Quality Improvement Vicky

Download Quality Improvement Vicky

Post on 01-Dec-2015

875 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>KATA PENGANTAR</p> <p>Segala puji hanya milik Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas pengendalian kualitas ini dan tak lupa pula sholawat salam kita sanjungkan kepada nabi Muhammad SAW. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah turut membantu dalam penyusunan Makalah yang penulis beri judul Pengendalian KualitasTidak lupa pula penulis ucapkan terimakasih kepada dosen pengampu dalam mata kuliah pengendalian kualitas. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk perbaikan makalah berikutnya dan harapan penulis semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya yang sedang dalam proses pembelajaran. </p> <p>Quality Improvement</p> <p>A. DefinisiQuality Improvement adalah suatu metodologi pengumpulan dan analisis data kualitas, serta menentukan dan menginterpretasikan pengukuran-pengukuran yang menjelaskan tentang proses dalam suatu sistem industri, untuk meningkatkan kualitas produk, guna memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan. Prosespeningkatan mutu( Quality Improvement)adalahmengidentifikasi indikator mutu dalam pelayanan, memonitor indikator tersebut dan mengukur hasil dari indikator mutu tersebut yang tentunya mengarah padaoutcome, serta selalu berfokus dalam rangka peningkatan proses, sehinga tingkat mutu dari hasil yang dicapai akan meningkat. Tentunya upaya peningkatan mutu( Quality Improvement)dilakukan dengan terlebih dahulu diawali dari jaminan mutu (quality assurance), kemudian mengarah pada peningkatan mutu yang proaktif.Hal penting yang menjadi sebuah catatan adalah mutu yang rendah masih dapat kita tingkatkan bila kita berkehendak untuk melakukannya dengan melakukanpeningkatan mutu( quality improvement).Peningkatan Sistem Manajemen Kualitas berdasarkan ISO 9001:2000 lebih menekankan pada aspek peningkatan proses industri dengan menggunakan data kualitas yang dikumpulkan menggunakan alat-alat analisis termasuk teknik-teknik statistika. ISO 9001:2000 tidak menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh manajemen industri ketika menetapkan peningkatan terus-menerus agar memenuhi persyaratan dari klausul 8.5.1 dalam ISO 9001:2000 (peningkatan terus-menerus) tetapi menuntut adanya bukti yang menunjukkan komitmen keterlibatan manajemen organisasi melalui pengukuran, pemantauan, analisis dan peningkatan kinerja proses terus-menerus dari efektifitas Sistem Manajemen Kualitas.(Gazpers, 2001) </p> <p>B. Langkah-langkah peningkatan kualitasLangkah-langkah peningkatan kualitas menggunakan konsep PDCA. Konsep PDCA merupakan langkah-langkah yang sering digunakan dalam analisis dan solusi masalah kualitas, sebagai berikut :</p> <p>a. P: Plan the solution(s) (merencanakan solusi masalah)</p> <p>Rencana penyelesaian masalah berfokus pada tindakan-tindakan untuk menghilangkan akar penyebab dari masalah yang ada. Elemen-elemen yang harus ada dalam proses perencanaan sistem manajemen kualitas adalah tujuan (objectives), pelanggan (customer), hasil-hasil (outputs), proses-proses (processes), masukan-masukan (inputs), pemasok (suppliers), dan pengukuran untuk umpan balik dan umpan maju (measurement for feedback and feedforward). Dalam akronim bahasa inggris dapat disingkat menjadi : SIPOCOM-Suppliers, Inputs, Processes, Outputs, Customer, Objectives, and Measurements. Untuk merumuskan tujuan kualitas dalam program penyusunan program harus mengikuti prinsip SMART Objectives:</p> <p> Specific : Tujuan program harus bersifat spesifik yang dinyatakan secara tegas. Tim peningkatan kualitas harus menghindari pernyataan-pernyataan tujuan yang bersifat umum dan tidak spesifik.