i. pendahuluan 1.1. latar belakangsakip.pertanian.go.id/admin/jasa/pemantauan ikk kementan...1 i....

Click here to load reader

Post on 15-Jul-2019

217 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1

    I. PENDAHULUAN

    1.1. LATAR BELAKANG

    Visi pembangunan pertanian mengacu pada visi Kabinet Kerja yaitu Terwujudnya

    Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong

    Royong, dengan demikian visi dari Kementerian Pertanian adalah Terwujudnya

    Sistem Pertanian-Bioindustri Berkelanjutan yang Menghasilkan Beragam Pangan

    Sehat dan Produk Bernilai Tambah Tinggi Berbasis Sumberdaya Lokal untuk

    Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani.

    Misi pembangunan pertanian dalam rangka mewujudkan visi di atas adalah dengan

    (1) mewujudkan kedaulatan pangan, (2) mewujudkan sistem pertanian bioindustri

    berkelanjutan, (3) mewujudkan kesejahteraan petani dan (4) mewujudkan reformasi

    birokrasi.

    Sebagai penjabaran dari visi misi tersebut, maka tujuan pembangunan pertanian

    yang ingin dicapai adalah (1) meningkatkan ketersediaan dan diversifikasi untuk

    mewujudkan kedaulatan pangan, (2) meningkatkan nilai tambah dan daya saing

    produk pangan dan pertanian, (3) meningkatkan ketersediaan bahan baku

    bioindustri dan bioenergi, (4) meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani

    dan (5) meningkatkan kualitas kinerja aparatur pemerintah bidang pertanian yang

    amanah dan profesional.

    Sasaran strategis yang merupakan indikator kinerja Kementerian Pertanian dalam

    pencapaian tujuan tersebut di atas adalah dengan (1) swasembada padi, jagung dan

    kedelai serta peningkatan produksi daging dan gula, (2) peningkatan diversifikasi

    pangan, (3) peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam memenuhi

    pasar ekspor dan substitusi impor, (4) penyediaan bahan baku bioindustri dan

    bioenergi, (5) peningkatan pendapatan keluarga petani dan (6) akuntabilitas kinerja

    aparatur pemerintah yang baik.

    Pelaksanaan sasaran strategis pada Tahun Anggaran 2015 dituangkan dalam

    Perjanjian Kinerja (PK) Kementerian Pertanian Tahun 2015 yang dapat dilihat pada

    tabel berikut.

  • 2

    Tabel 1. Perjanjian Kinerja (PK) Kementerian Pertanian 2015

    No. Sasaran Strategis

    Indikator Kinerja Target

    1 Swasembada padi, jagung dan kedelai serta peningkatan produksi daging dan gula

    1. Produksi Padi (Juta Ton GKG) 2. Produksi Jagung (Juta Ton Pipilan Kering) 3. Produksi Kedelai (Juta Ton) 4. Produksi Gula Tebu (Juta Ton Hablur) 5. Produksi Daging Sapi dan Kerbau (Juta Ton

    Daging)

    73,40 20,31 1,20 2,97 0,44

    2 Peningkatan diversifikasi pangan

    Skor Pola Pangan Harapan 84,1

    3 Peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor

    1. Pertumbuhan volume ekspor produk pertanian utama (%)

    2. Pertumbuhan volume impor produk pertanian utama substitusi impor (%)

    10,00

    -5,00

    4 Peningkatan pendapatan keluarga petani

    PDB Pertanian (sempit)/tenaga kerja pertanian (Rp Juta)

    8,30

    1.2. MAKSUD DAN TUJUAN

    Maksud dan tujuan disusunnya laporan ini adalah untuk:

    1.2.1. Mengetahui perkembangan pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Capain

    Indikator Kinerja Kementerian Pertanian Triwulan II Tahun 2015.

    1.2.2. Mengetahui kendala dan masalah yang terjadi atas pelaksanaan Pemantauan

    dan Evaluasi Capaian Indikator Kinerja Kementerian Pertanian Triwulan II

    Tahun 2015.

    1.2.3. Mendapatkan masukan untuk umpan balik bagi pengambilan keputusan

    dalam rangka perencanaan Pembangunan Pertanian ke depan.

    1.3. Ruang Lingkup Laporan

    Ruang lingkup penulisan laporan ini adalah perkembangan pelaksanaan

    Pemantauan dan Evaluasi Capaian Indikator Kinerja Kementerian Pertanian

    Triwulan II Tahun 2015.

  • 3

    II. CAPAIAN KINERJA

    Perjanjian Kinerja (PK) Kementerian Pertanian Tahun 2015 merupakan penjabaran

    dari sasaran strategis Kementerian Pertanian antara lain sebagai berikut.

