sosiologi agama

Download SOSIOLOGI AGAMA

Post on 19-Jul-2015

520 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

SOSIOLOGI AGAMA SPD 223DRS. ANDREAS SOEROSO, MS JUMAT RUANG 18 JAM 07:45

BUKU BACAAN1.

2.3. 4. 5. 6. 7.

Andreski, Stannislav (1989), Max Weber, kapitalisme, Birokrasi dan Agama, PT Tiara Wacana, Yogyakarta. GHEERTZ, Clifford (1981) Abangan, Santri dan Priyayi Dalam Masyarakat Jawa, PT Dunia Pustaka Jaya. Jakarta. Handro Puspito, D (1983) Sosiologi Agama, Yayasan Kanisius, Jogjakarta. Khamad, Dadang, (2002) Sosiologi Agama, PT Remaja Rosda Karya Bandung. O Dea, Thomas F,(1989) Sosiologi Agama, CV Rajawali , Jakarta. Pritchard, Evans, EE Teori-teori Tentang Agama Primitif, PT Djaja Perusa, Jakarta. Veegar. KJ (1980) Realitas Sosial, Gramedia, Jakarta.

TUHAN YANG MAHA ESA MENCIPTAKAN DUNIA DAN MANUSIA. TUHAN SATU DUNIA SATU MANUSIA BANYAK. MAKA TUHAN JADI BANYAK MENGAPA?

MINIMAL ADA 4 CARA MEMPELAJARI AGAMA1. 2.

3.

4.

Mempelajari isi ajaran agama. Disebut Theologi. Mempelajari sejarah perkembangan agama, disebut Ilm Sejarah. Mempelajari agama dalam rangka membandingkan isi agama satu dengan lainnya, disebut Ilmu Perbandingan agama. Mempelajari fungsi agama dlm masyarakat, disebut Sosiologi agama.

Perbedaan agama dan ilmu pengetahuan

1.2.

3. 4.

Agama Anggapan dasarnya mutlak. Menerima anggapan dasar lebih dulu baru dapat menerima seluruh ajarannya. Membedakn scr tegas yg sakral dan yg profan Banyak yg irasional

Ilmu Pengetahuan 1. Anggapan dasar relatif. 2. Pengetahuan disusun atas dasar teori yg berlaku 3. Mengamati benda apa adanya atau obyektif 4. Memahami hal-hal yang rasional dan dapat diterima akal sehat.

Sosiologi Agama adalah bagian dari Sosiologi umum oleh karena itu teori dan metode yg ada dalam Sosiologi berlaku pula pada Sosiologi Agama

Agama yg dipelajari oleh Sosiologi Agama adalah agama sebagai bagian/ unsur kebudayaanMenurut Kluckhon ada 7 unsur universal dari kebudayaan: 1.Perlengkapan hidup manusia; 2. sistem ekonomi; 3. sistem kemasyarakatan; 4. sistem bahasa; 5. sistem kesenian; 6. sistem pengetahuan; 7. sistem kepercayaan. Agama adalah sistem kepercayaan

Sosiologi Agama adalah sosiologi yg mempelajari fungsi agama dalam masyarakat Agama didefinisikan oleh Johnstone sebagai sebuah sistem keyakinan dan praktek sbg sarana sekelompok orang untuk menafsirkan dan ,menanggapi apa yg mereka rasakan sebagai pengada adikodrati dan kudus.

Hendro Puspito Sosiologi Agama adalah suatu cabang Sosiologi umum yg mempelajari masyarakat agama secara sosiologis guna mencapai keterangan2 ilmiah dan pasti demi masyarakat agama itu sendiri dan masyarakat luas pd umumnya.

Sir Edward Tylor: Kebudayaan adalah kompleks keseluruhan dari pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan semua kemampuan dan kebiasaan yang lain yg diperoleh oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

Agama menyangkut apa yang disebut Pareto sebagai pengalaman Transendental dan mengartikan pengalaman atas kejadian sehari-hari dan yang dapat diamati atau penyaringan dn penanganan yang sistematis terhadap pengalaman secara ilmiah.

