannya tentang Analisis

    rasio-rasio bank yang berpengaruh terhadap Return on Asset,

    menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap

    ROA .

    3. Penelitian yang dilakukan Mawardi (2005), dalam penelitiannya tentang

    analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bank umum di Indonesia

    perusahaan, menunjukkan bahwa NIM berpengaruh positif dan signifikan

  • 13

    terhadap ROA sedangkan menurut Subandi dan Ghozali (2013),dalam

    penelitiannya tentang determinan efisien dan dampaknya terhadap kinerja

    profitabilitas industri perbankan di Indonesia, menunjukkan bahwa NIM

    berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA.

    4. Penelitian yang dilakukan Almalia dan Werdaningtyas (2005) dalam

    penelitiannya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi

    kebangkrutan bank dan kesulitan keuangan perusahaan, menunjukkan

    bahwa NPL berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan

    menurut Mawardi (2005), dalam penelitiannya tentang analisis faktor-

    faktor yang mempengaruhi kinerja bank umum di Indonesia perusahaan,

    menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap

    ROA.

    5. Penelitian yang dilakukan Suyono (2005), dalam penelitiannya tentang

    Analisis rasio-rasio bank yang berpengaruh terhadap Return on Asset,

    menunjukkan bahwa LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap

    ROA, sedangkan menurut Hesti Werdaningtyas (2002), meneliti tentang

    faktor yang mempengaruhi profitabilitas bank over premerger di

    Indonesia, menunjukkan bahwa LDR berpengaruh negatif dan signifikan

    terhadap ROA.

    Disamping research gap didalam penilitian ini juga terdapat

    phenomena gap yang terjadi pada tabel 1.1 menyatakan hasil perhitungan

    CAR, BOPO, NIM, NPL, LDR dan ROA disimpulkan bahwa rata-rata

  • 14

    rasio keuangan Bank Jateng pada tahun 2005 sampai 2014 mengalami

    fluktuasi, sehingga terjadi inkonsistensi antara data dengan teori yang ada.

    Atas dasar research gap dan fenomena gap yang berpengaruh

    terhadap rasio keuangan Bank Jateng meliputi CAR, BOPO, NIM, NPL

    dan LDR terhadap ROA. Maka dapat diajukan pertanyaan penelitian

    sebagai berikut:

    1. Bagaimana pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap kinerja

    Bank Jateng yang diukur dengan Return on Asset (ROA)?

    2. Bagaimana pengaruh BOPO terhadap kinerja Bank Jateng yang diukur

    dengan Return on Asset (ROA)?

    3. Bagaimana pengaruh Net Interest Margin (NIM) terhadap kinerja Bank

    Jateng yang diukur dengan Return on Asset (ROA)?

    4. Bagiamana pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap kinerja

    Bank Jateng yang diukur dengan Return on Asset (ROA)?

    5. Bagaimana pengaruh Loan Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja Bank

    Jateng yang diukur dengan Return on Asset (ROA)?

    1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian

    1.3.1 Tujuan Penelitian

    Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk:

    1. Menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap kinerja

    Bank Jateng yang diukur dengan Return on Asset (ROA).

    2. Menganalisis pengaruh (BOPO) terhadap kinerja kinerja Bank Jateng yang

    diukur dengan Return on Asset (ROA).

  • 15

    3. Menganalisis pengaruh Net Interest Margin (NIM) terhadap kinerja Bank

    Jateng yang diukur dengan Return on Asset (ROA).

    4. Menganalisis pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap kinerja

    Bank Jateng yang diukur dengan Return on Asset (ROA).

    5. Menganalisis pengaruh Loan Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja Bank

    Jateng yang diukur dengan Return on Asset (ROA).

    1.3.2 Kegunaan Penelitian

    1. Bagi pihak yang berkepentingan

    a. Perusahaan

    Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa dijadikan pertimbangan

    dan peningkatan kinerja keuangan di masa mendatang. Dalam

    rangka pengambilan keputusan.

    b. Bagi investor dan kreditor

    Hasil penelitian ini diharap bisa dijadikan informasi bagi investor

    sebelum melakukan penanaman modal dan sebelum memberikan

    kredit.

    c. Bagi pihak peneliti

    Penelitian ini aplikasi praktek ilmu pengetahuan yang selama

    diperoleh di bangku perkulihan. Sehingga dapat meningkatkan

    ilmu pengetahuan untuk melakukan kegiatan analisa perusahaan

    mengenai cara mengukur pertumbuhan laba.

  • 16

    1.4 Sistematika Penulisan

    Penelitian ini disampaikan dalam lima bab yang dimaksudkan

    untuk memberikan gambaran umum penulisan sehingga dapat

    memperjelas isi yang akan disampaikan. Sesuai ketentuan yang berlaku,

    maka sistematika penelitian ini sebagai berikut:

    BAB I PENDAHULUAN

    Merupakan bab pendahuluan yang berisi gambaran penelitian

    secara garis besar. Bab ini terdiri dari latar belakang, rumusan

    masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika

    penulisan.

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    Merupakan Tinjauan Pustaka yaitu uraian yang menjelaskan

    tentang tinjauan pustaka berkaitan dengan landasan teori yang

    mendasari dan mendukung penelitian, penelitian terdahulu,

    kerangka pemikiran teoritis, dan hipotesis penelitian.

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN

    Merupakan bab yang membahas metode penelitian mengenai

    desain penelitian, variable penelitian dan definisi operasional

    variabel, populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, lokasi dan

    waktu penelitian, metode pengumpulan data, serta teknik analisis

    data.

  • 17

    BAB IV HASIL PEMBAHASAN

    Bab ini menjelaskan tentang hasil penelitian dan pembahasan yang

    terdiri dari data penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan.

    BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

    Bab ini merupakan bab yang menjelaskan tentang kesimpulan,

    Implikasi, keterbatasan dan saran penelitian selanjutnya.

  • 18

    BAB II

    TELAAH PUSTAKA

    2.1 Landasan Teori

    Landasan teori ini menjelaskan teori-teori yang mendukung hipotesis

    serta sangat berguna dalam analisis hasil penelitian. Landasan teori berisi

    pemaparan teori serta argumentasi yang disusun sebagai tuntutan dalam

    memecahkan masalah penelitian serta perumusan hipotesis.

