analisis pengaruh rasio fundamental, kinerja keuangan · pdf file laporan keuangan. rasio...

Click here to load reader

Post on 05-Nov-2020

6 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • ANALISIS PENGARUH RASIO FUNDAMENTAL, KINERJA KEUANGAN, DAN RISIKO PASAR PADA INDUSTRI PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA TERHADAP PERUBAHAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN

    Johnny Jerry Mahasiswa, Fakultas Ekonomi - Universitas Gunadarma ABSTRAK

    Salah satu jenis investasi yang sangat menarik adalah saham. Para investor harus melakukan analisis secara mendalam terhadap jenis investasi yang ingin dipilih, dengan tujuan untuk meminimisasi risiko. Analisis fundamental yang lebih ditekankan dalam penulisan ini yaitu dengan menganalisis pengaruh rasio keuangan DER, ROE, ROA, PER, dan PBV terhadap pergerakan IHSG.

    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah Rasio Fundamental, Kinerja Keuangan, dan Risiko Pasar mempunyai pengaruh yang nyata terhadap IHSG dan faktor atau variabel mana yang mempunyai pengaruh signifikan dan dominan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linear sederhana, analisis regresi linear berganda, koefisien korelasional, dan koefisien determinasi.

    Kesimpulan yang didapat yaitu pergerakan IHSG secara signifikan dipengaruhi oleh variabel LDR, NPL, CAR, ROE, PER, PBV, dan SBI, sedangkan ROA, DER, Inflasi dan Nilai Tukar Kurs tidak mempengaruhi IHSG secara signifikan. PBV sebagai faktor yang paling dominan dan signifikan Kata Kunci : Rasio Fundamental, Kinerja Keuangan, Risiko Pasar, dan IHSG. ABSTRACT

    One of the very interesting investment type is share. All investor have to conduct the analysis exhaustively to investment type which wish selected, as a mean to minimize risk. More emphasized Fundamental analysis in this writing that is with analyzing influence of ratio of finance DER, ROE, ROA, PER, and PBV to movement IHSG. Target of this research is to know whether Fundamental Ratio, Monetary Performance, and Market Risk have the real influence to IHSG and which variable or factor having influence significant and dominant. Method used in this research is the simple linear regression analyze, the doubled linear regression analyze, coefficient correlation, and coefficient determination.

    Conclusion got by that is movement IHSG by significant is influenced by variable LDR, NPL, CAR, ROE, PER, PBV, and SBI, while ROA, DER, Inflation And Exchange Rate do not influence the IHSG by significant. PBV is the most dominant factor and significant.

    Keyword : Fundamental Ratio, Monetary Performance, Market Risk, and IHSG.

  • PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah

    Salah satu penggolongan saham yang menjanjikan return saham yang menarik adalah

    saham yang termasuk dalam kategori LQ45. Saham jenis ini memiliki prospek yang bagus bila dilihat dari kinerja perusahaannya. Dari segi industri, saham bisa dibagi menjadi 9 jenis. Dalam penelitian ini peneliti memilih saham dari industri finance, tepatnya pada Bank yang sudah listing di Bursa Efek Indonesia.

    Pada dasarnya, para investor yang melakukan investasi bertujuan untuk mendapatkan keuntungan (return). Namun juga bisa menghasilkan kerugian (risk). Oleh karena itu para investor harus melakukan analisis secara mendalam terhadap jenis investasi yang ingin dipilih, dengan tujuan untuk meminimisasi risiko. Analisis yang biasa digunakan adalah analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental menganggap bahwa harga saham merupakan refleksi dari nilai perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena itu, dalam melakukan penelitian suatu saham melalui pendekatan fundamental dapat digunakan informasi akuntansi dengan teknik analisis rasio keuangan yang merupakan hasil perhitungan lebih lanjut dari laporan keuangan. Rasio keuangan yang digunakan dalam melakukan analisis fundamental ada berbagai macam. Namun dalam penulisan ini, analisis fundamental hanya terbatas pada lima jenis rasio keuangan yang menggambarkan perusahaan baik dari segi profit, leverage, maupun saham.�Faktor eksternal yang mempengaruhi perekonomian seperti nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS dan juga tingkat suku bunga SBI juga dibahas dalam penulisan ini.

    Berdasarkan hal – hal tersebut maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut “Apakah Rasio Fundamental, Kinerja Keuangan, dan Risiko Pasar mempengaruhi pergerakan IHSG baik secara simultan maupun parsial?”

    1.2 Landasan Teori

    Analisis fundamental merupakan bagian dari proses investasi yang hasilnya dapat digunakan untuk memeilih sekuritas yang terbaik bagi pemodal dengan melihat kinerja perusahaan. Oleh sebab itu analisis fundamental merupakan refleksi dari nilai perusahaan yang bersangkutan.

    Rasio keuangan tersebut terdiri dari ( Selamet Riyadi : 2003) :

    1. Rasio Likuiditas, yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kemampuan finansial jangka pendek. Rasio-rasio itu antara lain : current ratio, cash ratio, quick ratio, dan net working capital.

