penataan kelembagaan antar desa dlm implemtasi uu desa revisi

Click here to load reader

Post on 04-Aug-2015

137 views

Category:

Government & Nonprofit

28 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. Pelatihan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM-MPd Kabupaten Sikka, Ende dan Nagekeo, Di Ende Agustus 2014URBANUS LORA 2. Pelatihan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM-MPd Kabupaten Sikka, Ende dan Nagekeo, Di Ende Agustus 2014URBANUS LORA 3. MENGAPA PENTING? Kelembagaan antar desa (BKAD/UPK) merupakan lembaga kerja sama desa dalam mengkoordinasikan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat (PNPM-MPd). BKAD dan unit kerja lainnya merupakan lembaga ad hock memiliki asset yang besar baik non produktif maupun produktif. BKAD telah menjalankan fungsinya berupa pengelolaan perencanaan partisipatif, pelaksanaan swakelola pembangunan, pengalolaan dana bergulir, pemafaatan sumber daya alam dan asset antar desa, dll. Lahirnya UU Desa No. 6 Tahun 2014 memberikan peluang penataan kelembagaan antar desa sebagai sebuah lembaga formal dan terintegrasikan ke dalam sistem pembangunan reguler. Konsep Desa Membangun dan Membangun Desa dalam UU Desa mengisyaratan kelembagaan antar desa sangat diperlukan. Dalam pelayaan usaha antar desa (PEP) Badan Usaha Miliki 4. LANDASAN HUKUM KERJASAMA DESA 1. UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah; bagian keenam mengenai kerjasama antar desa 2. PP 72 dan 73 tahun 2005 tentang Desa dan Kelurahan; bab tentang kerjasama antar desa 3. UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa 4. PP No. 43 dan PP No.60 5. Surat edaran MENDAGRI No: 414.2/1402/PMD TAHUN 2006; tentang Pelestarian dan pengembangan hasil-hasil PPK dan perlunya membentuk badan kerjasama antar desa 6. Kebijakan Panduan Penataan Kelembagaan PPK; tentang panduan fasilitasi pembentukan BKAD dan integrasinya dalam tahapan PPK 7. PTO (penyempurnaan dan tambahan) PNPM-PPK 2007; tentang panduan fasilitasi pembentukan BKAD dan integrasinya dalam tahapan PPK serta kategori tingkat perkembangan kelembagaan 8. Modul Pelatihan/workshop pengintegrasian hasil-hasil PPK dalam perencanaan reguler; tentang penyusunan rencana kerja pembentukan BKAD tiap-tiap daerah 5. LANDASAN HUKUM KERJASAMA DESA 1. Desa dapat mengadakan kerja sama dengan Desa lain dan/atau kerja sama dengan pihak ketiga. 2. Kerja sama antar-Desa meliputi: (a)pengembangan usaha bersama yang dimiliki oleh Desa untuk mencapai nilai ekonomi yang berdaya saing; (b) kegiatan kemasyarakatan, pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat antar-Desa; dan/atau bidang keamanan dan ketertiban 3. Kerja sama antar-Desa dituangkan dalam Peraturan Bersama Kepala Desa melalui kesepakatan musyawarah antar-Desa. 4. Kerja sama antar-Desa dilaksanakan oleh badan kerja sama antar- Desa yang dibentuk melalui Peraturan Bersama Kepala Desa. 5. Dalam melaksanakan pembangunan antar-Desa, badan kerja sama antar- Desa dapat membentuk kelompok/lembaga sesuai dengan kebutuhan. MENURUT UU DESA NO, 6 TAHUN 2014 6. LANDASAN HUKUM DESA MEMBANGUN DAN MEMBANGUN DESA (UU DESA) PEMBANGUNAN DESA (Pasal 78 82) : 1. PEMERINTAH DESA MENYUSUN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA MENGACU PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAB/KOTA. 2. PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA TERDIRI DARI RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJM DESA) 6 TAHUNAN DAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA (RKP) TAHUNAN, DITETAPKAN DENGAN PERATURAN DESA DAN MERUPAKAN SATU-SATUNYA DOKUMEN PERENCANAAN DI DESA 3. PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA DIDASARKAN PADA DATA DAN INFORMASI YANG AKURAT 4. PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA SEBAGAI SALAH SATU MASUKAN UTAMA DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KABUPATEN/KOTA 5. PROGRAM PEMERINTAH ATAU PEMERINTAH DAERAH YAnG BERSKALA LOKAL DESA DIKOORDINASIKAN DAN ATAU DIDELEGASIKAN PELAKSANAANNYA KEPADA DESA 6. PELAKSANAAN PROGRAM-PROGRAM SEKTOR YANG MASUK KE DESA HARUS DIINFORMASIKAN KEPADA PEMDES UTK DIINTEGRASIKAN DENGAN PEMBANGUNAN DESA 7. PEMBANGUNAN DESA MENGEDEPANKAN KEBERSAMAAN, KEKELUARGAAN DAN KEGOTONGROYONGAN GUNA MEWUJUDKAN PENGARUSTAMAAN DAN KEADILANSOSIAL 7. LANDASAN HUKUM DESA MEMBANGUN DAN MEMBABANGUN DESA (UU DESA) PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN (Pasal 83 86) PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN MERUPAKAN PERPADUAN PEMBANGUNAN ANTAR DESA DALAM SATU KAB/KOTA PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN DILAKSANAKAN UTK MEMPERCEPAT DAN MENINGKATKAN PELAYANAN, PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN PEMBANGUNAN PARTISIPATIF RANCANGAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN DIBAHAS BERSAMA PEMERINTAH, PEMERINTAH PROV, KAB/KOTA DAN PEMERINTAH DESA PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN YANG BERSKALA LOKAL DESA WAJIB DISERAHKAN PELAKSANAANNYA KEPADA DESA ATAU KERJASAMA ANTAR DESA 8. LANDASAN HUKUM (Menurut UU Desa No. 6 Tahun 2014) Pasal 87 (1) Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang disebut BUM Desa. (2) BUM Desa dikelola dengan semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan. (3) BUM Desa dapat menjalankan usaha di bidang ekonomi dan/atau pelayanan umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 88 (1) Pendirian BUM Desa disepakati melalui Musyawarah Desa. (2) Pendirian BUM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Desa. Pasal 89 Hasil usaha BUM Desa dimanfaatkan untuk: a. pengembangan usaha; dan b. Pembangunan Desa, pemberdayaan masyarakat Desa, dan pemberian bantuan untuk masyarakat miskin melalui hibah, bantuan sosial, dan kegiatan dana bergulir yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Pasal 90 Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah DaerahKabupaten/Kota, dan Pemerintah Desa mendorong perkembangan BUM Desa dengan: a. memberikan hibah dan/atau akses permodalan; b. melakukan pendampingan teknis dan akses ke pasar; dan c. memprioritaskan BUM Desa dalam pengelolaan sumber daya alam di Desa. 9. LANDASAN HUKUM (PP 43) Bagian Kelima Pendirian BUM Desa Bersama Pasal 141 (1) Dalam rangka kerja sama antar-Desa, 2 (dua) Desa atau lebih dapat membentuk BUM Desa bersama. (2) Pembentukan BUM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan melalui pendirian, penggabungan, atau peleburan BUM Desa. (3) Pendirian, penggabungan, atau peleburan BUM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) serta pengelolaan BUM Desa tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 142 Ketentuan lebih lanjut mengenai pendirian, pengurusan dan pengelolaan, serta pembubaran BUM Desa diatur dengan Peraturan 10. LANDASAN HUKUM KERJASAMA BUMDES PERMENDAGRI NO 39 TAHUN 2010 Pasal 16 Modal BUMDes selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, dapat berasal dari dana bergulir program pemerintah dan pemerintah daerah yang diserahkan kepada desa dan/atau masyarakat melalui