Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat

Download Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat

Post on 13-Feb-2017

373 views

Category:

Education

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • BAHAN AJAR KULIAH PSIKOLOGI UMUM DAN

    PERKEMBANGAN

    SEJARAH PSIKOLOGI BARAT

    P E R T E M U A N 2

    S A B T U , 2 8 M A R E T 2 0 1 5

    DOSEN: MUHAMAD PRIYATNA

    NIK. 207 006 015

    NIDN. 21 160278 01

    JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PAI

    SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL-HIDAYAH BOGOR

    2015

  • SEJARAH PSIKOLOGI

    Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang.

    Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879 yang

    dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu pandangan tentang

    manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Dapat dikatakan bahwa

    sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan

    mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.

    Berdasarkan pandangan tersebut, bagian Sejarah Psikologi ini akan dibagi ke dalam

    beberapa periode dengan berbagai tokohnya.

    2

  • SEJARAH PSIKOLOGI

    3

  • SEJARAH PSIKOLOGI

    A. Psikologi sebagai bagian dari filsafat

    Masa Yunani

    Masa Abad Pertengahan

    Masa Renaisans

    B. Psikologi sebagai bagian dari ilmu faal

    Masa Pasca Renaisans

    C. Psikologi sebagai ilmu yang mandiri

    Masa akhir abad ke-19

    4

  • SEJARAH PSIKOLOGI

    Memasuki abad ke-20, psikologi berkembang dalam berbagai school of thought.

    Kalau Wundt meletakkan dasar bagi psikologi dengan pandangan strukturalisme,

    maka selanjutnya berbagai aliran utama yang muncul adalah sebagai berikut.

    1. Fungsionalisme

    2. Behaviorisme

    3. Psikoanalisa

    4. Psikologi Gestalt

    5. Psikologi Humanistik

    Melalui pemahaman sejarah psikologi ini, diharapkan akan muncul pemahaman yang

    lebih utuh tentang apa itu psikologi.

    5

    http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/kepribadian-mainmenu-61/sejarah-a-teori-umum-mainmenu-54http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/kepribadian-mainmenu-61/sejarah-a-teori-umum-mainmenu-54http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/kepribadian-mainmenu-61/sejarah-a-teori-umum-mainmenu-54http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/kepribadian-mainmenu-61/sejarah-a-teori-umum-mainmenu-54http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/kepribadian-mainmenu-61/sejarah-a-teori-umum-mainmenu-54http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/sejarah-psikologi-mainmenu-46/apa-itu-psikologi-mainmenu-53http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/sejarah-psikologi-mainmenu-46/apa-itu-psikologi-mainmenu-53http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/sejarah-psikologi-mainmenu-46/apa-itu-psikologi-mainmenu-53http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/sejarah-psikologi-mainmenu-46/apa-itu-psikologi-mainmenu-53http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/sejarah-psikologi-mainmenu-46/apa-itu-psikologi-mainmenu-53

  • MASA YUNANI 1

    PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT

    Pendekatan dan orientasi filsafat masa Yunani yang terarah pada eksplorasi alam, empirical

    observations, ditandai dengan kemajuan di bidang astronomi dan matematika,

    meletakkan dasar ciri natural science pada psikologi, yaitu objective, experimentation

    and observation.

    Masa Pra Yunani Kuno : tahap intelektual masih primitif yaitu theological/animism :

    kepercayaan pada dewa-dewa atau spiritual power. Contoh : Mesir

    Manusia adalah pihak yang lemah. Perilaku ditentukan oleh kekuatan para spirit, maka tugas

    utama manusia adalah menjaga hubungan baik dengan mereka dengan cara menjunjung

    tinggi otoritas para spirit.

    Kejayaan masa Yunani ditandai oleh pemikiran dari tiga filsuf besar: Socrates, Plato,

    Aristoteles; walau masih dipengaruhi pemikiran-pemikiran masa sebelumnya (masa

    Yunani Kuno).

    6

  • MASA YUNANI 2

    Masa Yunani Kuno (Cosmological Period)

    Adalah masa transisi dari pola pikir animisime ke awal dari natural science. Penentu aktivitas manusia

    adalah alam atau lingkungan. Pada masa ini perilaku manusia berusaha diterangkan melalui prinsip-

    prinsip alam atau prinsip yang dianalogikan dengan gejala alam.

    Ada 5 orientasi : naturalistic, biological, mathematical, eclectic, dan humanistic.

