Apa itu manusia

Download Apa itu manusia

Post on 20-Jun-2015

1.452 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. TugasFILSAFAT ManusiaNama : Alfina Dewi HermansyahNIM : Q11112254 Program Studi Psikologi Fakultas KedokteranUniversitas Hasanuddin</li></ul><p> 2. Manusia dari sudut pandang: 1. Agama Manusia dari sudut pandang Agama Islam.Apakah sesungguhnya pandangan Islam tentang manusia? Dalam Islammanusia bukan sekedar binatang menyusui yang hanya makan,minum danberhubungan seks, bukan juga hanya a thinking animal, tetapi dari itu, iamemiliki potensial pada dan dalam dirinya yang menjadikannya dalam bahasa al-Quran unik, berbeda dari yang lain. Pandangan Islam mengenai kehidupanmanusia di bumi ini amatlah menyeluruh (comprehensive) dalam artian bahwakehidupan di dunia ini merupakan sebagian dari kehidupan di akhirat. Tindakan didunia akan mempengaruhi kehidupannya di akhirat. Dalam Islam manusiamerupakan khalifah Allah di muka bumi yang dibekali dengan berbagai hak, dandibebani dengan berbagai kewajiban. Juga dalam Islam, manusia merupakanmakhluk yang terdiri dari ruh atau jiwa dan raga. Manusia menurut Islam,merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang diberi ruh Ilahi dan dibuat dari mani.Kata ruh adalah soul dalam bahasa Inggris yang juga sama dengan jiwa.Bahkan, berbagai ayat dalam kitab suci umat Islam mengungkapkan bahwa Islammengajarkan manusia untuk mendapatkan kebahagiaan yang seimbang antaradunia dan akhirat, yakni keseimbangan kebahagiaan spiritual dan materialsebagaimana yang sering diucapkan umat Islam dalam berdoa: Ya Tuhanberikanlah aku kebahagian dunia dan juga kebahagiaan akhirat dan jauhkanlahaku dari api neraka. Ayat di atas dan doa tersebut menunjukkan bahwa dalamIslam manusia itu terdiri dari ruh dan kebahagiaan ruh ini tercapai melalui ibadah.Manusia juga dalam Islam percaya mengenai apa yang tidak terlihat denganindera penglihatan. Dengan kata lain, manusia Islam menyakini adanya kehidupandi akhirat. Ini merupakan keyakinan mereka bahwa ada kehidupan spiritual diakhir zaman. Terlalu banyak kiranya ayat-ayat dalam kitab suci al-Quran dimanaTuhan berfirman mengenai kejadian &amp; asal usul manusia dari jiwa dan raga,antaralain:Surah ke-23, al-Muminun ayat 12-15 yang terjemahannya sebagai berikut:Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) 3. tanah.(ayat 12)Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempatyang kokoh (rahim). (ayat 13)Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu darah itu Kamijadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengandaging. Kemudian Kami kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk lain).Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.(ayat 14)Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu benar-benar akan mati.(ayat15)Surah ke-32 al-Sajdah ayat 7-9 yang terjemahannya sebagai berikut:Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yangmemulai penciptaan manusia dari tanah.(ayat 7)Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (airmani).(ayat 8)Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuhnya) ruh(ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan danhati (tetapi) kamu sedikit yang bersyukur.(ayat 9)Surah ke-37 al-Shaffat ayat 11 yang terjemahannya sebagai berikut:.....Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.Surah ke-17 al-Isra ayat 85 yang terjemahnya sebagai berikut:Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ruh itu termasukurusan Tuhan-Ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.Surah ke-76 al-Insan ayat 72 yang terjemahannya sebagai berikut:Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yangbercampur (antara benih laki-laki dengan perempuan) yang Kami hendakmengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan diamendengar dan melihat.Surah ke-86 al-Thariq ayat 5-7 yang terjemahannya sebagai berikut:Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah ia diciptakan?