konsep radiobiologi dan prinsip dasarnya

Click here to load reader

Post on 03-Jan-2016

389 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Kedokteran Nuklir

Kedokteran NuklirKonsep Radiobiologi dan Prinsip DasarnyaRahmawati Hidayah (24040110120032)Wulandhari (24040110120034)1ISIPengenalanEfek Stokastik dan Efek non-StokastikRespon Sel dan Kelangsungan Hidupnya Mekanisme kerusakan akibat radiasi pada sistem biologi Efek BystanderKesimpulanPengenalanKASUS 1Elihu Thomson (seorang fisikawan Amerika) sengaja mengenakan sinar-X ke jari kelingking kirinya selama beberapa hari (untuk waktu yang singkat setiap hari)Akibatnya pada jari kelingking yang disinari tersebut terasa nyeri, pembengkakan, kekakuan, eritema.KASUS 2William Herbert Rollins (seorang dokter gigi dari Boston) menunjukkan penelitiannya bahwa Sinar-X bisa membunuh babi guinea dan mengakibatkan kematian keturunan saat babi guinea diiradiasi saat hamil.KASUS 3kerusakan biologis diderita oleh Pelukis Dial Radium. Radium digunakan dalam cat bercahaya diawal 1900-an. Di pabrik-pabrik pekerja (terutama perempuan) akan mempertajam ujung kuas cat mereka dengan bibir mereka, dan dengan demikian jumlah besar tertelan radium. Mereka telah meningkat jumlah kanker tulang dan meninggal karena anemia dan penyebab lainnya.

Efek Stokastik dan Efek non-StokastikAda 2 kategori efek radiasi pada manusia: adalah efek yang umumnya diamati segera setelah paparan radiasi.ciri efek non-Stokastik : Ada ambang batas dosis (bila di bwh ambang efek tdk dpt diamati)Di atas batas ini, besarnya efek meningkat dengan dosis.Efeknya jelas terkait dengan radiasi eksposur.Efek non-Stokastik (efek deterministik)contoh efek non-Stokastik : Eritema (kemerahan pada kulit) Pencukuran bulu (kehilangan rambut) Mual, muntah, diare (NVD) sering diamati pada korban setelah paparan akut radiasi Sistem saraf pusat (SSP) kerusakan Kerusakan pada janin (cacat fisik)hukum Bergonie dan Tribondeau menyatakan bahwa sel-sel cenderung radiosensitive, jika mereka memiliki tiga sifat:Sel memiliki tingkat divisi tinggi.Sel memiliki membagi panjang masa depan.Sel dari jenis terspesialisasiContohnya : sel darah merah pd sumsum dan pada perkembangan embrio.

(umumnya akan timbul setelah beberapa tahun setelah terjadinya paparan)cirinya : Sebuah ambang batas tidak dapat diamati. Kemungkinan efek meningkat dengan dosis. Tidak dapat secara definitif mengaitkan efek dengan paparan radiasi.Contohnya : kanker dan efek genetikEfek stokastikKurva SurvivalED50ED9053Dosis Radiasi (Gy)Surviving fraction0,11Kurva Survival: LogaritmikAda dua alasan mengapa biasanya kurva digambarkan dalam bentuk logaritmik:Pertama, pembunuhan sel adalah peristiwa random yang biasanya merupakan fungsi eksponensial terhadap dosis. Sehingga jika di-plot dengan skala logaritmik, maka kurva akan berbentuk garis lurus.Kedua, skala logaritmik lebih mudah untuk dilihat dan efek pada survival yang sangat rendah mudah dibandingkan.

Model linear-kuadratik

Kurva Survival merupakan kemiringan awal kurva, berhubungan dengan pembunuhan dengan sasaran tunggal menentukan komponen kuadratik representasi pembunuhan sel dengan multi sasaran. Tumor memiliki kemiringan awal tinggi yang berarti nilai tinggi,Pada dosis tinggi jaringan normal kurva survival menurun lebih cepat yang berarti memiliki relatif lebih tinggi.Perpotongan kedua kurva menentukan dosis yang menghasilkan pembunuhan sasaran tunggal sama dengan akibat sasaran multi.

The biologically effective dose (BED)dosis efek biologiThe biologically effective dose (BED)dosis efek biologi pada external beam radiotherapyThe biologically effective dose (BED)dosis efek biologi pada therapy with radiopharmaceuticals

Macam-macam interaksi radiasi dengan tubuhMacam macam interaksi radiasi:Interaksi radiasi dengan molekul air (radiolisis air) Interaksi radiasi dengan DNA Interaksi radiasi dengan kromosom Interaksi radiasi dengan sel

Interaksi radiasi dengan molekul air (radiolisis air) Ion radikalRadikal bebasfragmen asentrik(patahnya lengan kromosom yang tidak punya sentromer)Interaksi radiasi dengan DNA Akibat :perubahan struktur molekul gula/basa, putusnya ikatan hydrogen antar basa, hilangnya basa dan lainnya. Kerusakan yang lebih parah adalah putusnya salah satu untai DNA.

Secara alamiah sel mempunyai kemampuan untuk melakukan perbaikan (dgn enzim)Perbaikan tanpa kesalahan (DNA kembali seperti semua)Perbaikan tidak sempurna (hasilnya DNA yang berbeda) atau disebut mutasi.Interaksi radiasi dengan kromosom Akibat : perubahan pada jumlah / struktur kromosom (aberasi kromosom), Kerusakan struktur kromosom ( patahnya lengan kromosom).Interaksi radiasi dengan sel Akibat : kematian

SELSel yang paling sensitive terhadap pengaruh radiasi adalah sel yang paling aktif melakukan pembelahan dan tingkat differensiasi (perkembangan/ kematangan sel) rendahsel yang tidak mudah rusak akibat pengaruh radiasi adalah sel dengan tingkat differensiasi yang tinggi

kelainan pada kromosom bergantung pada dosis, energi dan jenis radiasi, laju dosisEfek BystanderEfek biologi yang timbul pada sel yang tidak dilintas radiasi secara langsung tetapi berada berdekatan dengan sel yang secara langsung dilintas radiasi pengion.Efek bystander yang timbul berupa kematian sel, aberasi kromosom, mutasi.KesimpulanPemahaman mengenai membutuhkan waktu yang cukup lama.Penentuan dosis awalnya tidak dapat begitu saja menggunakan perhitungan biasa, namun penentuan dosis digunakan dengan beberapa kali eksperimen.

Daftar PustakaAgustina,Sri.2012.Radiasi dan efek biologi pada manusia. http://tina-tin0t.blogspot.com/2012/03/radiasi-efek-biologi-pada-manusia.html . Diakses pada tanggal 28 Mei 2013.Khalil, Magdy. 2011. Basic Sciences of Nuclear Medicine. Springer Verlag Heidelberg Dordrecht London New York.Handout kuliah Choirul Anam,M.Si.

View more