    Naturalistic: Adanya elemen dasar bagi penentu kehidupan. Contoh: Thales (air), Anaximenes (udara). Ide

    ttg permanence vs change dari zat yang dianalogikan kepada aktivitias manusia, menimbulkan ide ttg

    jiwa, Pola pikir deduktif: generalisasi gejala alam pada perilaku manusia

    Biologic : Mengangkat posisi manusia di atas gejala alam yang lain, memisahkan proses-proses pada

    manusia dari proses-proses yang ada pada mahluk lain di alam. Proses-proses fisiologis primer untuk

    menjelaskan perilaku manusia. Tokoh : Hippocrates, Alcmeon, Empedocles.

    Mathematical : Pendekatan yang melangkah lebih jauh dari dasar dunia fisik, mengarahkan pada hal-hal

    yang logis tapi abstrak, merupakan bekal bagi kekuatan reason.

    Eclectic : Menentang ide adanya suatu prinsip dasar dan kebenaran umum. Idenya sangat mendasar

    berbeda dari orientasi lainnya. Menekankan pada informasi sensoris, sangat operasional dan praktis.

    Sikap ilmuwan harus skeptik. Tokoh : The sophists- universal lecturers

    Humanistic : Fokus : rationality & intentionality. Ratio adalah penentu kehidupan manusia beserta segala

    konsekuensinya. Tokoh utama : Socrates. Tokoh penerus Socrates : Plato & Aristoteles

    Ketiga tokoh tersebut : search for framework of human knowledge. Peletak dasar bagi kerangka pikir tipikal

    barat : rational, logic, objective. Disebarluaskan oleh Alexander Agung (murid Aristoteles) melalui

    ekspansi militer. 7

  • MASA ABAD PERTENGAHAN 1

    PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT

    AKHIR MASA HELLENISTIC

    Pendekatan natural science dari Aristoteles disebarkan oleh muridnya,

    Alexander the Great melalui ekspansi militer sampai ke daerah Timur.

    Bersamaan dengan itu mulai juga masuk pandangan belahan dunia Timur

    ke Barat, terutama Persia, India, dan Mesir. Dengan runtuhnya kekuasaan

    Alexander the Great, pengaruh timur ini semakin kuat, ditandai dengan

    menguatnya pandangan spiritualitas menggantikan naturalisme.

    8

  • MASA ABAD PERTENGAHAN 2 PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT

    MASA ROMAWI

    1. Konteks sosial :

    Pemerintahan kekaisaran romawi yang mendunia dengan tertib administrasi kependudukan yang kuat

    serta jaminan akan ketentraman sosial.

    Pemikiran tentang manusia dan alam menjadi lebih pragmatis, spesifik dan spesialis. Bangsa Romawi

    lebih tertarik pada ilmu pengetahuan yang teknikal dan aplikatif, seluruhnya diarahkan untuk

    memperkuat dominasi kekaisaran Romawi.

    Ide-ide dan pemikiran tentang manusia berkembang subur, bahkan juga ide-ide ketuhanan

    2. Pengaruh bagi perkembangan pemikiran tentang manusia:

    Filsafat yang berkembang memiliki konteks yang lebih terbatas dan spesifik, serta tampak dalam bentuk

    yang nyata, misalnya ritual religi masyarakat Romawi.

    Fokus yang dibicarakan :

    dikotomi aktif-pasif, apakah jiwa (yang menggambarkan manusia) adalah unsur yang aktif dan mandiri

    terhadap lingkungan ataukah unsur yang pasif dan hanya bisa memberi reaksi.

    dikotomi passion - reason

    manusia dipandang sebagai makhluk yang kehidupannya didorong oleh usaha untuk mencari cara

    menguasai keinginan fisik melalui penolakan dunia materiil dan mencari kebenaran dalam alam dan

    Tuhan (Neoplatonism)

    Pengaruh pada pemikiran tentang nilai moral.

    Pemikiran pada masa Romawi memberi jalan bagi berkembangnya kekristenan. 9

  • MASA ABAD PERTENGAHAN 3 PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT

    PENGARUH KEKRISTENAN

    1. Konteks sosial :

    masa penyebaran agama Kristen dengan tokoh Yesus sebagai perwujudan "manusia sempurna" beserta

    perilakunya yang harus jadi teladan.

    paham Tritunggal yang mengandaikan x=3x

    gereja dan para ulamanya berperan penting dalam masyarakat

    peran gereja menjadi dominan dalam perkembangan intelektualitas di masyarakat, banyak cendekiawan

    berlatar belakang ulama.

    secara gradual, gereja menjadi penentu nilai di masyarakat dan berhak melakukan sensor atas tulisan

    atau ide yang muncul. Gereja juga adalah penyelenggara pendidikan moral. Peran gereja dirasakan

    kurang memuaskan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, maka muncul universitas-

    universitas di Eropa yang menawarkan kebebasan berpikir secara lebih luas. Terjadi pertentangan

    antara gereja dan masyarakat.

