wabah ulat bulu

Download Wabah ulat bulu

Post on 11-Oct-2015

47 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

informasi

TRANSCRIPT

  • 1ANALISIS ILMIAH WABAH ULAT BULU DI PROBOLINGGO

    Makalah

    Oleh

    Mukhamad Fathoni, S.Pd.I.

    NIP. 198002162005011003

    YAYASAN PONDOK PESANTREN NURUL HUDAMTs NURUL HUDA SUKARAJA OKU TIMUR

    Alamat:Jln. Kotabaru Sukaraja Buay Madang OKU TIMUR Sumsel 32161

    Telp/Hp. 085764669469; e-mail: mtsnh.skj@gmail.com2011

    POND

    OKPE

    SANTREN NURUL HUDA

    BUAY MADANG OKU TIMUR S

    UM

    -SEL

  • A. Latar Belakang

    Fadil Abidin (2011) mengatakan,

    Secara umum ulat merupakan makhluk hidup yang mengalamimetamorfosis (perubahantelur, menetas menjadi larva (ulat), kepompong dan kupufase menjadi larva inilah mereka akan makan daun sebanyakbanyaknya sebelum berhenti makan ketika menjadi kepompong.

    Metomorfosis dari ulat bul

    kupu-kupu. Siklus hidup ulat bulu dapat digambarkan sebagai berikut:

    (Sumber:

    Pada fase menjadi larva inilah yang disebut sebagai ulat. Pada fase ini,

    ulat makan banyak daun sampai menjadi kepompong.

    bukanlah hal yang mengejutkan, tetapi ketika

    menjadi masalah

    yang belum mengetahui cara menanggulangi wabah ulat bulu.

    1 Fadil Abidin. 2011.http://www.analisadaily.com

    Wabah Ulat Bulu

    Fadil Abidin (2011) mengatakan,

    Secara umum ulat merupakan makhluk hidup yang mengalamimetamorfosis (perubahan bentuk dalam siklus hidupnya). Dimulai daritelur, menetas menjadi larva (ulat), kepompong dan kupufase menjadi larva inilah mereka akan makan daun sebanyakbanyaknya sebelum berhenti makan ketika menjadi kepompong.

    Metomorfosis dari ulat bulu berawal dari telur, larva, kepompong, dan

    Siklus hidup ulat bulu dapat digambarkan sebagai berikut:

    Gambar 1, Siklus Hidup Ulat Bulu(Sumber: http://iwandahnial.wordpress.com)

    fase menjadi larva inilah yang disebut sebagai ulat. Pada fase ini,

    ulat makan banyak daun sampai menjadi kepompong. Keberadaan ulat bulu

    bukanlah hal yang mengejutkan, tetapi ketika populasinya meledak tentu akan

    menjadi masalah yang meresahkan bagi masyarakat. Apalagi masyarakat

    yang belum mengetahui cara menanggulangi wabah ulat bulu.

    Fadil Abidin. 2011. Wabah Ulat Bulu dan Rusaknya Ekosistem. [http://www.analisadaily.com [2011, Desember 12]

    2

    Secara umum ulat merupakan makhluk hidup yang mengalamibentuk dalam siklus hidupnya). Dimulai dari

    telur, menetas menjadi larva (ulat), kepompong dan kupu-kupu. Padafase menjadi larva inilah mereka akan makan daun sebanyak-banyaknya sebelum berhenti makan ketika menjadi kepompong.1

    , larva, kepompong, dan

    Siklus hidup ulat bulu dapat digambarkan sebagai berikut:

    fase menjadi larva inilah yang disebut sebagai ulat. Pada fase ini,

    Keberadaan ulat bulu

    populasinya meledak tentu akan

    Apalagi masyarakat

    yang belum mengetahui cara menanggulangi wabah ulat bulu.