    2.1.1 Pengertian Perbankan

    Menurut UU No. 10 Tahun 1998 bank adalah badan usaha yang

    menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan

    menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-

    bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat

    banyak. Lingkup usaha bank dapat dikelompokan dalam tiga sifat usaha,

    yaitu sisi aktiva, sisi pasiva, dan sisi jasa-jasa bank.

    Menurut UU No. 10 Tahun 1998 pasal 3 dan 4 bahwa Asas

    Perbankan Indonesia adalah melakukan usahanya berasaskan demokrasi

    ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama

    perbankan Indonesia adalah sebagai fungsi intermediary yang berarti bank

    sebagai penghimpun dana dan penyalur dana masyarakat. Tujuan

    perbankan Indonesia yaitu bertujuan menunjang pelaksanaan

    pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan,

    pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional kearah peningkatan

    kesejahteraan rakyat banyak.

  • 19

    Kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh bank umum menurut

    UU No. 7 Tahun 1992 yang telah diubah dalam UU No.10 Tahun 1998

    tentang Perbankan adalah sebagai berikut:

    a. Menghimpun dana dari masyarakat.

    b. Memberikan kredit.

    c. Menerbitkan surat pengakuan hutang.

    d. Membeli, menjual, atau menjamin surat-surat atas risiko sendiri

    maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya. Surat-surat

    berharga antara lain:

    1. Surat-surat wesel, termasuk wesel yang diaksep oleh bank.

    2. Surat pengakuan utang.

    3. Kertas pembendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah.

    4. Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

    5. Obligasi.

    6. Surat dagang berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun.

    7. Instrumen surat berharga lain yang berjangka waktu sampai dengan

    1 (satu) tahun.

    e. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk

    kepentingan nasabahnya.

    f. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan

    dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, saran

    telekomunikasi, maupun dengan wesel unjuk, cek, atau sarana lainnya.

  • 20

    g. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan

    perhitungan dengan antara pihak ketiga,

    h. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga.

    i. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain

    berdasarkan suatu kontrak (custodian).

    j. Melakukan penempatan dana dari menambah kepada nasabah lainnya

    dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat dibursa efek.

    k. Membeli melalui pelanggan agunan baik semua maupun sebagian

    dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada bank, dengan

    ketentuan agunan yang dibeli tersebut wajib dicairkan secepatnya.

    l. Melakukan kegiatan anjak piutang (factoring), kartu kredit, dan

    kegiatan wali amanat (trustee).

    m. Menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil.

    n. Melakukan kegiatan lain, misalnya: kegiatan dalam valuta asing;

    melakukakan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di

    bidang keuangan seperti: sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan

    efek, dan asuransi; dan melakukan penyertaan modal sementara untuk

    mengatasi akibat kegagalan keredit.

    o. Kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak

    bertentangan dengan undang-undang.

    Peranan bank sebagai lembaga keuangan tidak pernah lepas

    dengan masalah kredit. Perkreditan merupakan kegiatan utama

    menentukan besarnya jumlah kredit yang disalurkan untuk menentukan

  • 21

    profitabilitas keuangan bank. Jika bank tidak dapat menyalurkan kredit

    dan dana simpanan yang terhimpun masih mengendap, menimbulkan

    kerugian bank tersebut. Kinerja bank terhadap kredit harus diperhatikan

    dalam pengelolaan kredit, dengan cara perencanaan jumlah kredit,

    penentuan suku bunga, prosedur pemberian kredit, analisis pemberian

    kredit sampai pada pengendalian kredit macet bertujuan meminimalisir

    risiko terhadap kredit (Kasmir, 2012).

    Menjaga agar kredit yang disalurkan tidak bermasalah, bank

    menjaga kualitas kredit dengan melihat tingkat perolehan laba dan tingkat

    risiko. Dalam praktiknya banyak cara supaya kredit yang disalurkan oleh

    perbankan memiliki kualitas. Untuk pemutusan dalam suatu permohonan

    kredit yang akan diberikan kepada nasabah supaya berkualitas maka perlu

    dibentuk komite kredit, yang bertugas memberikan pelayanan hal-hal yang

    berkaitan dengan kredit yang disalurkan dalam membuat keputusan kredit

    baru dan memastikan kelengkapan dokumen dalam kredit (Kasmir, 2012).

    2.1.1 Kinerja Perbankan

    Kinerja adalah pencapaian dari suatu tujuan suatu kegiatan atau

    pekerjaaan tertentu untuk mencapai tujuan perusahaan yang diukur dengan

    standar. Penilaian kinerja perusahaan bertujuan untuk mengetahui

    efektifitas operasional perusahaan.

    Kinerja merupakan pengawasan terus menerus dan pelaporan

    penyelesaian program, terutama kemajuan terhadap tujuan yang telah

    ditetapkan sebelumnya. Pada dasarnya tujuan dari pengukuran kinerja

  • 22

    perbankan tidaklah jauh berbeda dengan kinerja perusahaan pada

    umumnya. Pengukuran kinerja perusahaan dilakukan untuk melakukan

    perbaikan dan pengendalian atas kegiatan operasionalnya agar dapat

    bersaing dengan perusahaan lain. Selain itu, pengukuran kinerja juga

    dibutuhkan untuk menetapkan strategi yang tepat dalam rangka mencapai

    tujuan perusahaan. Dengan kata lain mengukur kinerja perusahaan itu

    merupakan fondasi tempat berdirinya pengendalian yang efektif.

