293 lkpd kota semarang 2011

Download 293 LKPD Kota Semarang 2011

Post on 14-Oct-2015

1.193 views

Category:

Documents

12 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

    REPUBLIK INDONESIA

    LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK RI

    ATAS

    LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

    KOTA SEMARANG

    TAHUN 2011

    LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

    ATAS

    LAPORAN KEUANGAN

    Nomor : 34A/LHP/XVIII.SMG/05/2012 Tanggal : 23 Mei 2012

  • BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

    i

    DAFTAR ISI

    Halaman

    DAFTAR ISI i

    LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ii

    LAPORAN KEUANGAN. iii

    1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN iv 2. LAPORAN PERUBAHAN SALDO ANGGARAN LEBIH vi 3. NERACA vii 4. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS.. ix 5. LAPORAN OPERASIONAL x 6. LAPORAN ARUS KAS xi

    7. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN.. 1

    BAB I PENDAHULUAN... 1

    BAB II EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD..

    14

    BAB III IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN... 112

    BAB IV KEBIJAKAN AKUNTANSI........................................................... 117

    BAB V PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN 131

    BAB VI PENUTUP........................................................................................ 223

    LAMPIRAN.

    GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN................................................................ xii

  • BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

    ii

    BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

    REPUBLIK INDONESIA

    LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

    ATAS LAPORAN KEUANGAN

    Berdasarkan Pasal 31 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan undang-undang terkait lainnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kota Semarang per tanggal 31 Desember 2011 dan 2010, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan Keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang. Tanggung jawab BPK terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.

    Kecuali seperti yang diuraikan dalam paragraf berikut ini, BPK melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). Standar tersebut mengharuskan BPK merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi eksaminasi, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Semarang, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. BPK yakin bahwa pemeriksaan tersebut memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

    Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 5.1.A.1.d atas Laporan Keuangan, Pemerintah Kota Semarang menyajikan Pendapatan Asli Daerah Lainnya dalam Laporan Operasional periode Tahun Anggaran 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp70,65milyar dan Rp55,12 milyar dan saldo Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) masing-masing sebesar Rp9,00 milyar dan Rp7,17 milyar. Utang PFK tersebut diantaranya merupakan Uang Jaminan Bongkar Reklame yang disimpan dalam Rekening Non Anggaran dengan saldo

  • BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

    iii

    per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 masing-masing sebesar Rp6,10 milyar dan Rp5,49 milyar. Utang PFK tersebut diantaranya termasuk Uang Jaminan Bongkar (UJB) Reklame yang menurut Peraturan Walikota Nomor 6 tahun 2009 tanggal 31 Maret 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Reklame seharusnya telah diakui sebagai pendapatan asli daerah karena penyelenggara reklame tidak memperpanjang atau tidak membongkar konstruksi reklame dalam batas waktu yang telah ditentukan.

    Kelemahan pengendalian atas pengelolaan UJB Reklame tidak memungkinkan BPK melaksanakan prosedur pemeriksaan yang yang memadai untuk meyakini kewajaran penyajian Utang PFK dan Pendapatan Asli Daerah Lainnya dari Uang Jaminan Bongkar Reklame.

    Menurut pendapat BPK, kecuali untuk dampak penyesuaian, jika ada, yang mungkin perlu dilakukan jika BPK dapat memeriksa bukti-bukti UJB Reklame, Neraca Pemerintah Kota Semarang per tanggal 31 Desember 2011 dan 2010, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Pemerintah Kota Semarang per tanggal 31 Desember 2011 dan 2010, realisasi anggaran, hasil operasi, arus kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

    Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 5.1.A.1.b atas Laporan Keuangan, Pemerintah Kota Semarang menyajikan Pendapatan Retribusi Daerah dalam Laporan Operasional periode tahun anggaran 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp84,23milyar dan Rp83,77milyar. Dalam Pendapatan Retribusi Daerah tahun anggaran 2011 tersebut, diantaranya sebesar Rp10,26milyar merupakan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dalam Retribusi IMB tahun anggaran 2011 tersebut, diantaranya sebesar Rp3,03juta merupakan Retribusi IMB atas konstruksi reklame. Pemerintah Kota Semarang tidak mematuhi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Reklame dan Peraturan Walikota Nomor 6 tahun 2009 tanggal 31Maret 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Reklame yang mengatur bahwa persetujuan titik reklame diberikan apabila penyelenggara reklame telah mengajukan dan memperoleh IMB bagi reklame jenis tertentu. Ketidakpatuhan tersebut berdampak pada hilangnya hak Pemerintah Kota Semarang atas pendapatan retribusi daerah berupa retribusi IMB dari penyelenggara reklame yang memperoleh persetujuan titik reklame meskipun tidak mengajukan dan tidak memperoleh IMB.

    Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan yang memadai atas kewajaran laporan keuangan tersebut, BPK melakukan pemeriksaan terhadap sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Laporan Hasil Pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan

  • BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

    iv

    disajikan dalam Laporan Nomor 34B/LHP/BPK/XVIII.SMG/05/2012 dan Nomor 34C/LHP/BPK/XVIII.SMG/05/2012 tanggal 23 April 2012, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan ini.

    Semarang, 23 Mei 2012

    BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

    REPUBLIK INDONESIA

    Perwakilan Provinsi Jawa Tengah

    Penanggung Jawab Pemeriksaan,

    Hadiyati Munawaroh, SE, M.Ak, Ak

    Akuntan, Register Negara No. D.24-072

  • No Uraian CALK Anggaran 2011 Realisasi 2011 (%) Realisasi 20101 2 3 4 5 6 701 PENDAPATAN02 PENDAPATAN ASLI DAERAH03 Pendapatan Pajak Daerah 5 .1.A.1.a 286.576.562.000,00 360.084.128.238,00 125,65% 177.680.372.947,00 04 Pendapatan Retribusi Daerah 5 .1.A.1.b 87.178.314.000,00 84.487.321.935,00 96,91% 80.559.886.995,00 05 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 5 .1.A.1.c 6.005.800.000,00 5.981.529.358,00 99,60% 6.210.426.962,00 06 Lain-lain PAD yang Sah 5 .1.A.1.d 67.272.275.000,00 70.985.078.946,00 105,52% 63.541.571.846,00 07 Jumlah Pendapatan Asli Daerah (3 s/d 6) 5 .1.A.1 447.032.951.000,00 521.538.058.477,00 116,67% 327.992.258.750,00 0809 PENDAPATAN TRASNFER10 TRANSFER PEMERINTAH PUSAT - DANA PERIMBANGAN11 Dana Bagi Hasil Pajak 5 .1.A.2.a.1) 232.621.304.000,00 204.199.594.973,00 87,78% 295.955.494.744,00 12 Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam 5 .1.A.2.a.2) 557.500.000,00 1.072.671.816,00 192,41% 719.040.047,00 13 Dana Alokasi Umum 5 .1.A.2.a.3) 715.700.805.000,00 715.700.805.000,00 100,00% 640.186.272.000,00 14 Dana Alokasi Khusus 5 .1.A.2.a.4) 48.401.500.000,00 48.401.500.000,00 100,00% 30.292.200.000,00 15 Jumlah Pendapatan Transfer Dana Perimbangan (11 s/d 14) 5 .1.A.2.a 997.281.109.000,00 969.374.571.789,00 97,20% 967.153.006.791,00 1617 TRANSFER PEMERINTAH PUSAT - LAINNYA18 Dana Otonomi Khusus 5 .1.A.2.b 238.671.449.000,00 239.992.018.350,00 100,55% - 19 Dana Penyesuaian - - 0,00% - 20 Jumlah Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat - Lainnya (18 s/d 19) 238.671.449.000,00 239.992.018.350,00 100,55% - 2122 TRANSFER PEMERINTAH PROVINSI23 Pendapatan Bagi Hasil Pajak 5 .1.A.2.b.1) 221.149.709.000,00 234.691.238.426,00 106,12% 151.869.469.927,00 24 Pendapatan Bagi Hasil Lainnya 5 .1.A.2.b.2) - - 0,00% 567.211.930,00 25 Jumlah Transfer Pemerintah Provinsi (23 s/d 24) 5 .1.A.2.b 221.149.709.000,00 234.691.238.426,00 106,12% 152.436.681.857,00 26 Total Pendapatan Transfer (15 + 20 + 25) 5 .1.A.2 1.457.102.267.000,00 1.444.057.828.565,00 99,10% 1.119.589.688.648,00 2728 LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH29 Pendapatan Hibah 5 .1.A.3.a -