</p> <p> Measurable : Tujuan program harus dapat diukur menggunakan indicator pengukuran yang tepat guna mengevaluasi keberhasilan, peninjuan-ulang, dan tindakan perbaikan diwaktu mendatang. Pengukuran harus mampu memunculkan fakta-fakta yang dinyatakan secara kuantitatif menggunakan angka-angka.</p> <p> Achievable : Tujuan program harus dapat dicapai melalui usaha-usaha yang menantang</p> <p> Result oriented : Tujuan program harus berfokus pada hasil-hasil berupa pencapaian target-target kualitas yang ditetapkan</p> <p> Time related : Tujuan harus menetapkan batas waktu pencapaian tujuan dan harus dicapai tepat waktu</p> <p>b. D: Do or implement the solution(s) (melaksanakan atau menerapkan rencana solusi terhadap masalah)</p> <p>Implementasi rencana solusi terhadap masalah mengikuti daftar rencana tindakan peningkatan kualitas. Dalam tahap pelaksanaan ini sangat dibutuhkan komitmen manajemen dan karyawan serta partisipasi total untuk secara bersama-sama menghilangkan akar penyebab dari masalah kualitas yang telah teridentifikasi. Pencatatan data kualitas juga harus dilakukan selama tahap pelaksanaan serta identifikasi penyebab apabila terjadi penyimpangan dalam tahap pelaksanaan.</p> <p>c. C: Check the solution(s) results (mempelajari hasil-hasil solusi terhadap masalah)</p> <p>Setelah melaksanakan peningkatan kualitas selama selang waktu tertentu, perlu dilakukan studi dan evaluasi berdasarkan data yang dikumpulkan selama tahap pelaksanaan itu guna mengetahui apakah jenis masalah yang ada telah hilang atau berkurang. Analisis terhadap hasil-hasil temuan selama tahap pelaksanaan akan memberikan tambahan informasi bagi pembuat keputusan dan perencanaan peningkatan kualitas berikutnya. Dalam tahap study dan evaluasi ini, dapat membandingkan hasil-hasil sebelum dan sesudah peningkatan kualitas.</p> <p>d. A: Act to standardize the solution(s) (bertindak untuk menstandardisasikan solusi terhadap masalah)</p> <p>Hasil-hasil yang memuaskan dari tindakan peningkatan kualitas atau solusi masalah harus distandardisasikan dan selanjutnya melakukan peningkatan terus-menerus pada jenis masalah yang lain. Standardisasi dimaksudkan untuk mencegah masalah yang sama terulang kembali.</p> <p>Analisis proses</p> <p>Analisis proses digunakan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian dalam proses dengan kebutuhan pelanggan. Hal-hal yang tidak sesuai diidentifikasi dan diurutkan berdasarkan urutan kepentingan, dampak terhadap performansi secara keseluruhan dan bagaimana ketidaksesuaian itu dapat dihilangkan dengan cara termudah.</p> <p>Kuantifikasi kesenjangan</p> <p>1) Tebarkan performansi aktual sebagaimana didefinisikan melalui ukuran-ukuran efektif terhadap performansi yang diharapkan sesuai dengan spesifikasi-spesifikasi proses.</p> <p>2) Hitung perbedaan yang terjadi antara performansi aktual dan performansi yang diharapkan, selisih yang ada merupakan kesenjangan yang harus diselesaikan.</p> <p>Metode peningkatan KualitasAda banyak metode untuk peningkatan kualitas.Produk ini meliputi perbaikan, proses perbaikan dan perbaikan kemampuan karyawan. berikut daftar metode manajemen mutu dan teknik yang menggabungkan dan mendorong peningkatan kualitas:1. ISO 9004: 2008 - pedoman bagi perbaikan kinerja.2. ISO 15504-4: 2005 - teknologi informasi - proses penilaian - Bagian 4: Pedoman digunakan untuk perbaikan proses dan kemampuan proses penentuan.3. QFD - kualitas fungsi penyebaran, juga dikenal sebagai rumah pendekatan kualitas.4. Kaizen, Jepang untuk berubah menjadi lebih baik, istilah bahasa Inggris umum adalahperbaikan yang terus menerus.5. Zero Defect Program - diciptakan oleh NEC Corporation Jepang, berdasarkanpengendalian proses statistikdan salah satu masukan bagi penemu Six Sigma.6. Six Sigma- 6, menggabungkan metode Six Sigma dibentuk seperti pengendalian proses statistik,desain eksperimendanmodus kegagalan dan analisis efek (FMEA)dalam suatu kerangka menyeluruh.7. PDCA- plan, do, check, bertindak siklus untuk tujuan kontrol kualitas.