klhs rpjm/p bappenas yogya

34
KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL PROSES DAN MEKANISME PENYUSUNAN RPJP/M NASIONAL (SEKTOR PERTAMBANGAN) Direktorat Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Disampaikan pada Workshop Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJP/M Jogyakarta, 29 Maret 2012

Upload: aliziasboys

Post on 30-Jun-2015

2.113 views

Category:

Documents


4 download

TRANSCRIPT

Page 1: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

PROSES DAN MEKANISMEPENYUSUNAN RPJP/M NASIONAL

(SEKTOR PERTAMBANGAN)

Direktorat Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan

Disampaikan pada Workshop Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJP/M Jogyakarta, 29 Maret 2012

Page 2: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

2

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Latar Belakang

• Amandemen Keempat UUD NKRI 1945– Tidak ada GBHN– Pemilihan Presiden secara langsung– Pemilihan Kepala Daerah secara demokratis

• UU 23/2003 tentang Pemilihan Presiden– Mengamanatkan CaPres menyampaikan visi, misi,

program• Reformasi Pengelolaan Keuangan Negara

– UU 17/2003 tentang Keuangan Negara• Penyusunan RAPBN berpedoman pada RKP• Penyusunan RAPBD berpedoman pada RKPD

– UU 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara– UU 15/2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggungjawab

Keuangan Negara

Page 3: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

3

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)

Undang-undang No. 25 Tahun 2004 Pasal 1 ayat (3):

SPPN adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah.

Page 4: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

4

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

ASAS SPPN • Pembangunan Nasional diselenggarakan berdasarkan

demokrasi dengan prinsip-prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, serta kemandirian dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan Nasional.

• Perencanaan pembangunan nasional disusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan

• SPPN diselenggarakan berdasarkan Asas Umum Penyelenggaraan Negara: (1) kepastian hukum; (2) tertib penyelenggaraan negara; (3) kepentingan umum; (4) keterbukaan; (5) proporsionalitas; (6) profesionalitas; dan (7) akuntabilitas

Page 5: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

5

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

TUJUAN SPPN

• Mendukung koordinasi antarpelaku pembangunan;

• Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antarDaerah, antarruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah;

• Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan;

• Mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan • Menjamin tercapainya penggunaan sumber

daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan

Page 6: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Ruang Lingkup Perencanaan

6

NASIONAL DAERAH

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Rencana Strategis Kementerian/Lembaga

Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah

Rencana Kerja PemerintahRencana Kerja Pemerintah Daerah

Rencana Kerja Kementerian/Lembaga

Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah

Page 7: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Isi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP)

7

RPJP NASIONAL RPJP DAERAH

Penjabaran dari tujuan dibentuknya pemerintah Negara Indonesia (Pembukaan UUD 1945) dalam bentuk:

Mengacu pada RPJP Nasional dan memuat:

Visi Misi Arah Pembangunan Nasional

Visi Misi Arah Pembangunan

Daerah

Page 8: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Isi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)

8

RPJM NASIONAL RPJM DAERAH

Penjabaran visi, misi, program Presiden

Berpedoman pada RPJP Nasional

Penjabaran visi, misi, program Kepala Daerah

Berpedoman pada RPJP Daerah dan memperhatikan RPJM Nasional

Isi:1. Strategi Pembangunan Nasional2. Kebijakan Umum3. Program K/L, lintas K/L,

kewilayahan dan lintas kewilayahan4. Kerangka Ekonomi Makro, memuat

kegiatan dalam: Kerangka Regulasi Kerangka Pendanaan

Isi:1. Arah Kebijakan Keuangan Daerah2. Strategi Pembangunan Daerah3. Kebijakan Umum4. Program SKPD, lintas SKPD,

kewilayahan dan lintas kewilayahan, memuat kegiatan dalam: Kerangka Regulasi Kerangka Pendanaan

Page 9: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Isi Renstra-KL & Renstra-SKPD

9

Renstra-KL Renstra-SKPD

Berpedoman pada RPJM Nasional

Berpedoman pada RPJM Daerah

Isi:1. Visi – Misi2. Tujuan, strategi, dan

kebijakan3. Program – program

Isi:1. Visi – Misi2. Tujuan, strategi, dan

kebijakan3. Program – program

Page 10: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Isi Rencana Kerja Pemerintah/Daerah (RKP/D)

