panduan wisata yogya

Download PANDUAN WISATA YOGYA

Post on 06-Aug-2015

46 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

TAHUN 2011

TRANSCRIPT

desember 2012

.com

DAFTAR ISIPublished in December 2012 by Panduan Wisata Concept and Design : Tim Panduan Wisata Teks dan Foto : Senja Yustitia contact us for more informations:

0CV. PANDUAN WISATAJl. Palagan Tentara Pelajar Km. 7 No. 27 Yogyakarta phone : +62 274 7171 131 | email : info@panduanwisata.com http://yogyakarta.panduanwisata.com

DAFTAR ISI

a professional architect and builder

berpengalaman dalam disain & konstruksiJl. Palagan Tentara Pelajar 27 Yogyakarta 55581 website : www.wimarchitect.com email : wim.arsitek@gmail.com (0274) 889-964, 081-126-7424

GIGASTEELRangka Atap Baja Ringan KELAS ATAS

PRE-FABRIKASI

KANTOR & FABRIKASI : JL. KALIURANG KM.11, YOGYAKARTA

0274-7000.600

G

GIGASTEEL SYSTEM

A

R

A

N

SI

N

Pastikan Kualitas Investasi Rumah Anda di Jogja Dengan Menggunakan

A

SI O

N

A

L

Pesona Kediaman Raja di

KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRATSelanjutnya, kita akan menyusuri bagian dalam keraton melalui Jalan Rotowijayan. Di jalan ini berdiri sebuah Museum Kereta Keraton yang buka sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sebelum masuk ke area keraton bagian dalam yang disebut dengan kompleks Kamandhungan, kita harus membayar tiket masuk seharga Rp. 5.000 plus bea tambahan Rp. 1000 untuk setiap kamera yang dibawa pengunjung. Yang paling menarik dari kompleks Kamandhungan adalah kita bisa melihat kediaman Sri Sultan Hamengku Buwono X yang tak lain adalah Gubernur DIY saat ini, pertunjukkan seni tradisional dan Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Kediaman Sri Sultan Hamengku Buwono X disebut dengan Gedhong Jene hanya bisa kita lihat dari kejauhan. Bangunan ini dihiasi dengan ornamen khas Jawa yang luhur. Selanjutnya, kita melangkah ke Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang diresmikan pada tanggal 28 November 1992. Bangunan museum ini sangat indah. Atapnya dipenuhi dengan hiasan bernuansa emas dan warna merah. Koleksi Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah seputar barang-barang pribadi mendiang Raja Yogyakarta ini seperti mainan, sarung tangan, foto sewaktu anak-anak, foto saat dewasa dan masa-masa pemerintahan. Tak ketinggalan juga foto Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Ratu Hemas beserta 5 putrinya. Bagi penyuka batik, Anda juga bisa mengunjungi ruang yang memamerkan aneka koleksi batik lengkap dengan keterangannya.

Para abdi dalem dengan telatennya mengurus istana. Guide dengan sabar memandu wisatawan. Turis tak henti-hentinya mengangumi setiap detail arsitektur. Penari dengan kalem berlenggak-lenggok bak putri kerajaan. Itulah suasana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ada banyak hal yang bisa kita lihat saat mengunjungi keraton. Di bagian depan atau yang berhadapan dengan alun-alun lor, kita bisa melihat detail bangsal mangunturtangkil. Di bagian depan bangsal terdapat keterangan yang menjelaskan bahwa bangsal ini digunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono saat menghadiri upacara gerebeg pasa, gerebeg besar maupun gerebeg maulud. Selain itu bangsal ini juga digunakan untuk penobatan putra mahkota atau seorang pangeran menjadi Sultan Yogyakarta. Penobatan terakhir yang dilaksanakan di bangsal ini adalah saat Kanjeng Gusti Pangeran Haryo dinobatkan menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 7 Maret 1989. Untuk melihat dari dekat bangsal mangunturtangkil Anda harus membayar tiket masuk seharga Rp. 3.000.

panduanwisata | 01

Secara umum, bangunan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dibagi menjadi beberapa bagian yakni Siti Hinggil Ler, Kamandhungan Kidul Ler, Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul dan Siti Hinggil Kidul. Nah, daya tarik selanjutnya adalah pagelaran budaya tradisional yang rutin dihelat setiap hari. Pada hari Minggu misalnya, Anda bisa melihat tari klasik Jawa yang dipertunjukkan sejak pukul 11.00 WIB di bangsal Sri Manganti. Para penari dengan lemah gemulai bergantian membawakan tarian klasik ini seperti tari Golek Ayun-Ayun dan tari Beksan Srikandi. Selain melihat semua pesona budaya Jawa di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Anda juga bisa melihat aktivitas para guide, abdi dalem dan pengunjung dari berbagai negara, termasuk juga wisatawan domestik. Keraton khususnya di hari Minggu banyak dimanfaatkan para pelajar dari berbagai kota di Indonesia untuk mempraktekkan kemampuan berbincang dalam bahasa Inggris. Turis-turis ini pun dengan senang hati meladeni berbagai pertanyaan dan berbincang sekaligus berfoto bersama. Keraton Yogyakarta yang dibangun sejak tahun 1756 M oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I ini bukan sekedar situs sejarah. Ia menjadi kediaman raja yang hingga kini masih memimpin sebagai Gubernur DIY. Liburan ke Yogyakarta tak akan pernah lengkap tanpa berkunjung ke istana raja ini. Letaknya ada di pusat kota tidak jauh dari Malioboro, tepatnya berada di belakang alun-alun utara.