    Penilaian kinerja bank sangat penting untuk setiap stakeholders

    bank yaitu manajemen bank, nasabah, mitra bisnis dan pemerintah di

    dalam pasar keuangan yang kompetitif. Bank yang dapat selalu menjaga

    kinerjanya dengan baik terutama tingkat profitabilitasnya yang tinggi dan

    mampu membagikan deviden dengan baik serta prospek usahanya dapat

    selalu berkembang dan dapat memenuhi ketentuan prudential banking

    regulation dengan baik, maka ada kemungkinan nilai sahamnya dan

    jumlah dana pihak ketiga akan naik. Kenaikan nilai saham dan jumlah

    dana pihak ketiga ini merupakan salah satu indikator naiknya kepercayaan

    masyarakat kepada bank yang bersangkutan. Kinerja perbankan sendiri

    sering dinilai terkait erat dengan tingkat kesehatan bank. Tingkat

    kesehatan bank dapat dinilai dari beberapa indikator. Salah satu indikator

    utama yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan bank yang

    bersangkutan. Berdasarkan Peraturan Gubernur Bank Indonesia Nomor

    6/10/2004 tentang tingkat kesehatan perbankan disebutkan bahwa Bank

    Indonesia berhak untuk menetapkan ketentuan tentang kesehatan bank

  • 23

    dengan memperhatikan aspek permodalan, kualitas asset, rentabilitas,

    likuiditas, solvabilitas, manajemen dan sensitivivitas terhadap resiko yang

    berhubungan dengan usaha bank. Oleh karena itu Bank Indonesia

    mengeluarkan surat keputusan Peraturan Gubernur Bank Indonesia Nomor

    6/10/PBI/2004 yang mengatur tata cara penilaian tingkat kesehatan bank.

    2.1.2 Laporan Keuangan Perbankan

    Laporan keuangan adalah suatu informasi yang menggambarkan

    kondisi keuangan suatu perusahaan, laporan periodik yang disusun

    menurut prinsip-prinsip akutansi yang diterima secara umum tentang

    status keuangan dari individu, asosiasi atau organisasi bisnis yang terdiri

    dari neraca, laporan laba-rugi, dan laporan perubahan ekuitas pemilik

    (Rivai et al, 2013). Tujuan dari laporan keuangan adalah mengetahui

    kekuatan dan kelemahan kinerja keuangan dalam satu periode.

    Keuntungan bagi pihak manajemen dalam membaca laporan keuangan

    yaitu pihak manajemen dapat memperbaiki kelamahan yang ada serta

    mempertahankan kekuatan yang dimilikiny. Aktiva bank pada umumnya

    adalah aktiva likud dan hanya sedikit yang berupa aktiva tetap. Oleh

    karena itu, tingkat perputaran aktiva dan pasiva sangat tinggi. Bisnis

    perbankan dengan mengandalkan kepercayaan masyarakat, yaitu

    kepercayaan masyarakat untuk menabung dan bertransaksi dengan

    menggunaka jasa bank. Dengan demikian keberhasilan bisnis bank sangat

    ditentukan oleh adanya kepercayaan masyarakat, tingginya likuiditas dan

  • 24

    kesanggupan manajemen bank tersebut menjaga kekayaan masyarakat

    yang dititipkan kepadanya.

    Laporan keuangan perbankan adalah untuk menunjukkan kondisi

    keuangan bank secara keseluruhan, Laporan keuangan juga memliki tujuan

    perbankan sebagai berikut: (Kasmir, 2012)

    1. Menyediakan informasi keuangan berupa jumlah aktiva dan jenis-

    jenis aktiva yang dimiliki.

    2. Informasi keuangan yang berupa jumlah kewajiban dan jenis-jenis

    kewajiban jangka pendek (lancar) maupun jangka panjang.

    3. Memberikan informasi keuangan tentang jumlah modal dan jenis

    modal bank yang ditentukan pada waktu tertentu.

    4. Informasi tentang hasil usaha yang terlihat dari jumlah pendapatan

    yang diperoleh dan sumber-sumber pendapatan bank tersebut.

    5. Informasi keuangan tentang jumlah biaya-biaya yang dikelurkan

    dan jenisjenis biaya dalam periode waktu tertentu.

    6. Menginformasikan tentang perubahan-perubahan yang terjadi

    dalam aktiva, kewajiban, dan modal suatu bank.

    7. Memaparkan informasi keuangan tentang kinerja manajemen

    dalam suatu periode dari hasil laporan keuangan yang disajikan.

    Laporan keuangan bank harus disusun berdasarkan Standar Khusus

    Akuntansi Perbankan Indonesia (SKAPI) dan Prinsip Akuntansi

    Perbankan Indonesia (PAPI) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan

    Indonesia (IAI). Menurut ketentuan tersebut laporan keuangan bank terdiri

  • 25

    dari (1) Neraca (2) Laporan Perhitungan Laba Rugi (3) Laporan

    Komitmen dan Kontijensi (4) Laporan Arus Kas (5) Catatan atas Laporan

    Keuangan dan (6) Laporan Keuangan Gabungan dan Konsolidasi.

    Neraca bank adalah laporan posisi keuangan bank pada saat

    tertentu aktiva dan pasiva pada neraca bank tidak diklasifikasikan menurut

    lancar dan tidak lancar pada waktu tanggal tertentu, melainkan disusun

    dengan tingkat likuiditas dan jatuh tempo. Laporan keuangan menunjukan

    posisi saldo serta mutasi-mutasi dari rekening subgrup yang dikelola oleh

    satuan kerja akunting yang bersangkutan. Aktiva bank terdiri dari

    likuiditas, aktiva produktif dan aktiva tidak produktif. Setiap pos aktiva

    produktif harus disajikan dalam jumlah bruto dan dikurangi dengan

    penyisihan pengahapusannya. Sisi pos pasiva menunjukkan kewajiban

    bank yang berupa klaim pihak ketiga atau pihak lainnya atas kekayaan

    bank yang dinyatakan dalam bentuk rekening giro, deposito berjangka

    tabungan, dan instrumen kewajiban lainnya, serta ekuitas yang

    menggambarkan nilai buku pemilik saham bank. (Rivai et al, 2013)

    Laporan laba rugi bank adalah laporan keuangan perbankan yang

    menjelaskan pendapatan dan biaya operasional dan nonopersional bank

    serta keuntungan bersih bank dalam periode waktu tertentu. Laporan laba

    rugi yang ditetapkan Bank Indonesia, harus diumumkan dan dilaporkan

    melalui media cetak yang kredibel. Laporan laba rugi dalam laporan

    bulanan harus dilaporkan setiap bulan, sedangkan untuk laporan

    triwulanan dilaporkan pada posisi akhir bulan Maret, Juni, Sepetember,

  • 26

    dan Desember. Pos pos laporan laba rugi harus disesuaikan dengan

    SKAPI dan PAPI. (Rivai et al,2013)

    Laporan Komitmen dan Kontijensi harus disusun secara sistematis

    agar dapat memberikan gambaran komprehensif posisi komitmen dan

    kontijensi, baik yang bersifat tagihan maupun kewajiban, secara tersendiri

    tanpa pos lain. Komitmen merupakan perjanjian atau kontrak yang tidak

    dapat dibatalkan (Irreversible) secara sepihak. Kontijensi merupakan

    kewajiban yang timbulnya bersifat kondisional (Kasmir, 2012).