    2.1. Sasaran Strategis 1: Swasembada padi, Jagung dan Kedelai serta

    Peningkatan Produksi Daging dan Gula

    2.1.1. Produksi Padi

    Indikator kinerja produksi padi ditargetkan sebesar 73,40 juta ton GKG pada triwulan

    II sesuai dengan data Angka Ramalan (ARAM) I dari BPS sebesar 75,55 juta ton

    GKG atau 102,93%, hal ini telah melebihi dari target yang diberikan. Salah satu

    faktor keberhasilan adalah karena Kementerian Pertanian sangat fokus terhadap

    produksi padi, hal ini dapat dilihat dengan dilaksanakannnya program Upaya Khusus

    (UPSUS) oleh Menteri Pertanian. Beberapa Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian

    yang mendukung dalam produksi padi antara lain:

    DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN

    Tabel 2. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Produksi Padi Ditjen Tanaman Pangan

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. GP-PTT Padi (Ha) 350.000 44.135 215.985 - -

    2. Perbanyakan Benih Sumber (Ha)

    212 80 164 - -

    3. Pemberdayaan Penangkar (Ha)

    3.750 - 2.015 - -

    4. Pemantapan Penerapan PHT (Ha)

    3.550 - 2.050 - -

    5. Penerapan Pengelolaan DPI (Ha)

    150 10 90 - -

    Kegiatan pendukung untuk produksi padi dari Ditjen Tanaman Pangan realisasi

    sampai dengan triwulan II sudah cukup baik, untuk GP-PTT padi dari target 350.000

    Ha sudah terealsiasi sebesar 215.985 Ha (61,71%), untuk perbanyakan benih

    sumber dengan target 212 Ha telah terealisasi sebesar 164 Ha (77,36%), kegiatan

    pemberdayaan penangkar dengan target 3.750 Ha telah terealisasi 2.015 Ha atau

    53,73%, kegiatan pemantapan penerapan PHT dengan target 3.550 Ha terealisasi

    2.050 Ha atau 57,74%, dan penerapan pengelolaan DPI dengan target 150 Ha

    terealisasi sebesar 90 Ha (60%).

  • 4

    BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

    Tabel 3. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Produksi Padi Badan Litbang Pertanian

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Penciptaan varietas unggul padi (Varietas)

    5 - - - - 80,00

    2. Teknologi tanaman padi (Teknologi)

    8 - - - - 65,00

    3. Penyediaan benih sumber padi (BS, FS dan SS) (Ton)

    143,5 - 40 - - 60,00

    4. Teknologi mekanisasi pertanian tanaman padi (Teknologi)

    1 - - - - 60,00

    Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa Badan Litbang Pertanian turut serta

    dalam mendukung swasembada padi dengan kegiataan pendukungnya antara lain

    penciptaan varietas unggul padi, teknologi tanaman padi, teknologi mekanisasi

    pertanian tanaman padi belum ada realisasi namun untuk progresnya sudah terlihat

    dan pada kegiatan penyediaan benih sumber padi (BS, FS dan SS) dari target

    143,5 Ton telah terealisasi 40 Ton atau 27,87%.

    2.1.2. Produksi Jagung

    Indikator kinerja produksi jagung ditargetkan sebesar 20,31 juta ton pada triwulan II

    sesuai dengan data Angka Ramalan (ARAM) I dari BPS sebesar 20,66 juta ton atau

    101,72%, hal ini telah melebihi dari target yang diberikan. Salah satu faktor

    keberhasilan adalah produksi jagung juga masuk dalam program Kementerian

    Pertanian melalui UPSUS oleh Menteri Pertanian. Beberapa Eselon I Lingkup

    Kementerian Pertanian mendukung dalam produksi padi antara lain:

    DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN

    Tabel 4. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Produksi Jagung Ditjen Tanaman Pangan

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. GP-PTT Jagung (Ha) 102.000 11.495 68.044 - -

    2. Perbanyakan Benih Sumber (Ha)

    24 0,12 21 - -

    3. Bantuan Sarana Pascapanen (Unit)

    212 - 90 - -

    4. Pemantapan Penerapan PHT (Ha)

    135 - 90 - -

    Kegiatan pendukung untuk produksi jagung dari Ditjen Tanaman Pangan antara lain

    kegiatan GP-PTT Jagung dengan target 102.000 Ha sampai dengan triwulan II telah

  • 5

    terealisasi sebesar 68.044 Ha (66,71%), kegiatan perbanyakan benih sumber

    dengan target 24 Ha terealisasi sebesar 21 Ha (85,42%), kegiatan bantuan sarana

    pascapanen dengan target 212 unit terealisasi 90 unit atau 42,45% dan kegiatan

    pemantapan penerapan PHT dengan target 135 Ha terealisasi 90 Ha atau 66,67%.

    BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

    Tabel 5. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Produksi Jagung Badan Litbang Pertanian

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Penciptaan varietas unggul jagung (Varietas)

    5 - - - - 50,00

    2. Teknologi tanaman jagung (Teknologi)

    4 - - - - 60,00

    3. Penyediaan benih sumber jagung (BS, FS dan SS) (Ton)

    29 - 10 - - 60,00

    4. Teknologi mekanisasi pertanian tanaman jagung (Teknologi)

    4 - - - - 65,00

    Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa Badan Litbang Pertanian turut serta

    dalam mendukung swasembada jagung dengan kegiataan pendukungnya antara

    lain penciptaan varietas unggul jagung, teknologi tanaman jagung, teknologi

    mekanisasi pertanian tanaman jagung belum ada realisasi namun untuk progresnya

    sudah terlihat dan penyediaan benih sumber jagung (BS, FS dan SS) dengan target

    29 Ton telah terealisasi 10 Ton atau 34,48%.

    2.1.3. Produksi Kedelai

    Indikator kinerja produksi kedelai ditargetkan sebesar 1,2 juta ton pada triwulan II

    sesuai dengan data Angka Ramalan (ARAM) I dari BPS sebesar 0,99 juta ton atau

    82,5%, untuk produksi kedelai masih kurang dari target yang diharapkan, namun

    produksi kedelai masuk dalam program UPSUS oleh Menteri Pertanian. Beberapa

    Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian mendukung dalam produksi padi antara

    lain:

