laporan beta urip

Click here to load reader

Post on 30-Jun-2015

1.265 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORANPROGRAM PEMBINAAN KEPEMUDAAN

PELATIHAN KETERAMPILAN KOMPUTER TINGKAT DASAR

Disusun oleh : Nama NIM Pokjar : Beta Urip Budi Kahono : 821 445 695 : Kedawung

PGSD SEMESTER VII UNIVERSITAS TERBUKA SURAKARTA 2010

1

PENGESAHANLaporan Praktek Pembinaan Kepemudaan di bidang Pelatihan

Keterampilan Komputer Tingkat Dasar dilaksanakan dan disusun oleh :

Nama NIM Program Studi Pokjar UPBJJ-UT Lokasi Kegiatan

: Beta Urip Budi Kahono : 821 445 695 : S1 PGSD : Kedawung : Surakarta : Dk. Jambangan, Ds. Pereng, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar

Telah disahkan pada : Hari Tanggal : Sabtu : 13 November 2010

Pereng, 14 November 2010

Mengetahui

Ketua Karang Taruna Kridha Manunggal

Kepala Desa Pereng

Agus Supriyanto Instruktur Mata Kuliah

Sinarwan

Drs. Saful Bachri, M.Pd NIP: 19520603 198503 1 001

2

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji dan syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan ridho-Nya kepada penulis. Karena berkat rahmat dan ridho-Nya akhirnya penulis bisa menyelesaikan tugas laporan akhir Program Pembinaan Kepemudaan Pelatihan Keterampilan Komputer Tingkat Dasar. Kegiatan ini merupakan kegiatan praktek untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan serta syarat untuk mengikuti UAS (Ujian Akhir Semester) VII. Secara garis besar, materi dalam laporan ini berisi mengenai latar belakan kegiatan, tujuan dan manfaat kegiatan, ruang lingkup dan materi kegiatan serta tempat dan waktu kegiatan dilaksanakan. Penulis tidak akan bisa melaksanakan kegiatan dan menyelesaikan lapporan ini jika penulis mendapat dukungan dan bantuan dari pihak lain. Untuk penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung terlaksananya kegiatan dan menyelesaikan laporan akhir ini. Namun, penulis juga sadar masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan laporan akhir ini. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran guna membangun dan memperbaiki penulisan laporan akhir ini.

Kedawung, November 2010

Penulis

3

DAFTAR ISI

JUDUL ............................................................................................................... i PENGESAHAN .............................................................................................. ii KATA PENGANTAR ................................................................................... iii DAFTAR ISI .................................................................................................... ivBAB I. PENDAHULUAN ................................................................................... 5 A. Latar Belakang ......................................................................................... 5 B. Tujuan Kegiatan ....................................................................................... 8 C. Manfaat ..................................................................................................... 8

BAB II. RUANG LINGKUP ............................................................................... 9 A. Sasaran ..................................................................................................... 9 B. Materi ....................................................................................................... 9

BAB III. TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................... 10 A. Mengenal Komputer ................................................................................. 10 B. Menghidupkan dan Mematikan Komputer .............................................. 11 C. Konsep Dasar Perangkat Lunak ............................................................... 12 D. Perangkat Keras Komputer ...................................................................... 12

BAB IV. METODE KEGIATAN ........................................................................ 14 A. Waktu dan Tempat ................................................................................... 14 B. Sarana dan Prasarana ................................................................................ 16 C. Strategi ..................................................................................................... 17

BAB V. PELAKSANAAN KEGIATAN ............................................................ 18 A. Kegiatan Teori .......................................................................................... 18 B. Kegiatan Praktek ...................................................................................... 19

4

BAB VI. EVALUASI .......................................................................................... 21 A. Tahap Evaluasi ......................................................................................... 21 B. Hasil Penilaian .......................................................................................... 21

BAB VII. PENUTUP ........................................................................................... 22 A. Saran ......................................................................................................... 22 B. Temuan ..................................................................................................... 22 C. Tindak Lanjut ........................................................................................... 22 D. Kesimpulan ............................................................................................... 23

