2020 - pom

Click here to load reader

Post on 16-Oct-2021

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

i
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
ii
SAMBUTAN
Label pangan merupakan media informasi yang memuat keterangan mengenai pangan yang bersangkutan dan sudah seharusnya memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat.
Label pangan juga merupakan sarana komunikasi produsen kepada konsumen mengenai suatu produk pangan. Label pangan juga dapat mempengaruhi keputusan masyarakat sebelum membeli dan/atau mengonsumsi pangan. Oleh karena itu, label pangan yang diperdagangkan perlu diatur agar memuat keterangan yang benar dan tidak menyesatkan.
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan mengatur ketentuan label pada pangan olahan dan pengaturan label pangan olahan lebih lanjut diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Pedoman Label Pangan Olahan disusun untuk memudahkan implementasi peraturan terkait label pangan olahan tersebut, yang dilengkapi dengan contoh dan ilustrasi yang mudah dipahami.
Kami menyambut baik terbitnya Pedoman Label Pangan Olahan ini. Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan pedoman ini. Semoga pedoman ini bermanfaat bagi pengawas pangan, pelaku usaha pangan, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Jakarta, 01 Oktober 2020 Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Dr. Penny K. Lukito, MCP
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
PEDOMAN LABEL PANGAN OLAHAN
122 Halaman : 14,8 cm x 21 cm
ISBN : 978-602-415-0444 (Cetak)
Hak cipta dilindungi undang-undang.
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku dalam bentuk elektronik, mekanik, fotokopi, rekaman atau cara apapun tanpa izin tertulis sebelumnya dari Badan POM RI.
Diterbitkan oleh: BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI Jalan Percetakan Negara No. 23, Jakarta Pusat – 10560 Telepon : (62-21) 42875584 Faksimile : (62-21) 42875780 E-mail : [email protected]
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
iii
SAMBUTAN
Label pangan merupakan media informasi yang memuat keterangan mengenai pangan yang bersangkutan dan sudah seharusnya memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat.
Label pangan juga merupakan sarana komunikasi produsen kepada konsumen mengenai suatu produk pangan. Label pangan juga dapat mempengaruhi keputusan masyarakat sebelum membeli dan/atau mengonsumsi pangan. Oleh karena itu, label pangan yang diperdagangkan perlu diatur agar memuat keterangan yang benar dan tidak menyesatkan.
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan mengatur ketentuan label pada pangan olahan dan pengaturan label pangan olahan lebih lanjut diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Pedoman Label Pangan Olahan disusun untuk memudahkan implementasi peraturan terkait label pangan olahan tersebut, yang dilengkapi dengan contoh dan ilustrasi yang mudah dipahami.
Kami menyambut baik terbitnya Pedoman Label Pangan Olahan ini. Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan pedoman ini. Semoga pedoman ini bermanfaat bagi pengawas pangan, pelaku usaha pangan, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Jakarta, 01 Oktober 2020 Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Dr. Penny K. Lukito, MCP
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
iv
RINGKASAN EKSEKUTIF
Salah satu tujuan penyelenggaraan pangan adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pangan yang aman, bermutu, dan bergizi bagi masyarakat. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dapat dilakukan melalui membaca dan memahami label pangan yang tercantum dalam kemasan pangan. Label pangan olahan adalah setiap keterangan mengenai pangan olahan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan olahan, dimasukan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan. Label pangan sebagai media informasi yang memuat keterangan mengenai pangan yang bersangkutan seharusnya dapat memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat. Informasi tersebut terkait dengan asal, keamanan, mutu, kandungan gizi dan keterangan lain yang diperlukan. Membaca label produk pangan akan mempengaruhi keputusan masyarakat sebelum membeli dan/atau mengonsumsi pangan olahan. Disamping itu label merupakan media promosi yang digunakan pelaku usaha untuk menarik minat konsumen membeli produk. Namun, adakalanya label mencantumkan hal-hal yang berlebihan atau menyamarkan sesuatu sehingga memberikan makna yang tidak sesuai. Oleh karena itu, label pangan olahan yang diperdagangkan perlu diatur agar memuat keterangan yang benar dan tidak menyesatkan. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan telah mengatur ketentuan label pada pangan olahan dan pelaksanaan pengaturan label pangan olahan lebih lanjut diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Berdasarkan peraturan ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan menyusun Pedoman Label Pangan Olahan untuk menjembatani kepentingan produsen dan konsumen sehingga tercipta perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab. Pedoman ini juga diharapkan dapat memudahkan penilaian terhadap produk saat pendaftaran produk pangan dan juga pengawasan produk setelah beredar.