    2. Pengaruh pada pandangan mengenai manusia :

    Manusia bukan hanya physical being, tetapi juga spiritual entity. Aspek spiritual tidak diatur oleh hukum

    alam. Jiwa manusia (soul) ada pada dunia yang tidak nyata (intangible), tidak dapat dibuktikan dengan

    mata, dan eksistensinya hanya dapat dibuktikan lewat percaya (iman).

    Menempatkan ide Plato dalam konteks kekristenan

    Usaha untuk menjelaskan hubungan antara body and soul sebagai suatu dualisme, bukan sstu yang harus

    dipertentangkan, body dan soul masing-masing memiliki fungsi tersendiri. 10

  • MASA ABAD PERTENGAHAN 4

    PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT

    BEBERAPA TOKOH FILSUF PADA MASA KEKRISTENAN

    1. St. Agustinus

    Filsuf pertama pada masa Kekristenan. Tuhan adalah kebenaran yang

    menciptakan manusia, bumi dan surga. Jiwa manusia adalah image dari

    Tuhan. Pentingnya eksplorasi spiritualitas sebagai usaha manusia untuk

    mendekatkan diri pada Tuhan. Faktor materiil tidak penting, rationalitas

    juga tidak terlalu dapat dipercaya. Maka pandangannya betul-betul

    merupakan kebalikan dari pandangan natural science yang empiris dan

    objektif. Hanya melalui transendensi manusia dapat sedekat mungkin

    dengan Tuhan dan berarti juga sedekat mungkin dengan kebenaran.

    Sumbangan bagi psikologi : metode introspective. Teknik utama manusia

    untuk melakukan transendensi.

    Dalam psikologi modern teknik ini digunakan oleh beberapa aliran besar

    seperti strukturalisme (teknik utama untuk menggali jiwa manusia),

    gestalt, dan psikoanalisa. 11

  • MASA ABAD PERTENGAHAN 5 PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT

    BEBERAPA TOKOH FILSUF PADA MASA KEKRISTENAN

    2. Thomas Aquinas

    Mentransformasikan pandangan Aristoteles ke dalam konsep-konsep kekristenan. Apa

    yang dikenal sebagai reason oleh Aristoteles diterjemahkan sebagai soul oleh Aquinas.

    Maka soul adalah sesuatu yang vital bagi manusia, tujuan utamanya adalah memahami

    dunia, hal yang tidak dapat dilakukan oleh fisik manusia semata.

    Namun demikian, banyak act dari soul yang membutuhkan tubuh fisik manusia sebagai

    kekuatan yang dapat mewujudkannya.

    Sumbangan bagi science/psikologi modern :

    Pengubahan mutlak dari Aristoteles

    Pengembangan dualisme

    Sepanjang masa ini, perdebatan mengenai manusia bergeser dari topik kehidupan yang

    luas, hubungan antara manusia dengan lingkungannya /alam, ke arah pemahaman

    tentang kehidupan secara lebih spesifik, yaitu hubungan antara aspek-aspek di dalam

    diri manusia itu sendiri. Menunjukkan semakin mendalamnya perhatian dan concern

    awal mengenai manusia itu sendiri. Meskipun demikian, pengaruh kuat gereja

    menyebabkan pemikiran tentang manusia tidak bebas, dan otoritas ketuhanan tetap

    dijunjung sebagai otoritas tertinggi. 12

  • MASA RENAISANS 1

    PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT

    Konteks sosial dan intelektual Masa Rennaisance

    Masa ini merupakan merupakan reaksi terhadap masa sebelumnya, dimana pengetahuan

    bersifat doktrinal di bawah pengaruh gereja dan lebih didasarkan pada iman. Reaksi ini

    sedemikian kuat sehingga dapat dikatakan peran nalar menggantikan peran iman, ilmu

    pengetahuan menggantikan tempat agama dan iman di masyarakat. Semangat pencerahan

    semakin tampak nyata dalam perkembangan science dan filsafat melalui menguatnya peran

    nalar (reason) dalam segala bidang, dikenal sebagai the age of reason. Akal budi manusia

    dinilai sangat tinggi dan digunakan untuk membentuk pengetahuan.