Durkheim mengatakan bahwa agama merupakan sumber semua kebudayaan yang sangat tinggi, sehingga agama menunjukkan seperangkat aktivitas manusia dan sejumlah bentuk-bentuk sosial yang mempunyai arti penting. Bahkan sejarah menunjukkan bahwa lembaga keagamaan merupakn bentuk assosiasi menusia yang paling mungkin untuk terus bertahan.

Agama telah dicirikan sebagai pemersatu aspirasi masyarakat yang paling sublim sebagai sejumlah besar moralitas, sumber tatanan masyarakat dan pendamaian batin individu, sebagai sesuatu yang memuliakan dan membuat manusia beradab.

Kebudayan merupakn suatu sistem makna2 simbolik (symbolic system of meanings) yg sebagian diantaranya menentukan realitas sebagaimana diyakini dan yang sebagian lain menentukan harapan-harapan normatif yang dibebankan pd manusia.

Agama dengan referensi yang transedental ke dunia di luar pengakuan itu merupakan aspek penting fenomena kultural. Kebudayan bagi manusia merupakan kreasi dunia penyesuaian dan kemaknaan, dalam kontek nmana kehidupan manusia dapat dijalankn dengan penuh arti.

Menurut Wandell T Bush agama merupakan bagian dunia imajinasi yg sangat penting yg berfungsi secara sosial, dan ungkapan verbalnya hanya merupakan peragaan bagian terkecil saja.

Sosiologi kontemporer menyadari, walaupun manusia menganut berbagai nilai, gagasan dan orientasi yang terpola yang mempengaruhi perilaku mereka, walaupun mereka bertindak dalam kontek yang terlembaga, dalam berbagai situasi dimana peranan yang diharapkan dipaksakan oleh sanksi positif dan negatif, memolakan performance nyata mereka, tetapi yang bertindak, berfikir dan merasa individu.

Pendekatan Teori Fungsional terhadap AgamaAgama merupakan salah satu perilaku manusia yang telah terlembaga, oleh karena itu sejauh mana sumbangan masing-masing komplek kelembagaan ini dalam mempertahankan sistem sosialnya. Dalam mempertahankan hidupnya manusia harus bertindak terhadap lingkungan baik dengan cara menyesuaikan diri, menguasai dn mengendalikan lingkungannya.

George C HomansManusia tidak pernah mencurahkan dirinya pada kegiatan interaksi dan sentimen yang perlu bagi kelanjutan hidup kelompok, tetapi menyempurnakan unsur-unsur ini jauh melampaui berbagai kebutuhan kelangsungan hidup. Manusia juga mempunyai kebutuhan mengungkapkan, dan dalam tugas-tugas mencari penyelesaian masalah ia menjalankan hubungan diantara sesama dan situasi yang ada

Sejauh mana arti penting agama akan penyesuaian dan pengungkapan diri

Selama kebutuhan ini mendapatkan pengungkapan dan jalan keluar yang sesuai dengan pola-pola budaya dalam kontek sistem sosial.

Talcott Parsons

referensi trensendental sesuatu yang berada di luar dunia empiris mengapa mereka membutuhkan berbagai kebutuhan praktek serta lembaga yang menyatukan dan melestarikan mereka. Teori fungsional memandang kebutuhan ini sebagai hsil dari tiga karakteristik dasar eksistensi manusia, yaitu: Ketidak Pastian, Ketidak Berdayaan dan Kelangkaan.

Teori fungsional memandang sumbangan agama terhadap masyarakat dan kebudayaan berdasarkan atas karakteristik pentingnya, yakni transendensi pengalaman sehari-hari dalam lingkungan alam. Mengapa manusia membutuhkan sesuatu yang mentransendensikan pengalaman?

Ketidak PastianHal yang sangat penting bagi keamanan dan kesejahteraan manusia berada di luar jangkauannya. Dengan kata lain eksistensi manusia ditandai oleh ketidakpastian.

Ketidak BerdayaanKesangupaan manusia untuk mengendalikan dan untukmmempengaruhi kondisi hidupnya, walau kesanggupan tersebut kian meningkat, pada dasarnya terbatas. Pada titik dasar tertentu kondisi manusia dalam kaitan konflik antara keinginan dan lingkungan ditandi oleh ketidakberdayaan.