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas terbitnya Pedoman Label Pangan Olahan. Pedoman ini disusun sebagai panduan implementasi Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.
Pedoman memuat istilah dan definisi, kriteria label, keterangan lain, ketentuan lain-lain, dan larangan dalam label pangan olahan. Pedoman dilengkapi dengan contoh dan ilustrasi sehingga lebih mudah dipahami dan diimplementasikan.
Penyusunan Pedoman Label Pangan Olahan telah melalui serangkaian pembahasan dengan melibatkan Tim Ahli, pemangku kepentingan, serta pelaku usaha pangan. Pedoman Label Pangan Olahan digunakan sebagai acuan bagi pengawas keamanan pangan, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan dalam implementasi Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.
Kami sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam penyusunan Pedoman Label Pangan Olahan. Semoga pedoman ini bermanfaat bagi semua pihak.
Jakarta, 01 Oktober 2020 Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan
Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si.
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
v
RINGKASAN EKSEKUTIF
Salah satu tujuan penyelenggaraan pangan adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pangan yang aman, bermutu, dan bergizi bagi masyarakat. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dapat dilakukan melalui membaca dan memahami label pangan yang tercantum dalam kemasan pangan. Label pangan olahan adalah setiap keterangan mengenai pangan olahan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan olahan, dimasukan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan. Label pangan sebagai media informasi yang memuat keterangan mengenai pangan yang bersangkutan seharusnya dapat memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat. Informasi tersebut terkait dengan asal, keamanan, mutu, kandungan gizi dan keterangan lain yang diperlukan. Membaca label produk pangan akan mempengaruhi keputusan masyarakat sebelum membeli dan/atau mengonsumsi pangan olahan. Disamping itu label merupakan media promosi yang digunakan pelaku usaha untuk menarik minat konsumen membeli produk. Namun, adakalanya label mencantumkan hal-hal yang berlebihan atau menyamarkan sesuatu sehingga memberikan makna yang tidak sesuai. Oleh karena itu, label pangan olahan yang diperdagangkan perlu diatur agar memuat keterangan yang benar dan tidak menyesatkan. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan telah mengatur ketentuan label pada pangan olahan dan pelaksanaan pengaturan label pangan olahan lebih lanjut diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Berdasarkan peraturan ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan menyusun Pedoman Label Pangan Olahan untuk menjembatani kepentingan produsen dan konsumen sehingga tercipta perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab. Pedoman ini juga diharapkan dapat memudahkan penilaian terhadap produk saat pendaftaran produk pangan dan juga pengawasan produk setelah beredar.
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
vi
TIM PENYUSUN
Pengarah : Dr. Penny K. Lukito, MCP (Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan)
Penanggung Jawab : Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si. (Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan) Koordinator Pelaksana : Dra. Sutanti Siti Namtini, Apt., Ph.D. Teknis (Direktur Standardisasi Pangan Olahan) Penyusun : Yeni Restiani, S.Si., Apt.
Dyah Setyowati, SF, Apt., MP. Utami Hudi Astuti, S.T.P., M.Sc. Salma Shofura, S.T.P. Ida Farida, STP, M.K.M Destriani Sanjaya Pinem, S.Farm, Apt. Yuliani, S.T.P. Dra. Lasrida Yuniaty, Apt. Latifah, S.Si., Apt, M.K.M Annisa Amalia, S.Si. Alfan Ramadhan, S.Pd.
Tenaga Ahli : Prof. Dr. Ir. Sugiyono, M.App.Sc. Dr. Rimbawan
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
Pedoman Label Pangan Olahan disusun dalam rangka memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang pelabelan pangan olahan serta diharapkan dapat memberikan acuan bagi pelaku usaha dan pemerintah dalam implementasi Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Materi dalam Pedoman Label Pangan Olahan ini meliputi istilah dan definisi, kriteria label, keterangan lain, ketentuan lain-lain, dan larangan dalam label pangan olahan, serta dilengkapi dengan penjelasan, contoh-contoh, dan ilustrasi yang sesuai sehingga diharapkan dapat lebih mudah dipahami.
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
vii
TIM PENYUSUN
Pengarah : Dr. Penny K. Lukito, MCP (Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan)
Penanggung Jawab : Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si. (Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan) Koordinator Pelaksana : Dra. Sutanti Siti Namtini, Apt., Ph.D. Teknis (Direktur Standardisasi Pangan Olahan) Penyusun : Yeni Restiani, S.Si., Apt.
