psikotropika nop 2012

Download Psikotropika Nop 2012

Post on 31-Oct-2015

281 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PSIKOTROPIKA

PSIKOTROPIKA

Oleh : Dr. Fattyawan Kintono Sp.KJ ( K )Jan 2009Bahan bacaan Dokter Muda di RSJ Menur

Obat obat Psikotropika /Psikofarmaka : obat-obat yg digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik. ( bekerja sec. selektif pd SSP dan memp. efek utama thdp aktivitas mental dan perilaku.

Penggolongan obat psikotropika :

Obat Psikotropika dapat digolongkan berdasarkan :

1.Rumus kimia

2. Efek klinis3. Aksi dan mekanisme biokimiawi

Ad. 1. Berdasarkan rumus kimia :

1 Gol. Fenotiazin : Klorpromazin, Flufenazin, Perfenazin, Trifluoperazin.

2. Gol. Butirofenon : Haloperidol.

1. Gol. Benzodiazepin : Diazepam, Nitrazepam.

2. Gol. Trisiklik (Anti Depresiva) : Amitriptilin, Imipramin.

3. Gol. Tetrasiklik (Anti Depresiva ) : Mianserin

4. Gol. Pentasiklik : Butaklamol (Sulpirid)

Ad.2. Berdasarkan Efek klinis : Anti Psikosis

Anti Depresiva

Anti Ansietas

Psikotomimetika = Zat-zat yg dpt menimbulkan gejala2 psikosis tapi bersifat reversible. Contoh : Meskalin, LSD, Psilosibin.

Ada yang menambahkan :

Anti Mania

Anti Insomnia

Anti Obsesi-kompulsi

Anti Panik

Ad. 3 Berdasarkan aksi dan mekanisme biokimiawi :

Blokade reseptor DA nergik

MAO I

Norepineprin ( NE ) re-uptake inhibitor

Dopamin (DA) re-uptake inhibitor

Serotonin (5HT ) re-uptake inhibitor

Aktivasi GABA reseptor

Pembagian diatas tidak ada yang memuaskan . Pembagian secara klinis merupakan pembagian secara empiris, dan lebih mudah diterapkan.

Pembagian secara klinis :

1. OBAT ANTI PSIKOSIS Nama lain : Neroleptika, Major Tranquilizer (dulu), Ataractics.

Obat acuan : Klorpromazin ( konvensional )

Pd umumnya obat gol. ini dpt mensupresi gejala2 psikosis, t.u. yang produktif (gejala sasaran). Serangan penyakit dpt dgn cepat ditekan dan mereda bahkan membaik, Waktu rawat inap diperpendek, frekuensi kekambuhanpun berkurang.Tujuan terapi Skizofrenia :

Era antipsikotik tipikal/konvensional : menghilamgkan gaduh gelisah, halusinasi, waham gejala positif

Era antipsikotik atipikal : menghilangkan penarikan diri, aktif kembali, mandiri, memperbaiki fungsi kognitif ( gejala negatif ), memperbaiki ggg afektif ringan

Mencegah kekambuhan : Remisi -- Rekoveri -- Refungsionalisaasi

Sejarah terapi skizofrenia : ( WM Roan / PIDT 2003)

1952 meredakan gejala positif

1980 memperbaiki gejala negatif

1990 memperbaiki disfungsi kognitif

1995 memperbaiki gangguan afektifEfek Antipsikotik terhadap : 1. gejala positif : waham, halusinasi, gaduh gelisah, stupor, inkoheren/asslong dll

2. gejala negatif : blunted afect, miskin bicara, menarik diri, isolasi sosial dll

3. fungsi kognitif : deficit atensi; memory; daya tanggap; komunikasi dll

4. fungsi afektif : bipolar 1 ( depresi, bipolar 2 ( maniak )Fungsi kognitif: kemamp.utk mengenali & memproses sec. adekuat tugas menghadapi kejadian dlm kehidupan.

Unsur fungsi kognitif ( Hecker ):

Daya ingat (Memory) Daya bicara & bahasa (Speech & Language)

Fungsi eksekutif dan motorik (Executive Function and Motor Performance)

Kemampuan visuospasial (Visuospatial) Daya perhatian dan konsentrasi (Attention and Concentration) Kemampuan berhitung (Calculation) Pengambilan keputusan ( Judgement ) Penjelasan sebab-akibat (Reasoning) Daya abstraksi ( Abstraction)Penggolongan :

A. Berdasarkan Struktur Kimiawi dibagi menjadi :

1. Fenotiazin : Rantai Alifatik : - Klorpromazin

- L-Mepromazin

Rantai Piperazin : - Perfenazin

-Trifluoperazin - Flufenazin

Rantai Piperidin : Tioridazin

2. Butirofenon : Haloperidol

3. Difenil butyl piperidin : Pimozide

4. Benzamid : Sulpirid

5. Dibenzodiazepin : Klozapin6. Dibenzothiepine : Zotepine7. Tiosantin : Rantai Alifatik : klorprotiksen

Rantai Piperazin : Tiosantin

8. Dibensoksazepin : Loksapin

9. Dihidro Indol : Molindon

10. Lainnya.

B. Berdasarkan Efek Klinis :

I. Obat anti psikotik konvensional / tipikal:

1. Potensi rendah/dosis efektif tinggi : Klorpromazin.

2. Potensi sedang : Mesoridazin, Loksapin.

3. Potensi tinggi/dosis efektif rendah : Flufenazin,Trifluoperazin, Haloperidol

II. Obat anti psikotik atipikal :

Tak spesif/Novel : Klozapin, Risperidon, Paliperidon, Olanzapin, Quetiapine, Ziprasidon, Aripiprazole, Zotepine Asenapine ( antipsik.atipikTetrasiklik utk Bipolar ) dll.Obat anti psikotik atipikal mulai popular sejak tahun 1990an. Krn obat gol.ini relatif memp. efek samping yg lebih sedikit dibanding obat antipsikotik konvensional.C. Berdasarkan Aksi/Mekanisame biokimiawi : 1. Blokade reseptor DA nergik

