Psikotropika By Childern

Download Psikotropika By Childern

Post on 30-Jun-2015

6.337 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. 1 ANALISIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NOMOR 1051/Pid.B/2008/PN.MKS TENTANG TINDAK PIDANA PSIKOTROPIKA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK Skripsi Ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk MemperolehGelar Serjana Hukum Oleh :IRFAN PAUWAH 45 05 060 043FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS 45 MAKASSAR2009</li></ul><p> 2. 2 ii 3. 3 iii 4. iv 4 5. v 5 KATA PENGANTARAssalamualaikum Wr. Wb. Segala puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat ALLAH S.W.Tyang telah memberikan berkah, rahmat, dan hidayah-Nya kepada Penulishingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul AnalisisTerhadap Putusan Pengadilan Nomor 1051/Pid.B/2008/PN-Mks TentangTindak Pidana Psikotropika Yang Dilakukan Oleh Anak. Penulis menyadari bahwa penulisan hukum ini masih jauh darisempurna dan masihterdapat banyak kekurangan karena segalaketerbatasan yang dimiliki Penulis. Oleh karena itu, dengan segalakerendahan hati, saran dan kritik yang membangun sangat Penulis harapkandemi kesempurnaan penulisan hukum ini. Penulisan hukum ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagaipihak, baik bantuan yang diberikan secara langsung maupun tidak langsung.Yang sepantasnya pada lembaran pengantar ini penulis menghaturkanterima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Bapak DR.Marwan Mas, SH, MH dan Bapak Ruslan Renggong, SH., MH selakuPembimbing I dan Pembimbing II, yang telah meluangkan waktu dan 6. vi 6 bersedia untuk membimbing dan memberikan petunjuk serta saran-sarankepada penulis dalam menyusun karya ilmiah ini. Atas segala bantuan yang telah diberikan, Penulis menghaturkanpenghargaan dan terima kasih kepada para pihak yang telah banyakmembantu dan menolong Penulis selama pembuatan skripsi ini: 1. Bapak Prof. DR. Abu Hamid, selaku Rektor Universitas 45Makassar. 2. Bapak Abd. Haris Hamid, SH., MH, selaku Dekan FakultasHukum Universitas 45 Makassar. 3. Ibu Andi Tira, SH, MH, Ibu Yulia A. Hasan, SH., MH dan BapakBaso Madiong, SH., MH, masing-masing selaku PembantuDekan I, Pembantu Dekan II, dan Pembantu Dekan III FakultasHukum Universitas 45 Makassar. 4. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Fakultas Hukum Universitas 45Makassar yang telah mendidik dan membekali penulis denganpengetahuan, terima kasih atas didikan dan ilmu yang diberikankepada saya selama ini. Semoga ilmu yang saya peroleh dapatbermanfaat untuk kedepannya. 7. vii 7 5. Kepada Ibunda Yulia A. Hasan, SH., MH, selaku penasehatakademik Penulis yang senantiasa memberi arahan dalammemilih mata kuliah yang akan diprogramkan. 6. Buat Pak Patta, Pak Jamal, Ibu Marni, Ibu Biah terima kasihbanyak atas segala bantuan yang telah diberikan kepada penulisbaik yang bersifat administratif ataupun sosialisasi. 7. Seluruh Staff Akademik baik fakultas maupun universitas yangtelah sabar dan banyak membantu dalam keperluan administrasiakademik selama kuliah sampai penyusunan tugas akhir ini. 8. 8 viii My sPeCial tHankS GoEs to .. : Akhir kata semoga skripsi ini bermanfaat buat kita semua dan dapatmembantu untuk memperluas cakrawala berpikir para pembaca, dan penulismengingat kata-kata dari orang bijak Ora et Labora oleh karena itu janganpernah menyerah dalam menjalani hidup ini. Semoga Allah SWT selalu dansenantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya tanpa mengenal bataswaktu kepada kita. Amin, ya Rabbal Alamin.Wassalamualaiku, Wr. Wb.. Makassar, 02 Desember 2009Penulis 9. ix 9 DAFTAR ISI HalamanHALAMAN JUDUL ................................................................................iPERSETUJUAN PEMBIMBING............................................................iiPERSETUJUAN UJIAN SKRIPSI ......................................................... iiiHALAMAN PENERIMAAN DAN PENGESAHAN ................................. ivKATA PENGANTAR .............................................................................vDAFTAR ISI .......................................................................................... ixBAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ....................................................11 1.2 Rumusan Masalah .............................................................15 1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian.......................................15 1.4 Metode Penelitian .............................................................. 16 1.4.1 Lokasi Penelitian .................................................. 16 1.4.2 Jenis dan Sumber Data ........................................ 16 1.4.3 Teknik Pengumpulan Data ...................................16 1.4.4 Analisis Data......................................................... 17BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Anak ................................................................ 