10

RKP RKP DAERAH Penjabaran RPJM Nasional Penjabaran RPJM Daerah

Mengacu pada RKP

Isi:1. Prioritas Pemb. Nasional2. Rancangan Kerangka Ekonomi

Makro3. Arah Kebijakan Fiskal4. Program K/L, lintas K/L,

kewilayahan dan lintas kewilayahan, memuat kegiatan dlm: Kerangka Regulasi Kerangka Pendanaan

Isi:1. Prioritas Pemb. Daerah2. Rancangan Kerangka Ekonomi

Daerah3. Program SKPD, lintas SKPD,

kewilayahan dan lintas kewilayahan, memuat rencana kerja dan pendanaannya

Page 11: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Alur Perencanaan dan Penganggaran

11

RPJM Daerah

RPJP Daerah

RKP RPJM Nasional

RPJP Nasional (UU No.

17/2007)

RKP Daerah

Renstra- KL

Renja- KL

Renstra- SKPD

Renja- SKPD

RAPBN

RAPBD

RKA-KL

RKA- SKPD

APBN

Rincian APBN

APBD

Rincian APBD

Acuan

Pedoman Dijabarkan

Pedoman

Pedoman

Pedoman

Pedoman

Pedoman

Diperhatikan

Dijabarkan

Pedoman

Pedoman

Pedoman

Pedoman

Acuan

Acuan

Diserasikan melalui Musrenbang

UU SPPN

Pemerintah

PusatPem

erintah D

aerah

UU KN

Visi, Misi, ProgramPresiden

Dijabarkan

Visi, Misi, ProgramKepala Daerah

Dijabarkan

Page 12: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

12

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Tahapan Perencanaan

• Penyusunan Rencana– Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah– Rancangan Rencana Kerja Dep / Lembaga SKPD– Musyawarah Perencanaan Pembangunan– Rancangan Akhir Rencana Pembangunan

• Penetapan Rencana– RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda– RPJM dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah– RKP / RKPD dengan Peraturan Presiden / Kepala

Daerah• Pengendalian Pelaksanaan Rencana• Evaluasi Kinerja

Page 13: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

13

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Penyusunan dan Penetapan RPJP

1. Rancangan Rencana Proses Teknokratik oleh Bappenas/Bappeda

2. Musrenbang dengan bahan Rancangan Rencana yang melibatkan partisipasi Masyarakat• “masyarakat” adalah orang perseorangan, kelompok orang

termasuk masyarakat hukum adat atau badan hukum yang berkepentingan dengan kegiatan dan hasil pembangunan baik sebagai penanggung biaya, pelaku, penerima manfaat maupun penanggung resiko

• “partisipasi masyarakat” adalah keikutsertaan masyarakat untuk mengakomodasikan kepentingan mereka dalam proses penyusunan rencana pembangunan

3. Penyusunan Rancangan Akhir

4. Penetapan Rencana (RPJP Nasional UU, RPJP Daerah Perda)

Page 14: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Penyusunan dan Penetapan RPJM/D

Visi, Misi, ProgramPresiden/KD Terpilih

Menteri PPN/Bappeda menyusunRancangan Awal RPJM/D

Kement/Lemb / SKPDMenyusun Renstra-KL / Renstra SKPD

Bappenas/da menyelenggarakanMUSRENBANG RPJM/D

Penetapan RPJM /RPJMD

Digunakan sebagai pedoman penyusunanRancangan RKP/RKPD

Menteri PPN/Bappeda menyusunRancangan Akhir RPJM/D

a) Visi, Misi Presiden/KDb) Strategi Bangnas/dac) Kebijakan Umumd) Kerangka ekonomi makro/dae) Program Kement/Lembaga /

SKPD

a) Visi,Misi Presiden/KDb) Strategi Bangnas/dac) Kebijakan Umumd) Kerangka ekonomi makro/da Program Kement/Lembaga / SKPD

e) Program Kement/Lembaga / SKPD

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)(7)

Page 15: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

UU NO. 17 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA

PANJANG NASIONAL (RPJPN) 2005 – 2025

DAN

PERATURAN PRESIDEN NO.5 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN

JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) 2010 – 2014

15

Page 16: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

LANDASAN HUKUM RPJMN 2010-2014

1. Dalam ketentuan UU No 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional :• Pasal 19 ayat 1 : RPJMN ditetapkan dengan Peraturan Presiden

paling lambat 3 bulan setelah Presiden dilantik• Pasal 19 ayat 2 : Renstra ditetapkan dengan Peraturan Pimpinan

Lembaga setelah disesuaikan dengan RPJMN sebagaimana dimaksud dalam ayat 1

2. AMANAT UU No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan

Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025

• Memuat tahapan pembangunan dimulai dari RPJMN 1 – RPJMN 4• Arah pembangunan untuk RPJM ke-2 (2010-2014):

Memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian.

