bab 3 ham kls x

23
BAB 3 BAB 3 UPAYA PEMAJUAN, UPAYA PEMAJUAN, PENGHORMATAN, DAN PENGHORMATAN, DAN PERLINDUNGAN HAM PERLINDUNGAN HAM

Upload: hendrastuti-retno

Post on 22-Jun-2015

19.464 views

Category:

Education


9 download

DESCRIPTION

Rangkuman materi Bab 3 Kelas X

TRANSCRIPT

Page 1: Bab 3 ham kls x

BAB 3BAB 3

UPAYA PEMAJUAN, UPAYA PEMAJUAN, PENGHORMATAN, DAN PENGHORMATAN, DAN PERLINDUNGAN HAMPERLINDUNGAN HAM

Page 2: Bab 3 ham kls x

3.3. Standar Kompetensi : Manampilkan peran Standar Kompetensi : Manampilkan peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan dan serta dalam upaya pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAMperlindungan HAM

3.13.1 Kompetensi Dasar :Kompetensi Dasar :

Menganalisis upaya pemajuan, penghormatan, Menganalisis upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAMdan penegakan HAM

INDIKATOR :INDIKATOR :

1)1) Mendeskripsikan upaya Mendeskripsikan upaya pemajuan HAMpemajuan HAM

2)2) Mendeskripsikan upaya Mendeskripsikan upaya penghormatan penghormatan HAMHAM

3)3) Menjelaskan penegakkan HAM nasionalMenjelaskan penegakkan HAM nasional

Page 3: Bab 3 ham kls x

PENGERTIAN HAMPENGERTIAN HAM John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-

hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. (Mansyur Effendi, 1994).(Mansyur Effendi, 1994).

Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusiaserta perlindungan harkat dan martabat manusia.”.”

Page 4: Bab 3 ham kls x

A. Upaya Pemajuan, Penghormatan A. Upaya Pemajuan, Penghormatan dan Penegakan HAMdan Penegakan HAM

I. Upaya pemajuan HAM :I. Upaya pemajuan HAM : Upaya bangsa Indonesia untuk memajukan HAM Upaya bangsa Indonesia untuk memajukan HAM

salah satunya dengan cara masuknya Indonesia salah satunya dengan cara masuknya Indonesia dalam dalam Keanggotaan komisi HAM PBB Keanggotaan komisi HAM PBB Tahun 1991Tahun 1991

Adanya Tap MPR No. XVII/MPR/1998 TTG HAMAdanya Tap MPR No. XVII/MPR/1998 TTG HAM Adanya Keppres No. 50 Tahun 1993 ttg Adanya Keppres No. 50 Tahun 1993 ttg

Pembentukan Komisi Nasional HAM (Komnas Pembentukan Komisi Nasional HAM (Komnas HAM)HAM)

Page 5: Bab 3 ham kls x

TUGAS KOMNAS HAMTUGAS KOMNAS HAM

1.Menyebarluaskan wawasan nasional dan 1.Menyebarluaskan wawasan nasional dan internasional ttg HAMinternasional ttg HAM

2.Mengkaji instrumen PBB ttg HAM2.Mengkaji instrumen PBB ttg HAM3.Mamantau, menyelidiki pelaksanaan HAM, 3.Mamantau, menyelidiki pelaksanaan HAM,

serta memberikan pendapat, pertimbangan serta memberikan pendapat, pertimbangan dan saran kpd instansi pemerintah ttg dan saran kpd instansi pemerintah ttg pelaksanaan HAMpelaksanaan HAM

4.Mengadakan kerja sama regional dan 4.Mengadakan kerja sama regional dan internasional di bidang HAMinternasional di bidang HAM

Page 6: Bab 3 ham kls x

II. Upaya Penghormatan HAMII. Upaya Penghormatan HAMSila-sila dalam pancasila mengandung nilai-Sila-sila dalam pancasila mengandung nilai-nilai penghormatan terhadap HAMnilai penghormatan terhadap HAM ::

1.1.Pengakuan harkat martabat manusia Pengakuan harkat martabat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

2.2.Pengakuan bahwa kita sederajat tanpa Pengakuan bahwa kita sederajat tanpa membedakan Agama, ras, jenis kelamin dllmembedakan Agama, ras, jenis kelamin dll

3.3.Mengembangkan sikap mencintai sesama Mengembangkan sikap mencintai sesama manusia.manusia.