  • 6

    DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN

    Tabel 6. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Produksi Kedelai Ditjen Tanaman Pangan

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. GP-PTT Kedelai (Ha) 350.000 19.285 184.975 - -

    2. Pengembangan Areal Tanam (PAT) Kedelai (Ha)

    431.500 12.686 195.297 - -

    3. Perbanyakan benih sumber (Ha)

    175 - 84 - -

    4. Pemberdayaan penangkar (Ha)

    2.500 - 1.071 - -

    5. Pemantapan penerapan PHT (Ha)

    110 - 70 - -

    Kegiatan pendukung untuk produksi kedelai dari Ditjen Tanaman Pangan adalah

    kegiatan GP-PTT kedelai dengan target 350.000 ha sampai dengan triwulan II sudah

    terealisasi sebesar 184.975 Ha (52,85%), kegiatan Pengembangan Areal Tanam

    (PAT) Kedelai dengan target 431.500 ha terealisasi sebesar 195.297 Ha (45,26%),

    kegiatan perbanyakan benih sumber dengan target 175 Ha terealisasi 84 Ha atau

    48,17%, kegiatan pemberdayaan penangkar dengan target 2.500 Ha terealisasi

    1.071 Ha atau 42,82% dan kegiatan pemantapan penerapan PHT dengan target 110

    Ha terealisasi 70 Ha atau 63,63%.

    BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

    Tabel 7. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Produksi Kedelai Badan Litbang Pertanian

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Penciptaan varietas unggul kedelai (Varietas)

    2 - - - - 50,00

    2. Teknologi tanaman kedelai (Teknologi)

    1 - - - - 60,00

    3. Penyediaan benih sumber kedelai (BS, FS dan SS) (Ton)

    43,3 - 15 - - 60,00

    4. Teknologi mekanisasi pertanian tanaman kedelai (Teknologi)

    4 - - - - 50,00

    Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa Badan Litbang Pertanian turut serta

    dalam mendukung swasembada kedelai dengan kegiataan pendukungnya antara

    lain penciptaan varietas unggul kedelai, teknologi tanaman kedelai, teknologi

    mekanisasi pertanian tanaman kedelai belum ada realisasi namun untuk progresnya

  • 7

    sudah terlihat dan penyediaan benih sumber kedelai (BS, FS dan SS) dengan target

    43,3 ton terealisasi 15 ton atau 34,64%.

    2.1.4. Produksi Gula Tebu

    Indikator kinerja produksi tebu ditargetkan sebesar 2,97 juta ton pada triwulan II

    terealisasi 583.000 ton atau 19,53%. Beberapa Eselon I Lingkup Kementerian

    Pertanian mendukung dalam produksi padi antara lain:

    DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

    Tabel 8. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Produksi Tebu Ditjen Perkebunan Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan

    Pelaksanaan (%)

    TW I TW II TW III TW IV

    1. Bongkar ratoon (Ha) 2.581 210,48 210,48 - - -

    2. Rawat ratoon (Ha) 57.391 6.847,32 7.847,32 - - -

    3. Perluasan tebu (Ha) 6.201 1.153,56 2.353,56 - - -

    4. Pemberdayaan pekebun dan kelembagaan petani tebu (Paket)

    359 43 56 - - -

    5. Operasional TKP dan PLP-TKP (Orang)

    548 82 82 - - -

    6. Pengadaan peralatan - Traktor (Unit) - Dump truck (Unit) - GPS (Unit) - Grab loader (Unit) - Harvester (Unit) - Pompa air (Unit) - Fertilizer applicator (Unit) - Handrefractometer (Unit) - Alat tebang (Unit)

    610 104 351 103 65

    401 69

    354 34

    41

    8 27 10

    8 41

    8 47

    -

    41

    8 77 10

    8 41

    8 54

    -

    - - - - - - - - -

    - - - - - - - - -

    - - - - - - - - -

    7. Pengembangan database tebu online (Paket)

    835 67 71 - - -

    8. Pengawalan dan monitoring evaluasi tebu (Paket)

    108 37 101 - - -

    9. Pendampingan/pengawalan pelaksanaan analisis rendemen tebu petani (Paket)

    9 2 3 - - -

    Berdasarkan pada tabel di atas dapat dilihat, bahwa Ditjen Perkebunan dalam

    mendukung tercapainya peningkatan produksi gula tebu memiliki beberapa kegiatan

    pendukung yang sampai dengan triwulan II sudah ada beberapa kegiatan yang

    terealisasi, yaitu kegiatan bongkar ratoon 8,15%; kegiatan rawat ratoon 13,67%;

    kegiatan perluasan tebu 37,95%; kegiatan pemberdayaan pekebun dan

    kelembagaan petani tebu 15,6%; kegiatan operasional TKP dan PLP-TKP 14,96%;

    kegiatan pengadaan peralatan antara lain traktor 6,72%; dump truck 7,69%; GPS

    21,94%; grab loader 9,71%; harvester 12,31%; pompa air 10,22%; fertilizer

  • 8

    applicator 11,59%; handrefractometer 15,25% dan alat tebang belum terealisasi;

    kegiatan pengembangan database tebu online 8,5%; kegiatan pengawalan dan

    monitoring evaluasi tebu 93,52% dan kegiatan pendampingan/pengawalan

    pelaksanaan analisis rendemen tebu petani 33,33%.

    BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

    Tabel 9. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Produksi Tebu Badan Litbang Pertanian

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Penciptaan VUB bibit tebu (Budset)

    3.000.000 720.000 1.560.000 - -

    2. Teknologi budidaya tanaman tebu (Teknologi)

    27 6 12 - -

    3. Teknologi mekanisasi pertanian tanaman tebu (Teknologi)

    2 - - - - 60,00

    Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa Badan Litbang Pertanian turut serta

    dalam mendukung peningkatan produksi gula dengan kegiataan pendukungnya

    antara lain penciptaan VUB bibit tebu dengan target 3.000.000 budset sudah

    terealisasi 1.560.000 budset (52%), teknologi budidaya tanaman tebu dengan target

    27 teknologi sudah terealisasi 12 teknologi (47,5%) dan kegiatan teknologi

    mekanisasi pertanian tanaman tebu dengan target 2 teknologi belum terealisasi

    tetapi kegiatan telah sampai pada tahapan proses pabrikan baik untuk mesin

    pemanen tebu maupun alat core sampler tebu siap giling.

    2.1.5. Produksi Daging Sapi dan Kerbau

    Target produksi daging sapi dan kerbau sesuai dengan Perjanjian Kinerja

    Kementerian Pertanian 0,44 juta ton daging. Untuk mencapai target tersebut

    diperlukan kontribusi dari beberapa Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian yaitu.

  • 9

    DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

    Tabel 10. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Produksi Daging Sapi dan Kerbau Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Pengembangan usaha budidaya ternak (Kelompok)

    570 9 241 - - -

    2. Optimalisasi IB (Dosis)

    2.104.794 14.101 42.519 - - -

    3. Penyebaran pejantan sapi potong dan kerbau (INKA) (Ekor)

    2.235 - 617 - - -

    4. Gertak birahi dan IB (Ekor)

    691.000 16.738 50.263 - - -

    5. Pengembangan dan pemeliharaan padang penggembalaan dan kebun HPT di UPT (Ha)

    930 152 298 - - -

    6. Penguatan sumber bibit/benih HPT di UPTD dan kelompok (Ha)

    700 60 153 - - -

    7. Pengembangan padang penggembalaan (Ha)

    700 - - - - -

    8. Pemanfaatan lahan ex-tambang untuk pengembangan HPT (Ha)

    700 - - - - -

    9. Pengembangan integrasi tanaman ruminansia (Kelompok)

    638 20 61 - - -

    10. Penanaman dan pengembangan tanaman pakan ternak berkualitas (Stek)

    5.870.000 328.400 632.000 - - -

    11. Pengembangan pakan konsentrat melalui UPP, LP, UBP dan revitalisasi UPP/LP/PPSK (Kelompok)

    88 1 4 - - -

    12. Penguatan pakan sapi perah (Ton)

    6.300 150 350 - - -

    13. Penguatan pakan sapi potong induk (Ton)

    475

    63 80 - - -

    14. Penguatan pakan sapi potong penggemukan (Ton)

    13.530 62 458 - - -

    15. Pengujian mutu pakan di BPMSP, Bvet dan Lab. Pakan Daerah (Sampel)

    8.380 1.439 3.897 - - -

    16. Kesiagaan wabah PHM (Dosis)

    9.380.934 137.611 6.872.558 - - -

  • 10

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    17. Penanggulangan gangguan reproduksi pada sapi/kerbau dan penyakit parasiter (Dosis)

    393.190 7.384 16.751 - - -

    18. Peningkatan produksi vaksin, obat hewan dan bahan biologik (Dosis)

    8.377.775 310.025 5.288.099 - - -

    19. Penyidikan dan pengujian PHM (Dosis)

    265.928 124.259 175.520 - - -

    20. Peningkatan produksi benih (Dosis)

    4.803.800 2.372.269 2.911.922 - - -

    21. Populasi dan produksi bibit (Ekor)

    462.774 230.075 248.767 - - -

    22. Penguatan sapi/kerbau betina bunting (Kelompok)

    195 5 67 - - -

    23. Pengembangan kelompok perbibitan ternak (Kelompok)

    56 - 12 - - -

    24. Penguatan wilayah pembibitan (Paket)

    34 - 5 - - -

    25. Fasilitasi peralatan RPH Ruminansia (Unit)

    23 - - - - -

    26. Monitoring dan surveilans reisdu dan cemaran mikroba (Sampel)

    29.519 5.839 13.964 - - -

    27. Pengembangan kapasitas SDM bidang kesmavet (Orang)

    475 - 69 - - -

    Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa, Ditjen Peternakan dan Kesehatan