16

Page 17: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

17

Pentahapan Tema RPJM dalam RPJP

Page 18: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

DOKUMEN RPJMN 2010 -2014

18

BUKU

I

BUKU

II

BUKU

III

o BUKU I : PENCAPAIAN SASARAN PRIORITAS NASIONAL– Tema : Mewujudkan Indonesia Sejahtera,

Demokratis dan Berkeadilan– Visi, Misi, Agenda, Prioritas Nasional, dan

Kerangka Makro o BUKU II : STRATEGI PEMBANGUNAN BIDANG

– Sinergi pembangunan antarbidang– Isu lintas bidang & mainstreaming, 9 bidang

pembangunan (sosbud, ekonomi, iptek, politik, hukum & aparatur, hankam, infrastruktur, wilayah & tataruang, lingkungan hidup)

o BUKU III : STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH– Sinergi pembangunan pusat – daerah dan

antardaerah– Isu-isu Pembangunan Wilayah (7 Wilayah)

Page 19: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

11 Prioritas Nasional + 3 Prioritas Nasional

LainnyaPrioritas Regional

SumateraJawa-Bali

KalimantanSulawesi

Nusa TenggaraMalukuPapua

Prioritas BidangSosbudEkonomiIPTEK

Sarana PrasaranaPolitik

HankamHukum & Aparatur

Wilayah & Tata RuangSDA & LH

I

II III

Fokus

Lokus

Tata Urut (Flow) Keterkaitan Buku I-II-III1. Buku I: Prioritas

Nasional dijabarkan dalam arah kebijakan bidang dalam Buku II, dan kebijakan regional dalam Buku III.

2. Buku II: arah kebijakan dan prioritas kegiatan bidang yang akan dilaksanakan di wilayah.

3. Buku III: arah kebijakan dan prioritas pembangunan wilayah atas bidang pembangunan yang dibutuhkan.

Konstelasi Keterkaitan Antara Buku I, II dan III RPJMN 2010-2014

VISI-MISISBY-BOEDIONO

I

RPJMN2010-2014

Page 20: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

OUTLINE BUKU I

20

1. PENDAHULUAN2. KONDISI UMUM

2.1 Pencapaian Pembangunan2.2 Tantangan Pembangunan Nasional

3. ARAHAN UMUM RPJPN 2005-20254. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL

4.1 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Nasional4.1.1 Visi Pembangunan Nasional4.1.2 Misi Pembangunan Nasional4.1.3 Agenda Pembangunan4.1.4 Sasaran Pembangunan Nasional

4.2 Arah Kebijakan Pembangunan Nasional4.2.1 Arah Kebijakan Umum4.2.2 Prioritas Nasional

5. KERANGKA EKONOMI MAKRO6. PENUTUPLampiranMatrik Penjabaran Prioritas Nasional

Page 21: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

RPJMN 2010-2014

21

V I S IINDONESIA YANG SEJAHTERA, DEMOKRATIS, DAN

BERKEADILAN

M I S I1. MELANJUTKAN PEMBANGUNAN MENUJU INDONESIA YANG SEJAHTERA2. MEMPERKUAT PILAR-PILAR DEMOKRASI3. MEMPERKUAT DIMENSI KEADILAN DI SEMUA BIDANG

AGENDA1. PEMBANGUNAN EKONOMI DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT2. PERBAIKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN3. PENEGAKAN PILAR DEMOKRASI4. PENEGAKAN HUKUM DAN PEMBERANTASAN KORUPSI5. PEMBANGUNAN YANG INKLUSIF DAN BERKEADILAN

Page 22: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

PRIORITAS NASIONAL

1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola

2 Pendidikan

3 Kesehatan

4 Penanggulangan Kemiskinan

5 Ketahanan Pangan

6 Infrastruktur

7 Iklim Investasi dan Iklim Usaha

8 Energi

9 Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana

10 Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca-konflik

11 Prioritas NasionalKabinet Indonesia Bersatu II

2009-2014

11 Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi

12 Bidang Politik, Hukum dan Keamanan

13 Bidang Perekonomian

14 Bidang Kesejahteraan Rakyat

Prioritas Lainnya

Page 23: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

STRUKTUR BUKU II RPJMN 2010-2014

23

BAB I : KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN DAN LINTAS BIDANG