4.4.Mengembangkan sikap berani membela Mengembangkan sikap berani membela kebenaran dan keadilan.kebenaran dan keadilan.

Page 7: Bab 3 ham kls x

III. PENEGAKKAN HAM DI INDONESIAIII. PENEGAKKAN HAM DI INDONESIA Perundang-undang HAM diatur Perundang-undang HAM diatur

dalam :dalam :UUD 1945, HAM diatur pada pasalUUD 1945, HAM diatur pada pasal : :

Pasal 27 ayat 1 : persamaan bidang hukum dan Pasal 27 ayat 1 : persamaan bidang hukum dan pemerintahanpemerintahan

Pasal 27 ayat 2: bebas mendapat pekerjaan dan Pasal 27 ayat 2: bebas mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaanpenghidupan yang layak bagi kemanusiaan

Pasal 28 : kebebasan berpendapatPasal 28 : kebebasan berpendapat Pasal 29 : Kebebasan beragamaPasal 29 : Kebebasan beragama Pasal 30 : Bela negaraPasal 30 : Bela negara Pasal 31 : PendidikanPasal 31 : Pendidikan Pasal 32 : KebudayaanPasal 32 : Kebudayaan Pasal 33 : PerekonomianPasal 33 : Perekonomian Pasal 34 : fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara Pasal 34 : fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara

oleh negaraoleh negara

Page 8: Bab 3 ham kls x

Selain dalam UUD 1945, diatur juga dalam :Selain dalam UUD 1945, diatur juga dalam :

1. 1. UU No.39 Tahun 1999 tentang Hak UU No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Asasi Manusia (HAM)Manusia (HAM)

2. 2. UU No. 26 Tahun 2000 tentang UU No. 26 Tahun 2000 tentang Peradilan Peradilan HAMHAM

3. Tahun 1998/1999 : Convention on 3. Tahun 1998/1999 : Convention on Economic Social and Culture RightEconomic Social and Culture Right

4. Tahun 2002/20034. Tahun 2002/2003

Convention on Civil and Political RightConvention on Civil and Political Right

Page 9: Bab 3 ham kls x

QUIZQUIZ

1.1. Apa yang dimaksud dengan HAM menurut Apa yang dimaksud dengan HAM menurut John LockeJohn Locke

2.2.

Page 10: Bab 3 ham kls x

Penegakan HAM DI Indonesia Penegakan HAM DI Indonesia melalui Peradilanmelalui Peradilan

A. Kedudukan dan kewenangan Peradilan HAMA. Kedudukan dan kewenangan Peradilan HAM1. Kedudukan 1. Kedudukan

Pengadilan HAM adalah pengadilan khusus Pengadilan HAM adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran HAM berat yang berada di terhadap pelanggaran HAM berat yang berada di lingkungan peradilan umumlingkungan peradilan umum2. Lingkup kewenangan peradilan HAM2. Lingkup kewenangan peradilan HAM

Pasal 4 UU No.26 Tahun 2000 menyatakan Pasal 4 UU No.26 Tahun 2000 menyatakan “ Pengadilan HAM bertugas dan berwenang “ Pengadilan HAM bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran memeriksa dan memutus perkara pelanggaran HAM berat”HAM berat”

Page 11: Bab 3 ham kls x

Contoh pelanggaran berat :Contoh pelanggaran berat :

GenosidaGenosida adalah setiap perbuatan yang adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis dan kelompok agamaras, kelompok etnis dan kelompok agama. .