    Hewan dalam mendukung peningkatan produksi daging sapi dan kerbau melalui

    beberapa kegiatan pendukung dan sampai dengan triwulan II sudah ada beberapa

    yang terealisasi yaitu: kegiatan pengembangan usaha budidaya ternak 42,28%;

    kegiatan optimalisasi IB 2,02%; kegiatan penyebaran pejantan sapi potong dan

    kerbau (INKA) 27,61%; kegiatan gertak birahi dan IB 7,17%; kegiatan

    pengembangan dan pemeliharaan padang penggembalaan dan kebun HPT di UPT

    32,04; kegiatan penguatan sumber bibit/benih HPT di UPTD dan kelompok 21,86%;

    kegiatan pengembangan integrasi tanaman ruminansia 9,56%; kegiatan penanaman

    dan pengembangan tanaman pakan ternak berkualitas 10,77%; kegiatan

    pengembangan pakan konsentrat melalui UPP, LP, UBP dan revitalisasi

    UPP/LP/PPSK 4,55%; kegiatan penguatan pakan sapi perah 5,56%; kegiatan

    penguatan pakan sapi potong induk 16,84%; kegiatan penguatan pakan sapi potong

  • 11

    penggemukan 3,39%; kegiatan pengujian mutu pakan di BPMSP, Bvet dan Lab.

    Pakan Daerah 46,5%; kegiatan kesiagaan wabah PHM 73,26%; kegiatan

    penanggulangan gangguan reproduksi pada sapi/kerbau dan penyakit parasiter

    4,26%; kegiatan peningkatan produksi vaksin, obat hewan dan bahan biologik

    63,12%; kegiatan penyidikan dan pengujian PHM 66%; kegiatan peningkatan

    produksi benih 60,62%; kegiatan populasi dan produksi benih 53,76%; kegiatan

    penguatan sapi/kerbau betina bunting 34,36%; kegiatan pengembangan kelompok

    perbibitan ternak 21,43%; kegiatan penguatan wilayah pembibitan 14,71%; kegiatan

    monitoring dan surveilans residu dan cemaran mikroba 47,31% dan kegiatan

    pengembangan kapasitas SDM bidang kesmavet 14,53%.

    BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

    Tabel 11. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Produksi Daging Sapi dan Kerbau Badan Litbang Pertanian

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Bibit unggul ternak sapi dan kerbau (Ekor)

    1.000 250 550 - -

    2. Inovasi teknologi pakan ternak sapi dan kerbau (Teknologi)

    2 - 1 - -

    3. Inovasi teknologi budidaya ternak sapi dan kerbau (Teknologi)

    7 - 3 - -

    4. Inovasi teknologi veteriner dan pengendalian penyakit hewan strategis (Teknologi)

    24 3 12 - -

    Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa Badan Litbang Pertanian turut serta

    dalam mendukung peningkatan produksi daging sapi dan kerbau dengan kegiataan

    pendukungnya antara lain bibit unggul ternak sapi dan kerbau dengan target 1.000

    ekor telah terealisasi sebesar 550 ekor (55%), kegiatan inovasi teknologi pakan

    ternak sapi dan kerbau target 2 teknologi realisasi 1 teknologi (50%), inovasi

    teknologi budidaya ternak sapi dan kerbau belum ada realisasi target 7 teknologi

    realisasi 3 teknologi (53,18%) dan kegiatan inovasi teknologi veteriner dan

    pengendalian penyakit hewan strategis dengan target 24 teknologi sudah terealisasi

    12 teknologi (50%).

  • 12

    Kegiatan pendukung lain swasembada padi, jagung dan kedelai serta peningkatan

    produksi daging dan gula dari Ditjen PSP, Badan PPSDM Pertanian dan Badan

    Karantina Pertanian, dengan rincian sebagai berikut.

    DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

    Tabel 12. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai serta Peningkatan Produksi Daging dan Gula Ditjen PSP

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan

    (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Pengelolaan air irigasi untuk pertanian - Pengembangan

    jaringan irigasi (Ha)

    2.600000

    282.548

    1.101.750

    -

    -

    2. Perluasan areal dan pengelolaan lahan pertanian - Pengembangan

    optimasi lahan (Ha) - Pengembangan

    SRI (Ha)

    1.030.000

    200.000

    47.067

    -

    315.086

    6.563

    -

    -

    3. Pengelolaan sistem penyediaan dan pengawasan alat mesin pertanian - Traktor roda 2

    (Unit) - Pompa air (Unit) - Rice transplanter

    (Unit) - Traktor roda 4

    tanaman pangan (Unit)

    26.135

    9.178 5.000

    1.000

    3.814

    1.482 -

    -

    21.813

    6.643 1.540

    327

    -

    - -

    -

    -

    - -

    -

    4. Fasilitasi pupuk dan pestisida - Unit UPPO (Unit) - Urea - SP-36 - ZA - NPK - Organik

    897 4.100.000

    850.000 1.050.000 2.550.000 1.000.000

    - 641.134 173.368 181.373 433.065 104.426

    175 1.697.091

    437.557 454.062

    1.201.549 362.053

    - - - - - -

    - - - - - -

    5. Pelayanan pembiayaan pertanian dan PUAP - Penyaluran dana

    PUAP (Gapoktan)

    3.000

    -

    1.581

    -

    -

    Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, kegiatan pendukung yang berkaitan dengan

    sasaran strategis swasembada padi, jagung dan kedelai serta peningkatan produksi

    daging dan gula dari Ditjen PSP antara lain:

    a. Kegiatan pengelolaan air irigasi untuk pertanian dengan pengembangan jaringan

    irigasi dengan target 2.600.000 Ha, realisasi 1.101.750 Ha (42,38%).