(ayat 5)Dia diciptakan dari air yang terpancar.(ayat 6)Yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.(ayat 7) 4. Kehidupan manusia di alam ini diawali dengan tidak ada,kemudianada (lahir) dan terakhir tidak ada lagi (mati) (lihat al-Quran surah ke-7 al-Araf ayat 25). Mengenai lamanya hidup manusia didunia tidak perlu kitaperbincangkan di sini,sebab sulit untuk memberikan jawaban yang pastitentang hal tersebut. Dapat dikemukakan bahwa filsafat Islam pada umumnya, memandangmanusia terdiri dari dua substansi yang bersifat materi (badan) dan substansiyang bersifat immateri (jiwa) dan hakikat dari manusia adalah substansiimmaterialnya seperti ditulis oleh Imam al-Ghazali mengemukakan bahwaessensi manusia adalah jiwanya:Adanya jiwa dalam dirinya membuat manusia itu menjadi ciptaan Tuhanyang unggul. Dengan jiwa itu pula manusia dapat mengenal Tuhannya dansifat-sifatNya bukan dengan organ tubuh lainnya. Dengan jiwa itu jualah,manusia dapat mendekatkan diri dengan tuhan dan berusaha mewujudkan.Jadi, jiwa adalah raja dalam diri manusia dan anggota tubuh lainnya adalahunsur-unsur yang melaksanakan perintah tuhan. Jiwa itu diterima oleh tuhanapabila dia tetap bebas dari hal-hal selain dari tuhan. Apabila ia terikat padahal-hal yang bukan dengan tuhan, dia telah menjauh darinya. Jiwa manusialahyang akan dipertanyakan dan disiksa. Hal ini dikemukakan oleh Imam al-Ghazali dan juga dikutip oleh Dr.Muhammad Nasir Nasution dalam bukunya, Manusia menurut al-Ghazali.Ulasan al-Ghazali juga mengungkapkan bahwa akal bukanlah daya yangterpenting dalam kehidupan keberagamaan manusia karena usahapenyempurnaan dan iman diri bukanlah proses intelektual melainkanpenajaman dari daya intuisi dan emosi. Yang penting adalah menjagakeseimbangan antara daya-daya tersebut. Mungkin yang dimaksud disini ialahapabila seseorang mempertajam atau meningkatkan daya fisiknya, sebaiknyajuga ia menambah daya nalar dan imannya sehingga dia menjadi manusiayang utuh. Esensi manusia atau jiwanya, masih dalam ulasan al-Ghazalimerupakan unsur immaterial yang berdiri sendiri dan juga adalah subjek yang 5. mengetahui disebut juga subjek yang sadar. Al-Ghazali memberi contoh bagaiseorang manusia yang menghentikan kegiatannya, masih tetap sadar walaupundia berada dalam keadaan tenang dan tidak berbuat apapun. Maka aktifitasfisiknya menghilang tetapi ada sesuatu dalam dirinya yang tidak hilang, yaitukesadaran akan dirinya. Dia sadar bahwa ia ada; bahkan ia sadar bahwa iasadar. Inilah yang dapat dipahami dari istilah, Subjek yang mengetahui .Manusia sadar dan mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk dan iamampu mengoreksi semua unsur-unsur tersebut, apabila ia berbuat salah,unsur jiwa dalam dirinya akan menyadarkannya karena ia adalah subjek yangmengetahui.Substansi immaterial atau jiwa itu juga disebut al-nafs dalam islam.Imam Ghazali menguraikan al-nafs atau nafsu sebagai berikut: Maknapertama ialah hasrat: atau diri yang rendah. Hasrat merupakan kata yangmenyeluruh yang terdiri dari ketamaan, amarah dan unsur-unsur keji lainnya.Nabi Muhammad SAW bersabda, Musuh anda yang terbesar adalah nafsuanda yang terletak dikedua belah sisi anda. Makna kedua dari Nafs adalahjiwa seperti dijelakan terdahulu. Apabila nafsu menjadi tenang dan telah bebasdari amarah dan birahi dia disebut nafsu Mutmainah atau jiwa yang tenangdan aman, seperti difirmankan oleh Allah SWT, O..jiwa yang tenang,kembalilah ketuhanmu dengan tenang dan menenangkannya (89-27). Dalammana yang pertama nafsu bersekutu dengan setan. Apabila nafsu sudah tidaktenang dia tidak akan sempurna; ia disebut nafsu Lawamah atau jiwa