    Laporan arus kas merupakan laporan yang berkaitan terhadap

    semua aspek kegiatan bank, baik yang berpengaruh langsung atau tidak

    langsung terhadap kas. Laporan arus kas disusun berdasarkan dengan

    konsep kas selama periode laporan (Kasmir, 2012).

    Catatan laporan keuangan merupakan catatan terhadap Posisi

    Devisa Neto, menurut jenis mata uang dan aktivitas lainnya. (Kasmir,

    2012). Laporan gabungan adalah laporan dari keseluruhan cabang-cabang

    bank yang bersangkutan, baik cabang yang berada dalam negeri atau luar

    negeri. Laporan konsolidasi merupakan laporan bank yang bersangkutan

    dengan anak perusahaannya (Kasmir, 2012).

    Menurut Peraturan Bank Indonesia nomor 14/14/pbi/2012 setiap

    bank harus menyajikan laporan keuangan seperti disebut diatas, setiap

    bank diwajibkan menyampaikan beberapa jenis laporan lainnya untuk

    disampaikan kepada Bank Indonesia Laporan lainnya tersebut antara lain:

    1. Laporan Mingguan

  • 27

    a. Giro wajib minimum yang mencakup, dana pihak ketiga

    rupiah/valuta asing per bank dan posisi pos-pos tertentu

    neraca rupiah dan valuta asing per bank.

    b. Laporan keuntungan/kerugian transaksi derivative.

    c. Laporan posisi devisa neto (PDN).

    2. Laporan Bulanan

    a. Laporan beserta lampiran per kantor (LBU).

    b. Laporan perkreditan bank umum per kantor (lpbu).

    c. Laporan pelanggaran batas maksimal pemberian kredit

    (BMPK).

    3. Laporan Triwulanan, berupa laporan realisasi perkreditan bank

    terhadap rencana kerja bank.

    4. Laporan Semesteran

    a. Laporan dewan komisaris terhadap pelaksanaan rencana

    kerja bank.

    b. Laporan keuangan publikasi di surat kabar berbahasa

    Indonesia.

    c. Laporan dewan audit tentang hasil kinerja audit intern yang

    telah dilakukan.

    5. Laporan Tahunan

    a. Lapotan tahunan yang diaudit oleh akuntan publik yang

    terdaftar di BI yang disertai dengan surat komentar dari

    akuntan publik.

  • 28

    b. Laporan rencana kerja bank.

    6. Laporan lainnya

    a. Kerugian transaksi derivative 10% dari modal bank beserta

    tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi selambat-

    lambatnya pada hari kerja berikutnya.

    b. Laporan khusus mengenai setiap temuan audit yang

    diperkirakan dapat menganggu kelangsungan usaha bank

    yang ditandatangani direktur utama dan ketua dewan audit

    selambat-lambatnya 15 hari kerja sejak adanya temuan

    audit.

    c. Laporan atas setiap penyalahgunaan yang dilakukan

    melalui sarana teknoligi sistem informasi.

    d. Laporan pelaksanaan dan pokok - pokok audit intern,

    ditandatangani oleh direktur utama dan ketua dewan audit

    selambat-lambatnya 2 bulan setelah akhir Juni dan akhir

    Desember. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan

    informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta

    perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang

    bermanfaat bagi pengambilan keputusan. Oleh karena

    banyak pihak berkepentingan terhadap laporan keuangan,

    maka laporan keuangan harus disusun sedemikian rupa

    sehingga dapat memenuhi kebutuhan dari seluruh pihak

    yang memerlukan.

  • 29

    2.1.3 Analisis Rasio Keuangan

    Analisis rasio keuangan adalah suatu kajian yang melihat

    perbandingan antara jumlah-jumlah yang terdapat pada laporan keuangan

    dengan menggunakan formula-formula yang dianggap representatif untuk

    diterapkan (Fahmi, 2012). Menurut Bahtiar (2003), Analisis rasio

    keuangan berguna untuk mekakukan analisis terhadap kondisi keuangan

    perusahaan secara intern bagi manajemen perusahaan untuk mengetahui

    hasil finansial yang telah dicapai guna perencanaan yang akan datang dan

    juga untuk analisis intern bagi kreditor dan investor untuk menentukan

    kebijakan pemberian kredit dan penanaman modal suatu perusahaan.

    Menurut Warsidi dan Bambang (2000), Analisis rasio keuangan

    merupakan salah satu alat analisis prestasi keuangan yang banyak

    digunakan, yang bertujuan menunjukkan perubahan dalam kondisi

    keuangan atau prestasi operasi masa lalu dan membantu menggambarkan

    trend pola perubahan tersebut, untuk kemudian menunjukkan risiko dan

    berpeluang yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan. Analisa

    rasio dan kinerja keuangan perusahaan memliki hubungan yang erat.

    Manfaat dari rasio keuangan yaitu sebagai alat kinerja dan prestasi

    perusahaan, bagi manajer bermanfaat sebagai rujukan untuk membuat

    perencanaan, alat untuk mengevaluasi kondisi suatu perusahaan dan

    persepektif keuangan, manfaat bagi kreditor dapat digunakan

    memperkirakan potensi risiko yang akan dihadapi berkaitan dengan

    adanya jaminan kelangsungan pembayaran bunga dan pengembalian

  • 30

    pokok pinjaman, dan dijadikan penilaian bagi pihak stakeholder organisasi

    (Fahmi, 2012).

    2.1.4 Return On Asset

    Profitabilitas bagi suatu bank merupakan masalah penting karena

    pendapatan bagi bank merupakan masalah yang penting karena

    pendapatan bagi bank menjadi sasaran utama bagi bank karena bank

    didirikan untuk mendapatkan profit/laba. Tanpa profitabilitas yang

    memadai suatu perusahaan akan sulit untuk mempertahankan

    konsistensinya hal ini juga berlaku pada bank. Profitabilitas merupakan

    indikator yang paling penting untuk mengukur suatu kesehatan bank.