Dyah Setyowati, SF, Apt., MP. Utami Hudi Astuti, S.T.P., M.Sc. Salma Shofura, S.T.P. Ida Farida, STP, M.K.M Destriani Sanjaya Pinem, S.Farm, Apt. Yuliani, S.T.P. Dra. Lasrida Yuniaty, Apt. Latifah, S.Si., Apt, M.K.M Annisa Amalia, S.Si. Alfan Ramadhan, S.Pd.
Tenaga Ahli : Prof. Dr. Ir. Sugiyono, M.App.Sc. Dr. Rimbawan
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
viii
4.13 KETERANGAN UNTUK MEMBEDAKAN MUTU SUATU PANGAN OLAHAN .................................................................................. 83
BAB V KETENTUAN LAIN-LAIN .......................................................... 88 5.1 PANGAN DENGAN LUAS PERMUKAAN LABEL KURANG DARI
ATAU SAMA DENGAN 10 CM2 (SEPULUH SENTIMETER PERSEGI) ................................................................................. 88
5.2 PANGAN OLAHAN YANG DIJUAL DAN DIKEMAS SECARA LANGSUNG DIHADAPAN KONSUMEN.................................... 88
BAB VI PENJELASAN TENTANG LARANGAN ..................................... 90
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
DAFTAR ISI SAMBUTAN ..........................................................................................iii KATA PENGANTAR .............................................................................. iv RINGKASAN EKSEKUTIF ...................................................................... v BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1 1.1 LATAR BELAKANG...................................................................... 1 1.2 TUJUAN ..................................................................................... 2 1.3 RUANG LINGKUP ....................................................................... 2 BAB II ISTILAH DAN DEFINISI .............................................................. 3 BAB III KRITERIA LABEL ...................................................................... 6 3.1 UMUM....................................................................................... 6 3.2 NAMA PRODUK ...................................................................... 20 3.3 DAFTAR BAHAN YANG DIGUNAKAN ...................................... 24 3.4 BERAT BERSIH/ISI BERSIH DAN BOBOT TUNTAS ................... 48 3.5 NAMA DAN ALAMAT PIHAK YANG MEMPRODUKSI ATAU
MENGIMPOR ............................................................................ 51 3.6 KETERANGAN HALAL BAGI YANG DIPERSYARATKAN ........... 56 3.7 TANGGAL DAN KODE PRODUKSI............................................ 56 3.8 KETERANGAN KEDALUWARSA ............................................... 58 3.9 NOMOR IZIN EDAR ................................................................. 63 3.10 ASAL USUL BAHAN PANGAN TERTENTU ............................... 64 BAB IV KETERANGAN LAIN ................................................................ 71 4.1 KETERANGAN INFORMASI PESAN KESEHATAN ...................... 71 4.2 KETERANGAN TENTANG PERUNTUKAN ................................. 71 4.3 KETERANGAN TENTANG CARA PENGGUNAAN ...................... 72 4.4 KETERANGAN TENTANG CARA PENYIMPANAN ..................... 73 4.5 KETERANGAN TENTANG PERINGATAN .................................. 75 4.6 KETERANGAN TENTANG PANGAN OLAHAN ORGANIK .......... 77 4.7 KETERANGAN SPONSOR ........................................................ 78 4.8 KETERANGAN LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN ............. 79 4.9 KETERANGAN 2 (DUA) DIMENSI (2D BARCODE) ..................... 79 4.10 KETERANGAN SERTIFIKASI KEAMANAN DAN MUTU OLEH
LEMBAGA SERTIFIKASI ............................................................ 81 4.11 TULISAN, LOGO DAN/ATAU GAMBAR YANG TERKAIT DENGAN
KELESTARIAN LINGKUNGAN .................................................. 82 4.12 TULISAN, LOGO DAN/ATAU GAMBAR YANG TERKAIT DENGAN
KEMASAN PANGAN ................................................................ 82
ix
4.13 KETERANGAN UNTUK MEMBEDAKAN MUTU SUATU PANGAN OLAHAN .................................................................................. 83
BAB V KETENTUAN LAIN-LAIN .......................................................... 88 5.1 PANGAN DENGAN LUAS PERMUKAAN LABEL KURANG DARI
ATAU SAMA DENGAN 10 CM2 (SEPULUH SENTIMETER PERSEGI) ................................................................................. 88
5.2 PANGAN OLAHAN YANG DIJUAL DAN DIKEMAS SECARA LANGSUNG DIHADAPAN KONSUMEN.................................... 88
BAB VI PENJELASAN TENTANG LARANGAN ..................................... 90
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Ilustrasi penjelasan kemasan eceran .................................. 7 Gambar 2. Contoh label pangan olahan ............................................... 7 Gambar 3. Contoh label pangan olahan (2) ........................................ 15 Gambar 4. Produk B to B .................................................................... 16 Gambar 5. Bagian label ...................................................................... 18 Gambar 6. Informasi pada bagian lain label....................................... 19 Gambar 7. Produk dengan luas permukaan label kurang dari atau