    2. Rasio Leverage, adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai utang atau dibiayai oleh pihak luar. Rasio-rasio tersebut antara lain : debt ratio, debt to equity ratio, time interest earned ratio, fixed charge coverage ratio, dan debt service coverage.

    3. Rasio Aktivitas, merupakan rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumber daya yang dimiliki, atau seberapa jauh efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset untuk memperoleh penjualan. Rasio-rasio aktivitas antara lain : periode pengumpulan piutang, perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran aktiva tetap, dan perputaran total aktiva.

  • 4. Rasio Profitabilitas, yaitu rasio yang mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba, baik dalam hubungannya dengan penjualan, aset, maupun laba dan modal sendiri. Rasio rasio profitabilitas antara lain : gross profit margin, operating profit margin, net profit margin, return on investment (ROI) atau return on assets (ROA), return on equity (ROE), dan earning power.

    5. Rasio Saham, yaitu rasio yang menunjukkan bagian dari laba perusahaan, deviden, dan modal yang dibagikan pada setiap saham. Rasio-rasionya antara lain : price earning ratio (PER), earning per share (EPS), dividend yield, dividend payout ratio, nilai buku per saham, dan price to book value.

    6. Rasio Perbaikan Asset, yang terdiri dari Non Performing Loan (NPL) Gross dan Non Performing Loan (NPL) Net.

    7. Rasio Kehati-hatian, terdiri dari Capital Adequacy Ratio (CAR), Batas Maksimal Pemberian Kredit (BMPK), Posisi Devisa Netto (PDN), dan Loan Concentration.

    8. Loan to Deposit Ratio (LDR). Dari rasio keuangan yang diperoleh, dapat diketahui nilai intrinsik perusahaan. Nilai intrinsik ini yang nantinya akan mempengaruhi investor terhadap perusahaan dalam rangka pengambilan keputusan investasi, yang implikasinya adalah pembentukkan harga saham di bursa berdasarkan mekanisme harga. Fenomena inilah yang dimaksud dengan nilai intrinsic perusahaan dicerminkan oleh harga saham.

    Dalam analisis teknikal, investor adalah makhluk yang irrasional. Masing-masing investor memiliki motif yang berbeda-beda dalam berinvestasi. Ada yang fokus pada pendapatan jangka panjang, namun ada juga yang lebih tertarik pada pendapatan jangka pendek. Bagi para investor yang lebih menekankan pada capital gain (pendapatan jangka pendek), maka analisis teknikal adalah pendekatan yang tepat untuk digunakan.

    Berdasarkan penelitian dan model-model teoritis yang digunakan untuk menilai harga saham, banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham, baik yang terkait dengan faktor fundamental maupun faktor teknikal. Namun pada intinya menurut Fuller & Farrell (1987:205) : “The key determinant of security price is expectations concerning the firm’s earning and dividends and their associated risk.”

    Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi harga saham dikembangkan dari pendekatan Dividend Discount Model (DDM) yang constant growth yaitu :

    )(

    )( gr

    DDeviden Po −

    =

    Dimana :

    D = EPS x b

    EPS = EAT / Total Saham

    b = payout ratio = D / EPS

    Po = harga saham

    r = required rate of return

  • Model (1) disubstitusikan, sehingga menjadi sbb :

    )( )(

    gr bEPSx

    Po − =

    EPS = EAT / Total Saham = ROE x (book value)

    BVS = ekuitas / total share

    Model (2) disubstitusikan, sehingga menjadi sbb :

    )(

    )()( gr

    bxBVROEx Po −

    =

    Model (3) disubstitusikan, sehingga menjadi sbb :

    )(

    )(1

    gr

    bxBVx Equity Debt

    ROAx Po −

    �� �

    � �� �

    � +

    =

    Selanjutnya adalah turunan faktor growth, Fuller & Farrel (1987:197) menyebutkan bahwa growth rate didefinisikan sbb :

    oD DD

    g 01 −

    =

    dimana :

    D1 = EPS1 x (payout ratio)

    Do = EPSo x (payout ratio)

    Jika payout ratio (b) adalah konstan, maka :

    0

    01

    EPS EPSEPS

    g −

    =

    dimana :

    EPS1 = ROE x Book Valuet

    EPSo = ROE x Book Valuet – 1

    Jika ROE adalah konstan, maka :

    0

    10

    BV BVBV

    g t− −

    =

  • Jika tidak ada penambahan dana (emisi), maka perubahan nilai buku (BV0–BVt– 1) sama dengan EPSo – Do = EPSo x (1 – b), dengan demikian, maka :

    )1(

    )1(

    1

    0

    1

    0 b BV EPS

    BV bxEPS

    g tt

    −= −

    = −−

    Jadi g = ROE x (1 – b)

    Kemudian model (2, 3, 4) disubstitusikan menjadi :

    )1(

    )(1

    bROEr

    bxBVx Equit