quality assessment

Download quality assessment

Post on 16-Sep-2015

219 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

penghargaan kualitas di amerika, epang, dan eropa

TRANSCRIPT

BIAYA KUALITAS DAN APLIKASINYA DALAM PERUSAHAANPENGECORAN LOGAM

Putri Fajar WulandariProgram Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik,Universitas DiponegoroE-mail: puputfw@gmail.com

ABSTRAKSDalam beberapa tahun terakhir, lingkungan kompetisi antar perusahaan semakin ketat. Untuk terus dapat berkompetisi dengan baik, perusahaan harus memliki kualitas produk yang baik. Dalam mengendalikan kualitas, perusahaan harus memperhitungkan biaya kualitas. Biaya kualitas terbagi atas empat kategori, yaitu biaya pencegahan (prevention costs), biaya penilaian (appraisal costs), biaya kegagalan internal (internal failure costs), dan biaya kegagalan eksternal (external failure costs). Dalam jurnal ini, penulis memaparkan hasil perhitungan biaya kualitas di perusahaan manufaktur X yang bergerak di bidang pengecoran logam. Dari analisis biaya kualitas ini, diperoleh bahwa biaya pencegahan dan biaya penilaian sangat kecil dibanding biaya kegagalan. Perusahaan disarankan untuk meningkatkan pengendalian kualitasnya dengan melakukan upaya pencegahan kegagalan sehingga menekan pengeluaran akibat biaya kegagalan.Kata kunci: biaya kualitas, perusahaan manufaktur, diagram tulang ikan

ABSTRACTIn recent years, competitive environment of companies has been getting harder and harder. In order to have sustainable competitive advantage, companies need to have more quality products. Companies need to calculate the cost of quality to do the quality control. Cost of quality consist offour categories; prevention costs, appraisal costs, internal failure costs, and external failure costs. On this journal, writer explain cost of quality at casting company X. The results from analysis of cost of quality, company had preventive and appraisal cost much smaller than failure cost. Company should improve the quality control with prevention effort so that company can reduce failure cost.Keynote: cost of quality, manufacturing company, fishbone diagram

1. PendahuluanDalam beberapa tahun terakhir, lingkungan kompetisi antar perusahaan semakin ketat. Untuk terus dapat berkompetisi dengan baik, perusahaan seharusnya memproduksi produk yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan permintaan konsumen. Selain itu, perusahaan juga harus memliki kualitas produk yang baik untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain.Ketika membuat produk berkualitas baik, perusahaan juga harus memperhitungkan biaya kualitas. Singkat kata, perusahaan harus membuat produk berkualitas tinggi dengan biaya kualitas yang rendah.Seperti yang sudah diketahui, biaya kualitas bukan hanya tanggung jawab satu departemen atau individu. Sebaliknya, setiap orang dalam perusahaan bertanggung jawab terhadap kualitas. Produk berkualitas baik dapat dicapai dengan kerjasama semua departemen dalam organisasi.Jurnal ini berfokus pada literatur mengenai biaya kualitas dan aplikasinya pada perusahaan X yang bergerak pada pengecoran logam.

2. Kajian LiteraturKualitasKualitas adalah fitur dan fungsi produk sesuai dengan kebutuhan konsumen sehingga mampu menciptakan kepuasan pelanggan. Berikut adalah beberapa definisi kualitas dari guru kualitas : Crosby (1979) mendefinisikan kualitas sebagai kesesuaian dengan kebutuhan Feigenbaum (1983) mendefinisikan kualitas adalah gabungan karakteristik pemasaran, rekayasa, manufaktur, dan perawatan produk atau jasa sehingga memenuhi keinginan konsumen. Ishikawa (1985) mendefinisikan kualitas sebagai kualitas kerja, kualitas pelayanan, kualitas informasi, kualitas proses, kualitas divisi, kualitas manusia termasuk pekerja, insinyur, manager dan eksekutif, kualitas sistem, kualitas perusahaan, kualitas tujuan, dan lain sebagainya.

Biaya KualitasBiaya kualitas (Cost of Quality) adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan tindakan pengendalian kualitas, perencanaan sistem kualitas, pencegahan, dan perbaikan ketidaksesuaian produk dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Biaya kualitas pada umumnya berkisar antara 2% sampai 25%, dengan rata-rata 9.2% dari total penjualan. Biaya kualitas terbagi atas empat kategori, yaitu biaya pencegahan (prevention costs), biaya penilaian (appraisal costs), biaya kegagalan internal (internal failure costs), dan biaya kegagalan eksternal (external failure costs).