sama dengan 10 cm2 ......................................................... 20 Gambar 8. Contoh penulisan nama jenis pangan olahan.................... 21 Gambar 9. Contoh penulisan nama jenis pangan olahan sesuai
ketentuan SNI ................................................................... 22 Gambar 10. Contoh penulisan minuman beralkohol yang nama
jenisnya tidak tercantum dalam kategori pangan ............ 22 Gambar 11. Contoh penulisan daftar bahan yang digunakan ............. 24 Gambar 12. Contoh penulisan keterangan “dari … (diikuti nama
bahan)” ............................................................................. 25 Gambar 13. Contoh yang salah untuk pencantuman bahan pangan
pada BTP (1) ...................................................................... 26 Gambar 14. Contoh yang salah untuk pencantuman bahan pangan
pada BTP (2) ..................................................................... 26 Gambar 15. Pencantuman air pada bahan pangan ............................ 27 Gambar 16. Contoh pencantuman bahan yang beririsan fungsi
dengan zat gizi .................................................................. 28 Gambar 17. Pangan olahan yang ditambahkan alkohol ..................... 29 Gambar 18. Pangan olahan mengandung alkohol ikutan (1) ............. 29 Gambar 19. Pangan olahan mengandung alkohol ikutan (2) ............. 30 Gambar 20. Pencantuman daftar bahan untuk BTP yang
ditambahkan langsung ...................................................... 31 Gambar 21. Pencantuman BTP ikutan ................................................ 32 Gambar 22. BTP ikutan dituliskan di setiap bahan yang mengandung
BTP ikutan tersebut .......................................................... 33 Gambar 23. BTP ikutan dicantumkan berdekatan dengan bahan yang
mengandung BTP ikutan yang sama ................................ 34
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
DAFTAR TABEL Tabel 1. Contoh ketentuan pencantuman keterangan pada label ..... 10 Tabel 2. Contoh pencantuman nama produk .................................... 20 Tabel 3. Daftar pemanis buatan dan kesetaraan kemanisan terhadap
gula sukrosa ......................................................................... 40 Tabel 4. Keterangan wajib pada label bahan penolong ..................... 47 Tabel 5. Berat bersih/isi bersih ........................................................... 48 Tabel 6. Peringatan pada produk minuman beralkohol .................... 75
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Ilustrasi penjelasan kemasan eceran .................................. 7 Gambar 2. Contoh label pangan olahan ............................................... 7 Gambar 3. Contoh label pangan olahan (2) ........................................ 15 Gambar 4. Produk B to B .................................................................... 16 Gambar 5. Bagian label ...................................................................... 18 Gambar 6. Informasi pada bagian lain label....................................... 19 Gambar 7. Produk dengan luas permukaan label kurang dari atau
sama dengan 10 cm2 ......................................................... 20 Gambar 8. Contoh penulisan nama jenis pangan olahan.................... 21 Gambar 9. Contoh penulisan nama jenis pangan olahan sesuai
ketentuan SNI ................................................................... 22 Gambar 10. Contoh penulisan minuman beralkohol yang nama
jenisnya tidak tercantum dalam kategori pangan ............ 22 Gambar 11. Contoh penulisan daftar bahan yang digunakan ............. 24 Gambar 12. Contoh penulisan keterangan “dari … (diikuti nama
bahan)” ............................................................................. 25 Gambar 13. Contoh yang salah untuk pencantuman bahan pangan
pada BTP (1) ...................................................................... 26 Gambar 14. Contoh yang salah untuk pencantuman bahan pangan
pada BTP (2) ..................................................................... 26 Gambar 15. Pencantuman air pada bahan pangan ............................ 27 Gambar 16. Contoh pencantuman bahan yang beririsan fungsi
dengan zat gizi .................................................................. 28 Gambar 17. Pangan olahan yang ditambahkan alkohol ..................... 29 Gambar 18. Pangan olahan mengandung alkohol ikutan (1) ............. 29 Gambar 19. Pangan olahan mengandung alkohol ikutan (2) ............. 30 Gambar 20. Pencantuman daftar bahan untuk BTP yang