    Rasio prifitabilitas adalah perbandingan Laba (setelah pajak)

    dengan modal (Modal Inti) atau Laba (sebelum pajak) dengan total asset

    yang dimiliki bank pada periode tertentu (Riyadi, 2004). Hasil perhitungan

    rasio yang mendekati kondisi yang sebenarnya, maka modal dihitung

    secara rata-rata selama periode tersebut. Untuk mengukur keberhasilan

    suatu manajemen dalam meraih tujuan perusahaan, return dan risk dapat

    digunakan sebagai ukuran keberhasilan suatu perusahaan, yaitu dengan

    menganalisis laporan keuangan perusahaan tersebut. Hal diatas juga

    berlaku untuk perusahaan yang bergerak dibidang perbankan (Mawardi,

    2005).

    Return On Assets (ROA) merupakan rasio yang digunakan untuk

    mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh profitabilitas

    dan mengelola tingkat efisiensi usaha bank secara keseluruhan.

  • 31

    Profitabilitas yang digunakan adalah ROA karena dapat memperhitungkan

    kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva yang dimilikinya

    untuk menghasilkan income. Semakin besar nilai rasio ini menunjukkan

    tingkat rentabilitas usaha bank semakin baik atau sehat. Dengan membaca

    laporan keuangan suatu perusahaan kita dapat mengetahui bagaimana

    kinerja keuangan perusahaan perbankan, sehingga keputusan-keputusan

    manajemen yang diambil tidak akan membawa perusahaan kepada

    kebangkrutan.

    Informasi tentang kinerja keuangan pada lembaga keuangan

    (dalam hal ini perbankan) dalam periode tertentu, dapat diketahui dengan

    menganalisis rasio-rasio keuangan. Return On Asset (ROA) dalam hal ini

    lebih memfokuskan kemampuan perusahaan dalam memperoleh earning

    dalam operasi perusahaan, sementara Return On Equity (ROE) hanya

    mengukur return yang diperoleh dari investasi pemilik perusahaan dalam

    bisnis tersebut (Mawardi, 2005). Menurut Bank Indonesia Return On Asset

    (ROA) merupakan perbandingan antara laba sebelum pajak dengan rata-

    rata total asset dalam satu periode (SE. Intern BI, 2004).

    Dalam penelitian ini Return on Asset (ROA) dipilih sebagai

    indikator pengukur kinerja keuangan perbankan adalah karena Return on

    Asset digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan didalam

    menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.

    Return on Asset merupakan rasio antara laba sebelum pajak terhadap total

    asset. Semakin besar Return on Asset menunjukkan kinerja keuangan yang

  • 32

    semakin baik, karena tingkat kembalian (return) semakin besar. Apabila

    Return on Asset meningkat, berarti profitabilitas perusahaan meningkat,

    sehingga dampak akhirnya adalah peningkatan profitabilitas yang

    dinikmati oleh pemegang saham (Husnan, 1998).

    2.1.5 Capital Adequacy Ratio ( CAR)

    Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio permodalan yang

    sering digunakan untuk mengukur kesehatan bank (Manulang, 2002).

    Pengukuran CAR dilihat dari rasio antara modal inti dan modal pelengkap

    terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Berdasarkan

    Peraturan Bank Indonesia No. 3/21/PBI/2001 besarnya rasio keuangan

    CAR perbankan yaitu minimal 8%, sedangkan berdasarkan Arsitektur

    Perbankan Indonesia (API) pada umumnya, bank umum harus memiliki

    CAR minimal 12%.

    Menurut Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP tanggal 31

    Mei 2004 besarnya rasio CAR perbankan minimal adalah 12%.

    Keseluruhan bank telah mewajibkan pemenuhan tingkat kecukupan

    pemenuhan modal CAR (Capital Adequacy Ratio) yang memadai untuk

    menjaga likiditas bank tersebut. Tidak bisa semuanya bank menyalurkan

    kredit, apalagi terhadap institusi atau individu yang memiliki afiliasi

    dengan bank yang bersangkutan. Besar kecilnya CAR dipengaruhi

    kemapuan bank dalam menghasilkan laba serta komposisi pengalokasian

    dana pada aktiva sesuai dengan tingkat risikonya (Rivai et al, 2013).

  • 33

    2.1.6 Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO)

    BOPO merupakan rasio rentabilitas (earnings). Earning digunakan

    dalam efisiensi dan kualitas pendapatan bank secara benar dan akurat,

    kelemahan earning dilihat dari sisi pendapatan riil merupakan indikator

    terhadap potensi permaslahan perbankan. Menurut Kuncoro dan

    Suhardjono (2002), Keberhasilan bank didasarkan pada penilaian

    kuantitatif terhadap rentabilitas bank dapat diukur dengan menggunakan

    rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional terhadap

    pendapatan operasional. Sedangkan menurut Rivai et al, (2013) bahwa

    usaha utama bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan

    menyalurkan dananya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit,

    sehingga beban bunga dan dan hasil bunga merupakan porsi terbesar bagi

    bank.

    Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional

    (BOPO) sering disebut rasio efisiensi digunakan untuk mengukur

    kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional

    terhadap pendapatan operasional. Semakin kecil rasio BOPO berarti

    semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank yang

    bersangkutan, sedangkan semakin besar rasio BOPO berarti semakin besar

    biaya operasional yang dikeluarkan bank yang bersangkutan (Amilia dan

    Herdiningtyas, 2005).

  • 34

    2.1.7 Net Interest Margin (NIM)

    Menurut Rivai et,al (2013) Rasio Net Interest Margin (NIM)

    menunjukkan kemampuan earning assets dalam menghasilkan pendapatan

    bunga bersih, sedangkan menurut Surat Edaran Bank Indonesia

    No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 adalah Net Interest Margin (NIM)

    merupakan perbandingan antara pendapatan Bunga bersih terhadap rata

    rata aktiva produktifnya. Pengertian Net Interest Margin (NIM) menurut

    merupakan perbandingan antara prosentase hasil Bunga terhadap total

    asset atau terhadap total earnings asset menurut Riyadi (2006).

    Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian Net

    Interest Margin (NIM) pada dasarnya adalah merupakan sebuah rasio

    keuangan yang merupakan hasil dari perbandingan antara pendapatan dari

    Bunga terhadap aktiva, yang juga merupakan selisih antara bunga

    simpanan dan bunga pinjaman. Faktor-faktor yang mempengaruhi NIM

    adalah tingkat suku bunga dari masing-masing aktiva produktif, fluktuasi

    komposisi dari masing-masing aktiva produktif, dan tingkat suku bunga

    dari masing-masing sumber dana (Giro, tabungan, dan deposito).

    Pendapatan bunga bersih dapat dilihat dari laporan laba rugi pos

    pendapatan (beban) bunga bersih. Rasio NIM yang cukup besar berguna

    dalam menutupi kerugian-kerugian pinjaman, kerugian-kerugian sekuritas

    dan pajak untuk dijadikan profit dan meningkatkan pendapatan.

  • 35

    2.1.8 Non Performing Loand (NPL)

    Pokok angsuran dan bunga merupakan kelancaran debitur

    membayar kewajibannya, karena bank sebagi lembaga intermediasi maka

    perbankan yang bertugas menampung dan menyalurkan dana dari

    masyarakat. Kegiatan operasional perbankan dapat berjalan jika

    pembayaran kredit oleh debitur dapat berjalan lancar, maka berarti bank

    tidak bisa mendapatkan kembali modal yang telah dikeluarkannya, dan hal

    itu tentu saja dapat mempengaruhi tingkat kesehatan bank dan bisa berefek

    pada penurunan tingkat kepercayaan masyarakat.

    Perbankan memiliki kriteria dalam memberi penilaian dan

    menggolongkan kemampuan debitur, dalam mengembalikan pembayaran

    pokok atau angsuran dan bunga sesuai dengan jangka waktu yang telah

    disepakati, yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur Bank Indonesia

    Nomor 31/47/KEP/DIR tahun 1998. Dalam surat keputusan tersebut kredit

    digolongkan menjadi lima, yaitu lancar, dalam perhatian khusus, kurang

    lancar, diragukan dan macet. Tingkat kolektibilitas kredi dianggap

    bermasalah dan dapat mengganggu kegiatan operasional adalah kredit

    macet atau dikenal sebagai Non Performing Loan (NPL) yang mana

    merupakan persentase kredit bermasalah seperti kriteria kredit kurang

    lancar, kredit yang diragukan dan kredit macet terhadap total kredit yang

    disalurkan. Faktor pemberian kredit yang harus diperhatikan bank adalah

    berhati-hati untuk menjaga terjadinya gagal kredit. Peran analis kredit

    sangat berpengaruh dalam penilaian kondisi calon debitur agar pemberian

  • 36

    kredit tersebut mencapai sasaran yang lebih terarah, memberikan hasil,

    aman dan terpercaya dalam kredit yang disalurkan.

    2.1.9 Loan Deposit Ratio (LDR)

    Menurut Irmayanto (2001), lembaga keuangan dapat dinyatakan

    liquid apabila lembaga keuangan tersebut sanggup memenuhi kewajiban

    hutang, sanggup membayar kembali semua deposan dan dapat memenuhi

    permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan. Untuk

    mengetahui likuiditas lembaga keuangan adalah dengan melihat LDR.

    LDR adalah rasio antara seluruh jumlah kredit yang diberikan bank

    dengan dana yang diperoleh oleh bank. Loan Deposit Ratio (LDR) tersebut

    dapat menilai seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali

    penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit yang

    diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Dengan kata lain, seberapa penuh

    pemberian kredit kepada nasabah kredit dapat mengimbangi kewajiban

    bank untuk segera memenuhi permintaan deposan yang ingin menarik

    kembali uangnya yang telah digunakan oleh bank untuk memberikan

    kredit.

    Amilia dan Herdiningtyas (2005) Loan Deposit Ratio (LDR)

    digunakan untuk menilai likuiditas suatu bank dengan cara membagi

    jumlah kredit dengan jumlah dana. Loan Deposit Ratio (LDR) merupakan

    rasio yang menunjukkan kemampuan suatu bank dalam menyediakan dana

    kepada debiturnya dengan modal yang dimiliki oleh bank maupun dana

  • 37

    yang dapat dikumpulkan dari masyarakat. Ketentuan LDR menurut Bank

    Indonesia adalah maksimum 110% (Siamat, 2005).

    Semakin tinggi rasio tersebut memberikan indikasi semakin

    rendahnya kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan. Hal ini

    disebabkan karena jumlah yang diperlukan untuk membiayai kredit

    menjadi semakin besar. Sebagian praktisi perbankan menyepakati bahwa

    batas aman Loan Deposit Ratio (LDR) suatu bank adalah sekitar 80%.

    Namun batas toleransi berkisar antara 85% dan 95%.

    2.2 Penelitian Terdahulu

    Sebagai acuan dari penelitian ini dikemukakan hasil-hasil

    penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu :

    1. Hesti Werdaningtyas (2002), meneliti tentang faktor yang mempengaruhi

    profitabilitas bank over premerger di Indonesia dengan metode penelitian

    persamaan regresi linier berganda. Dalam hasil penelitiannya,

    menunjukkan bahwa variabel CAR berpengaruh positif terhadap ROA,

    LDR berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Hasil penilitian

    menunjukkan pangsa pasar tidak berpengaruh terhadap profitabilitas.

    Dimana pangsa pasar dibagi menjadi tiga komponen yaitu pangsa asset,

    pangsa dana, dan pangsa kredit.

    2. Wisnu Mawardi (2005), menganalisis penilitian tentang faktor-faktor yang

    mempengaruhi kinerja keuangan bank umum di Indonesia dengan total

    asset kurang dari 1 triliun, menggunakan metode penilitian analisis linier

    berganda. Dalam hasil penelitiannya dari empat variabel (CAR, BOPO,

  • 38

    NIM, dan NPL) secara bersama-sama mempengaruhi kinerja bank umum.

    Disimpulkan bahwa variabel NIM yang mempunyai pengaruh paling besar

    terhadap kinerja perbankan yang diproksikan dengan ROA. Untuk variabel

    BOPO dan NPL berpengaruh negatif terhadap ROA, sedangkan variabel

    NIM dan CAR mempunyai berpengaruh positif terhadap ROA.