    . [Online] Available:

  • 3Harian Kompas (2011) menyebutkan,

    Fenomena teror ulat bulu merebak ke sejumlah daerah di Indonesia.Ternyata musibah ini juga pernah terjadi di beberapa negara maju didunia, termasuk USA. Beberapa laporan ilmiah di jurnal Internasionalmencatat wabah serupa pertama kali terjadi di New Mexico, USApada tahun 1981. Saat itu terajadi wabah serangan ulat bulu jenisHemileuca nevadensis. Wabah yang lebih hebat terjadi di daerah SanAntonio, Texas USA pada tahun 1923 karena serangan ulat bulu jenisMegalopyge opercularis yang menyebabkan gejala klinis lebih berat.Wabah saat itu bahkan memaksa pemerintah negara bagian SanAntonio, Texas untuk meliburkan sekolah dasar dan menengahselama beberapa hari. Pemerintah negara bagian Texas cepat tanggapdan segera melakukan penatalaksanaan untuk mengatasi masalah ini.Program sukses, wabah pun hilang. Ulat bulu-ulat bulu ini ternyatatidak kapok, populasi mereka meledak kembali pada tahun 1951 diGalvestone, Texas. Sekali lagi karena telah belajar dari masalahterdahulu, pemerintah sukses mengatasi wabah ini dengan baik.2

    Wabah ulat bulu ternyata pernah terjadi juga di negara lainnya seperti

    Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat mampu menyelesaikan

    permasalahan wabah ulat bulu tersebut dengan cepat karena kesigapan

    pemerintah dalam menghadapinya. Pemerintah Amerika Serikat telah belajar

    dari pengalaman menghadapi wabah ulat bulu sebelumnya. Kesigapan inilah

    yang diperlukan pemerintah Indonesia, agar masyarakat tidak menganggap

    ulat bulu sebagai teror yang menakutkan.

    Guru Besar Ilmu Hama Tanaman IPB, Aunu Rauf mengungkapkan,

    Ulat bulu yang berkembang biak di Probolinggo ini merupakan ulatbulu jenis Lymantria Marginanta. Ulat bulu ini merupakan ulat jenisbaru yang belum pernah dijumpai sebelumnya. Ciri-ciri LymantriaMarginanta, ulatnya agak besar dan bulu di kepala yang menjorok keatas sebanyak dua buah. Sedangkan ulat di Probolinggo ini bentuknyalebih kecil dan bulu di kepala hanya satu buah. Bulu dari ulat ini bisamenyebabkan gatal gatal pada kulit bagi orang yang alergi. Ulat jenisini memang ulat yang menyerang pohon mangga yang mengakibatkanmangga tidak berbuah atau masa berbuah tertunda.3

    2 Harian Kompas. 2011. Tujuh Cara Dokter Amerika Mengatasi Wabah Ulat Bulu. [Online]Available: http://kesehatan.kompasiana.com [2011, Desember 5]

    3LPPM IPB. 2011.Tergolong Ulu Bulu Jenis Baru. [Online] Available: http://lppm.ipb.ac.id[2011, Desember 5]

  • 4Tahun 2011, Indonesia dikejutkan oleh wabah ulat bulu yang melanda

    daerah Probolinggo, jenis ulat bulu tersebut termasuk jenis baru yang belum

    dijumpai. Identifikasi spesis ulat bulu penting untuk dilakukan agar

    kesalahan identifikasi dapat dihindari sebagai langkah vital sebagai dasar

    penyusunan pengambilan keputusan strategi pengendaliannya.

    Ulat bulu bukan spesis yang membahayakan manusia, tetapi ledakan

    populasi ulat bulu yang tidak terkendali menyebabkan keresahan masyarakat,

    karena memakan daun-daun pohon yang ada di sekitar rumah penduduk,

    bahkan sampai masuk ke dalam rumah-rumah penduduk. Berikut adalah

    gambar ulat bulu yang mewabah di Probolinggo.

    Gambar 2, Ulat bul yang menyerang di Probolinggo(Sumber: http://iwandahnial.wordpress.com)

    Wabah ulat bulu yang terjadi di Probolinggo dan daerah lain di

    Indonesia menimbulkan pertanyaan besar, antara lain: Apa penyebab wabah

    ulat bulu? Bagaimana dampak wabah ulat bulu? Bagaimana langkah

    menanggulangi wabah ulat bulu?

