TUGAS EPIDEMIOLOGI MENGENAI SASIRANGAN

Download TUGAS EPIDEMIOLOGI MENGENAI SASIRANGAN

Post on 07-Aug-2015

148 views

Category:

Engineering

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<ol><li> 1. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN PROGRAM STUDI S1 TEKNIK LINGKUNGAN BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN INDONESIA Jl. A. Yani Km.36 Banjarbaru Kalimantan Selatan 70714 Telepon (0511) 4773868. Fax (0511) 4781730 </li><li> 2. Ucapan Terimakasih kepada : Rektor Prof Dr H Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc. (di tengah) Dekan Dr-Ing. Yulian Firmana Arifin, S.T., M.T. Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Rijali Noor, S.T., M.T. </li><li> 3. Dosen Pengasuh Mata Kuliah Dr. Qomariyatus Sholihah, Dipl.hyp, ST., M.Kes M. Ravie Azemy Hernarsi (H1E112031) Indra Triyanto (H1E112046) </li><li> 4. Diah Octarinie (H1E112051) Ahdi Noor Fajrin (H1E112202) Wiwin Anggraini (H1E112208) </li><li> 5. MAKALAH EPIDEMIOLOGI EPIDEMIOLOGI INDUSTRI RUMAHAN KAIN SASIRANGAN Dosen Pembimbing: Dr. Qomariyatus Sholihah,Dipl.hyp,ST.,M.Kes 19780420 200501 2 002 Disusun Oleh: M. Ravie Azemy Hernarsi H1E112031 Indra Triyanto H1E112046 Diah Octarinie H1E112051 Ahdi Noor Fajrin H1E112202 Wiwin Anggraini H1E112208 KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK LINGKUNGAN BANJARBARU 2014 </li><li> 6. KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia nikmat, rahmat, dan hidayah bagi umat-Nya. Atas ridho-Nya jualah kami dapat menyelesaikan makalah Epidemiologi ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari kami adalah untuk memenuhi tugas. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang telah ikut berpartisipasi dalam terlaksananya makalah ini.Terutama ucapan terimakasih kepada ibu Dr. Qomariyatus Sholihah, Dipl.hyp, ST., M.Kes selaku dosen pembimbing mata kuliah Epidemiologi. Tak lupa juga ucapan terimakasih kepada teman-teman yang selalu memberikan dukungan dan semangat hingga terselesainya makalah ini. Kami menyadari bahwa maklah ini masih mempunyai kekurangan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, kami mengharapkan kritik, saran, bimbingan, serta nasihat yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Besar harapan kami semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dalam meningkatkan prestasi belajar, serta membina mental seorang pelajar Indonesia seutuhnya. Amin. Banjarbaru, Desember 2014 Penyusun </li><li> 7. DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .........................................................................................i DAFTAR ISI.......................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN...................................................................................1 1.1 Latar Belakang ........................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................2 1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................................2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.........................................................................3 BAB III PEMBAHASAN ................................................................................80 3.1 Pengelolaan Limbah Sasirangan beserta Tempat Pembuangan Limbah Sasirangan ...............................................................................81 3.2 Dampak yang Dihasilkan dalam Pembuatan Kain Sasirangan .............82 3.3 Bahaya Limbah yang Dibuang Langsung Tanpa Diolah Terlebih Dahulu ..................................................................................................83 BAB IV PENUTUP ..........................................................................................84 4.1 Kesimpulan............................................................................................84 4.2 Saran......................................................................................................84 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................85 </li><li> 8. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan dari peristiwa kesehatan dan peristiwa lainnya yang berhubungan dengan kesehatan yang menimpa sekelompok masyarakat dan menerapkan ilmu tersebut untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Konsep penyebab dan proses terjadinya penyakit dalam epidemiologi berkembang dari rantai sebab akibat kesuatu proses kejadian penyakit yakni proses interaksi antara manusia (pejamu) dengan berbagai sifatdengan penyebab serta dengan lingkungan. Tujuan dari epidemiologi adalah memberikan gambaran mengenai penyebaran, kecenderungan, dan riwayat alamiah penyakit, menjelaskan penyebab dari suatu penyakit, meramalkan kejadian suatu penyakit, serta mengendalikan penyebaran penyakit dan masalah kesehatan lainnya di masyarakat. Kain sasirangan merupakan kain khas daerah Kalimantan Selatan yang diproduksi oleh masyarakat Banjar dalam skala home industry. Menurut data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Selatan, jumlah