BAB II : BIDANG SOSIAL BUDAYA DAN KEHIDUPAN BERAGAMA

BAB III : BIDANG EKONOMIBAB IV : BIDANG SARANA DAN PRASARANABAB V : BIDANG ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGIBAB VI : BIDANG POLITIKBAB VII : BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANANBAB VIII : BIDANG HUKUM DAN APARATURBAB IX : BIDANG WILAYAH DAN TATA RUANGBAB X : BIDANG SDA DAN LINGKUNGAN HIDUPBAB XI : SISTEM PENDUKUNG MANAJEMEN

PEMBANGUNAN NASIONALLampiranMatriks Prioritas BidangMatriks Kementerian/Lembaga

Page 24: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

STRUKTUR BUKU III RPJMN 2010-2014

24

1. ARAH KEBIJAKAN NASIONAL PENGEMBANGAN WILAYAH1.1 Kesenjangan antarwilayah1.2 Keterkaitan antarwilayah1.3 Perkiraan pengembangan wilayah1.4 Sinkronisasi antara pusat dan daerah dalam pencapaian prioritas nasional1.5 Sinergi antara Pusat-daerah dan antardaerah1.6 Kaidah Pelaksanaan

2. PENGEMBANGAN WILAYAH SUMATERA

3. PENGEMBANGAN WILAYAH JAWA-BALI

4. PENGEMBANGAN WILAYAH KALIMANTAN

5. PENGEMBANGAN WILAYAH SULAWESI

6. PENGEMBANGAN WILAYAH NUSA TENGGARA

7. PENGEMBANGAN WILAYAH MALUKU

8. PENGEMBANGAN WILAYAH PAPUA

LampiranMatriks Pelaksanaan Prioritas Nasional di Daerah

Page 25: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

KETERKAITAN RPJMN DAN RENSTRA K/L

25

PENGARUSTAMAAN DAN KEBIJAKAN LINTAS BIDANG (BAB 1)

NARASI : KERANGKA PIKIR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN BIDANG (BAB 2 S/D BAB 11)

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

MATRIKS RENCANA TINDAK PRIORITAS BIDANG (LAMP. BAB 1 S/D 10)

MATRIKS RENCANA TINDAK PER K/L (LAMP. BUKU II RPJMN)

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN

RPJMN 2010-2014 : BUKU II SINERGI ANTAR BIDANG

RENSTRA K/L

• MELAKUKAN PEMUTAKHIRAN DAN PENSINERGIAN RENSTRA K/L DAN KEBIJAKAN DI RPJMN (PENCAPAIAN SASARAN KEGIATAN PRIORITAS)

• MENGGUNAKAN PAGU INDIKATIF SEBAGAI BASELINE

• MENGINTEGRASIKAN PROGRAM DAN KEGIATAN DI MATRIKS RENCANA TINDAK PRIORITAS DAN K/L KEDALAM PROGRAM DAN KEGIATAN K/L HASIL RESTRUKTURISASI SESUAI TUPOKSI DAN STRUKTUR K/L

Page 26: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

26

TERIMA KASIH

Page 27: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

27

LAMPIRAN

Page 28: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

A. SASARAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN RAKYAT (1)

NO. PEMBANGUNAN SASARANEkonomi

a) Pertumbuhan Ekonomi Rata-rata 6,3 – 6,8 persen pertahun

Sebelum tahun 2014 tumbuh 7 persen

b) Inflasi Rata-rata 4 - 6 persen pertahun

c) Tingkat Pengangguran 5 - 6 persen pada akhir tahun 2014

d) Tingkat Kemiskinan 8 – 10 persen pada akhir tahun 2014

Page 29: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

SasaranStatus Awal*)

Target 2014

Kesehatana. Meningkatnya umur harapan hidup (tahun) 70,7 a) 72,0b. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup 228 b) 118c. Menurunnya angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup 34 b) 24d. Menurunnya angka kematian neonatal per 1.000 kelahiran hidup 19 b) 15e. Menurunnya prevalensi kekurangan gizi (terdiri dari gizi-kurang dan gizi-

buruk) pada anak balita (persen)18,4 c) < 15,0

f. Menurunnya prevalensi anak balita yang pendek/stunting (persen) 36,8 c) < 32,0g. Menurunnya prevalensi tuberculosis per 100.000 penduduk 235 d) 224h. Menurunnya kasus malaria (Annual Parasite Index-API) per 1.000 penduduk 2 d) 1i. Terkendalinya prevalensi HIV pada populasi dewasa (persen) 0,2 d) < 0,5Keluarga Berencanaa. Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk tingkat nasional (%

pertahun);1,3 e) 1,1

b. Menurunnya TFR per perempuan usia reproduksi 2,3 b) 2,1Pendidikana. Meningkatnya rata-rata lama sekolah penduduk berusia 15 tahun ke atas

