epidemiologi frambusia

Download Epidemiologi Frambusia

Post on 08-Dec-2015

23 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jbk

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

Epidemiologi pada mulanya diartikan sebagai studi tentang epidemi. Hal ini berarti bahwa epidemiologi hanya mempelajari penyakit-penyakit menular saja tetapi dalam perkembangan selanjutnya epidemiologi juga mempelajari penyakit-penyakit non infeksi, sehingga dewasa ini epidemiologi dapat diartikan sebagai studi tentang penyebaran penyakit pada manusia di dalam konteks lingkungannya. Mencakup juga studi tentang pola-pola penyakit serta pencarian determinan-determinan penyakit tersebut. Dapat disimpulkan bahwa epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran penyakit serta determinan-determinan yang mempengaruhi penyakit tersebut.1,2Epidemiologi merupakan ilmu yang telah dikenal lewat catatan sejarah pada zaman dahulu kala dan bahkan berkembang bersamaan dengan ilmu kedokteran karena kedua disiplin ilmu ini berkaitan satu sama lainnya. Epidemiologi dalam pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan penyakit butuh ilmu kedoteran seperti ilmu faal, biokimia, patologi, mikrobiologi dan genetika.1,2Epidemiologi merupakan bagian dari ilmu public health yang menekankan pada keberadaan penyakit dan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Epidemiologi sebagai ilmu merupakan cabang ilmu kesehatan atau filosofi dasar dari disiplin disiplin ilmu kesehatan termasuk kedokteran, yaitu suatu proses untuk menganalisis atau memahami hubungan interaksi antara proses fisik, biologis dan fenomena sosial. Dalam hal ini, epidemiologi mempelajari dan mencoba memahami bagaimana penyakit terjadi, apa sebab kausalnya, bagaimana perjalanan penyakitnya, apa faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya suatu penyakit serta bagaiamana distribusi frekuensinya.2Epidemiologi didefinisikan oleh International Epidemiological Association (McKenzie et al., 2011; Center for Disease Control and Prevention, 2004; Murti, 1997) dan oleh John Last dalam Dictionary of Epidemiology sebagai: Ilmu yang mempelajari frekuensi, distribusi dan determinan (faktor yang menentukan) dari keadaan atau peristiwa terkait kesehatan pada populasi tertentu, dan aplikasi dari ilmu tersebut untuk mengendalikan masalah-masalah kesehatan.3Dalam perkembangan ilmu epidemiologi sarat dengan hambatan-hambatan karena belum semua ahli bidang kedokteran setuju metode yang di gunakan pada epidemioogi. Hal ini disebabkan karena perbedaan paradigma dalam menangani masalah kesehatan antara ahli pengobatan dengan metode epidemiologi terutama pada saat berlakunya paradigma bahwa penyakit disebabkan oleh roh jahat. Keberhasilan menembus paradigma tersebut berkat perjuangan yang gigih para ilmuwan terkenal di kala itu. Seperti sekitar 1000 SM Cina dan India telah mengenalkan variolasi, Abad ke 5 SM muncul Hipocrates yang memperkenalkan bukunya tentang air,water and places, selanjutnya Galen melengkapi dengan faktor atmosfir, faktor internal serta faktor predisposisi. Abad 14 dan 15 terjjadi karantina berbagai penyakit yang di pelopori oleh V. Fracastorius dan Sydenham, selanjutnya pada tahun 1662 John Graunt memperkenalkan ilmu biostat dengan mencatata kematian PES & data metriologi. Pada tahun 1839 William Farr mengembangkan analisis statistik, matematik dalam epidemiologi dengan mengembangkan sistem pengumpulan data rutin tentang jumlah dan penyebab kematian dibandingkan pola kematian antara orang-orang yang menikah dan tidak, dan antara pekerja yang berbeda jenis pekerjaannya di inggris. Upaya yang telah dilakukan untuk mengembangkan sistem pengamatan penyakit secara terus menerus dan menggunakan informasi itu untuk perencanaan dan evaluasi program telah mengangkat nama William Farr sebagai the founder of modern epidemiology.4Salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian adalah Frambusia. Frambusia adalah penyakit treponematosis menahun, hilang timbul dengan 3 stadium yaitu ulkus atau granuloma pada kulit (mother yaw), lesi non dekstruktif yang dini dan dekstruktif lanjut pada kulit, tulang, dan perios. Penyakit ini adalah penyakit kulit menular yang dapat berpindah dari orang sakit frambusia kepada orang sehat dengan luka terbuka atau cedera/ trauma.5