Gambar 1. Klasifikasi biaya kualitas

1. Biaya Pencegahan (Prevention Costs)Biaya pencegahan adalah segala biaya untuk memeriksa, mencegah, atau mengurangi risiko ketidaksesuaian atau defect. Contoh : perencanaan, persiapan, pelatihan, preventive maintenance, dan evaluasi.2. Biaya Penilaian (Appraisal Costs)Biaya penilaian adalah segala biaya untuk mengevaluasi pencapaian dari keperluan kualitas, termasuk biaya verifikasi dan pengendalian pada tiap siklus kualitas. Contoh : percobaan produksi, pengujian, dan pengukuran.3. Biaya Kegagalan Internal (Internal Failure Costs)Biaya kegagalan internal adalah biaya yang muncul dalam organisasi akibat dari ketidaksesuaian atau cacat. Contoh : biaya untuk scrap, rework, pengujian kembali, modifikasi, downtime, overtime, dan redesign.4. Biaya Kegagalan Eksternal (External Failure Costs)Biaya kegagalan eksternal adalah biaya yang muncul setelah pengiriman kepada konsumen akibat ketidaksesuaian atau cacat. Contoh : Garansi, biaya administrasi untuk kegagalan, serta customer loss.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa biaya kualitas ada yang berupa Cost of Conformance (COC) yaitu biaya kualitas untuk mencegah ketidaksesuaian terjadi, dan ada pula yang berupa Cost of Non-Conformance (CONC) yaitu biaya kualitas yang dikeluarkan karena telah terjadi ketidaksesuaian. Biaya pencegahan dan biaya penilaian termasuk dalam Cost of Conformance, biaya yang dikeluarkan agar kualitas baik sejak pertama kali diproduksi. Biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal termasuk dalam Cost of Non-Conformance, biaya yang dikeluarkan ketika ada produk yang tidak sesuai sejak pertama kali diproduksi.

Diagram Sebab AkibatDiagram ini merupakan suatu diagram yang digunakan untuk mencari unsur penyebab yang diduga dapat menimbulkan masalah tersebut. Diagram ini sering disebut dengan diagram tulang ikan karena menyerupai bentuk susunan tulang ikan diagram Ishikawa (Ishikawas diagram) karena pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Kaoru Ishikawa dari Universitas Tokyo pada tahun 1953. Bagian kanan dari diagram biasanya menggambarkan akibat atau permasalahan sedangkan cabang-cabang tulang ikannya menggambarkan penyebabnya. Pada umumnya bagian akibat pada diagram ini berkaitan dengan masalah kualitas. Sedangkan unsur-unsur penyebab biasanya terdiri dari faktor-faktor manusia, material, mesin, metode, dan lingkungan.

Gambar 2. Contoh Bentuk Diagram Tulang Ikan (Fishbone)Dalam diagram sebab akibat, faktor merupakan penyebab terjadinya cacat, sementara karakteristik mutu merupakan akibat. Pada umumnya, faktor harus ditulis lebih rinci untuk membuat diagram menjadi bermanfaat.

Perusahaan Pengecoran LogamPerusahaan X adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pengecoran logam atau metal casting. Perusahaan ini mengolah dari biji logam yang dipanaskan, kemudian dicor menjadi produk jadi. Berikut adalah diagram alir dari proses pengecoran logam di perusahaan X :

Gambar 3. Flowchart proses pengecoran logam di perusahaan X

3. MetodologiMetode dalam penulisan jurnal ini adalah dengan kajian literatur dari jurnal-jurnal dan buku-buku mengenai biaya kualitas dan aplikasinya. Salah satu jurnal yang dipakai adalah jurnal internasional dari Davison Zimwara, dkk. yang berjudul Cost of Quality as a Driver for Continuous Improvement Case Study Company X (Biaya Kualitas sebagai penggerak perbaikan berkesinambungan Studi kasus pada perusahaan X)Pada jurnal tersebut, Zimwara memperoleh data primer dengan observasi dan wawancara dengan manajer, supervisor, dan karyawan. Data sekunder diperoleh dari data, catatan, dan publikasi perusahaan yang telah tersimpan sebelumnya.

4.Hasil dan PembahasanBerikut adalah hasil yang diperoleh dari penelitian.a. Identifikasi MasalahMasalah dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Pembuatan biji (Core making) : permukaan barang jadi yang jelek dan biji yang rusak Proses pembentukan (Moulding) : penutup yang miring Pelelehan dan Penuangan (Melting and Pouring) : ampas (sisa) dan pasir yang tercampur

b. Diagram sebab-akibat (fishbone diagram)Dari permasalahan tersebut, dapat dibuat diagram fishbone yang menjelaskan penyebab-penyebab sehingga mengakibatkan kecacatan produk. Penyebab kecacatan produk diklasifikasikan dalam 4M+1H, yaitu man, method, material, machine, dan environment. Diagram fishbone ditampilkan pada gambar 4.

Kecacatan ProdukManMethodMachine

Pekerja kurang ahliKurangnya kesadaran akan kualitasTidak ada perencanaan yang matangMesin breakdown

MaterialEnvironment

Material cacat

Suhu tidak stabil

Gambar 4. Diagram Fishbone

Karena adanya kecacatan produk tersebut, maka dibuatlah pengendalian kualitas beserta biaya-biaya yang diperlukan.

c. Biaya PencegahanTabel 1 menjelaskan rincian dari biaya pencegahan. Gambar 5 menjelaskan besarnya biaya pencegahan selama periode penelitian. Dapat dilihat bahwa biaya pencegahan yang rendah mengindikasikan bahwa sistem pada perusahaan X tidak proaktif.

Tabel 1. Biaya PencegahanElemenPenjelasan

A1aRekayasa kualitas

A1bRekayasa proses

A2Desain dan pengembangan kualitas

A3Perencanaan kualitas

A4Kalibrasi dan maintenance kualitas evaluasi

A5Maintenance dan kalibrasi pengujian dan inspeksi

A6Penjaminan supplier

A7Pelatihan kualitas

A8Administrasi dan audit

Gambar 5. Biaya Pencegahan

d. Biaya PenilaianRincian dari biaya penilaian dirangkum dalam Tabel 2. Biaya tersebut juga diilustrasikan dalam format grafis pada Gambar 6. Dapat dilihat bahwa biaya penilaian tidak signifikan yang menunjukkan bahwa sistem tidak efektif, sehin