(Six SigmaDMAICmetode (mendefinisikan, mengukur, menganalisa, memperbaiki, kontrol) dapat dilihat sebagai implementasi tertentu ini.)8. Kualitas lingkaran- kelompok (orang berorientasi) pendekatan untuk perbaikan.9. Taguchi metode- metode berorientasi statistik termasuk ketahanan kualitas, fungsi kerugian kualitas, dan spesifikasi sasaran.10. Toyota Production System - ulang di barat kelean manufacturing.11. Kansei Engineering- suatu pendekatan yang berfokus pada menangkap emosional umpan balik pelanggan tentang produk untuk mendorong perbaikan.12. TQM -manajemen kualitas totaladalah strategi manajemen yang ditujukan menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses organisasi.Pertama dipromosikan di Jepang dengan hadiah Deming yang diadopsi dan diadaptasi di Amerika Serikat sebagaiBaldrige Nasional Quality Award Malcolmdan di Eropa sebagaiYayasan Eropa untuk Manajemen Mutupenghargaan (masing-masing dengan variasi mereka sendiri).13. TRIZ- yang berarti "teori pemecahan masalah inventif"14. BPR -rekayasa ulang proses bisnis, pendekatan manajemen yang bertujuan perbaikan 'sabak bersih' di (Artinya, mengabaikan praktek-praktek yang ada).15. OQM - berorientasi objek Manajemen Mutu, model untuk manajemen mutu.[Para pendukung masing-masing pendekatan telah berusaha untuk memperbaiki mereka serta menerapkan mereka untuk keuntungan kecil, menengah dan besar.satu yang sederhana adalah Pendekatan Proses, yang merupakan dasar standar ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu, yang didorong dari 'Delapan prinsip managagement Kualitas', proses pendekatan menjadi salah satu dari mereka.Tharejamenulis tentang dan manfaat mekanisme: "Proses (kemampuan) mungkin terbatas dalam kata-kata, tetapi tidak dalam penerapannya:. Sementara itu memenuhi kriteria serba keuntungan dalam hal kompetensi ditambah dengan peserta; organisasi menginginkan arah baru untuk keberhasilan bisnis, brand image individu baik orang dan organisasi, pada gilirannya, akan naik. Kompetensi-kompetensi yang sampai sekarang dinilai sebagai yang lebih kecil, lebih baik diakui dan sekarang diakui menjadi lebih kuat dan berbuah ".Kompleks Kualitas alat perbaikan lebih disesuaikan untuk jenis perusahaan awalnya tidak ditargetkan.Misalnya, Six Sigma dirancang untuk manufaktur, tetapi telah menyebar ke layanan perusahaan.Masing-masing pendekatan dan metode telah bertemu dengan sukses tetapi juga dengan kegagalan.Beberapa differentiators umum antara keberhasilan dan kegagalan yang meliputi komitmen, pengetahuan dan keahlian untuk membimbing perbaikan, ruang lingkup perubahan / perbaikan yang diinginkan (Big Bang perubahan jenis cenderung gagal lebih sering dibandingkan dengan perubahan yang lebih kecil) dan adaptasi dengan budaya perusahaan.Sebagai contoh, lingkaran kualitas tidak bekerja dengan baik di setiap perusahaan (dan bahkan dianjurkan oleh beberapa manajer), dan perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi TQM-relatif sedikit telah memenangkan penghargaan kualitas nasional.Ada juga dipublikasikan kegagalan BPR, serta Six Sigma.Oleh karena itu perusahaan perlu memperhitungkan dengan cermat mana kualitas metode perbaikan untuk mengadopsi, dan tentu saja tidak seharusnya mengadopsi semua yang tercantum di sini.Hal ini penting untuk tidak meremehkan faktor manusia, seperti budaya, dalam memilih pendekatan peningkatan kualitas.Setiap perbaikan (perubahan) membutuhkan waktu untuk melaksanakan, penerimaan keuntungan dan menstabilkan sebagai praktek diterima.Peningkatan harus memungkinkan jeda antara menerapkan perubahan baru sehingga perubahan yang stabil dan dinilai sebagai peningkatan yang nyata, sebelum perbaikan selanjutnya