pts nuraini

Click here to load reader

Post on 06-Dec-2015

27 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bji;viuyhf

TRANSCRIPT

33

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang MasalahSosok professional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Guru professional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa, Negara, dan agamanya. Guru profesional mempunyai tanggung jawab pribadi, socsal, intelektual, moral, dan spiritual. Tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya.Guru adalah suatu sebutan bagi jabatan, posisi, dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui proses edukatif secara terpola, formal, dan sistematis. Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (pasal 1) dinyatakan bahwa: Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengrahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru professional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode.

1Untuk meningkatkan peranan guru dalam proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa, maka guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan mampu mengelola kelas. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik dan mengevaluasi peserta didik, pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan, kedisiplinan guru dan pegawai adalah sikap penuh kerelaan dalam mematuhi semua aturan dan norma yang ada dalam menjalankan tugasnya sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap pendidikan anak didiknya. Karena bagaimana pun seorang guru atau tenaga kependidikan (pegawai), merupakan cermin bagi anak didiknya dalam sikap atau teladan, dan sikap disiplin guru dan tenaga kependidikan (pegawai) akan memberikan warna terhadap hasil pendidikan yang jauh lebih baik. Peranan guru selain sebagai seorang pengajar, guru juga berperan sebagai seorang pendidik. Pendidik adalah seiap orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai tingkat kemanusiaan yang lebih tinggi (Sutari Imam Barnado, 1989:44). Sehinggga sebagai pendidik, seorang guru harus memiliki kesadaran atau merasa mempunyai tugas dan kewajiban untuk mendidikPeran guru yang demikian ini akan membentuk karak teristik anak didik atau lulusan yang beriman, berahklak mulia, cakap mandiri, berguna bagi agama ,nusa dan bangsa, terutama untuk kehidupan yang akan dating, inilah yang disebut dengan manusia seutuhnya yautu berpengetahuan, berahklak dan berkepribadianSebagai pimpinan tertinggi di sekolah, kepala sekolah harus mampu mengelola waktu secara efisien, baik untuk tugas-tugas sendiri maupun untuk sekolah secara keseluruhan. Sehingga keluhan kegiatan proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan efisienBerdasarkan fenomena yang terlihat di lapangan ada guru yang belum memiliki disiplin waktu, guru belum melaksanakan persiapan pembelajaran, masih ada guru yang tidak memetuhi peraturan-peratun yang telah di tetapkan oleh kepala sekolah, dan guru hanya memetuhi peraturan pada saat kepala sekolah berada di sekolahMelihat fenomena dilapangan maka penulis tertarik melakukan penelitian mengenai Upaya Yang Dilakukan Oleh Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Guru Dalam Proses Pembelajaran Di SD Negari 15 Kinali Kabupaten Pasaman Barat

B. Identifikasi MasalahBerdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat di identifikasi sebagai berikut:1. Masih ada guru yang tidak memiliki disiplin waktu2. Guru belum melaksanakan persiapan pemebalajaran.3. masih ada guru yang tidak memetuhi peraturan-peratun yang telah di tetapkan oleh kepala sekolah4. guru hanya patuh pada saat kepala sekolah sedang berada di sekolah.

C. Batasan MasalahBerdasarkan identifikasi masalah diatas maka penelitian ini dibatasi pada upaya yang dikaukan kepalah sekolah untu menigkatkan disiplin guru dalam proses pembelajaran di SDN ...Kinali Kabupaten Pasaman Barat.

D. Perumusan MasalahBerdasarkan pembatasan masalah di atas maka rumusan masalah penelitian ini apakah upaya yang di lakukan kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin kerja guru dalam proses pembelajaran di SDN .... Kinali Kabupaten Pasaman Barat?.

E. Tujuan penelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam menigkatkan disiplin kerja guru dalam proses pembelajaran di SDN 15 Kinali Kabupaten Pasaman Barat

F. Mamfaat penelitianPenelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk1. Bagi guru diharapkan dapat menjadi motivasi bagi guru dalam meningkatkan disiplin dalam kehadiran mengajar di kelas2. Bagi Kepala Sekolah, merupakan wujudnyata yang akan digunakan untuk meningkatkan disiplin guru dalam mengajar di kelas dan disiplin secara keseluruhan3. Bagi Sekolah, dijadikan sebagai sumbagan dalam mewujudkan budaya sekolah yang dapat mendorong keberhasilan dan peningkatan mutu pembelajaran4. Bagi Dinas Pendidikan, sebagai masukkan bagi dinas pendidikan dalam meningatkan disiplin kerja