  • 13

    Permasalahan yang terjadi adalah keterbatasan petugas pelaksana kegiatan di

    kabupaten dan provinsi, verifikasi CPCL RJIT dana APBN-P belum seluruhnya

    terpenuhi, pelaksanaan fisik di daerah rawa lebak/pasang surut menunggu kondisi

    air surut dan kemampuan kelompok dalam menyusun RUKK dan desain terbatas.

    Tindak lanjut yang dilakukan adalah Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten

    perlu menambah petugas pelaksana RJIT, percepatan verifikasi CPCL APBN-P

    dan pemberkasan dokumen administrasi, mempercepat pelaksanaan fisik di lahan

    rawa lebak pasang surut dan meningkatkan peran tim teknis/korlap dalam

    pengawalan penyusunan RUKK.

    b. Kegiatan perluasan areal dan pengelolaan lahan pertanian dengan

    pengembangan optimasi lahan target 1.030.000 Ha terealisasi 315.086 Ha

    (30,59%) dan kegiatan pengembangan SRI denga target 200.000 Ha terealisasi

    6.563 Ha (3,28%). Permasalahan yang terjadi adalah adanya penerapan sistem

    penganggaran di KPPN (SPAN) menghambat proses pencairan

    anggaran/realisasi keuangan serta kesulitan dalam penentuan lokasi agar tidak

    tumpang tindih dengan kegiatan lain karena luas bahu lahan yang tersedia

    terbatas. Tindak lanjut yang dilakukan adalah mengadakan sosialisasi dan

    bimbingan terhadap penerapan sistem penganggaran SPAN, sudah dilakukan

    koordinasi dengan daerah mengenai kesanggupan pelaksanaan kegiatan SRI dan

    optimasi lahan untuk selanjutnya proses melalui revisi DIPA.

    c. Kegiatan pengelolaan sistem penyediaan dan pengawasan alat mesin pertanian

    yaitu traktor roda 2 sebanyak 26.135 unit terealisasi 21.813 unit (83,4%), pompa

    air sebanyak 9.178 unit terealisasi 6.643 unit (72,38%), rice transplanter sebanyak

    5.000 unit realisasi 1.540 unit (30,8%) dan traktor roda 4 tanaman pangan

    sebanyak 1.000 unit realisasi 327 unit (32,7%). Permasalahan yang terjadi pada

    kegiatan ini adalah lokasi pengiriman untuk wilayah Indonesia Timur lebih sulit

    dibandingkan wilayah lainny dan proses penyelesaian berita acara serah terima

    barang memerlukan waktu sehingga penyerapan anggaran terlambat. Tindak

    lanjut yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan sumber daya manusia dan

    waktu sebaik-baiknya serta mengingatkan penyedia alsintan untuk bekerja ekstra

    dalam penyaluran alat dan penyerapan anggaran.

    d. Kegiatan fasilitasi pupuk dan pestisida antara lain unit UPPO sebanyak 897 unit

    terealisasi 175 unit (19,51%), urea target 4.100.000 terealisasi 1.697.091

    (41,39%), SP-36 target 850.000 terealisasi 437.557 (51,48%), ZA target

  • 14

    1.050.000 terealisasi 454.062 (43,24%), NPK target 2.550.000 terealisasi

    1.201.549 (47,12%) dan organik target 1.000.000 terealisasi 362.053 (36,21%).

    e. Kegiatan pelayanan pembiayaan pertanian dan PUAP dengan penyaluran dana

    PUAP target 3.000 gapoktan terealisasi 1.581 gapoktan (52,7%).Permasalahan

    yang terjadi adalah realisasi dana PUAP masih relatif rendah, karena

    terlambatnya dokumen yang datang dari daerah ke sekretariat PUAP, tim teknis

    PUAP Kabupaten/Kota masih banyak yang belum melakukan pemberkasan

    dokumen dari DNS yang sudah diterbitkan dan belum semua anggota aspirasi

    masyarakat menyampaikan usulan desa/gapoktan PUAP ke Kementerian

    Pertanian sehingga target DNS belum tercapai. Tindak lanjut yang dilakukan

    adalah akan menerbitkan Kepmentan Desa dan Gapoktan PUAP tahap ke XI

    sebanyak 100 desa/gapoktan, melakukan percepatan pemberkasan dokumen

    dengan melakukan koordinasi antara tim PUAP Pusat dengan tim PUAP Provinsi

    serta melakukan verifikasi dokumen secara langsung ke daerah dan melakukan

    koordinasi dengan aspirasi masyarakat untuk segera mengusulkan

    desa/gapoktan PUAP.

    Gambar 1. Rice Transplanter

  • 15

    BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

    PERTANIAN

    Tabel 13. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai serta Peningkatan Produksi Daging dan Gula Badan PPSDM Pertanian

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Kelembagaan petani yang meningkat kapasitasnya (Unit)

    5.256 278 1.112 - - -

    2. Kelembagaan penyuluhan yang meningkat kapasitasnya (Unit)

    4.671 299 1.195 - - -

    3. Penyuluh pertanian yang meningkat kinerjanya (Orang)

    69.354 6.859 27.435 - - -

    4. SDM lulusan pendidikan tinggi dan menengah pertanian yang memenuhi standar kompetensi kerja (Orang)

    21.434 2.171 8.683 - - -

    5. SDM pertanian yang tersertifikasi profesi bidang pertanian (Orang)

    2.700 150 600 - - -

    6. Aparatur pertanian dan non aparatur pertanian yang memenuhi standar kompetensi kerja (Orang)

    27.703 3.937 15.747 - - -

    7. Kelembagaan pelatihan, pendidikan tinggi, pendidikan menengah dan profesi pertanian yang meningkat kapasitasnya (Unit)