panduanwisata | 02

Selain menyiratkan sebagai tempat peristirahatan, Taman Sari juga menegaskan aura religius mistis. Disinilah Sultan kerap bersemedi dan bertemu dengan Nyi Roro Kidul. Nyi Roro Kidul dikenal sebagai penguasa pantai selatan yang menjadi teman diskusi Sultan saat membincangkan berbagai masalah kenegaraan dan pemerintahan. Nah, salah satu sudut yang paling menarik dari Taman Sari adalah masjid bawah tanah. Masjid ini berbentuk seperti lorong yang memutar. Terdiri dari 2 lantai yang digunakan untuk memisahkan antara jemaah pria dan wanita. Jika Anda berada di sini, niscaya yang terasa adalah hawa dingin dan sejuk sepanas apapun cuaca di luar sana. Lorong-lorong ini dilengkapi dengan lampulampu kecil yang membangun suasana temaram. Di salah satu bagian masjid terdapat mihrab yang digunakan Imam untuk memimpin shalat berjamaah. Indahnya arsitektur dan lorong masjid bawah tanah ini membuatnya sering digunakan sebagai tempat pemotretan khususnya untuk lokasi foto pre-wedding. Pernahkah terlintas di benak Anda, bagaimana tempat peristirahatan, pemandian sekaligus semedi Raja Yogyakarta? Temukan jawabannya di Taman Sari yang terletak di Jl. Taman Yogyakarta Kota/Kraton. Keindahan arsitektur Taman Sari masih bisa kita lihat hingga sekarang. Kendati sudah tidak selengkap saat dibangun pertama kali pada tahun 1757, namun sisasisa kejayaan tempo dulu masih jelas tergambar hingga kini. Taman Sari sering disebut sebagai istana air karena didalamnya terdapat kolam pemandian. Sejatinya, Taman Sari lebih dari sekedar pemandian. Ia menjadi tempat perlindungan sekaligus pertahanan dari serangan musuh. Didirikan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, ada banyak bagian dari Taman Sari yang menarik untuk dilihat. Atraksi utama untuk para pengunjung adalah kolam pemandian yang dihiasi beberapa pot-pot bunga. Karena berfungsi sebagai pemandian, kolam tidak terlalu dalam. Di salah satu sudutnya terdapat menara yang memungkinkan kita untuk melihat pemandangan yang utuh seluruh kawasan pemandian. Konon melalui tempat inilah Sultan melihat para selir yang sedang berendam dan memilih salah satu diantara mereka untuk menemani dengan melempar sekuntum bunga. Di bagian ini pula keindahan arsitektur Taman Sari tampak. Kolam memancarkan pendar-pendar gelombang air. Belum lagi pancuran yang terus menyuarakan gemericik air. Ada tiga bagian kolam pemandian di Taman Sari yakni umbul muncar, blumbang kuras dan umbul binangun. Menyusuri Taman Sari yang berada di kawasan keraton ini tidak hanya mengasyikkan tetapi juga memberikan pengalaman wisata yang berharga. Taman Sari terletak di tengah perkampungan warga yang kini disebut dengan Kampung Cyber. Penamaan ini bukan tanpa alasan. Kampung Cyber menunjukkan bahwa setiap rumah di perkampungan ini terhubung dengan akses internet. Menarik bukan? Bagi Anda yang tertarik mengunjungi Taman Sari, cukup naik becak dari keraton. Sesampainya disana Anda bisa meminta memandu wisata untuk menemani berjalanjalan. Mereka tidak pernah menetapkan tarif, para pelancong bisa memberikan sejumlah tip dengan sukarela. Anda hanya perlu membayar tiket masuk Rp. 3.000 untuk wisatawan domestik dan Rp. 7.000 untuk turis mancanegara. Taman Sari buka setiap hari pukul 09.00-15.30 WIB. Jika datang terlalu sore, Anda bisa mengakses Taman Sari melalui pintu belakang dan melihat kolam pemandian dari rumah warga.

panduanwisata | 03

Bukan liburan jika pulang tak membawa oleh-oleh. Bukan Yogyakarta juga jika tak punya destinasi yang unik untuk berburu barang-barang hasil karya anak negeri. Datanglah ke Malioboro dan dapatkan semuanya disini. Maliboro adalah sudut legendaris di kota pelajar ini. Namanya melambung ke seantero nusantara. Disini pedagang kaki lima, penjual kerajinan, sovenir, penjual oleh-oleh, Mall Malioboro, pasar Beringharjo dan aneka pertokoan berderet membentang dari kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Besar. Malioboro seakan tidak pernah tidur. Hingga malam tak pernah sepi dari hilir mudik wisatawan berbaur dengan berbagai pedagang jajanan kaki lima dan seniman jalanan. Untuk para pecinta batik, tempat ini menyediakan bermacam-macam produk dengan bahan kain asli Indonesia itu. Ada baju, celana, daster, taplak meja dan asesoris yang terbuat dari batik. Bagi remaja penyuka asesoris seperti gelang, kalung, cincin, hasrat Anda akan terpuaskan disini. Harganya mulai dari dibawah Rp. 10.000 hingga kisaran Rp.30.000 ribu. Jangan ragu untuk menawar setengah harga untuk setiap barang yang dijual di sepanjang Malioboro. Singkat kata, semua fashion item bisa Anda temukan di Malioboro, khususnya yang bernuansa etnik. Tidak itu saja, kerajinan tangan khas Yogyakarta seperti replika mobil, becak, sepeda baik yang terbuat dari besi maupun kayu bisa Anda temukan disini. Hiasan-hiasan dari perak, bambu, kayu dan besi pun tersedia. Barang unik lainnya yang bisa kita peroleh di Malioboro adalah kaos-kaos dengan desain nyleneh dan tulisan yang lucu. Diawali dengan munculnya kaos Dagadu yang