pemerintah desa. 11. LANDASAN HUKUM KERJASAMA BUMDES PERMENDAGRI NO 39 TAHUN 2010 Pasal 18 BUMDes dapat melakukan kerjasama usaha antar 2 (dua) desa atau lebih dan dengan pihak ketiga. Kerjasama usaha antar 2 (dua) desa atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam satu kecamatan atau antar kecamatan dalam satu kabupaten/kota. Kerjasama antar 2 (dua) desa atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus mendapat persetujuan masing-masing pemerintahan desa. 12. LANDASAN HUKUM KERJASAMA BUMDES PERMENDAGRI NO 39 TAHUN 2010 Pasal 19 Kerjasama usaha desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 dibuat dalam naskah perjanjian kerjasama. Naskah perjanjian kerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat: subyek kerjasama; obyek kerjasama; jangka waktu; hak dan kewajiban; pendanaan keadaan memaksa; penyelesaian permasalahan; dan pengalihan. 13. LANDASAN HUKUM KERJASAMA BUMDES PERMENDAGRI NO 39 TAHUN 2010 Pasal 20 Naskah perjanjian kerjasama usaha desa antar 2 (dua) desa atau lebih dalam satu kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2), disampaikan kepada camat paling lambat 14 (empat belas) hari sejak ditandatangani. Naskah perjanjian kerjasama usaha desa antar 2 (dua) desa atau lebih antar kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2), disampaikan kepada bupati/walikota melalui camat paling lambat 14 (empat belas) hari sejak ditandatangani. 14. PENATAAN KELEMBAGAAN BKAD SEBAGAI PENGELOLA PEMBANGUNAN ANTAR DESA (Pendekatan Pembangunan Berbasis Kawasan Perdesaan) BAGIAN SATU 15. Pembangunan Berbasis Kawasan Perdesaan Pembangunan berbasis kawasan perdesaan (antar desa) menjadi domain dari pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten / kota. Pembangunan kawasan perdesaan untuk mempercepat dan meningkatkan pelayanan, pembangunan berbasis pemberdayaan melalui pendekatan pembangunan partisipatif. Rancangan pembangunan kawasan perdesaan dibahas bersama pemerintah, pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah desa. Pembangunan kawasan perdesaan yang berskala lokal desa wajib diserahkan pelaksanaanya kepada desa atau kerjasama antar desa. Pendekatan pembangunan partisipatif (PNPM-MPd) diintegrasi ke dalam sistem pembangunan reguler (Perda Sistem Pembangunan Partisipatif. 16. BKAD Lembaga Kemasyarakatan (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) TPU, TPK, TM, TP, BKM Lembaga Komunitas Camat Dusun, RT/RW, Klp sosial KLP UEP/SPP BUMDES LEMBAGA ADAT PENDAMPING USAHA KADER PEMBERDAYAAN DESA PENDAMPINGLOKAL UNIT-UNIT KERJA Kades/BPD BKD LEGENDA : _________ Langsung Koordinasi -------------- Otonom, Koordinatif Ko-operatif, Pembinaan 17. Ruang Lingkup Kerja BKAD BKAD Berperan sebagai Lembaga dalam pengelolaan pembangunan partisipatif, mengembangkan bentuk- bentuk kerjasama antar desa, menumbuhkan usaha- usaha pengelolaan asset produktif serta kemampuan mengembangkan pengelolaan program-program pemberdayaan masyarakat. Bentuk-bentuk kerjasama yang diperluas sesuai Permendagri 38 tahun 2007 yakni bidang-bidang yang dapat dikerjasamakan melalui BKAD adalah peningkatan perekonomian masyarakat desa, peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, pemanfaat sumber daya alam dan pelestarian lingkungan. 18. LEGAL PROSES BKAD UU NO 32/2004 PP 72 /73 2005 , PP 43 & 60 2014 PERDA KERJA SAMA DESA PERATURAN/ KEPUTUSAN BERSAMA BKAD SK BUPATI o TATA CARA PEMBENTUKAN KERJASAMA DESA o RUANG LING- KUP o BADAN KERJA SAMA o PEMBIAYAAN SOSIALISASI/ PEMBENTUKAN DOK.PERSET

View more