18 2.2 Pengertian dan Golongan Psikotropika ............................. 20 2.3 Unsur-unsur Tindak Pidana Psikotropika...........................26 10. x 10 2.4 Ancaman Pidana Dalam Undang-undang Psikotropika.....282.5 Dasar Hukum Pengadilan Anak.........................................332.6 Syarat dan Jenis Surat Dakwaan....................................... 392.7 Jenis-jenis Putusan Hakim.................................................47BAB 3 PEMBAHASAN3.1 Proses Pemeriksaan Perkara yang melibatkan anak-anak513.1.1 Analisis Perkara....................................................513.1.2 Proses Pemeriksaan dalam Persidangan ............ 543.1.3Surat Dakwaan .................................................... 633.1.4 Petikan Putusan ................................................... 683.1.5 Analisis Putusan ...................................................703.2 Pertimbangan Hukum Hakim dalam PerkaraNomor 1051/Pid.B/2008/PN-MKS........................................73BAB 4 PENUTUP 4.1Kesimpulan ........................................................................ 79 4.2Saran ................................................................................. 80DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN 11. 11 BAB 1 PENDAHULUAN1.1 Latar Belakag Masalah Pembangunan nasional Indonesia bertujuan untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, tertib dan damai berdasarkan Pancasila dan Undang- undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945). Untuk mewujudkan masyarakat yang tertib dan sejahtera tersebut perlu peningkatan usaha di berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan dan bidang hukum. Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia tidak terlepas dari berbagai masalah pelanggaran dan berbagai kejahatan yang mengancam stabilitas bangsa baik secara lansung maupun tidak lansung. Salah satunya adalah masalah peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika serta oba-obat terlarang. Penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainya (NAPZA) atau istilah yang populer dikenal masyarakat sebagai NARKOBA (Narkotika dan Bahan/ Obat berbahanya) merupakan masalahyang sangatkompleks, yang memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif dengan melibatkan kerja sama multidispliner, multisektor, dan peran serta masyarakat secara aktif yang 12. 12 dilaksanakan secara berkesinambungan, konsekuen dan konsisten. Meskipun dalam Kedokteran, sebagian besar golongan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) masih bermanfaat bagi pengobatan, namun bila disalahgunakan atau digunakan tidak menurut indikasi medis atau standar pengobatan terlebih lagi bila disertai peredaran dijalur ilegal, akan berakibat sangat merugikan bagi individu maupun masyarakatluas khususnyagenerasi muda. Maraknya penyalahgunaan NAPZA tidak hanya di kota-kota besar saja, tapi sudah sampai ke kota-kota kecil di seluruh wilayah Republik Indonesia, mulai dari tingkat sosial ekonomi menengah bawah sampai tingkat sosial ekonomi atas. Tampaknya generasi muda adalah sasaran strategis perdagangan gelap NAPZA. Oleh karena itu semua pihak perlu mewaspadai bahaya dan pengaruhnya terhadap ancaman kelangsungan pembinaan generasi muda. Sektor kesehatan memegang peranan penting dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA. Penyalahgunaanpsikotropika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi mudadewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf, sehingga 13. 13 remaja tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran psikotropika ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya psikotropika sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja. Masalah kenakalan anak (Juvenile delinquency) merupakan salah satu bentuk permasalah sosial yang terdapat dalam masyarakat yang hampir setiap tahun mengalami peningkatan, terutama di kota-kota besar seperti yang terjadi di kota Makassar. Peredaran NAPZA terutama psikotropika di kalangan anak-anak di kota Makassar makin marak. Ini disebabkan karena kurangnya pengawasan dari orang tua ataupun dari pihak yang berwajib dan minimnya pengetahuan mereka tentang bahaya narkoba yang dampaknya bisa menyebabkan ketergantungan yang merugikan dan dapat merangsang susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan kelainan prilaku. Sehingga tidak salah jika banyak dari mereka yang terjerumus. Bagi kalangan anak-anak mereka tidak tahu menahu apakah itu NAPZA atau bukan. Mereka pada awalnya ingin mencoba dan sampai akhirnya jadi kecanduan dan ketergantungan dari NAPZA tersebut. 14. 