(tahun)7,50 f) 8,25

b. Menurunnya angka buta aksara penduduk berusia 15 tahun ke atas (persen)

5,97 f) 4,18

c. Meningkatnya APM SD/SDLB/MI/Paket A (persen) 95,14 f) 96,0d. Meningkatnya APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B (persen) 72,28 f) 76,0e. Meningkatnya APK SMA/SMK/MA/Paket C (persen) 64,28 f) 85,0f. Meningkatnya APK PT usia 19-23 tahun (persen) 21,26 f) 30,0Status awal: a) Proyeksi BPS 2008; b) SDKI 2007; c) Riskesdas 2007; d) Estimasi capaian program 2010, Depkes; e) SUPAS 2005 dan

f) Data Tahun 2008, Depdiknas

A. SASARAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN RAKYAT (2)

Page 30: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

NO. PEMBANGUNAN SASARAN

Pangan

a) Produksi Padi Tumbuh 3,22 persen per tahun

b) Produksi Jagung Tumbuh 10,02 persen per tahun

c) Produksi Kedelai Tumbuh 20,05 persen per tahun

d) Produksi Gula Tumbuh 12,55 persen per tahun

e) Produksi Daging Sapi Tumbuh 7,30 persen per tahun

A. SASARAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN RAKYAT (3)

Page 31: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

NO. PEMBANGUNAN SASARAN

Energi

a) Peningkatan kapasitas pembangkit listrik

3.000 MW pertahun

b) Meningkatnya rasio elektrifikasi

Pada tahun 2014 mencapai 80 persen

c) Meningkatnya produksi minyak bumi

Pada tahun 2014 mencapai 1,2 juta barrel perhari

d) Peningkatan pemanfaatan energi panas bumi

Pada tahun 2014 mencapai 5.000 MW

A. SASARAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN RAKYAT (4)

Page 32: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

NO. PEMBANGUNAN SASARAN

Infrastruktur

a) Pembangunan Jalan Lintas Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua

Hingga tahun 2014 mencapai sepanjang 19.370 km

b) Pembangunan jaringan prasarana dan penyediaan sarana transportasi antar-moda dan antar-pulau yang terintegrasi sesuai dengan Sistem Transportasi Nasional dan Cetak Biru Transportasi Multimoda

Selesai tahun 2014

c) Penuntasan pembangunan Jaringan Serat Optik di Indonesia Bagian Timur

Selesai sebelum tahun 2013

d) Perbaikan sistem dan jaringan transportasi d 4 kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan)

Selesai tahun 2014

A. SASARAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN RAKYAT (5)

Page 33: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

B. SASARAN PERKUATAN PEMBANGUNAN DEMOKRASI

NO. PEMBANGUNAN SASARAN

1 Meningkatnya kualitas demokrasi Indonesia

• Semakin terjaminnya peningkatan iklim politik kondusif bagi berkembangnya kualitas kebebasan sipil dan hak-hak politik rakyat;

• Meningkatnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan terjaganya harmonisasi dalam masyarakat;

• Meningkatnya kinerja lembaga-lembaga demokrasi;

• Penyelenggaraan pemilu tahun 2014 yang dapat dilaksanakan dengan adil dan demokratis.

Pada tahun 2014

• Index Freedom House untuk Indonesia: 2-2,5 (free) lebih baik dari rata-rata tahun 2004-2009 sebesar 3,5 (partly free)

• Indeks Demokrasi Indonesia: 80

Page 34: KLHS RPJM/P Bappenas Yogya

KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

C. SASARAN PEMBANGUNAN PENEGAKAN HUKUM

NO.PEMBANGUNA

NSASARAN

1 Tercapainya suasana dan kepastian keadilan melalui penegakan hukum (rule of law) dan terjaganya ketertiban umum.

• Persepsi masyarakat pencari keadilan untuk merasakan kenyamanan, kepastian, keadilan dan keamanan dalam berinteraksi dan mendapat pelayanan dari para penegak hukum.

• Tumbuhnya kepercayaan dan penghormatan publik kepada aparat dan lembaga penegak hukum

• Mendukung iklim berusaha yang baik sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan pasti dan aman serta efisisen

Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun 2014 sebesar 5,0 yang meningkat dari 3,8 pada tahun 2009