yangternoda dan jiwa yang demikian mengabaikan tugas-tugas ilahinya. Apabilajiwa menyerahkan diri kepada setan, ia disebut nafsu Ammarah atau nafsuyang dikuasai setan.Al-nafs mempunyai daya-daya dan daya berfikir terkandungdidalamnya. Kesempurnaan manusia diperoleh dengan jalan mempertajamdaya berfikir ini.Bila kita bandingkan pandangan al-Ghazali dan Koentjaraningrat mengenaimanusia, maka terlihat kesamaan yang dalam. Tentu Koentjaraningrat tidakmengatakan rujukannya adalah al-Ghazali atau al-Quran dan Hadits. Istilah 6. yang digunakan oleh Koentjara ningrat adalah kepribadia individu.Kepribadian, menurut Koentjaratningrat, dalam bukunya: PengantarAntropologi 1, adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukantingkah laku atau tindakan seorang individu yang berada pada setiap individu(Koentjaraningrat 1996, hlm. 99 ). Dalam buku yagn sama Koentjaraningratjuga menguraikan bahwa ada beberapa unsur dalam kepribadian. Kalau al-Ghazali mengemukakan bahwa manusia memili beragam daya, yakni dayafikir, daya fisik, daya rasa dan daya moral. Maka Koentjaraningrat, AbrahamMarslow, Kelvin S. Hall dan Gardner Lindsay menyebut daya-daya tersebutsebagai unsur-unsur akal dan jiwa yang melangkapi kepribadian manusia,seperti unsur pengetahuan, unsur perasaan, unsur motivasi. Hanya istilah yangberbeda; al-Ghazali menggunakan perkataan daya atau al-nafs sedangkanberbagai pakar dari timur dan barat tersebut terdahulu menyebutnya sebagaiunsur-unsur dalam diri manusia. Manusia dari sudut pandang KristianiPandangan kita mengenai hakekat manusia berpijak kepada apa yang diinformasikan oleh Alkitab, khususnya dalam Kejadian 1:26-27, yaitu pernyataan Allah disekitar penciptaan alam semesta dengan isinya dimana manusia termasuk didalamnya. Manusia diciptakan menurut " gambar dan rupa" Allah (In His own image). Kata -kata yang digunakan untuk "gambar dan rupa" didalam teks asli Alkitab dalamk bahasa Ibrani adalah "tselem dan demuth". Tselem artinya " gambar yang asli, patung atau model" sedangkan demuth artinya "copy, tembusan" hal ini menunjuk pada unsur kesamaan.Pada umumnya kata tselem dan demuth dalam kaitannya dengan kejadian 1:26-27 diartikan tunggal sebagai bahwa manusia diciptakan segambar dengan Allah (Latin.Imago Dei-similitudo), dalam Perjanjian baru diterjemahkan "eikoon theou" atau homoiosis. Dalam hal ini jelas bahwa gambar Allah tadi sebenarnya merupakan suatu yang interen didalam diri manusia (sesuatu yang tidak dapat dilepaskan dari diri manusia itu sendiri). 7. a) Dalam kitab Kejadian ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan berkaitan dengan hakekat manusia dalam penciptaannya. Bahwa manusia adalah hasil ciptaan Allah (Kejadian 1:26-27 ; 2:7). Manusia bukanlah "pletikan" Allah, jelmaan dari sebagian diri Allah, bukan pula anak dalam arti biologis yang keluar dari diri Allah. Manusia adalah mahluk yang riil ada, hasil karya dari tangan agung Sang Khalik. Untuk ini harus dicamkan bahwa manusia bagaimanapun berbeda dengan Allah. Allah adalah khalik dan manusia adalah hasil karyaNya. Manusia adalah umat dan Sang Khalik adalah Allah yang menjadi obyek pemujaan dan penyembahan. Allah tidak pernah berubah menjadi manusia secara permanen atau sebaliknya. Dalam hal ini nyata bahwa manusia bukanlah eksistensi yang berdiri sendiri (indipenden), manusia ada karena Allah yang menghendaki manusia itu ada. Dengan demikian teori Evolusi ilmiah (Naturalis evolotion) terbantahkan.b) Manusia diciptakan dengan cara yang sangat uniek tidak seperti Allah menciptakan hasil ciptaanNya yang lain. Manusia diciptakan dari apa yang tidak ada menjadi ada, baik bahan maupun idenya (Kejadian 1:27, Ibr. Bara, menciptakan tanpa bahan, menciptakan dari apa yang tidak ada. Creatio ex nihilo), Manusia diciptakan dengan tanganNya sendiri (Kejadian 2:7, Ibr.yatser, aktivitas yang kreatif), Allah membentuk (to carve, yatser). Didalam kata yatser mengandung unsur seni. Kemudian Allah menghembuskan nafas ke lubang hidung manusia, sehingga manusia menjadi mahluk hidup. Manusia bukanlah hasil proses evolosi dari binatang tingkat rendah ke pada bentuk binatang tingkat tinggi.c) Manusia diciptakan melalui sebuah musyawarah dan pertimbangan dalam diri Allah yang jamak tetapi tunggal itu (Kejadian 1:26-27). Ini menunjukkan bahwa mahluk yang disebut manusia ini adalah mahluk yang luar biasa. Ini pula bisa berarti bahwa segala konsekwensi dan resiko menciptakan mahluk yang disebut manusia ini telah dipertimbangkan dan diperhitungkan. Oleh karenannya atas hasil karyaNya ini Allah berkata "sangat baik" (Kejadian 1:31) 8. d) Manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah. Ini menunjuk bahwamanusia adalah sebuah eksistensi yang sangat uniek sekaligus "dahsyat" (Kej1:26-27). Didalam pernyataan ini tersimpul hakekat manusia yang akanmenunjukkan perbedaan hakiki dan prinsipil antara manusia dan hasil ciptaanAllah yang lain. Hal ini juga menunjukkan adanya potensi untuk berhubunganintim yang dapat terjalin antara Allah dan manusia.Struktur Permanen manusia Dan Pengertian Keserupaan Dengan Allah. Dalam sejarah gereja terjadi pergumulan mengenai struktur permanenmanusia. Ini merupakan rahasia kehidupan yang tidak mudah diuraikan danditemukan formulasinya. Dalam hal ini telah ditemukan dua pandangan yangdiakui oleh gereja-gereja, yaitu teori dikhotomi dan trikhotomi. Gereja-gerejabarat pada umumnya menerima teori dikhotomi, bahwa manusia terdiri daridua unsur yaitu manusia batiniah dan manusia lahiriah atau unsur materi dannon materi). Tetapi gereja-gereja di timur menganut pandangan teoritrikhotomi, bahwa manusia terdiri dari 3 unsur yaitu roh (unsur relegius), jiwa(unsur psikhologis) dan tubuh (unsur gisik). Tentu masing-masing pandanganmemiliki argumentasi yang menggunakan landasan Alkitab. Pandangan lain yang cukup populer adalah pandangan monisme.Monisme berpandangan bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang tidakterbagi- bagiatas beberapa unsur. Sebutan tubuh, jiwa dan roh hanya sebagaisinonim. Monisme menolah dualisme atau trialisme. Olerh sebab itu Monismejuga tidak percaya adanya kenyataan "keadaan sementara" (intermediatestate), yaitu terpisahnya jiwa dan roh dari tubuh pada saat kematian sampaiTuhan Yesus datang kembali. Disini manusia dipandang sebagai kesatuansecara psikofisik. Manusia dari sudut pandang Agama BuddhaDalam ajaran agama Buddha, manusia menempati kedudukan yang khusus dan tampak memberi corak yang dominan pada hampir seluruh ajarannya. Kenyataan yang dihadapi manusia dalam hidup sehari-hari merupakan titik tolak 9. dan dasar dari seluruh ajaran Buddha. Hal ini dibicarakan dalam ajaran yang disebut tilakhama (Tiga corak umum agama Buddha), catur arya satyani (empat kesunyataan mulia), hukum karma (hukum perbuatan), dan tumimbal lahir (kelahiran kembali).Manusia, menurut ajaran Buddha, adalah kumpulan dari energi fisik dan mental yang selalu dalam keadaan bergerak, yang disebut Pancakhanda atau lima kelompok kegemaran yaitu rupakhanda (jasmani), vedanakhanda (pencerahan), sannakhandha (pencerapan), shankharakhandha (bentuk-bentuk pikiran), dan vinnanakhandha (kesadaran) . Kelima kelompok tersebut saling berkaitan dan bergantung satu sama lain dalam proses berangkai, kesadaran ada karena adanya pikiran, pikiran timbul disebabkan adanya penyerapan, penyerapan tercipta karena adanya perasaan, dan perasaan timbul karena adanya wujud atau Rupa. Kelima khanda tersebut juga sering diringkas menjadi dua yaitu: nama dan rupa. Nama adalah kumpulan dari perasaan, pikiran, penyerapan dan perasaan yang dapat digolongkan sebagai u...</p>