dibuat (sehingga perbaikan berkesinambungan, bukan perbaikan terus-menerus).Perbaikan bahwa perubahan budaya memakan waktu lebih lama karena mereka harus mengatasi hambatan yang lebih besar untuk perubahan.Hal ini mudah dan sering lebih efektif untuk bekerja dalam batas-batas budaya yang ada dan melakukan perbaikan kecil (yaituKaizen)daripada membuat perubahan transformasional besar.Penggunaan Kaizen di Jepang merupakan alasan utama untuk menciptakan kekuatan industri dan ekonomi Jepang.Di sisi lain, perubahan transformasional bekerja paling baik bila perusahaan menghadapi krisis dan perlu untuk membuat perubahan besar untuk bertahan hidup.Di Jepang, tanah Kaizen,Carlos Ghosnmemimpin perubahan transformasional di Nissan Motor Company yang berada dalam krisis keuangan dan operasional.Terorganisasi dengan baik program peningkatan kualitas mengambil semua faktor-faktor ini ketika memilih metode peningkatan kualitas.7 Alat Peningkatan KualitasManajemen Kualitas seringkali disebut sebagai the problem solving, sehingga manajemen kualitas dapat menggunakan metodologi dalam problem solving tersebut untuk meengadakan perbaikan (Ridman dan Zachary, 1993). Ada berbagai alat untuk melakukan peningkatan kualitas yang dapat digunakan dalam organisasi, antara lain: Flow Chartsmenggambarkan urutan kegiatan secara grafis dalam menyelesaikan tugas. Dan harus mencerminkan proses sebenarnya bukan apa yang pemilik proses ingin hal itu terjadi. Dengan menghasilkan flow chart, pemilik proses dapat memahami proses dan hubungan kerja antara orang-orang dan organisasi akan diperjelas. Selanjutnya, diagram alir akan menunjukkan upaya digandakan dan nilai tambah lainnya. Jadi pemilik proses dapat mengidentifikasi langkah-langkah target tertentu dalam rangka perbaikan terus menerus. Cause and Effect Diagrams</p> <p>Diagram ini menunjukkan pemahaman tentang tim pemecahan Masalah dan menghasilkan penemuan secara aktif tentang penyebab masalah, serta memberi petunjuk untuk pengumpulan datanya Check SheetsTujuan pembuatan lembar pengecekan adalah menjamin bahwa data dikumpulkan secara teliti dan akurat oleh karyawan operasional untuk diadakan pengendalian proses dan penyelesaian masalah. Data dalam lembar pengecekan tersebut nantinya akan digunakan dan dianalisis secara cepat dan mudah. </p> <p> HistogramsHistogram menjelaskan variasi proses, namun belum mengurutkan rangking dari variasi terbesar sampai dengan yang terkecil. Histogram juga menunjukkan kemampuan proses, dan apabila memungkinkan, histogram dapat menunjukkan hubungan dengan spesifikasi proses dan angkaangka nominal, misalnya ratarata. Dalam histogram, garis vertikal menunjukkan banyaknya observasi tiaptiap kelas</p> <p> Pareto DiagramsDiagram Pareto ini merupakan suatu gambar yang mengurutkan klasifikasi data dari kiri ke kanan menurut urutan ranking tertinggi hingga terendah. Hal ini dapat membantu menemukan permasalahan yang terpenting untuk segera diselesaikan (ranking tertinggi) sampai dengan yang tidak harus segera diselesaikan (ranking terendah). </p> <p>Selain itu, Diagram Pareto juga dapat digunakan untuk membandingkan kondisi proses, misalnya ketidaksesuaian proses, sebelum dan setelah diambil tindakan perbaikan terhadap proses </p> <p> Scatter DiagramsScatter diagram merupakan cara yang paling sederhana untuk menentukan hubungan antara sebab dan akibat dari dua variabel. </p> <p>Langkahlangkah penyusunan:</p> <p>Data dikumpulkan dalam bentuk pasangan titik (x, y). Dari titiktitik tersebut dapat diketahui hubungan antara variabel x dan variabel y, apakah terjadi hubungan positif atau negatif. </p> <p> Control Chartsgrafik kontrol diciptakan oleh Walter A. Shewhart di tahun 1920. Alat-alat ini terdiri dari kualitas grafik garis dilengkapi dengan batas maksimum dan batas minimum yang menyediakan a...</p>