home indutry ini sebanyak 103 unit. Bagian penting pembuatan kain sasirangan adalah pembuatan motif dengan pewarnaan kain yang sudah jadi dengan menggunakan pewarna sintetis yang relatif stabil melekat kuat pada kain. Dari hasil penelitian kami di lapangan dalam kegiatan produksinya, selalu menghasilkan limbah cair dalam konsentrasi yang banyak. Limbah cair tersebut langsung dibuang ke lingkungan sekitar tanpa melalui proses pengolahan.Industri sasirangan tersebut dalam proses pengolahan kain meliputi beberapa tahapan, yaitu : membuat motif sasirangan pada kain, penyiapan zat warna, pewarnaan, pencucian, penjemuran dan penyetrikaan.Tahap produksi yang menghasilkan limbah berasal dari proses pewarnaan dan pencucian.Jenis bahan sasirangannya sendiri pun bermacam- macam, mulai dari katun satin, polisima, sutra, dan semi sutra. Pembuatan sasirangan dengan menggunakan katun satin paling banyak di minati masyarakat </li><li> 9. Kalimantan karena mempunyai kualitas kain yang tebal, sedangkan kain polisima kurang diminati masyarakat karena mempunyai kualitas kain yang tipis. 1.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara pengelolaan limbah sasirangan beserta tempat pembuangan limbah sasirangan ? 2. Apakah dampak yang di hasilkan dalam pembuatan kain sasirangan ? 3. Apakah pekerja mengetahui bahaya limbah yang langsung dibuang tanpa diolah terlebih dahulu ? 1.3. Tujuan Penulisan 1. Mengetahui cara pengelolaan limbah sasirangan beserta tempat pembuangan limbah sasirangan. 2. Mengetahui dampak yang di hasilkan dalam pembuatan kain sasirangan. 3. Mengetahui bahaya limbah yang dibuang langsung tanpa diolah terlebih dahulu. </li><li> 10. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari 3 kata dasar yaitu epi yang memiliki arti pada atau tenang, demos yang memiliki arti penduduk, dan logos yang memiliki arti ilmu pengetahuan, jadi epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk. Sedangkan pada saat ini, epidemiologi adalah salah satu cabang dari ilmu kesehatan untuk menganalisa distribusi dan faktor- faktor yang berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan yang bertujuan untuk melakukan pencegahan dan penanggulangannya. Pengertian epidemiologi menurut beberapa ahli : 1. Menurut Hirsch (1883) epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian, penyebaran dari jenisjenis penyakit pada manusia pada saat tertentu di berbagai tempat di bumi dan mengkaitkan dengan kondisi eksternal(Kristiani, 2012). 2. Menurut Greenwood (1970) mengatakan bahwa epidemiologi mempelajari tentang penyakit dan segala macam kejadian yang mengenai kelompok (herd) penduduk. Dalam kutipan ini adanya penekanan pada kelompok penduduk yang mengarah kepada distribusi suatu penyakit (Kristiani, 2012). 3. Menurut Brian Mac Mahon (1970) epidemiologi adalah studi tentang penyebaran dan penyebab frekuensi penyakit pada manusia dan penyebab terjadi distribusi semacam itu. Dalam kutipan ini sudah mulai menentukan distribusi penyakit dan mencari penyebab terjadinya distribusi dari suatu penyakit (Kristiani, 2012). 4. Menurut ahli lainnya Wade Hampton Frost (1972) mendefinisikan Epidemiologi sebagai suatu pengetahuan tentang fenomena massal (mass phenomen) penyakit infeksi atau sebagai riwayat alamiah (natural history) penyakit menular. Dalam kutipan ini bahwa pada waktu itu perhatian epidemiologi hanya ditujukan kepada masalah penyakit infeksi yang terjadi/mengenai masyarakat/massa (Kristiani, 2012). </li><li> 11. 5. Menurut Abdel R. Omran (1974) epidemiologi adalah suatu ilmu mengenai terjadinya dan distribusi keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya serta akibatakibat yang terjadi pada kelompok penduduk (Kristiani, 2012). 6. Menurut Abdel R. Omran (1974) epidemiologi adalah ilmu pengetahuan mengenai terjadinya penyakit pada populasi manusia (Kristiani, 2012). 7. Menurut Robert H. Fletcher (1991) epidemiologi adalah disiplin riset yang membahas tentang distribusi dan determinan penyakit dalam populasi (Kristiani, 2012). 8. Menurut Lewis H. Rohf &amp; Beatrice J. Selwyn(1991) epidemiologi adalah deskripsi dan penjelasan tentang perbedaan terjadinya peristiwa yang menjadi perhatian medis di subkelompok masyarakat, di mana populasi dibagi menurut beberapa karakteristik yang diyakini terkena penyakit tersebut (Kristiani, 2012). 9. Menurut Lilienfeld(1977) epidemiologi adalah suatu metode pemikiran tentang penyakit yang berkaitan dengan penilaian biologis dan berasal dari pengamatan suatu tingkat kesehatan populasi (Kristiani, 2012). 10. Menurut Moris (1964) epidemiologi adalah suatu pengetahuan tentang sehat dan sakit dari suatu penduduk (Kristiani, 2012). 11. Definisi epidemiologi menurut CDC 2002, Last 2001, Gordis 2000 menyatakan bahwa epidemiologi adalah : studi yang mempelajari distribusi dan determinan penyakit dan keadaan kesehatan pada populasi serta penerapannya untuk pengendalian masalahmasalah kesehatan (Kristiani, 2012). 