LAMPIRAN

5

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pemuda sebagai salah satu modal dasar pembangunanperlu dihimpun dan dibina agar mereka benar-benarmampu mengambil peran aktif dalam

pembangunan di daerah. Untuk itu, diperlukan konsep yang tepat dalam pembinaan lembaga kepemudaan agar keberadaannya benar-benar dapat menumbuhkembangkan motivasi dan kreatifitas pemuda. Selam ini peran Lembaga Kepemudaan belum berperan aktif dan belum menampakkan hasil yang nyata dalam pembanguan, padahal pemuda adalah generasi penerus dan berpotensi besar dalam pembangunan daerah karena usianya yang produktif. Apabila lembaga kepemudaan tersebut dapat dikelola dan dikembangan dengan baik, maka akan menghasilkan sesuatu yang sangat berguna untuk kemajuan daerah. Namun apabila lembaga kepemudaan itu tidak dikelola dengan baik dan diarahkan, maka potensi besar dari pemuda tidak akan memberikan apaapa. Menurut Badan Pusat statistik (BPS) pemuda adalah penduduk yang berusia antara 15 - 35 tahun. Berdasarkan Susenas 2003, sekitar 2% tidak pernah sekolah, 16% masih sekolah dan 82% sudah tidak bersekolah lagi. Tingginya biaya hidup dan sulitnya lapangan pekerjaan pada akhir-akhir ini semakin menambah tingginya angka anak putus sekolah. Masalah lain yang cukup serius dihadapi oleh pemuda kecuali masalah pendidikan dan sullitnya lapangan pekerjaan, adalah maraknya masalah-masalah sosial di kalangan pemuda, seperti kriminalitas, premanisme, narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan HIV/AIDS. Fakta di atas menunjukkan bahwa peran dan partisipasi pemuda dalam pembangunan, terutama yang berkaitan dengan kewirausahaan dan

ketenagakerjaan masih rendah. Oleh karena itu, perlu ada suatu upaya untuk meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan dengan berbagai kebijakan. Peran dan partisipasi pemuda dalam pembangunan dapat ditingkatkan dengan:6

1. Mewujudkan keserasian kebijakan pemuda di berbagai bidang pembangunan; 2. Memperluas kesempatan memperoleh pendidikan dan keterampilan; 3. Meningkatkan peran serta pemuda dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, budaya dan agama; 4. Meningkatkan potensi pemuda dalam kewirausahaan, kepeloporan dan kepemimpinan dalam pembangunan; 5. Melindungi segenap generasi muda dari bahay penyalahgunaan obat, minuman keras, penyebaran penyakit HIV/AIDS, dan penyakit menular di kalangan pemuda. Di dalam mengatasi penyakit di kalangan pemuda tersebut, banyak organisasi atau dinas yang berperan serta ikut membantu mengatasi penyakit tersebut, misalnya Dinas Sosial. Peran Dinas Sosial dalam penanganan masalah kepemudaan adalah meningkatkan kemampuan dan peran pemuda melalui karang taruna. Dilihat dari segi bahasa, karang berarti tempat dan taruna berarti remaja atau pemuda. Oleh karena itu, anggota karang taruna adalah para pemuda, terutama mereka yang putus sekolah dan tidak mempunyai pekerjaan. Karang taruna didirikan dengan tujuan memberikakn pembinaan kepada para remaja, terutama yang putus sekolah dan menganggur. Program pendidikan yang dapat ditawarkan melalui lembaga karang taruna antara lain: 1. Pelatihan di bidang elektronik; 2. Pelatihan kerajinan tangan; 3. Pelatihan memasak dan menjahit; 4. Kegiatan di berbagai bidang olahraga; dan 5. Pendidikan kesenian. Oleh sebab itu para pemuda karang taruna Kridha Manunggal Dk. Jambangan, Ds. Pereng, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar sepakat untuk melaksanakan kegiatan pembinaan kepemudaan dalam bentuk Pelatihan Keterampilan Komputer Tingkat Dasar. Karena Dk. Jambangan mayoritas penduduknya mempunyai komputer tetapi mereka tidak bisa mengoperasikannya. Dengan adanya Pelatihan Keterampilan Komputer Tingkat Dasar ini para pemuda karang taruna Kridha Manunggal bisa belajar bagaimana cara mengoperasikan komputer dengan prosedur yang benar (menghidupkan dan mematikan computer, mengetik dan mencetak dokumen/file).7

B. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan pelatihan komputer tingkat dasar ini adalah untuk membekali para pemuda Karang Taruna Kridha Manunggal Dk. Jambangan, Ds. Pereng, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar keterampilan dalam mengoperasikan komputer, terutama mengoperasikan program pengolah kata (MS. Word). Serta memanfaatkan teknologi komputer yang ada untuk hal-hal yang positif.

C. Manfaat Kegiatan Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan para pe