2. Blokade reseptor DA dan 5HT.--> SDA group ( Serotonine-Dopamine Antagonis ) : Risperidone;

Paliperidon, Aripiprazol. 3. Tidak spesifik/Atipikal. Bekerja pada reseptor DA (DA1,DA2), 5HT(1a,1b,2a,3,6,7), NE (alpha1, alpha2), Kholinergik(Muskarinik), Histamine. Bisa totally block maupun partially Block. 4. Partially block reseptor DA: D2, 5HT1a, antagonis 5HT2a ( Aripiprazol 5. MARTA group ( Multiaction Receptor Targeted Agent ) : Clozapine, Olanzapine, Zotepine,

Quetiapine ( DA antagonis, 5HT1a agonis, 5 HT2a antagonis ), Asenapine (5HT2-DA-NE-H-M)Selain rumus kimia yg mirip (trisiklik),Kerja(afinitas kuat) Zotepine mirip dgn Clozapine terhadap reseptor 5HT2A,5HT6(EPS) .moderate pada D1,D2, 5HT1A, 5HT1B (efek anti maniak), 5HT2A, 5HT3.

Aripiprazole memp. Afinitas kuat thdp reseptor D2, 5HT1A (partial agonis), 5HT2A (antagonis).

Risperidon afinitas kuat pada reseptor D2, D4, , 5HT2A, 5HT7. Moderate pada D3,5HT1A, 5HT6.

Quetiapine DA antagonis, 5HT1a agonis, 5 HT2a antagonisAsenapin merupakan antipsikotik atipikal utk pengob. Ggg Bipolar ( dominan kerja pd reseptir 5HTAntipsikotik konvensional memblok reseptor DA, bila > 75% timbul EPS ( S.Nigra ), bila reseptor di blok lebih 24 jam? Terus menerus akan merusak reseptor tsb ( kerusakan reseptor. Contoh : Tardive DiskinesiaFenotiazin ---( obat anti psikotik paling luas dipakai ( sebelum tahun 1990an ), dipakai pula sebg anti emetik, anti nausea, anti histamin, antihipertensi, anti cemas, sedativa, penambah efek analgetika, anaestesi umum.Penggolongan berdasarkan efek klinis lebih sering digunakan. D. Berdasarkan Generasi :1. Generasi pertama : First Geneneration Antipsychotics ( FGA Conventional )

i. Potensi rendah / dosis tinggi : chlorpromazine, theoridazine

ii. Potensi tinggi / dosis rendah : haloperidol, trifluoperazine, flufenazine dll

2. Generasi kedua : Second Generation Antipsychotics ( SGA Atipikal )

i. Serotonin-Dopamine Antagonists (SDA): Risperidon, Ziprasidone, ( Sertindole )

ii. Multi-Acting Receptor Targeted Agents ( MARTA ) : Clozapine, Olanzapine, Quetiapine, Zotepine.

3. Generasi ketiga : Third Generation Antipsychotics ( TGAs ) : Dopamine System Stabilizers : ( DSS) : Aripiprazole.

E. Berdasarkan rantai :1. Bisiklik : Haloperidol; Risperidon; Aripiprazol.2. Trisiklik : Clozapin; Olanzapin; Quetiapin3. Tetrasiklik : Asenapin.

Catatan : Pemilihan obat antipsikosis untuk terapi pasien Psikosis indikatornnya adalah : Quality Of Life ( QOL ) Pasien yang lebih baik dan bukan sekadar remisi ( hilang gejala ). Hal ini didapat pada obat2 antipsikosis yang atipikal.Perbedaan efek samping golongan neuroleptika diatas adalah :

Neuroleptika dosis efektif tinggi (NET) : Efek sedatif yang amat kuat, efek antikholinergik dan efek ekstrapiramidal sedang seperti Klorpromazin.

Neuroleptika potensi sedang : Efek sedatif dan efek ekstrapira midal tak sekuat NET, tapi efek Antikholinergik amat kuat se perti Mesoridazin, Loksapin.

Neuroleptika dosis efektif rendah : Efek sedatif dan antikholin ergik lemah, tapi efek ekstrapiramidal kuat seperti Trifluope razin, Flufenazin, Haloperidol.

Klozapin efek sedatif dan hipotensif kuat, sedang EPS kurang. Disarankan utk Skizof. kronis yg resisten thdp antipsikotika lain. Risperidon efek sedatif dan hipotensif kurang, sedang EPS +. Efektif utk fungsi kognitif.INDIKASI DI BIDANG PSIKIATRI :

1. Gaduh gelisah motorik : Skizofrenia, maniakal, psikosis degeneratif, Sindroma otak organik, penyalah gunaan zat. 2. Gejala positif skizofrenia : Halusinasi, waham, rasa takut yang tak beralasan, psikomotor yg meningkat. 3. Gejala negatif skizofrenia ( neuroleptika atipik ) : afek dangkal, miskin pembicaraan, menarik diri, iso

lasi sosial.

4. Gangguan fungsi kognisi ( neuroleptika atipik ) 5. Sindroma Gilles de Laturette.

6. Depresi berat dengan gambaran psikotik yang jelas.

Kondisi yang kurang diindikasikan : (Conventional Anti Psychotic Drugs)

1. Gejala negatif skizofrenia, apatis, kemiskinan pembicaraan, afek/emosi dangkal, isolasi diri, kead. inaktivitas yg menyolok ( tapi sangat efektif diterapi dengan Ne