bagaimana dok

Click here to load reader

Post on 24-May-2015

1.296 views

Category:

Documents

12 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1. BAGAIMANA DOKTERBERFIKIR, BEKERJADAN MENAMPILKAN DIRI Dr H Tatang Kartawan 2008ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 12006

2. PENGANTAR BEBERAPA PENGERTIAN Etika (moral phylosophy) adalah bagian darifilsafat yang berkaitan dengan nilai-nilaikemanusiaan, yang mempelajari arti istilahmoral dan teori mengenai perilaku sertakebaikan. Filsafat (Gr: love of wisdom) adalah cabangilmu yang mencakup Metafisika (hakikatkehidupan), Epistemologi (teori ilmu), Logika(yang mempelajari inferens yang valid) danEtika (Gr: ethos, adat/kebiasaan, Lat: mores,kelakuan lahir seseorang, Indonesia: etika,kesusilaan). ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 2 2006 3. PENGANTAR BEBERAPA PENGERTIAN Jadi pengertian Etika dapat dirumuskansebagai Mores of the Community(Kesopanan Masyarakat) dan Ethics of thePeople (Ahlak Manusia). Etika Kedokteran mencakup Etika JabatanKedokteran (Medical Ethics) dan EtikaAsuhan Kedokteran (Ethics of MedicalCare).ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 32006 4. 1. Etika (Jabatan) Kedokteran Pengertiean etika disini cenderung kearah mores, Mencakup permasalahan mengenai perilakudokter terhadap sejawatnya, pembantunya danorang-orang. Setiap profesi memiliki etikanya sendiri-sendiri, contohnya : jurnalis, hakim, jaksa, pengacara, dokter, dll.2. Etika Asuhan Kedokteran Pengertian etika disini cenderung kearah ethos, tetapi bagaimanapun juga kedua pengertian(mores dan ethos) sangat berkaitan erat sekali. ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN4 2006 5. Pengertian Etika berkaitan dengan :1. Sistem nilai yaitu nilai moral dan norma tuntunan orang-orang atau suatu masyarakat yang mengatur perilaku mereka.2. Kode etik, yaitu seperangkat prinsip moral atau nilai.3. Ilmu tentang kebaikan dan keburukan. Pengertian Moral. Secara etimologik istilah moral memiliki pengertianserupa dengan etika, meskipun mereka berasal daribahasa yang berbeda. Pengertian Amoral artinya melawan nilai-nilai moralyang berlaku atau melawan norma yang digunakanoleh suatu masyarakat. ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 5 2006 6. MORAL DAN AGAMATak dipungkiri lagi bahwa Agama memiliki hubungan eratdengan Moral : Sehari-hari agama mendorong niat untuk selalu berbuatkebajikan atau berperilaku yang bermoral. Perilaku yang dianjurkan dan perilaku yang dilarangdidasarkan pada perintah dan larangan agama. Pernyataan Saya seorang penganut agama dan agamasaya melarang saya berbuat itu sering diucapkan. Setiap agama mengajarkan ahlak (moral) untukdipergunakan sebagai tuntunan hidup bagi setiappenganutnya. ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 6 2006 7. MORAL DAN AGAMA Berhagai agama yang berbeda memiliki doktrin tentangmoral yang sedikit berbeda, namun secara umum tidaksignifikan. Iman tidak selalu dapat dibuktikan (rasional), tetapi diyakini,iman berasal dari Tuhan (Allah). Hubungan antara agama dan etika keduanya memberimotivasi dan inspirasi agar pengikutnya mematuhi nilai-nilaidan norma-norma yang telah diterima/disepakati.ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN72006 8. MORAL DAN HUKUM Seperti hubungan antara moral dan agama,juga hubungan yang serupa terjadi antara moraldan hukum. Hukum memerlukan moral.. Pada zaman RomawiI ada pepatah Quid legessine moribus yang berarti Apalah artinyahukum apabila tanpa moralitasETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 82006 9. MORAL DAN HUKUM Hukum kurang bermakna apabila tidak dijiwai moralitas,tanpa moralitas hukum hanyalah nonsense belaka. Di sisi lain moral juga memerlukan hukum, moralmungkin hanya impian belaka apabila tidak dirumuskandengan tegas dan jelas dan sekaligus dilembagakandalam masyarakat sama seperti hukum. Sebagai kosekwensinya hukum dapat mendorongmoralitas dan dampak sosialnya.Menghormati milik orang lain, sebagai contoh, adalahsatu dari prinsip-prinsip moral terpenting yang nantinyamengarah pada jaminan hak atas kekayaan intelektual.ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 92006 10. PERBANDINGAN ETIKA DAN HUKUM (1) Persamaannya : Berisi aturan, petunjuk, keharusan dan larangan Adayang tertulis maupun yang tidak tertulisETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 102006 11. PERBANDINGAN ETIKA DAN HUKUM (2)PERBEDAANNYA ETIKA HUKUMKEDOKTERAN KEDOKTERANTerjadinyaTradisi yang Dibuat oleh Negaradiwariskan dariatau Institusigenerasi ke generasi KenegaraanKepentingan Kelompok profesi PublikTujuanMenjaga/memelihara Melindungimartabat dan masyarakatkehormatanCiri-ciri Lebih bersifat statis, Lebih bersifatfleksibel dandinamis dan rigidhimbauanETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 112006 12. PERBEDAAN ETIKA DAN HUKUM (3)PERBEDAANNYA ETIKA HUKUMKEDOKTERAN KEDOKTERANLama berlakunya Relatif lebih lama Relatif berubah lebih cepatSanksiSanksi moral Sanksi hukumSanksi psikologis(pidana/perdata)Sanksi sosial-> Hukum badanSanksi spiritual (kurungan, denda)(Sanksi dijatuhkan -> Ganti rugioleh Kelompok-> Administratif (ijinProfesi -> MKEK) dicabut) => dijatuh- kan oleh MDTKProsedurDiajukan kepadaDiajukan oleh yangPelanggaran Kelompok Profesi dirugikan atau oleh MDTK dan juga MKEKETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 122006 13. PERMASALAHAN ETIKA KEDOKTERAN DI INDONESIAPermasalahan yang berkembang dalam etikaadalah Penyimpangan Etika, yaitu evaluasi yangdidasarkan pada apa yang benar dan apa yangsalah. Sebagai konsekwensinya, persepsi ini menjadisangat sulit dan kompleks karena persepsi selaluditafsirkan berbeda tergantung dari sudutpandangnya. ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN13 2006 14. PERMASALAHAN ETIKA KEDOKTERANDI INDONESIAMengacu pada Tantangan Etika Kedokteran diIndonesia (Samil,2001), ada beberapa butirperhatian : Apa yang termasuk pada Kebaikan dan apa yangtermasuk pada Keburukan. Apa yang termasuk pada Kebijaksanaan dan apayang termasuk pada Kejahatan. Apa yang diinginkan dan apa yang tidak. ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN14 2006 15. Selanjutnya, ada tiga faktor penyebab yangdapat mengembangkan Etika Kedokteran : 1. Penelitian. 2. Kemajuan Ilmu dan Teknologi Kedokteran. 3. Krisis moral yang mendasar dapatmerupakan dilema dalam mengambilkeputusan. ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN15 2006 16. Sesungguhnya permasalahan etika tidak berdirisendiri, diantaranya ada permasalahan : 1. Hubungan dokter-dokter. 2. Hubungan dokter-pasien. 3. Produser (pabrik) alat-alat kesehatan. 4. Hukum atau Peraturan tentang Kesehatanyang sangat ketat yang membuat paradokter ragu-ragu untuk bertindak. ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN16 2006 17. Menyelamatkan Jiwa adalah perilakuetika yang baik, namun kualita hidupmana yang harus diselamatkan?Hidup yang berkuatitas, sudah tentu,membutuhkan biaya tinggi; lalubagaimana selanjutnya?Pertimbangan-pertimbangan ini bisamembawa para dokter menuju konflikdiantara mereka sendiri.ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 172006 18. Permasalahan lain yang tidak kalah pentingnya adalah sbb : Pluralisme bangsa dengan berbagai karakterdan budaya. Distribusi Pelayanan Kesehatan yang belummerata. Kecenderungan penyimpangan etika. Penyimpangan dalam informed consent. Penyimpangan rekam medik. Penyimpangan dalam Penelitian.ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN182006 19. HIPPOCRATES(460-377 sM) Lahir di Pulau Cos Yunani Ayahnya seorang dokter Yunani Bapak Ilmu Kedokteran Sering bepergian ke pelosok Yunani danAsia Kecil untuk berpraktek dokter danmengajar Karyanya Corpus Hippocraticum danHippocratic OathETIKA-HUKUM KEDOKTERAN192006 20. HIPPOCRATES (2) Corpus Hippocraticum (mungkin bukan karyanyasendiri) berupa rangkuman PerpustakaanSekolah Kedokteran Cos 60 karya ditulis dunia kedokteran atas namanyauntuk menghormatinya (abad 2 10 M) Meliputi Anatomi, Pokok-pokok Klinis,Penyakit wanita dan anak, Prognosis,Pengobatan dengan Diet dan Obat, Pembedahandan Etika KedokteranETIKA-HUKUM KEDOKTERAN202006 21. HIPPOCRATES (3) Hippocratic Oath merupakan petunjukperilaku dokter sepanjang zaman Dipakai dalam penyumpahan dokter diseluruh dunia Hippocrates oleh Plato disebut sbgAsclepiad dari Cos, karena iamenggunakan filsafat untuk mempelajariIlmu KedokteranETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 212006 22. HIPPOCRATES (4) Tubuh manusia holistic sebagai suatuorganisma Penyakit disebabkan sisa makanan yangtidak dicerna yg menyebabkan bau 5 abad kemudian Seranus (seorang dokterYunani) menulis biografinya, tetapibernada imaginatif Wafat 377 sM di LarissaETIKA-HUKUM KEDOKTERAN222006 23. SUMPAH DOKTER THE HIPPOCRATIC OATH (1) (Dorlands Med.Dict. 1988) I swear by Apollo the Physician, byAesculapius, Hygenia and Panacea, and I taketo witness all the gods and all the godesses tokeep according to my ability and my judgementthe following Oath To consider dear to me as my parents him whotaught me this art; to live in common with himand if necessary to share my goods with him; tolook upon his children as my own brother, toteach them this art if they so desire without feeor written promise ; ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN23 2006 24. THE HIPPOCRATIC OATH (2) to impart to my sons and the sons of the master who taught me and the disciples who have enrolled themselves and have agreed to the rules of the profession, but to these alone, the precepts and the instruction, I will prescribe regiment for the good of my patients according to my ability and my judgement and never do harm to anyone ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN24 2006 25. THE HIPPOCRATIC OATH (3) To please no one will I prescribe adeadly drug, nor give advice which maycause his death Nor will I give a woman a pessary toprocure abortion, but I will preserve thepurity of my life and my art I will not cut for stone, even for patientsin whom the disease is manifest; I willleave this operation to be performed bypractitioners (specialists in this art) ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 25 2006 26. THE HIPPOCRATIC OATH (4) In every house where I come I will enteronly for the good of my patients, keepingmyself far from all intentional ill-doingand all seduction, and especially from thepleasures of love with woman or withmen, be they free or slaves ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN26 2006 27. THE HIPPOCRATIC OATH (5) All that may come to my knowledge inthe exercise of my profession or outsideof my profession or in daily commercewith men, which ought not to be spreadabroad, I will keep secret and will neverreveal ETIKA-HUKUM KEDOKTERAN 27 2006 28. HIPPOCRATIC OATH (6) If I kee