makalah combustio 2003

Download MAKALAH combustio 2003

Post on 21-Oct-2015

48 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kada

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul Luka Bakar atau Combustio .

Makalah ini disusun guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah keperawatan kritis. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyelesaian penulisan makalah ini, namun berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak penulisan makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Untuk itu atas segala bentuk bantuan dan bimbingannya, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan oleh penulis. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya serta bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Surakarta, 09 September 2013PenyusunDAFTAR ISI

Kata Pengantar

1

Daftar Isi

2

BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang .............................................................................

4B. Rumusan Masalah .........................................................................5C. Tujuan ...........................................................................................

6

BAB II ISI A. Pengertian Combustio

7B.Patofisiologi...........................................................

7C. Pemeriksaan Diagnosa ............................................................

8D Komplikasi................................

8E. Prognosa .....................................

8F. Fase Luka Bakar

9G. Penyebab Luka Bakar...........................................................

10H. Derajat Kedalaman............................................................

11I. Luas Luka Bakar................................

12J. Kriteria Berat Ringannya (American Burn Association)................ 13K. Penatalaksanaan Penderita Luka Bakar Fase Akut........................14L. Monitoring Penderita Luka Bakar Fase Akut21

M. Konsep Asuhan Keperawatan34Konsep Asuhan Keperawatan Combustio

34

BAB III - Penutup

61A. Kesimpulan ..................................................................................

61

Daftar pustaka ..................................................................................... 62BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Luka bakar dapat mengakibatkan masalah yang kompleks yang dapat meluas melebihi kerusakan fisik yang terlihat pada jaringan yang terluka secara langsung. Masalah kompleks ini mempengaruhi semua sistem tubuh dan beberapa keadaan yang mengancam kehidupan. Dua puluh tahun lalu, seorang dengan luka bakar 50% dari luas permukaan tubuh dan mengalami komplikasi dari luka dan pengobatan dapat terjadi gangguan fungsional, hal ini mempunyai harapan hidup kurang dari 50%. Sekarang, seorang dewasa dengan luas luka bakar 75% mempunyai harapan hidup 50%. dan bukan merupakan hal yang luar biasa untuk memulangkanpasien dengan luka bakar 95% yang diselamatkan.

Pengurangan waktu penyembuhan, antisipasi dan penanganan secara dini untuk mencegah komplikasi, pemeliharaan fungsi tubuh dalam perawatan luka dan tehnik rehabilitasi yang lebih efektif semuanya dapat meningkatkan rata-rata harapan hidup pada sejumlah klien dengan luka bakar serius.

Beberapa karakteristik luka bakar yang terjadi membutuhkan tindakan khusus yang berbeda. Karakteristik ini meliputi luasnya, penyebab(etiologi) dan anatomi luka bakar. Luka bakar yang melibatkan permukaan tubuh yang besar atau yang meluas ke jaringan yang lebih dalam, memerlukan tindakan yang lebih intensif daripada luka bakar yang lebih kecil dan superficial. Luka bakar yang disebabkan oleh cairan yang panas (scald burn) mempunyai perbedaan prognosis dan komplikasi dari pada luka bakar yang sama yang disebabkan oleh api atau paparan radiasi ionisasi.

Luka bakar karena bahan kimia memerlukan pengobatan yang berbeda dibandingkan karena sengatan listrik (elektrik) atau persikan api. Luka bakar yang mengenai genetalia menyebabkan resiko nifeksi yang lebih besar daripada di tempat lain dengan ukuran yang sama. Luka bakar pada kaki atau tangan dapat mempengaruhi kemampuan fungsi kerja klien dan memerlukan tehnik pengobatan yang berbeda dari lokasi pada tubuh yang lain. Pengetahuan umum perawat tentang anatomi fisiologi kulit, patofisiologi luka bakar sangat diperlukan untuk mengenal perbedaan dan derajat luka bakar tertentu dan berguna untuk mengantisipasi harapan hidup serta terjadinya komplikasi multi organ yang menyertai.

Prognosis klien yang mengalami suatu luka bakar berhubungan langsung dengan lokasi dan ukuran luka bakar. Faktor lain seperti umur, status kesehatan sebelumnya dan inhalasi asap dapat mempengaruhi beratnya luka bakar dan pengaruh lain yang menyertai.

B. RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang diatas dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut :1. Bagaimana konsep teori combustio (luka bakar) ?

2. Bagaimana konsep asuhan keperawatan pada pasien dengan combustio?C. TUJUAN

Tujuan penulisan makalah ini agar mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat dapat mengetahui dan memahami tentang penyakit / gangguan system integumen Combustio/ luka bakar dan mengetahui penanganan dan penatalaksanaan.

BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian

Suatu penyakit yang disebabkan oleh panas, arus listrik atau bahan kimia yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan lebih dalam.