    3. Agus Suyono (2005), meneliti analisa rasio CAR, BOPO, NIM, NPL dan

    LDR berpengaruh signifikan terhadap ROA. Untuk NIM, NPL,

    Pertumbuhan Laba Operasi (PLO) dan Pertumbuhan Kredit (PK) yang

    mempengaruhi Return on Asset pada Bank Umum di Indonesia pada

    periode 2001-2003, dengan metode analisis linier berganda. Dari hasil

    penelitiannya, menunjukkan bahwa ketujuh variabel secara bersama-sama

    mempengaruhi kinerja bank umum. Variabel CAR, BOPO, dan LDR

    secara parsial berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan

    NIM,NPL, PLO dan PK tidak menunjukkan hasil yang signifikan terhadap

    ROA.

    4. Almalia dan Hesti Werdaningtyas (2005) dalam penelitian tentang faktor-

    faktor yang mempengaruhi kondisi kebangkrutan bank dan kesulitan

    keuangan perusahaan, dengan mengunakan metode penilitian persamaan

    regresi linier berganda. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini

    adalah CAR, APB, NPL, PPAP, ROA, NIM dan BOPO. Hasilnya

    menunjukkan bahwa CAR dan BOPO signifikan untuk memprediksi

    kondisi kebangkrutan bank dan kesulitan keuangan pada sektor perbankan.

  • 39

    5. Rita Septivia dan L. Jade Faliany (2012) dalam penelitian tentang Analisis

    pengaruh rasio CAR, NPL, BOPO, NIM, dan LDR terhadap profitabilitas

    perbankan (Studi kasus pada bank besar berdasarkan peringkat asset

    perbankan yang terdaftar di BEI), dengan menggunakan metode penelitian

    persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian menegaskan bahwa

    variabel yang berpengaruh pengaruh besar terhadap kinerja perbankan

    adalah rasio NPL, kemudian CAR dan BOPO. Berdasarkan hasil analisis

    tersebut manajemen bank perlu memperhatikan NPL dengan menetapkan

    prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit serta menjaga kualitas

    kredit kurang lancar, diragukan, ataupun kredit macet sehingga dapat

    meningkatkan profitabilitas.

    6. Subandi dan Imam Ghozali (2013) dalam penilitian tentang Determinan

    efisien dan dampaknya terhadap kinerja profitabilitas industri perbankan di

    Indonesia, dengan menggunakan metode penilitian persamaan regresi

    linier berganda. Hasil penilitian CAR, BOPO, NIM, NPL dan LDR

    berpengaruh secara signifikan. Variabel yang paling lemah mempengaruhi

    terhadap tingkat kinerja profitabilitas bank adalah LDR.

    7. Esther Novelina Hutagalung, Djumahir, dan Kusuma Rahmawati (2011)

    dalam penelitian Analisis rasio keuangan terhadap kinerja bank umum di

    Indonesia, dengan menggunakan metode penilitian persamaan regresi

    linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan CAR dan LDR tidak

    berpengaruh secara signifikan terhadap ROA. Sedangkan NPL, NIM dan

    BOPO berpengaruh secara signifikan terhadap ROA.

  • 40

    Tabel 2.1

    Penelitian Terdahulu

    No Penelitian Variabel Alat Kesimpulan

    1. Hesti

    Werdaningtyas

    (2002)

    Faktor yang

    mempengaruhi

    profitabilitas bank

    take over

    premerger di

    Indonesia

    Dependen:

    ROA

    Independen:

    CAR dan LDR

    Analisis

    Regresi

    Linier

    Berganda.

    CAR berpengaruh positif

    signifikan terhadap ROA,

    dan LDR berpengaruh

    negatif signifikan terhadap

    ROA.

    2. Wisnu Mawardi

    (2005)

    Analisis faktor-

    faktor yang

    mempengaruhi

    kinerja keuangan

    bank umum di

    Indonesia (studi

    kasus pada bank

    umum dengan

    total asset kurang

    1 Triliun)

    Dependen:

    ROA

    Independen:

    BOPO, NPL,

    NIM, dan CAR

    Analisis

    Regresi

    Linier

    Berganda.

    BOPO dan NPL

    berpengaruh negatif

    signifikan terhadap ROA,

    NIM berpengaruh positif

    signifikan terhadap ROA,

    CAR tidak berpengaruh

    terhadap ROA.

    3. Agus Suyono

    ( 2005)

    Analisis rasio-

    rasio bank yang

    berpengaruh

    terhadap Return

    On Aset

    Dependen:

    ROA

    Independen:

    CAR,BOPO,

    NIM,NPL,dan

    LDR

    Analis

    Regresi

    Linier

    Berganda

    CAR, BOPO, dan LDR

    berpengaruh signifikan

    terhadap ROA

    NIM,NPL, pertumbuhan

    laba operasi dan

    pertumbuhan kredit tidak

    berpengaruh signifikan

    terhadap ROA.

    4. Almalia dan

    Herdyaningtyas

    (2005)

    Analisis Rasio

    CAMEL terhadap

    Prediksi Kondisi

    Bermasalah pada

    Lembaga

    Perbankan Perioda

    2000-2002

    Dependen:

    ROA

    Independen: CAR,APB,NPL,

    PPAP,NIM,dan

    BOPO

    Analisis

    Regresi

    Linier

    Berganda

    CAR dan BOPO

    signifikan untuk

    memprediksi kondisi

    kebangkrutan bank dan

    kesulitan keuangan pada

    sektor perbankan

  • 41

    5. Rita Septivia dan

    L. Jade Faliany

    (2012)

    Analisis pengaruh

    rasio

    CAR,NPL,BOPO

    ,NIM, dan LDR

    terhadap

    profitabilitas

    perbankan (Studi

    kasus pada bank

    besar berdasarkan

    peringkat asset

    perbankan yang

    terdaftar di BEI)

    Dependen:

    ROA

    Independen:

    CAR, NPL,

    BOPO,dan LDR

    Analisis

    Regresi

    Linier

    Berganda

    CAR,NPL,danBOPO

    berpengaruh signifikan

    terhadap ROA.

    Rasio LDR tidak

    berpengaruh signifikan.