BAB IIKAJIAN TEORI

A. Kajian teori1. Kepemimpinan kepala sekolahKinerja kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan upaya yang dilakukan dan hasil yang adapat dicapaioleh kepala sekolah dalam mencapai sekolah dalam mengimplementasikan manajemen sekolah untuk mewujukan tujuan pendidikan secara efektif dan efisien, produktif, dan akuntabel.Olekkerna itu kepala sekolahmemiliki potensi y6ang sangat pentingdalm mengerakakan manajemen sekolah agar dapat berjalan sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan kebutuhan zaman..Dalam buku Mulyasa (2011:18) pentingnya kepemimpinan kepala sekolah sebagai penmimpin pendidikan tingkat sekolah yang mewujudkan peran penting dalam mewujudkan sekolah efektif, dan pembelajaran yang berkualitas kepemimpinan kepala sekolah yang efektif antara lain dapat di analisis berdasarkan criteria sebagai berikut:1. Mampu memberdayakan pendidik dan tenega pendidik serta seluruh warga sekolah lainya untuk meujudkan proses pembelajaran yang berkualitas, lancer dan produktif.2. 6Dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan secara tepat waktu dan tepat sasaran.3. Mampu menjalin hubungan yang harmonis denagn masyrakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif dalam rangka mewujudkan visi dan misi sekolah serta tujuan pendidikan4. Mampu menerapkan prinsip kepemimpian yang sesuai denagn tingkat kedewasaan pendidik dan tenaga pendidikan lain disekolah.5. Dapat bekerja secara kolaboratif denagn tim manajemen sekolah 6. Dapat mewujudkan tujuan sekolah secara efektif, efisien,produktif,dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang telah di tetapkan.2. Kepala sekolahPengertian kepala sekolah menurut Wahjosumidjo (2002: 83) Kepala dapat diartikan Ketua atau Pemimpin dalam suatu organisasi atau sebuah lembaga. Sedangkan sekolah adalah sebuah lembaga dimana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. Dengan demikian secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai : Seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Daryanto 2006: 80 Inisiatif dan kreatif yang mengarah kepada perkembangan dan kemajuan sekolah adalah merupakan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah. Kepala Sekolah harus bekerjasama dengan para guru yang dipimpinnya, dengan orang tua murid atau BP3 serta pihak pemerintah setempat. Dalam satuan pendidikan, kepala sekolah menduduki dua jabatan penting untuk bisa menjamin kelangsungan proses pendidikan sebagaimana yang telah digariskan oleh perundang-undangan. Pertama, kepala sekolah adalah pengelola pendidikan di sekolah secara keseluruhan. Kedua, kepala sekolah adalah pemimpin formal pendidikan di sekolahnya.3. Proses belajar mengajara. BelajarDalam Syaiful Sagala (2010:14) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi atau peneyesuain tingkah laku yang berlangsung secara progresif, belajar juga difahami sebagai suatu prilaku pada saat orang belajar, maka responya akan menjadi lebih baik, sebaliknya bila ia tidak belajar ,maka responya, menurun.Belajar menurut Slameto (2003:2)belajar adalah proses yang dilakukan seseorang untuk mempetroleh suatu perubahan tinkah laku yang barunsecara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkunganya. Selanjutnya dalam Purwanto (2006:84) mengemungkakan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu yang disebabkanoleh permasalahannya yang ber ulang-ulang edalam situasi itu, di mana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelas atau dasar kecendrungan respon pembawa, kematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang.Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses pengembangan diri untuk melakukan suatu keinginan yang ingin di capai dalam proses pengembangan diri.b. MengajarBelajar mengajar adalah proses yang berda menrut Nasution (2004:4) mengemungkakan bahwa mengajar adalah suatu akativitas mengoganisasi atau mengatur lingkunagn sebaik-baiknya dan menhubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar.Menurut Sudjana (2000:37) sebagai alat untuk merencanakan melalui pengsturan dan penyedian kondisi yang mengiginkan siswa melakukan berbagai kegiatan belajar seoptimal mungkin.c. Proses belajar mengajarProses belajar mengajar (pembelajaran) merupakan kegiatan melaksanakan inti dari pendidikan dan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan. Proses belajar mengajar merupakan suatu gabungan, yaitu belajar yang dilakukan oleh siswa dan mengajar yang dilakukan oleh guru sebagai instruktur. Kegiatan belajar mengajar berisi berbagai konsep yang menyangkut misi pendidikan, landasan pendidikan dan tujua