  • 5Berbagai pihak memberikan perhatian serius dengan cara melakukan

    penelitian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, antara lain

    pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga lain. Bentuk perhatian

    serius tersebut harus dilakukan karena memang berhubungan langsung

    dengan sebagian masyarakat Indonesia, khususnya petani.

    B. Pembahasan

    1. Faktor penyebab wabah ulat bulu

    Menurut Gubernur Jatim, H Soekarwo (2011),

    Adanya fenomena ulat bulu di Probolinggo itu lebih karena faktorcuaca. Artinya, curah hujan yang selama ini cukup tinggimembuat daun di sekitar pohon mangga membusuk danmenyebabkan munculnya organisme baru, seperti larva dan ulat.Sehingga, pihaknya memerintahkan penanganannya pada DinasPertanian Jatim untuk mengambil langkah pencegahan agarwabah tak terus berkembang.4

    Curah hujan yang tinggi menjadi salah satu penyebab wabah ulat

    bulu. Air hujan menyebabkan daun-daun yang tidak dibersihkan dan

    menumpuk di bawah pohon mangga menjadi membusuk. Hal ini

    menjadikan tempat di bawah pohon mangga lembab dan menyebabkan

    kemunculan larva dan ulat.

    Ketua Unit Rumah Sakit Hewan dan Pendidikan Setail, Liang

    Kaspe (2011) mengatakan,

    Wabah ulat bulu ini terjadi karena tidak adanya kesimbanganekosistem dalam rantai makanan di wilayah Probolinggo. Sepertipopulasi burung pemakan ulat dan semut keranggang yang biasamemangsa ulat bulu, kini jumlahnya banyak berkurang. Selamaini banyak burung yang ditangkap dan ditembak dan semutkeranggang yang masih berupa kroto (telur) sudah diambil wargauntuk dijual, sehingga ketidakseimbangan ekosistem dalam rantaimakanan ini membuat populasi ulat bulu terus meningkat, 5

    4 Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim. 2011. Kementan Teliti Penyebab WabahUlat Bulu di Probolinggo. [Online] Available: http://www.jatimprov.go.id [2011, Desember 5]

    5 Ibid., http://www.jatimprov.go.id

  • 6Keadaan tempat komunitas organisme hidup lingkungan yang

    tidak seimbang memicu wabah ulat bulu. Populasi burung-burung

    pemakan ulat banyak berkurang karena perburuan liar yang semakin

    marak dan tidak terkendali. Selain itu, keberadaan semut keranggang

    yang juga memakan ulat telah banyak berkurang. Warga mengambil telur

    semut keranggang (kroto) untuk dikonsumsi atau dijual. Kegiatan

    perburuan dan pengambilan kroto ini telah memutus rantai makanan dari

    ulat bulu, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem. Karena

    pemakan ulat bulu telah banyak berkurang, maka ulat bulu yang

    seharusnya dalam kondisi normal sebagai makanan dari burung dan

    semut keranggang menjadi meledak dan menyebabkan populasi ulat bulu

    tidak terkendali.

    Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang)

    Pertanian Kementerian Pertanian, Haryono (2011) menyatakan,

    Penyebab meningkatnya populasi ulat bulu di sejumlah daerah diTanah Air sudah bisa disimpulkan. Dinamika peningkatanpopulasi ulat bulu penyebabnya kurang lebih sudah convergent(memusat) pada perubahan ekosistem, baik yang hayati (biotik)maupun nonhayati (abiotik).Fenomena meningkatnya populasi ulat bulu, faktor hayatinyadisebabkan berkurangnya pemangsa alaminya, seperti burung,kelelawar, dan semut rangrang, dan musuh alaminya, misalnyaparasitoid.Berkurangnya pemangsa alami dan peningkatan ulat bulu jugadipengaruhi unsur nonhayati. Perubahan iklim global