    6

    Subandi dan

    Imam Ghozali

    (2013)

    Determinan

    Efisiensi Dan

    Dampaknya

    Terhadap Kinerja

    Profitabilitas

    Industri

    Perbankan

    Di Indonesia

    Dependen:

    ROA

    Independen:

    Total asset, jenis

    bank,CAR,NPL,

    LDR,BOPO,

    NIM,tingkat

    efisiensi DEA

    Analisis

    Regresi

    Linier

    Berganda

    CAR,NPL,LDR,BOPO,

    Dan NIM mempengaruhi

    ROA secara signifikan.

    7. Esther Novelina

    Hutagalung,

    Djumahir, dan

    Kusuma

    Rahmawati

    (2011)

    Analisis

    RasioKeuangan

    Terhadap Kinerja

    Bank Umum di

    Indonesia

    Dependen:

    ROA

    Independen:

    CAR,BOPO,

    NIM,NPL,dan

    LDR

    Analisis

    Linier

    Berganda

    CAR dan LDR tidak

    berpengaruh siginifkan

    terhadap ROA.

    NPL,NIM dan BOPO

    Berpengaruh signifikan

    terhadap ROA.

    Sumber : Dari Berbagai Jurnal

  • 42

    Berdasarkan atas penelitianpenelitian yang telah dilakukan

    sebelumnya tentang kinerja keuangan perbankan, terdapat kesamaan

    dengan penelitian yang akan dilakukan yaitu menganalisis tingkat kinerja

    Bank Jateng. Hal yang spesifik pada penelitian ini adalah obyeknya yaitu

    Bank Jateng periode tahun 2005 2014.

    Variabel dependen yang digunakan dalam penilitian yaitu Return

    On Aset (ROA) sebagai proksi dari kinerja perbankan, dan variabel

    independen yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR) yang merupakan proksi

    dari Permodalan, BOPO yang merupakan proksi dari efisiensi operasi, net

    interest margin (NIM) sebagai proksi dari risiko pasar, non performing

    loan (NPL) sebagai proksi dari risiko kredit, dan loan to deposit ratio

    (LDR) sebagai proksi dari likuiditas bank.

    Berdasarkan peneltian terdahulu dengan hasil yang berbeda-beda,

    seperti yang telah dilakukan oleh Werdaningytas, Mawardi, Agus Suyono,

    Almalia, serta peneliti yang lain. Dengan demikian variabelvariabel

    CAR, BOPO, NIM, NPL, dan LDR layak untuk diteliti kembali

    pengaruhnya terhadap kinerja keuangan Bank Jateng dimana dalam

    penelitian ini diproksikan dengan ROA.

    2.3 Pengaruh Variabel Independen terhadap Variabel Dependen

    2.3.1 Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Asset

    (ROA)

    CAR adalah rasio yang mengukur seberapa besar aktiva bank yang

    mengandung dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana-dana

  • 43

    dari sumber diluar bank seperti dana masyarakat, pinjaman (utang) dan

    lain-lain. Peranan modal sangat penting karena selain digunakan untuk

    kepentingan ekspansi, juga digunakan sebagai buffer untuk menyerap

    kerugian kegiatan usaha.

    Dengan kata lain capital adequacy ratio adalah rasio kinerja bank

    untuk mengukur kecukupan modal yang dimilki bank untuk menunjang

    aktiva yang mengandung resiko. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia

    No. 3/21/PBI/2001 besarnya CAR perbankan pada waktu itu minimal 8%.

    Dalam hal ini Bank wajib memenuhi ketentuan Kewajiban Penyediaan

    Modal Minimum (KPMM) yang berlaku untuk peningkatan modal (SE.

    Intern BI, 2004). Secara teknis, analisis tentang permodalan disebut juga

    sebagai analisis solvabilitas, atau juga disebut capital adequacy analysis,

    yang mempunyai tujuan untuk mengetahui apakah permodalan bank yang

    ada telah mencukupi untuk mendukung kegiatan bank yang dilakukan

    secara efisien. Dalam mengukur kemampuan permodalan tersebut

    digunakan : primary ratio, capital ratio dan Capital Adequacy Ratio

    (CAR). Jumlah kebutuhan modal suatu bank meningkat dari waktu

    kewaktu tergantung dari tiga pertimbangan, yaitu tingkat pertumbuhan

    asset dan simpanan, persyaratan kecukupan modal dari pihak yang

    berwenang, dan ketersediaan serta biaya modal bank . Dengan demikian,

    semakin kecil risiko suatu bank maka semakin besar keuntungan yang

    diperoleh bank (Kuncoro dan Suharjono,2002).

  • 44

    Menurut Dendawijaya (2003), CAR adalah rasio yang

    memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung

    rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang

    mengandung risiko (kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank

    lain) ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh

    dana-dana dari sumber-sumber diluar bank seperti dana masyarakat,

    pinjaman (utang), dan lain-lain. Dengan semakin meningkatnya tingkat

    solvabilitas bank, maka secara tidak langsung akan berpengaruh pada

    meningkatnya kinerja bank, karena kerugian-kerugian yang ditanggung

    bank dapat diserap oleh modal yang dimiliki bank tersebut. Semakin tinggi

    CAR maka kemampuan bank dalam menanggung risiko dari setiap kredit

    atau aktiva produktif yang berisiko. Semakin tinggi kecukupan modal

    dalam menanggung risiko kredit macetnya maka kinerja bank menjadi

    baik, hal ini menjadikan meningkatnya ROA.

    Hasil peneltian yang dilakukan oleh Werdaningtyas (2002),

    Mawardi (2005), Suyono (2005), dan Rita (2012) menunjukkan hasil

    bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan

    terhadap Return On Asset (ROA). Dari uraian diatas, dapat ditarik sebuah

    hipotesa sebagai berikut:

    H1 : Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif terhadap

    Return On Asset (ROA)

    2.3.2 Pengaruh Efisiensi Operasi (BOPO) terhadap Return On Asset (ROA).

  • 45

    BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional).

    BOPO merupakan indikator bank dalam mengefisiensikan pendapatan dari

    biaya yang dikeluarkan. Semakin rendah BOPO maka dapat dikatakan

    bahwa bank semakin efisien dalam memanfaatkan biaya untuk

    menghasilkan keuntungan.

    Menurut Mawardi (2005) Efisiensi operasi juga berpengaruh

    terhadap kinerja bank, yaitu untuk menunjukkan apakah bank telah

    menggunakan semua faktor produks