Kelangkaan

Manusia harus hidup bermasyarakat, dan suatu masyarakat merupakan suatu alokasi yang teratur dari berbagai fungsi, fasilitas dan ganjaran termasuk pembagian kerja dan produk. Ia membutuhkan kondisi imperatif, yaitu suatu tingkat superordinasi dan sub ordinasi dalam hubungan manusia. Kebutuhan akan suatu tatanan dalam kelangkaan yang menyebabkan perbedaan distribusi barang dan nilai.

TEORI-TEORI SOSIAL TENTANG AGAMA1.

2.3. 4. 5.

6.

Teori Jiwa: Edward Burnett Taylor. Teori Batasan Akal: James G Frazer Teori Krisis Hidup Individu: M Crowley Teori Kekuatan Luar Biasa: RE Marett Teori Sentimen Kemasyarakatan: Emile Durkheim Teori Wahyu Tuhan: Andrew Lang

TEORI JIWA EB TAYLORAsal mula agama bersamaan dg muncul nya kesadaran manusia akan adanya roh ato jiwa. Mrk memahami mimpi & kema tian sbg pemisahan roh dg tubuh kasar. Jiwa manusia yg mnjd mahkluk halus ini menjadi obyek penghormatan & penyem bahan manusia dg berbagai upacara keagamaan berupa doa, sesajen ato korban, kepercayaan ini disebut animisme

Evolusi agama mnrt Taylor ada 31.

2. 3.

Tingkat plng dasar adl ketika manusia percaya bhw makhluk halus itulah yg menempati alam, munculah animisme Gejala alam digerakan oleh jiwa2 munculah politeisme Ada sistem kenegaraan dlm dunia manusia dan tentu juga ada sistem kenegaraan pd jiwa, muncul monotheisme

2. TEORI BATAS AKAL : James G FrazerPermulaan munculnya agama di krn kan man mengalami gejala yg tdk dpt diterangkan dg akalnya. Memecahkan berbagai persoalan hidupnya dg akal dan sistem pengetahuan, ttp keduanya terbatas sesuai dg kemajuan ilmu & iptek. Semakin maju ilmu pengetahuan ilmu dan iptek akan semakin luas batas akalnya. Magic : adl memanipulasi kekuatan alam unt mencapai tujuan ttt. Mistic : memanipulasi Khaliknya unt tujuuan ttt.

3 TEORI KRISIS DLM HIDUP: M CROWLEY & VAN GENNEP

Agama muncul digunakan unt mengatasi krisis dlm hidup manusia. Dlm hidup manusia ada bbrp masa krisis, manusia butuh sst unt memperteguh n menguatkan dirinya. Perbuatan yg berupa upacara sakral pd masa krisis mrp pangkal keberagamaan manusia

4. TEORI KEKUATAN LUAR BIASA: RE MARETTBhw agama n sikap religius manusia tjd krn adanya kejadian luar biasa yg menimpa manusia yg trdpt pd lingkungabn alam sekelilingnya Bhw pangkal dr sgl kelakuan keagamaan pd manusia ditimbulkan oleh suatu perasaan rendah diri thd adanya gejala2 & peristiwa yg luar biasa dlm kehidupan manusia Sebelum animisme ada pra animisme yg disebut dinamisme

5. TEORI SENTIMEN KEMAS YARAKATAN : EMILE DURKHEIM

Bhw agama yg permulaan ini muncul krn adanya suatu getaran, suatu emosi yg ditimbulkan dlm jiwa manusia sbg warga masyarakat ato sentimen kemasyarakatan Sentimen masy dlm bathin individu, brp kompleksitas perasaan yg mengandung rasa terikat, bakti,cinta n perasaan lainya dmn ia hidup. Sentimen ini bisa hilang klo tdk dipelihara dg pertemuan2 raksasa. Sentimen kemasyarakatan membutuhkan pemeliharaan dg obyek keramat. Obyek keramat brp TOTEM a

Recommended

View more >