Kejahatan kemanusiaanKejahatan kemanusiaan

Page 12: Bab 3 ham kls x

Al Qur’an : Surat Albaqoroh(2) Al Qur’an : Surat Albaqoroh(2) ayat 190ayat 190

““Dan perangilah di jalan Allah orang-orang Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan kamu yang memerangi kamu, tetapi jangan kamu melampaui batas, karena sesungguhnya melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tdk menyukai orang-orang yang Allah tdk menyukai orang-orang yang melampaui batas.”melampaui batas.”

Page 13: Bab 3 ham kls x

B. Tahap-tahap Penyelidikan, B. Tahap-tahap Penyelidikan, Penangkapan dan PenahananPenangkapan dan Penahanan

1.1. PenyelidikanPenyelidikanPasal 1 UU No.26 Tahun 2000, Pasal 1 UU No.26 Tahun 2000, Penyelidikan:”Serangkaian tindakan Penyelidikan:”Serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan penyelidik untuk mencari dan menemukan ada tidaknya suatu peristiwa yang diduga ada tidaknya suatu peristiwa yang diduga merupakan pelanggaran HAM berat guna merupakan pelanggaran HAM berat guna ditindaklanjuti dengan penyidikan sesuai ditindaklanjuti dengan penyidikan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang”.undang-undang”.

Page 14: Bab 3 ham kls x

2. 2. PenyidikanPenyidikan

Apabila dianggap cukup bukti-bukti permulaan Apabila dianggap cukup bukti-bukti permulaan atau memenuhi unsur-unsur tindak pidana atau memenuhi unsur-unsur tindak pidana pelanggaran HAM, maka dilakukan penyidikan / pelanggaran HAM, maka dilakukan penyidikan / Penindakan terhadap peristiwa tersebut.Penindakan terhadap peristiwa tersebut.

3.3. Penangkapan dan PenahananPenangkapan dan Penahanan

Apabila penyidik mempunyai dugaan keras Apabila penyidik mempunyai dugaan keras disertai bukti-bukti permulaan yang cukup maka disertai bukti-bukti permulaan yang cukup maka penyidik dapat melakukan penangkapan penyidik dapat melakukan penangkapan terhadap tersangka.terhadap tersangka.

Page 15: Bab 3 ham kls x

c. Pemeriksaan di sidang pengadilanc. Pemeriksaan di sidang pengadilan

1.1. Acara PemeriksaanAcara PemeriksaanPasal 27 UU No.26 Tahun 2000 :Pasal 27 UU No.26 Tahun 2000 :“ “ Perkara pelanggaran ham yang berat diperiksa dan Perkara pelanggaran ham yang berat diperiksa dan diputus oleh pengadilan hak asasi manusia …”diputus oleh pengadilan hak asasi manusia …”

2.2. PenuntutanPenuntutanPenuntutan perkara pelanggaran HAM berat dilakukan Penuntutan perkara pelanggaran HAM berat dilakukan oleh Jaksa Agung sebagaimana dimaksud dalam pasal oleh Jaksa Agung sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 sebagai berikut23 sebagai berikuta. Penuntutan perkara pelanggaran hak asasi yang berat a. Penuntutan perkara pelanggaran hak asasi yang berat

dilakukan oleh Jaksa Agungdilakukan oleh Jaksa Agungb. Jaksa Agung dapat mengangkat Penuntut Umum Ad b. Jaksa Agung dapat mengangkat Penuntut Umum Ad

Hoc yang terdiri dari unsur pemerintah maupun Hoc yang terdiri dari unsur pemerintah maupun masyarakatmasyarakat

Page 16: Bab 3 ham kls x

3. Ketentuan Pidana3. Ketentuan Pidanadiatur di dalam Bab 7 Undang-undang diatur di dalam Bab 7 Undang-undang No.26 Tahun 2000, yaitu sebagai berikut :No.26 Tahun 2000, yaitu sebagai berikut :Pasal 36, menyatakan bahwa :Pasal 36, menyatakan bahwa :

“ “ Setiap orang yang melakukan Setiap orang yang melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a, b, c, d, dan e dipidana Pasal 8 huruf a, b, c, d, dan e dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling seumur hidup atau pidana penjara paling lama 25 (dua puluh lima) tahun paling lama 25 (dua puluh lima) tahun paling singkat 10(sepuluh)tahun”.singkat 10(sepuluh)tahun”.