14 NAPZA yang sering digunakan pada awalnya dari golongan psikotropika. Karena penggunaan menganggap bahwa psikotropika lebih mudah dari golongan-golongan NAPZA yang lain. Peristiwa tersebut dapat diketahui dari berbagai media massa dan media cetak, seperti yang terjadi pada anak yang bernama Arlan (14) yaitu anak yang kedapatan menyimpan atau membawa psikotropika. Pada awalnya Ia di panggil oleh seorang lelaki paroh baya bernama Rudi alias Lupus di pasar kerung-kerung lalu menyuruhnya untuk membawa satu paket psikotropika jenis shabu-shabu kepada orang yang memesan atau membelinya dengan menyebutkan ciri-ciri orang tersebut. Ia mau membawa shabu-shabu tersebut karena sebelumnya juga sudah pernah mengantarkan shabu-shabu pada seseorang yang membeli shabu-shabu pada lelaki bernama Rudi alias Lupus karena mendapat imbalan uang sebesar dua puluh ribu rupiah. Ia terlebih dahulu ditangkap oleh petugas kepolisian dari Polda Sul-sel sebelum menyerahkan shabu-shabu tersebut kepada orang yang memesannya. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis Terhadap Putusan Pengadilan Nomor 1051/Pid.B/2008/PN.Mks Tentang Tindak Pidana di Bidang Psikotropika yang Dilakukan Oleh Anak. 15. 15 1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan tersebut di atas, maka yang menjadi masalah pokok adalah sebagai berikut : a. Bagaimanakahproses pemeriksaan perkara Psikotropika yangmelibatkan anak-anak? b. Bagaimanakah pertimbangan hukum majelis hakim dalam perkaranomor 1051/Pid.B/2008/PN-MKS?1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian a. Tujuan Penelitian1. Untuk mengetahuibagaimana proses pemeriksaan perkara Psikotropika yang melibatkan anak-anak.2. Untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum majelis hakim dalam perkara nomor 1051/Pid.B/2008/PN-MKS. b. Kegunaan Penelitian1. Diharapkan mampu memberikan masukan terhadap pembentukan Undang-undang atau peraturan baru yang mengatur masalah anak di kemudian hari.2. Dapat memberikan masukan terhadap pemerintah, penegak hukum, lembaga sosial, dan masyarakat untuk mencegah anak 16. 16 menggunakan NAPZA terutama golongan psikotropika di Kota Makassar.3. Sebagai bahan pertimbangan bagi penulis dan penelitian lainnya yang menulis dan meneliti kasus yang sama.1.4 Metode PenelitianDalam rangka pengumpulan data guna menyusun karya ilmiah hukum seperti halnya skripsi ditentukan hal-hal sebagai berikut: 1.4.1 Lokasi penelitianAdapun lokasi penelitian yang dipilih adalah Pengadilan NegeriMakassar, dengan pertimbangan bahwa kasus psikotropika yangditeliti telah memiliki putusan dan mempunyai kekuatan hukumtetap. 1.4.2. Jenis dan sumber data1. Data Primer yaitu data yang di peroleh dari penelitian lapangan melalui observasi dan wawancara.2. Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dari hasil telaah dokumen-dokumen, hasil-hasil laporan penelitian dan surat kabar maupun berbagai media elektronik lainnya. 1.4.3. Teknik pengumpulan data1.Penelitian kepustakaan (Library Research) dilakukan dengancara mempelajari literature hukum pidana dan sumber tertulis 17. 17 lainnya yang ada kaitannya dengan pertanggungjawabanpidana terhadap anak di bawah umur yang menggunakanPsikotropika. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkanlandasan teoritis. 2. Penelitian lapangan (Field Research) dilakuakn denganteknik:1) Observasi yaitu melakuakn pencatatan setiap gejala perlakuaknmasyarakat di lokasi penelitian dan mengunjungi kantor Pengadilan Negeri Makassar dan kantor Kepolisian di kota Makassar untuk memperoleh data anak yang menggunakan psikotropika.2) Wawancara yaitu mewawancarai tiga orang Pegawai dari kantor Pengadilan Negeri Makassar. 1.4.4. Analisis Data Data yangdikumpulkandari penelitian lapanganmelalui wawancara akan digeneralisasikan sesuai dengan kualifikasi data. Data sekunder yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif. 18. 18 BAB 2TINJAUAN PUSTAKA2.1Pengertian Anak Anak adalah pewaris dan pelanjut masa depan bangsa. Tetapi dalam kenyataannya situasi anak Indonesia masih dan terus memburuk. Dunia anak yang seharusnya diwarnai opleh kegiatan bermain, belajar, dan mengembangkan minat serta bakatnya untuk masa depan, realitasnya di warnai data kelam dan menyedihkan. Anak Indonesia masih terus mengalami kekerasan. Hal ini dapat dipahami karena anak adalah manusia yang belum memiliki kematangan sosial, pribadi dan mental seperti orang yang telah dewasa. Adapun perbedaan anak dengan orang dewasa terlihat dengan adanya perbedaan umur dan tingkah laku. Menurut Undang-undang Nomor 4 tahun 1979, tentang Kesejahteraan Anak, bahwa: Anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 (dua puluh satu) tahun dan belum pernah kawin. Akan tetapi walaupun seseorang belum genap 21 tahun, namun apabila ia sudah kawin, maka ia tidak lagi berstatus anak, melainkan orang yang sudah dewasa. Sedangkan menurut Pasal 1 ayat (2) Undang-undang Nomor 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak: 19. 19 Anak adalah orang yang dalam perkara anak telah mencapai umur 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah kawin. Jadi anak dibatasi dengan umur antara 8 (delapan) tahun sampai berumur 18 (delapan belas) tahun. Sedangkan sayarat kedua si anak belum pernah kawin, maksudnya anak tersebut tidak sedang terikat dalam perkawinan ataupun pernah kawin kemudian cerai. Apabila si anak sedang terikat dalam perkawinan atau...</p>