ditambahkan langsung ...................................................... 31 Gambar 21. Pencantuman BTP ikutan ................................................ 32 Gambar 22. BTP ikutan dituliskan di setiap bahan yang mengandung
BTP ikutan tersebut .......................................................... 33 Gambar 23. BTP ikutan dicantumkan berdekatan dengan bahan yang
mengandung BTP ikutan yang sama ................................ 34
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
xii
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
Gambar 50. Nama dan alamat distributor ......................................... 56 Gambar 51. Penulisan tanggal dan kode produksi ............................. 57 Gambar 52. Penulisan tanggal dan kode produksi yang dicantumkan
terpisah dari keterangannya............................................. 58 Gambar 53. penulisan keterangan kedaluwarsa ................................ 58 Gambar 54. Penulisan keterangan kedaluwarsa dengan masa simpan
≤ 3 (tiga) bulan dan > 3 (tiga) bulan .................................. 59 Gambar 55. Penulisan keterangan kedaluwarsa dengan petunjuk
tempat pencantuman tanggal kedaluwarsa .................... 60 Gambar 56. Pencantuman tanggal produksi dan/atau tanggal
pengemasan pada pangan olahan yang tidak perlu mencantumkan keterangan tanggal kedaluwarsa ........... 61
Gambar 57. Pencantuman tanggal kedaluwarsa yang dipengaruhi oleh cara penyimpanan .................................................... 61
Gambar 58. Contoh penulisan cara penyimpanan ............................. 62 Gambar 59. Petunjuk penyimpanan khusus dalam bahasa asing dan
Bahasa Indonesia .............................................................. 63 Gambar 60. Nomor izin edar produk dalam negeri ........................... 63 Gambar 61. Nomor izin edar produk impor ....................................... 64 Gambar 62. Nomor izin edar produk P-IRT ........................................ 64 Gambar 63. Penulisan keterangan asal usul bahan tertentu ............. 65 Gambar 64. Produk rekayasa genetik ................................................ 65 Gambar 65. Produk rekayasan genetik mengandung bahan baku
tunggal.............................................................................. 66 Gambar 66. Bahan baku pangan produk rekayasa genetik ............... 66 Gambar 67. Logo pangan iradiasi ...................................................... 67 Gambar 68. Pangan olahan iradiasi ................................................... 67 Gambar 69. Pangan iradiasi sebagai suatu bahan dari produk pangan
.......................................................................................... 68 Gambar 70. Pelabelan pangan olahan mengandung babi ................. 68 Gambar 71. Penulisan bahan pangan berasal dari babi ...................... 69 Gambar 72. Keterangan pangan olahan yang melalui proses
pembuatan yang bersinggungan dengan bahan bersumber babi ................................................................ 69
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
Gambar 24. BTP ikutan yang sama dituliskan terpisah sesuai kaidah urutan persentase jumlah bahan ...................................... 34
Gambar 25. BTP penambahan langsung namun juga sebagai BTP ikutan dari bahan lain ....................................................... 35
Gambar 26. Pencantuman peringatan pangan olahan yang menggunakan pemanis buatan ........................................ 36
Gambar 27. Peringatan pangan olahan untuk penderita diabetes dan/atau makanan berkalori rendah ................................ 36
Gambar 28. Peringatan pangan olahan yang menggunakan pemanis buatan aspartam .............................................................. 37
Gambar 29. Peringatan pangan olahan yang mengandung poliol..... 38 Gambar 30. BTP yang diperdagangkan secara eceran ...................... 38 Gambar 31. BTP pemanis buatan........................................................ 41 Gambar 32. BTP pemanis buatan aspartam ....................................... 42 Gambar 33. Table-top sweetener ........................................................ 42 Gambar 34. BTP Pewarna................................................................... 43 Gambar 35. BTP campuran pewarma ................................................ 44 Gambar 36. BTP campuran pewarma dan perisa ............................... 45 Gambar 37. Pencantuman tanpa pengawet ...................................... 46 Gambar 38. pencantuman tanpa BTP yang salah .............................. 46 Gambar 39. pencantuman tanpa BTP yang benar ............................. 47 Gambar 40. Bobot tuntas pangan padat dalam medium cair ............ 50 Gambar 41. Bobot tuntas pangan yang dilapis dengan medium padat