Page 17: Bab 3 ham kls x

D. Perlindungan Korban Pelanggaran HAMD. Perlindungan Korban Pelanggaran HAM

Korban dan saksi dalam pelanggaran ham berat Korban dan saksi dalam pelanggaran ham berat wajib mendapat perlindungan baik fisik maupun wajib mendapat perlindungan baik fisik maupun mental dari ancaman, gangguan, teror dan mental dari ancaman, gangguan, teror dan kekerasan dari pihak manapun. Perlindungan ini kekerasan dari pihak manapun. Perlindungan ini harus dilakukan oleh aparat penegak hukum dan harus dilakukan oleh aparat penegak hukum dan aparat keamanan secara Cuma-Cuma.aparat keamanan secara Cuma-Cuma.

Kepada ahli waris dapat diberikan kompensasi Kepada ahli waris dapat diberikan kompensasi (imbalan yang diberikan oleh negara karena (imbalan yang diberikan oleh negara karena pelaku tidak mampu memberikan ganti rugi yang pelaku tidak mampu memberikan ganti rugi yang sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.

Page 18: Bab 3 ham kls x

Restitusi : ganti rugi yang diberikan kepada Restitusi : ganti rugi yang diberikan kepada korban atau keluarganya oleh pelaku atau korban atau keluarganya oleh pelaku atau pihak ketiga. Restitusi dapat berupa :pihak ketiga. Restitusi dapat berupa :1.1. pengembalian harta milikpengembalian harta milik2.2. pembayaran ganti kerugian untuk pembayaran ganti kerugian untuk kehilangan atau penderitaankehilangan atau penderitaan3.3. penggantian biaya untuk tindakan penggantian biaya untuk tindakan tertentutertentu

Rehabilitasi adalah pemulihan pada Rehabilitasi adalah pemulihan pada kedudukan semula, misal : kehormatan, kedudukan semula, misal : kehormatan, nama baik, jabatan, atau hak-hak lainnama baik, jabatan, atau hak-hak lain

Page 19: Bab 3 ham kls x

TUGAS MANDIRITUGAS MANDIRI

Carilah (down Load) di internet tentang :Carilah (down Load) di internet tentang :

a. a. Alamat Kantor Kom nas HAMAlamat Kantor Kom nas HAM

b. b. Nama Ketua Kom nas HAMNama Ketua Kom nas HAM

c. c. 2 (dua) kasus yang pernah ditangani 2 (dua) kasus yang pernah ditangani oleh oleh Kom nas HAM & KOMENTAR Kom nas HAM & KOMENTAR KALIAN !KALIAN !

Page 20: Bab 3 ham kls x

Instrumen Hukum dan Peradilan Instrumen Hukum dan Peradilan HAMHAM

1.1. Instrumen HAMInstrumen HAMHak Asasi manusia melekat secara kodrati Hak Asasi manusia melekat secara kodrati sebagai anugerah Tuhan YMEsebagai anugerah Tuhan YME

2.2. HAM dalam berbagai kehidupanHAM dalam berbagai kehidupanHAM meliputi berbagai bidang :HAM meliputi berbagai bidang :a. Hak asasi pribadi (personal right), yaitu a. Hak asasi pribadi (personal right), yaitu hak kemerdekaan memeluk agama, hak hak kemerdekaan memeluk agama, hak menyetakan pendapat, dan hak kebebasan menyetakan pendapat, dan hak kebebasan berorganisasi atau berpartaiberorganisasi atau berpartai

