portfolio combustio

Download Portfolio COMBUSTIO

Post on 11-May-2017

223 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PRESENTASI PORTOFOLIOCOMBUSTIO

    Pembimbing:dr. Sentot Priyambodo

    Oleh:Nikke Dwi Setyowati*

    *

  • TINJAUAN KASUS

    *

  • IdentitasNama: Ny.SUmur: 32 tahunJenis Kelamin: PerempuanPekerjaan: Ibu Rumah TanggaAlamat: Kedung Glugu - GondangAgama: IslamMRS: 18 Agustus 2013 pkl 01.20Tgl Pemeriksaan: 18 Agustus 2013 pkl 01.21

    *

  • Anamnesis*Keluhan Utama

    Luka bakar di wajah, badan, kedua lengan dan kedua tungkaiKeluhan Tambahan

    Terasa panas pada tempat luka(auto dan heteroanamnesa)

  • AnamnesisDatang ke IGD RSUD Nganjuk luka bakar pada wajah, kedua lengan dan kedua tungkai kurang lebih 45 menit sebelum ke IGD.Pasien bertengkar dengan suaminya, menyiramkan bensin ke tubuhnya sendiri mengambil korek gas dan menyalakan ditangannya (tanpa bertujuan membakar dirinya sendiri) tetapi korek gas di tangan pasien tiba-tiba terbakar api menyebar ke seluruh tubuh pasien.Pasien ditolong oleh suami dan keluarganya lalu dibawa ke IGDPasien juga merasakan luka-lukanya terasa panas. Seluruh tubuh luka bakar, kulitnya berwarna kecoklatan dan ada yang putih pucat serta keluar gelembung di beberapa bagian. Hanya bagian kelamin dan paha atas yang tidak ada luka bakarnya.

    *

    RPS

  • Riwayat Penyakit Dahulu:Pasien tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnyaAlergi ( - )

    *

  • Pemeriksaan FisikStatus Generalis Kesadaraan: Compos Mentis

    (GCS 4-5-6)Vital signs:

    Tekanan darah: sdeNadi: 112 x/menitSuhu: sde RR: 26 x/menit*

  • Status Generalis

    KepalaConjuntiva anemis ( - ) Sklera ikterus ( - )Cyanosis ( - )Dispneu( - )Mata cowong ( - )

    Leher Pembesaran kelenjar getah bening ( - )Pembesaran kelenjar tiroid ( - )

    *ThoraxParu Inspeksi: Gerak nafas simetrisPalpasi : Fremitus raba simetris, gerak napas simetrisPerkusi : SonorAuskultasi : Vesikuler / Vesikuler, Rhonkhi - / -,Wheezing - / -Cor Suara S1, S2 tunggal, Gallop -, Murmur -

  • AbdomenInspeksi: Flat, simetris, tidak distensiAuskultasi : Bising usus + normalPalpasi : Soepel, nyeri tekan ( - ), Hepar/ lien tidak terabaPerkusi : Tymphani, meterorismus -

    Ekstremitas Akral hangat kecoklatan +/+ , oedema -/- , bullae +/+ +/+ -/- +/+

    *

  • status lokalis*Regio facialis

    Look:kecoklatan +, bullae +, edema +, darah -, pus -

    Feel:Nyeri tekan -

    Regio brachii dan antebrachii dextra et sinistra

    Look: kecoklatan+, putih+, bullae +, edema -, darah -, pus -

    Feel: Nyeri tekan +Regio cruris dextra et sinistra

    Look:kecoklatan +, bullae +, edema -, darah -, pus -

    Feel:Nyeri tekan -

  • Diagnosis*

  • PenatalaksanaanO2 nasal kanul 2-4 lpmInfus RLIrigasi NaClWTAntibiotikAnalgesikPasang Kateter

    *

  • TINJAUAN PUSTAKA*

    *

  • Definisi*

  • Etiologi

    *Luka bakar termal suhu tinggi (api, sinar matahari)Zat kimia:Asam (asam sulfat, pembersih

    kamar mandi)2.Basa (Hidroksida,Kalium Amoniak)

    Radiasi

  • FASE*1. Fase awal / akut / syokKeadaan yang ditimbulkan berupa :

    Cedera Inhalasi Inhalasi CO. Trauma inhalasi panas langsung mengenai saluran napas Efek samping sisa pembakaran

    Cedera termis

    Gangguan sirkulasi keseimbangan cairan dan elektrolit perubahan permeabilitas kapiler dan menyebabkan edema syok hipovolemik

  • *b. Fase Sub akut Setelah syok teratasiMasalah yang terjadi adalah kerusakan atau kehilangan jaringan akibat kontak dengan sumber panas Luka yang terjadi menyebabkan :

    1.Proses inflamasi dan infeksi2.Problem penutupan luka3.Keadaan hipermetabolismec. Fase LanjutDinyatakan sembuh tetapi tetap dipantau melalui rawat jalan. Berlangsung hingga terjadinya maturasi parut akibat luka dan pemulihan fungsi organ organ fungsional.Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit berupa parut yang hipertropik, keloid, gangguan pigmentasi, deformitas dan kontraktur