    144 18 71 - - -

    8. Materi penyuluhan yang dikembangkan dan dihasilkan (Paket)

    7.359 384 1.536 - - -

    9. Pengawalan dan pendampingan penyuluh di sentra produksi yang meningkat kualitasnya (WKPP)

    12.752 823 3.290 - - -

    Sampai dengan triwulan II kegiatan sudah banyak yang terealisasi dan di lapang

    tidak ada permasalahan yang terjadi, diharapkan sampai dengan triwulan IV dapat

    terealisasi 100% untuk semua kegiatan.

  • 16

    BADAN KARANTINA PERTANIAN

    Tabel 14. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai serta Peningkatan Produksi Daging dan Gula Badan Karantina Pertanian

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Sertifikasi karantina tumbuhan (Bulan)

    12 3 6 - - -

    2. Sertifikasi karantina hewan (Bulan)

    12 3 6 - - -

    Sertifikasi karantina tumbuhan (KT) per 30 Juni 2015 antara lain:

    a. Impor 48.156 kali

    b. Ekspor 66.172 kali

    c. Domestik masuk 66.297 kali

    d. Domestik keluar 125.633 kali

    Terdeteksi positif dan tertangkal OPTK pada jagung, padi, kedelai dan komoditas

    tumbuhan lainnya yaitu:

    a. Peronospora manshurica

    b. Pseudomonas syringae pv. syiringae

    c. Clavibacter michiganensis pv michiganensis

    d. Strawberry latent ringspot nepvirus (SLRSV)

    e. Bulkholderia glumae

    f. Tilletia indica

    g. Tilletia tritici

    Sertifikasi karantina hewan (KH) per 30 Juni 2015 antara lain:

    a. Impor 18.382 kali

    b. Ekspor 10.527 kali

    c. Domestik masuk 88.103 kali

    d. Domestik keluar 127.302 kali

    Terdeteksi positif dan tertangkal HPHK pada sapi:

    a. Avian influennza

    b. Anaplasmosis

    c. Brucellosis

  • 17

    d. Theileriosis

    e. Paratuberculosis

    f. BVD

    g. IBR

    2.2. Sasaran Strategis 2: Peningkatan Diversifikasi Pangan

    Indikator kinerja untuk sasaran strategis peningkatan diversifikasi pangan hanya ada

    satu yaitu skor pola pangan harapan yang berdasarkan pada PK Kementerian

    Pertanian 2014 ditargerkan sebesar 84,1. Beberapa Eselon I Lingkup Kementerian

    Pertanian yang mendukung hal tersebut antara lain.

    BADAN KETAHANAN PANGAN

    Badan Ketahanan Pangan (BKP) dalam mendukung sasaran strategis peningkatan

    diversifikasi pangan telah melakukan Pemantauan Konsumsi Pangan Wilayah dan

    Workshop Konsumsi Pangan.

    Untuk data konsumsi (energi, PPH dan protein) tergantung pada data susenas tahun

    2015 yang akan keluar di akhir tahun 2015 (triwulan IV).

    BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

    Badan Litbang Pertanian dalam mendukung sasaran strategis peningkatan

    diversifikasi pangan dengan kegiatan model bioindustri sagu dan jagung mendukung

    kemandirian pangan dengan target 2 model dengan kemajuan pelaksanana 48%.

    2.3. Sasaran Strategis 3: Peningkatan Komoditas Bernilai Tambah, Berdaya

    Saing dalam Memenuhi Pasar Ekspor dan Substitusi Impor

    Peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam memenuhi pasar

    ekpor dan substitusi impor dengan kegiatan dari beberapa Eselon I yang terkait

    adalah sebagai berikut.

  • 18

    DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

    Tabel 15. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Pertumbuhan Volume Ekspor Produk Pertanian Utama Ditjen Perkebunan

    Kegiatan Pendukung Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Pengembangan tanaman kopi (Ha)

    34.150 2.732 8.538 - - -

    2. Pengembangan tanaman teh (Ha)

    3.215 193 804 - - -

    3. Pengembangan tanaman kakao (Ha)

    184.910 14.793 46.228 - - -

    4. Pengembangan tanaman lada (Ha)

    10.580 635 2.645 - - -

    5. Pengembangan tanaman cengkeh (Ha)

    9.770 586 2.443 - - -

    6. Pengembangan tanaman pala (Ha)

    10.775 647 2.694 - - -

    7. Pengembangan tanaman tebu (Ha)

    66.163 3.970 6.616 - - -

    8. Pengembangan tanaman nilam (Ha)

    100 6 10 - - -

    9. Pengembangan tanaman kapas (Ha)

    7.630 458 763 - - -

    10. Pengembangan tanaman karet (Ha)

    19.990 1.199 5.997 - - -

    11. Pengembangan tanaman kelapa (Ha)

    35.650 2.139 10.695 - - -

    12. Pengembangan tanaman kelapa sawit (Ha)

    7.240 434 2.172 - - -

    13. Pengembangan tanaman jambu mete (Ha)

    1.700 102 510 - - -

    14. Pengembangan tanaman sagu (Ha)

    1.100 66 110 - - -

    DIREKTORAT JENDERAL PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL

    PERTANIAN (PPHP)