B. Patofisiologi1. Akibat pertama luka bakar adalah syok karena kaget dan kesakitan.

Pembuluh kapiler yang terkena suhu tinggi rusak sel darah yang di dalamnya ikut rusak sehingga dapat terjadi animea.

2. Meningkatnya permeabilitas menyebabkan udem dan menimbulkan bula dengan membawa serta elektrolit. Hal ini menyebabkan berkurangnya volume cairan intra vaskuler. Tubuh kehilangan cairan antara % - 1 %, Blood Volume setiap 1 % luka bakar.

Kerusakan kult akibat luka bakar menyebabkan kehilangan cairan tambahan karena penguapan yang berlebih (insensible water loss meningkat).

Bila luka bakar lebih dari 20 % akan terjadi syok hipovolemik dengan gejala yang khas yaitu : gelisah, pucat dingin berkeringat, nadi kecil, dan cepat, tekanan darah menurun dan produksi urine menurun (kegagalan fungsi ginjal).

3. Pada kebakaran daerah muka dapat terjadi kerusakan mukosa jalan nafas karena gas, asap atau uap panas yang terisa. Gejala yang timbul adalah sesak nafas, takipneu, stridor, suara serak dan berdahak berwarna gelap karena jelaga.

4. Dapat juga terjadi keracunan gas CO atau gas beracun lain. CO akan mengikat hemoglobin dengan kuat sehingga tak mampu mengikat oxygen lagi.

Tanda keracunan yang ringan adalah lemas, binggung, pusing, mual dan muntah.

Pada keracunan berat terjadi koma. Bila lebih 60 % hemoglobin terikat CO, penderita akan meninggal.

5. Pada luka bakar yang berat terjadi ileus paralitik.

Stres dan beban faali yang terjadi pada luka bakar berat dapat menyebabkan tukak di mukosa lambung atau duodenum dengan gejala yang sama gejala tukak peptic.

Kelainan ini dikenal dengan Tukak Curling yang dikhawatirkan pada tukak Curling ini adalah pendarahan yang timbul sebagai hematesis melena.

C. Pemeriksaan Dan Diagnosis

1. Secara klinis2. Laboratorium : Hb, Hematokrit, Electrolit dsbD. Komplikasi

1. Syok karena kehilangan cairan.2. Sepsis / toksis.

3. Gagal Ginjal mendadak

4. PeneumoniaE. Prognosa 1. Tergantung derajad luka bakar.2. Luas permukaan3. Daerah yang terkena, perineum, ketiak, leher dan tangan karena sulit perawatan dan mudah kontraktur.4. Usia dan kesehatan penderita.F. Fase Luka BakarUntuk mempermudah penanganan luka bakar maka dalam perjalanan penyakitnya dibedakan dalam 3 fase akut, subakut dan fase lanjut. Namun demikian pembagian fase menjadi tiga tersebuttidaklah berarti terdapat garis pembatas yang tegas diantara ketiga fase ini. Dengan demikian kerangka berpikir dalam penanganan penderita tidak dibatasi oleh kotak fase dan tetap harus terintegrasi. Langkah penatalaksanaan fase sebelumnya akan berimplikasi klinis pada fase selanjutnya.1. Fase akut / fase syok / fase awal.Fase ini mulai dari saat kejadian sampai penderita mendapat perawatan di IRD / Unit luka bakar. Pada fase ini penderita luka bakar, seperti penderita trauma lainnya, akan mengalami ancaman dan gangguan airway (jalan napas), breathing (mekanisme bernafas) dan gangguan circulation (sirkulasi). Gangguan airway tidak hanya dapat terjadi segera atau beberapa saat setelah terjadi trauma , inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma. Cedera inhalasi merupakan penyebab kematian utama penderita pada fase akut. Pada fase ini dapat terjadi juga gangguan keseimbangan sirkulasi cairan dan elektrolit akibat cedera termal/panas yang berdampak sistemik. Adanya syok yang bersifat hipodinamik dapat berlanjut dengan keadaan hiperdinamik yang masih berhubungan akibat problem instabilitas sirkulasi. Permasalahan dan penanganan pada fase ini akan menjadi bahasan utama dalam makalah ini.2. Fase Sub akutFase ini berlangsung setelah fase syok berakhir atau dapat teratasi. Luka yang terjadi dapat menyebabkan beberapa masalah yaitu :a. Proses inflamasi atau infeksi.b. Problem penutupan luka.

c. Keadaan hipermetabolisme.

3. Fase LanjutFase ini penderita sudah dinyatakan sembuh tetapi tetap dipantau melalui rawat jalan. Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit berupa parut yang hipertrofik, keloid, gangguan pigmentasi, deformitas dan timbulnya kontraktur.

G. Penyebab Luka Bakar

Berdasarkan pe