12. Menurut WHO Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan dari peristiwa kesehatan dan peristiwa lainnya yang berhubungan dengan kesehatan yang menimpa sekelompok masyarakat dan menerapkan ilmu tersebut untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Konsep penyebab dan proses terjadinya penyakit dalam epidemiologi berkembang dari rantai sebab akibat kesuatu proses kejadian penyakit yakni proses interaksi antara manusia (pejamu) dengan berbagai sifatnya (Biologis, Fisiologis, Psikologis, Sosiologis dan Antropologis) dengan penyebab (Agent) </li><li> 12. serta dengan lingkungan (Enviroment) (Nur Nasry Noor, 2000).Menurut salah seorang ahli John Bordon, Model segitiga epidemiologi menggambarkan interaksi tiga komponen penyakit yaitu Manusia (Host), penyebab (Agent) dan lingkungan (Enviromet). Untuk memprediksi penyakit, model ini menekankan perlunya analis dan pemahaman masing-masing komponen. Penyakit dapat terjadi karena adanya ketidak seimbangan antar ketiga komponen tersebut. Model ini lebih di kenal dengan model triangle epidemiologi atau triad epidemilogi dan cocok untuk menerangkan penyebab penyakit infeksi sebab peran agent (yakni mikroba) mudah di isolasikan dengan jelas dari lingkungan (Purnawinadi, 2014). Pada saat ini dengan perkembangan teknologi seperti sekarang ini memicu jangkauan epidemiolgi semakin meluas. Secara garis besarnya jangkauan atau ruang lingkup epidemiologi antara lain : 1. Epidemiologi penyakit menular Penyakit menular atau infeksi penyakit merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit, tetapi tidak disebabkan oleh faktor fisik. Penyakit menular termasuk penyakit yang menakutkan karena penyakit ini masih sulit dalam pengobatannya dan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Hal ini yang telah banyak memberikan peluang dalam usaha pencegahan dan penanggulangan penyakit menular tertentu. Berhasilnya manusia mengatasi berbagai gangguan penyakit menular dewasa ini merupakan salah satu hasil yang gemilang dari epidemiologi. Peranan epidemiologi surveilans pada mulanya hanya ditujukan pada pengamatan penyakit menular secara seksama, ternyata telah memberikan hasil yang cukup berarti dalam menangulangi berbagai masalah penyakit menular dan juga penyakit tidak menular (Dinfania, 2010). 2. Epidemiologi penyakit tidak menular Penyakit tidak menular adalah jenis penyakit yang tidak menular seperti cacat fisik, gangguan mental, dan kelainan-kelainan lain pada organ tubuh manusia. Penyakt tidak menular menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Pada saat ini sedang berkembang pesat dalam usaha mencari berbagai factor yang memegang peranan dalam timbulnya berbagai masalah penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit sistemik serta berbagai penyakit menahun lainnya, termasuk masalah meningkatnya kecelakaan lalu lintas dan </li><li> 13. penyalahgunaan obat-obatan tertentu. Bidang ini banyak digunakan terutama dengan meningkatnya masalah kesehatan yang bertalian erat dengan berbagai gangguan kesehatan akibat kemajuan dalam berbagai bidang industri yang banyak mempengaruhi keadaan lingkungan, termasuk lingkungan fisik, biologis, maupun lingkungan sosial budaya (Dinfania, 2010). 3. Epidemiologi klinik Hal ini merupakan salah satu bidang epidemiologi yang saat ini dikembangkan oleh para klinisi yang bertujuan untuk membekali para klinisi/dokter tentang cara pendekatan masalah melalui disiplin ilmu epidemiologi. Dalam penggunaan epidemiologi klinik sehari-hari, para petugas medis terutama para dokter sering menggunakan prinsip-prinsip epidemiologi dalam menangani kasus secara individual. Mereka lebih berorientasi pada penyebab dan cara mengatasinya terhadap kasus secara individu dan biasanya tidak tertarik unutk mengetahui serta menganalisis sumber penyakit, cara penularan dan sifat penyebarannya dalam masyarakat. Berbagai hasil yang diperoleh dari para klinisi tersebut, merupakan data informasi yng sanat berguna dalam analisis epidemiologi tetapi harus pula diingat bahwa epidemiologi bukanlah terbatas pada data dan informasi saja tetapi merupakan suatu disiplin ilmu yang memeliki metode pendekatan serta penerapannya secara khusus (Dinfania, 2010). 4. Epidemiologi kependudukan Epidemiologi kependudukan merupakan salah satu cabang ilmu epidemiologi yang menggunakan sistem pendekatan epidemiolgi dalam menganalisi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan bidang demografi serta faktor-faktor yang mempengaruhi berbagai perubahan demografis yang terjadi didalam masyarakat. Sistem pendekatan epidemiologi kependudukan tidak hanya memberikan analisis tentang sifat karakteristik penduduk secara demografis dalam hubungannya dengan masalah kesehatan dan penyakit dalam masyarakat tetapi juga sangat berperan dalam berbagai aspek kependudukan serta keluarga berencana. Pelayanan melalui jasa, yang erat hubungannya dengan masyarakat seperti pendidikan, kesejahteraan rakyat, kesempatan kepegawaian, sangat </li><li> 14. berkaitan dengan keadaan serta sifat populasi yang dilayani. Dalam hal ini peranan epidemio...</li></ol>