    Tabel 16. Pemantauan Capaian Indikator Kinerja Peningkatan Komoditas Bernilai Tambah, Berdaya Saing Dalam Memenuhi Pasar Ekspor dan Substitusi Impor Ditjen PPHP

    Indikator Kinerja Target Realisasi Kemajuan Pelaksanaan (%) TW I TW II TW III TW IV

    1. Pertumbuhan volume ekspor produk pertanian utama (%)

    10 8,82 35,15 - -

    2. Pertumbuhan volume impor produk pertanian utama substitusi impor (%)

    -5 5,86 -13,69 - -

  • 19

    Pertumbuhan volume ekspor produk pertanian utama telah sangat melampaui target

    10% yaitu 35,15% dan juga untuk pertumbuhan volume impor produk pertanian

    utama substitusi impor melampaui target -5% telah mencapai -13,69%.

    BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

    Dalam sasaran strategis peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing

    dalam memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor yaitu pada indikator kinerja

    pertumbuhan volume ekspor produk pertanian utama, kegiatan pendukungnya

    adalah teknologi pengembangan produk diversifikasi olahan biji kakao dengan target

    2 teknologi dengan kemajuan pelaksanaan 50%.

    Sasaran Strategis 4: Peningkatan Pendapatan Keluarga Petani

    Indikator kinerja untuk sasaran empat peningkatan pendapatan keluarga petani

    adalah dilihat dari PDB pertanian (sempit)/tenaga kerja pertanian, dimana sesuai

    dengan PK Kementerian Pertanian 2015 ditargetkan sebesar Rp 8,30 Juta. Sampai

    dengan triwulan 1 realisasi mencapai Rp 1,23 juta dimana penghitungan realisasi

    pendapatan tergantung dari ketersediaan data BPS.

  • 20

    III. PENUTUP

    Tabel 17. Pemantauan PK Kementerian Pertanian 2015 Triwulan II No. Sasaran

    Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Kemajuan

    Pelaksanaan (%)

    Vol %

    1 Swasembada padi, jagung dan kedelai serta peningkatan produksi daging dan gula

    1. Produksi Padi (Juta Ton GKG)

    2. Produksi Jagung (Juta Ton Pipilan Kering)

    3. Produksi Kedelai (Juta Ton)

    4. Produksi Gula Tebu (Juta Ton Hablur)

    5. Produksi Daging Sapi dan Kerbau (Juta Ton Daging)

    73,40

    20,31

    1,20

    2,97

    0,44

    75,55

    20,66

    0,99

    0,58

    -

    102,93

    101,72

    82,50

    19,53 -

    -

    -

    -

    -

    33,40

    2 Peningkatan diversifikasi pangan

    Skor Pola Pangan Harapan 84,1 - - 25,00

    3 Peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor

    1. Pertumbuhan volume ekspor produk pertanian utama (%)

    2. Pertumbuhan volume impor produk pertanian utama substitusi impor (%)

    10,00

    -5,00

    35,15

    -13,69

    351,50

    273,80

    -

    -

    4 Peningkatan pendapatan keluarga petani

    PDB Pertanian (sempit)/tenaga kerja pertanian (Rp Juta)

    8,30 1,23 14,82 -

    Berdasarkan pada tabel di atas dapat dilihat bahwa pada triwulan II tahun 2015

    target yang telah dibebankan sesuai dengan Perjanjian Kinerja Kementerian

    Pertanian Tahun 2015 adalah, untuk sasaran strategis swasembada padi, jagung

    dan kedelai serta peningkatan produksi daging dan gula dengan beberapa indikator

    kinerja sebagai berikut, untuk produksi padi sesuai dengan Angka Ramalan I BPS

    sebesar 75,55 juta ton, produksi jagung sesuai Angka Ramalan I BPS sebesar 20,66

    juta ton, produksi kedelai sesuai dengan Angka Ramalan I BPS sebesar 0,99 juta

    ton. Produksi gula tebu sudah terealisasi sebesar 0,58 juta ton dan untuk produksi

    daging sapi dan kerbau kemajuan pelaksanaan sebesar 33,4%.

    Sasaran strategis peningkatan diversifikasi pangan dengan indikator kinerja skor

    Pola Pangan Harapan (PPH) dengan target 84,1 sampai dengan triwulan II sudah

    terjadi kemajuan pelaksanaan kegiatan sebesar 25%. Hal ini dikarenakan data

  • 21

    konsumsi (energi, PPH dan protein) tergantung pada data susenas tahun 2015 akan

    keluar di akhir tahun 2015 (triwulan IV).

    Sasaran strategis peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam

    memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor dengan indikator sebagai berikut:

    pertumbuhan volume ekspor produk pertanian utama dengan target 10% sampai

    dengan triwulan II sudah terealisasi 35,15%, untuk pertumbuhan volume impor

    produk pertanian utama substitusi impor dengan target -5% terealisasi -13,69%.

    Sasaran strategis peningkatan pendapatan keluarga petani dengan indikator kinerja

    PDB pertanian (sempit)/tenaga kerja pertanian dengan target Rp. 8,30 juta sudah

    terealisasi sebesar Rp. 1,23 juta.