Page 21: Bab 3 ham kls x

b.b. Hak asasi ekonomi (property rights atau hak milik), yaitu Hak asasi ekonomi (property rights atau hak milik), yaitu hak kebebasan memiliki sesuatu, hak membeli dan hak kebebasan memiliki sesuatu, hak membeli dan menjual sesuatu serta mengadakan perjanjian atau menjual sesuatu serta mengadakan perjanjian atau kontrakkontrak

c.c. Hak asasi mendapatkan pengayoman dan perlakuan Hak asasi mendapatkan pengayoman dan perlakuan yang sama dalam keadilan dan hukum pemerintahan yang sama dalam keadilan dan hukum pemerintahan ( rights of legal equality)( rights of legal equality)

d.d. Hak asasi politik (political rights), yaitu hak untuk diakui Hak asasi politik (political rights), yaitu hak untuk diakui sebagai warga negara yang sederajat. Setiap warga sebagai warga negara yang sederajat. Setiap warga negara negara

e.e. Hak asasi sosial dan kebudayaa ( social and culture Hak asasi sosial dan kebudayaa ( social and culture rights) hak memilih pendidikan dan memilih kebudayaan rights) hak memilih pendidikan dan memilih kebudayaan yang disukaiyang disukai

f.f. Hak asasi untuk mendapat perlakuan dan perlindungan Hak asasi untuk mendapat perlakuan dan perlindungan hukum (procedural rights), seperti hak mendapat hukum (procedural rights), seperti hak mendapat perlakuan yang wajar dan adil dalam penangkapan, perlakuan yang wajar dan adil dalam penangkapan, peradilan dan pembelaan hukum.peradilan dan pembelaan hukum.

Page 22: Bab 3 ham kls x

Hak asasi manusia berdasarkan PancasilaHak asasi manusia berdasarkan Pancasila1.1. HAM menurut sila ke-1 “ KeTuhanan HAM menurut sila ke-1 “ KeTuhanan

YME”:YME”:mengandung pengakuan terhadap Tuhan mengandung pengakuan terhadap Tuhan YME dan menjamin setiap orang untuk YME dan menjamin setiap orang untuk melakukan ibadah menurut keyakinan melakukan ibadah menurut keyakinan masing-masingmasing-masing

2.2. HAM menurut sila ke-2 “ Kemanusiaan HAM menurut sila ke-2 “ Kemanusiaan yang adil dan beradab”:yang adil dan beradab”:menghendaki terlaksananya nilai-nilai menghendaki terlaksananya nilai-nilai kemanusiaan ( human values )kemanusiaan ( human values )

Page 23: Bab 3 ham kls x

3. HAM menurut sila ke-3 “ Persatuan Indonesia”: keinginan 3. HAM menurut sila ke-3 “ Persatuan Indonesia”: keinginan bersatu dari suatu bangsa agar setiap orang menikmati bersatu dari suatu bangsa agar setiap orang menikmati hak-hak asasinya tanpa pembatasan dan belenggu dari hak-hak asasinya tanpa pembatasan dan belenggu dari berbagai pihakberbagai pihak

4.HAM menurut sila ke-4 “ Kerakyatan yang dipimpin oleh 4.HAM menurut sila ke-4 “ Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.perwakilan.Kedaulatan rakyat terwujud dalam bentuk hak asasi Kedaulatan rakyat terwujud dalam bentuk hak asasi manusia sebagai berikut :manusia sebagai berikut :a. hak mengeluarkan pendapata. hak mengeluarkan pendapatb. hak berkumpul dan mengadakan rapatb. hak berkumpul dan mengadakan rapatc. hak ikut serta dalam pemerintahanc. hak ikut serta dalam pemerintahand. hak menduduki jabatand. hak menduduki jabatan

5. HAM menurut sila “ Keadilan sosial bagi seluruh rakyat 5. HAM menurut sila “ Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Warga negara memiliki kebebasan hak milik Indonesia”. Warga negara memiliki kebebasan hak milik dan jaminan sosialdan jaminan sosial