  • Patofisiologi*

  • KLASIFIKASI LUKA BAKAR* Derajat I :Hanya mengenai epidermis, timbul hiperemia, nyeri, sangat sensistif terhadap sentuhan dan lembab atau membengkak. Jika ditekan, daerah yang terbakar akan memutih. Belum terbentuk bulla.Derajat II :Superfisial ( II A ) : mengenai epidermis dan lapisan atas korium. Timbul hiperemia. Adanya bulla yang tidak timbul segera setelah terbakar dan terasa nyeri. Elemen epitelial yaitu dinding kelenjar keringat, lemak dan folikel rambut masih banyak, sehingga penyembuhan akan mudah tanpa terbentuknya sikatrik.Dalam ( II B ) : klinis tampak pucat, sensasi nyeri berkurang, bulla bisa ada atau tidak. Sisa sisa epitelial tinggal sedikit, penyembuhan lebih lama dan disertai pembentukan jaringan hipertropi.

  • *Derajat III :

    Permukaannya warna putih dan lembut atau berwarna hitam, hangus dan kasar. Kerusakan sel darah merah pada daerah yang terbakar bisa menyebabkan luka bakar berwarna merah terang. Kadang daerah yang terbakar melepuh dan rambut / bulu di tempat tersebut mudah dicabut dari akarnya.Jika disentuh, tidak timbul rasa nyeri karena ujung saraf pada kulit telah mengalami kerusakan, mengenai seluruh tebal kulit atau juga mengenai lapisan dibawah kulit seperti subkutan, otot dan tulang. Tampak dermis dan epidermis hangus, sering disebut karbonikasi.

  • *

  • *

  • Luas luka bakar*Wallace membagi tubuh atas bagian 9% atau kelipatan 9 yang terkenal dengan nama Rule of Nines atau Rules of Wallace :- Kepala dan leher : 9%- Lengan kanan-kiri : 18%- Badan depan : 18%- Badan belakang : 18%- Tungkai kanan kiri : 36%- Genetalia/perineum : 1%Total 100%

  • PENATALAKSANAAN*

    Pada saat kejadian hal pertama yang harus dilakukan adalah menjauhkan korban dari sumber trauma. Padamkan api dan siram kulit yang panas dengan air mengalir.

  • *Primary survey

    a.Jalan napas ( airway )Trauma inhalasi pasang intubasi ( endotrakeal tube ).b. Pernapasan (breathing)Bila terjadi eskar (kulit kaku), lakukan escharotomi karena dapat menimbulkan sukar napas. c.Sirkulasi (circulation)Pada luka bakar yang luas dapat terjadi syok hipovolemik karena kebocoran plasma yang luas.Manejemen cairan pada pasien luka bakar, dapat diberikan dengan :Formula Baxter ( Parkland )Dalam 24 jam I diberikanDewasa : RL = 4 cc x kgBB x % luas luka bakar / 24 jamAnak : 2 cc x BB x % luas luka bakar + kebutuhan faal

  • *Kebutuhan faal :< 1 tahun= BB x 100 cc1 - 3 tahun = BB x 74 cc3-5 tahun= BB x 50 cc

    - Dalam 8 jam pertama, jumlah cairan diberikan separuh-Dalam 16 jam kedua, diberikan separuhnya.Monitoring Resusitasi Cairan :1. Produksi urine per jam Dewasa : 0,5 cc / kgBB / jam Anak : 1 cc / kgBB / jam2. Frekuensi pernafasan3. Kadar haemoglobin dan hematokrit

  • *2. Secondary survey

    a.AnamnesaTanggal, jam, lokasi dan kausa cedera merupakan hal yang penting dalam penatalaksanaan awal yang tepat. Hal ini juga mencakup riwayat penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya. Penyakit cerebrovaskuler, AIDS, dan lain lain perlu dicatat sebagai prognosis dari suatu kasus.

    b.Pemeriksaan fisikPeriksa cedera yang terjadi di seluruh tubuh secara sistematis, dan tentukan derajat serta luasnya luka bakar.

  • *Penatalaksanaan selanjutnya: Berikan analgetika Pemberian antibiotika profilaksis spektrum luas Pemasangan foley kateter untuk monitor jumlah produksi urine Pemasangan nasogastric tube untuk gastric dekompresi Berikan ATS 3.000 unit pada orang dewasa dan separuhnya pada anak Lakukan pencucian luka setelah sirkulasi stabil Berikan antibiotika topikal pasca pencucian luka dengan tujuan untuk mencegah dan mengatasi infeksi yang terjadi pada luka Balut luka dengan menggunakan kassa gulung kecil dan steril.

  • INDIKASI RAWAT INAP

    *Penderita syok atau terancam syok

    -Anak:luasnya luka > 10%-Dewasa:luasnya luka > 15%

    Letak luka memungkinkan penderita terancam cacat berat

    -Wajah, mata-Tangan dan kaki-Perineum

    Terancam oedema laring

  • PROGNOSA*Prognosa dan berat ringannya luka bakar ditentukan :e.Luas luka bakard.Lokasi luka bakarb.Penyakit yang menyertaic.Luka sampingana.Usia

  • *

    *

    *