.......................................................................................... 50 Gambar 42. Produksi dalam negeri ..................................................... 51 Gambar 43. Produksi dalam negeri dengan alamat tidak terdaftar
pada direktori kota atau buku telepon .............................. 51 Gambar 44. Produk dalam negeri yang diedarkan didalam negeri
sekaligus diekspor ke negara lain ..................................... 52 Gambar 45. Produksi luar negeri. ....................................................... 53 Gambar 46. Alamat produk impor ..................................................... 54 Gambar 47. Alamat pihak mengimpor tidak terdaftar pada direktori
kota atau buku telepon .................................................... 54 Gambar 48. Produk pangan olahan diproduksi secara kontrak......... 55 Gambar 49. Produk pangan olahan berdasarkan lisensi.................... 55
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
xiii
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
Gambar 50. Nama dan alamat distributor ......................................... 56 Gambar 51. Penulisan tanggal dan kode produksi ............................. 57 Gambar 52. Penulisan tanggal dan kode produksi yang dicantumkan
terpisah dari keterangannya............................................. 58 Gambar 53. penulisan keterangan kedaluwarsa ................................ 58 Gambar 54. Penulisan keterangan kedaluwarsa dengan masa simpan
≤ 3 (tiga) bulan dan > 3 (tiga) bulan .................................. 59 Gambar 55. Penulisan keterangan kedaluwarsa dengan petunjuk
tempat pencantuman tanggal kedaluwarsa .................... 60 Gambar 56. Pencantuman tanggal produksi dan/atau tanggal
pengemasan pada pangan olahan yang tidak perlu mencantumkan keterangan tanggal kedaluwarsa ........... 61
Gambar 57. Pencantuman tanggal kedaluwarsa yang dipengaruhi oleh cara penyimpanan .................................................... 61
Gambar 58. Contoh penulisan cara penyimpanan ............................. 62 Gambar 59. Petunjuk penyimpanan khusus dalam bahasa asing dan
Bahasa Indonesia .............................................................. 63 Gambar 60. Nomor izin edar produk dalam negeri ........................... 63 Gambar 61. Nomor izin edar produk impor ....................................... 64 Gambar 62. Nomor izin edar produk P-IRT ........................................ 64 Gambar 63. Penulisan keterangan asal usul bahan tertentu ............. 65 Gambar 64. Produk rekayasa genetik ................................................ 65 Gambar 65. Produk rekayasan genetik mengandung bahan baku
tunggal.............................................................................. 66 Gambar 66. Bahan baku pangan produk rekayasa genetik ............... 66 Gambar 67. Logo pangan iradiasi ...................................................... 67 Gambar 68. Pangan olahan iradiasi ................................................... 67 Gambar 69. Pangan iradiasi sebagai suatu bahan dari produk pangan
.......................................................................................... 68 Gambar 70. Pelabelan pangan olahan mengandung babi ................. 68 Gambar 71. Penulisan bahan pangan berasal dari babi ...................... 69 Gambar 72. Keterangan pangan olahan yang melalui proses
pembuatan yang bersinggungan dengan bahan bersumber babi ................................................................ 69
Pedoman Label Pangan Olahan - 2020
xiv
Gambar 102. Keterangan tanpa kolesterol pada produk minyak nabati .......................................................................................... 93
Gambar 103. Keterangan tanpa pengawet pada produk berpengawet .......................................................................................... 93
Gambar 104. Penggunaan gambar bahan pada produk yang tidak mengandung bahan tersebut ........................................... 94
Gambar 105. Logo universitas/institusi pembina ............................... 94 Gambar 106. Tokoh tenaga kesehatan .............................................. 95 Gambar 107. Tokoh publik namun tidak mendapatkan izin terlebih
dahulu ............................................................................... 95 Gambar 108. Pangan olahan yang merendahkan produk lain ........... 96 Gambar 109. Pencantuman simbol suku daerah tertentu yang
bermaksud merendahkan suku lain.................................. 97 Gambar 110. Ilustrasi yang bertentangan dengan norma kesusilaan. 98 Gambar 111. Pangan olahan yang memenuhi kebutuhan gizi setiap
hari .................................................................................... 98…