BAB IIPEMBAHASAN

A. Definisi EpidemiologiEpidemiologi berasal dari dari kata Yunani epi= atas, demos= rakyat, populasi manusia, dan logos = ilmu (sains), bicara. Secara etimologis epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan peristiwa yang banyak terjadi pada rakyat, yakni penyakit dan kematian yang diakibatkannya yang disebut epidemi. Kata epidemiologi digunakan pertama kali pada awal abad kesembilanbelas (1802) oleh seorang dokter Spanyol bernama Villalba dalam tulisannya bertajuk Epidemiologa Espaola (Buck et al., 1998). Tetapi gagasan dan praktik epidemiologi untuk mencegah epidemi penyakit sudah dikemukakan oleh Bapak Kedokteran Hippocrates sekitar 2000 tahun yang lampau di Yunani. Hippocrates mengemukakan bahwa faktor lingkungan mempengaruhi terjadinya penyakit. Dengan menggunakan Teori Miasma Hippocrates menjelaskan bahwa penyakit terjadi karena keracunan oleh zat kotor yang berasal dari tanah, udara, dan air. Karena itu upaya untuk mencegah epidemi penyakit dilakukan dengan cara mengosongkan air kotor, membuat saluran air limbah, dan melakukan upaya sanitasi (kebersihan). Teori Miasma terus digunakan sampai dimulainya era epidemiologi modern pada paroh pertama abad kesembilanbelas.3Pada tahun 1970 MacMahon dan Pugh mendefinisikan epidemiologi sebagai penyebaran dan penentu dari frekwensi penyakit pada manusia (Epidemiology is the study of the distribution and determinants of disease frequency in man ).6Menurut CDC 2002, Last 2001, Gordis 2000 menyatakan bahwa epidemiologi adalah : studi yang mempelajari distribusi dan determinan penyakit dan keadaan pada populasi serta penerapannya untuk pengendalian masalah masalah kesehatan.3,6Selain itu menurut WHO, epidemiologi adalah studi tentang distribusi dan determinan kesehatan yang berkaitan dengan kejadian di populasi dan aplikasi dari studi untuk pemecahan masalah kesehatan.3,6Pada 1983 International Epidemiological Association mendefinisikan epidemiologi "the study of the distribution and determinants of health-related states or events in specified populations, and the application of this study to control of health problems - Epidemiologi adalah studi tentang distribusi dan determinan keadaan dan peristiwa terkait kesehatan pada populasi, dan penerapannya untuk mengendalikan masalah kesehatan.3Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini Epidemiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang Frekuensi dan Distribusi (Penyebaran) serta Determinat masalah kesehatan pada sekelompok orang/masyarakat serta Determinannya (Faktor factor yang Mempengaruhinya). Suatu ilmu yang awalnya mempelajari timbulnya, perjalanan, dan pencegahan pada penyakit infeksi menular. Tapi dalam perkembangannya hingga saat ini masalah yang dihadapi penduduk tidak hanya penyakit menular saja, melainkan juga penyakit tidak menular, penyakit degenaratif, kanker, penyakit jiwa, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Oleh karena itu, epidemiologi telah menjangkau hal tersebut.6

B. Ruang Lingkup Epidemiologia. Studi. The American Heritage -Stedman's Medical Dictionary mendefinisikan kata study sebagai research, detailed examination, or analysis of an organism, object, or phenomenon studi adalah riset, penelitian terinci, atau analisis tentang suatu organisme, objek, atau fenomena. Kata kerja study berarti melakukan riset, meneliti, atau menganalisis sesuatu. Kata study juga berarti suatu cabang ilmu, sains, dan seni ... a particular branch of learning, science, or art.3b. Keadaan dan peristiwa terkait kesehatan. Epidemiologi mempelajari tidak hanya penyakit tetapi juga aneka keadaan dan peristiwa terkait kesehatan, meliputi status kesehatan, cedera (injuries), dan berbagai akibat penyakit seperti kematian, kesembuhan, penyakit kronis, kecacatan, disfungsi sisa, komplikasi, dan rekurensi. Keadaan terkait kesehatan meliputi pula perilaku, penyediaan dan penggunaan pelayanan kesehatan.3c. Distribusi. Distribusi (penyebaran) penyakit pada populasi dideskripsikan menurut orang (person), tempat (place), dan waktu (time). Artinya, epidemiologi mendeskripsikan penyebaran penyakit pada populasi menurut faktor sosio-ekonomi-demografi-geografi, seperti umur, jenis kelamin, pendidikan, jenis pekerjaan, pendapatan, ras, keyakinan agama, pola makan, kebiasaan, gaya hidup, tempat tinggal, tempat bekerja, tempat sekolah, dan waktu terjadinya penyakit.3

d. Determinan. Epidemiologi mempelajari determinan penyakit pada populasi, disebut epidemiologi analitik. Determinan merupakan faktor, baik fisik, biologis, sosial, kultural, dan perilaku, yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit. Determinan merupakan istilah yang inklusif, mencakup faktor risiko dan kausa penyakit. Faktor risiko adalah semua faktor yang berhubungan dengan meningkatnya probabilitas (risiko) terjadinya penyakit. Untuk bisa disebut faktor risiko, sebuah faktor harus berhubungan dengan terjadinya penyakit, meskipun hubungan itu tidak harus bersifat kausal (sebab-akibat).3e. Populasi. Seperti sosiologi dan demografi, epidemiologi merupakan sains populasi (population science). Epidemiologi mempelajari distribusi dan determinan penyakit pada populasi dan kelompok-kelompok individu, bukan pada individu. Populasi bisa merupakan masyarakat di sebuah kota, negara, atau kelompok umur tertentu, komunitas pekerja tertentu, ras tertentu, masyarakat miskin, dan sebagainya. Pengelompokan individu menurut karakteristik sosio-ekonomi-demografi-geografi, dengan mengabaikan keunikan masing-masing individu, dapat memberikan petunjuk awal tentang hubungan antara karakteristik itu dan terjadinya perbedaan distribusi penyakit pada kelompok tersebut.3f. PenerapanPengetahuan yang diperoleh dari riset epidemiologi diterapkan untuk memilih strategi intervensi yang tepat untuk mencegah atau mengendalikan penyakit pada populasi (Thacker dan Buffington, 2001; CDC