    Masa Rennaissance ditandai dengan bergesernya fokus pemahaman dari God-centeredness

    menjadi human-centerednes, dikenal dengan istilah sekularisasi atau humanity. Tulisan-

    tulisan filsuf terkenal seperti Plato, Aristoteles dan lain-lain dikaji untuk melihat bagaimana

    pola pikir penulisnya dan konteks histories waktu tulisan itu dibuat. Maka yang dicari adalah

    human truth dan bukan God truth. Kesimpulan akhirnya adalah penerimaan bahwa

    kebenaran memiliki lebih dari satu perspektif.

    Masa Renaissance diikuti oleh masa reformasi dari Luther dalam agama Kristen, yang

    memiliki dua arti penting. Pertama, reformasi Luther semakin melemahkan pengaruh gereja

    dan mendukung kemandirian manusia dalam mengelola imannya kepada Tuhan. Kedua

    dengan peperangan yang ditimbulkan reformasi, terungkap pula sisi negative dari

    kemanusiaan seperti penindasan, penderitaan, dan rasa tidak berdaya manusia. 13

  • MASA RENAISANS 2 PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT

    Masa Revolusi Ilmiah

    Ada beberapa pandangan penting tentang manusia pada masa ini :

    Pola pikir yang lebih mekanistik dalam memandang alam dan manusia. Itu berarti alam

    memiliki sistem, dapat diramalkan, dan tidak tunduk pada hukum-hukum spritual belaka.

    Manusia juga memiliki reason, kemampuan untuk berpikir logis dan dengan demikian

    tidak tunduk total kepada hukum spiritual dan kesetiaan semata.

    Penganjur :

    Teori Newton tentang gravitasi

    Heliosentris Copernicus (bertentangan dg Galileo)

    Mind-body solution dari Descartes

    Nature philosophy : alam diatur menurut hukum yang pasti, empirik dan dapat dibuktikan

    lewat eksperimen. Memahami alam harus diikuti sikap mental pengujian fakta obyektif

    dan eksperimental.

    Implikasinya adalah munculnya diskusi tentang. knowledge yang menyebabkan

    perkembangan ilmu dan metode ilmiah yang maju dengan pesat. Penekanan pada fakta-

    fakta yang nyata daripada pemikiran yang abstrak. Ilmu-ilmu eksakta yang menggunakan

    pendekatan empiri menjadi semakin dominan, sesuatu yang sampai sekarang juga masih

    dapat dirasakan pengaruhnya. Pada masa ini ilmu fisikalah yang dikenal sebagai the

    queen of science, dengan munculnya fisikawan besar seperti Newton. 14

  • MASA RENAISANS 3

    Sebagai bagian dari ilmu filsafat

    Pemikiran tentang manusia mau tidak mau ikut terpengaruh, meskipun demikian psikologi

    belum siap menjadi ilmu yang empiris karena diskusi tentang aktivitas manusia belum tuntas

    : apa yang menjadi obyek studi psikologi? Oleh karena itu diskusi di masa ini terfokus pada

    hubungan soul-body dan bagaimana pengaruhnya dalam aktivitas manusia. Pandangan dua

    tokoh utama :

    1. Rene Descartes (1596-1650)

    Menekankan pada pentingnya self-awareness terhadap pengalaman kita, cogito ergo sum.

    Descartes menjadi filsuf pertama yang menekankan kekuatan faktor internal manusia

    sebagai satu-satunya kekuatan yang dapat dipercaya, dibandingkan dengan faktor eksternal.

    Ide-ide spritual, pemahaman tentang dimensi waktu dan ruang, semua bersumber dari

    kekuatan internal, berbeda dari tradisi berpikir filsuf sebelumnya yang menganggap

    pemikiran ini berasal dari lingkungan eksternal.

    2. Gottfried Wilhelm von Leibnitz (1646 1716)

    Berasal dari Jerman. Tradisi filsafat Jerman sifatnya memandang proses mental secara lebih

    aktif. Body and soul tidak dipandang sebagai dualism, tetapi lebih dipandang sebagai aspek

    yang integratif dari aktivitas manusia. Mind memiliki unsur inherent yang dinamis, yang

    memungkinkannya berperan aktif terhadap lingkungan 15

  • MASA RENAISANS 4 Sebagai bagian dari ilmu filsafat

    1. Rene Descartes (1596-1650)

    Menekankan pada penting...