apresiasi ragam puisi-dayat

Click here to load reader

Post on 24-Nov-2015

65 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

A

A. PUISI HYMNEPuisi Hymne merupakan puisi yang berisi pujian terhadap Tuhan maupun ungkapan rasa cinta terhadap bangsa maupun tanah air.

1. Terimakasih TuhanKarya: Raisa LuniarHari ini rasanya aku telah membuka dunia baru

Tuhan..

Terima kasih telah mengingatkanku

Tentang satu arti pentingnya kehidupan

Terima kasih telah menyadarkanku

Dari terperuknya aku di dalam duka

Dan

Terimakasih telah menuntun langkahku

Untuk selalu bersyukur kepada-MU

Tak ada kata yg lebih indah

Selain panjat syukur dan terima kasih.

Dari diriku,

untuk-Mu Tuhan

Tuhan

Sekalipun Engkau ingin menghentikan langkahku.

Aku ikhlas

Karena yang aku tahu

Tak ada yang abadi di dunia ini

Apresiasi Perbaris:

Baris 1-2: Hari ini aku telah membuka dunia baru Tuhan maksudnya si tokoh aku di sini, ia telah keluar dari kesengsaraan, kesusahan hidup dan akhirnya ia dapat menjalani hidup dengan baik, melupakan masalah serta kesusahan hidup yang terjadi sebelumnya. Baris 3-11: Menjelaskan bahwa tokoh aku sedang meluapkan rasa terimakasih serta kesyukurannya kepada sang pencipta atas anugerah hikmahnya yang telah menyadarkan si aku akan ketidakhirauannya terhadap kehidupan, tingkah laku, perbuatannya, dsbg. Yang membuatnya lupa kepada Allah SWT.

Baris 12-16: Menjelaskan bahwa rasa rendah dirinya terhadap allah, serta berserah diri. Jika allah ingin memanggilnya, karena yang ia tahu bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini, artinya semua yang diciptakan akan kembali lagi kepada Allah.Simpulan makna puisi di atas yaitu, menjelaskan tentang seseorang yang pernah mengalami pahitnya hidup serta sering melakukan hal-hal yang tidak baik, akhirnya menyadari akan apa yang diperbuatnya. Kemudian ia membuka kehidupan yang baru dan melupakan yang telah terjadi serta bersyukur kepada Allah. Ia sadar bahwa kehidupan itu sangatlah penting.

2. Tuhan

Karya:

Dalam diam kusebut nama-MuBenar sungguh aku takut akan murka-MuKu harap tuhanKan selalu sayang padakuKarena kehendak-Mu aku adaKu hanya bisaBerharap dan berdoaPada-Mu tuhanKasih sayang-Mu kuharapkan

Apresiasi perbait:

Larik 1-2: Nama Allah dan mengakui bahwa tak seorang pun yang berani jika Allah murka (Marah menjelaskan bahwa si tokoh Aku menyebut).

Larik 3-5: Tokoh aku berharap agar Allah selalu menyayanginya karena ia tahu bahwa Allah yang menciptakannya.

Larik 6-9: Menjelaskan bahwa tidak ada yang lain yang dapat disembah dan meminta pertolongan melainkan Allah SWT. Ia berharap Allah menyayanginya serta menuntunnya ke jalan yang Allah ridhoi.

Jika di maknai secara keseluruhan puisi di atas mejelaskan tentang ucapan syukur seseorang terhadap keagungan serta kebesaran Allah SWT atas dirinya. Kemudian ia juga berharap bahwa Allah akan tetap menuntunnya ke jalan yang benar.

3. Puji Karya: Aoh KartahadimadjaIndah Permai bulan purnamaCahayanya kemilau menimpa bumiDaun berdesir melagukan sorgaAir beriak berlincah-lincahTuhan, TuhankuKarya besar kerajaan-Mu...!Susah payah kata kucariMemuji kasih-Mu berlimpah-limpahDalam bangsaku menghadapi bagyaRahmat ini pun berderai-deraiTuhan, TuhankuBenar-benar kemurahan-Mu...!Apresiasi perbait:

Bait 1: Menjelaskan tentang betapa banyak dan indahnya ciptaan Allah Swt yang ada di langit.Bait 2: Betapa banyaknya limpahan rahmat dan karunia serta kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada makhluk-makhluk ciptaannya.

Simpulan maknanya yaitu, sebuah pujian terhadap Allah SWT yang telah menciptakan semua yang ada di langit maupun di bumi, dan yang telah memberikan kenikmatan serta kemudahan terhadap makhluk-makhluk ciptaannya.B. PUISI SATIRIKYaitu puisi yang mengandung sindiran atau kritik tentang kepincanga atau ketidakberesan kehidupan sesuatu kelompok maupun suatu masyarakat.

1. Sajak Mata-MataKarya : W. S rendra

Ada suara bising di bawah tanah

Ada suara gaduh di atas tanah

Ada ucapan-ucapan kacau di antara rumah-rumah

Ada tangis tak menentu di tengah sawah

Dan, lho, ini di belakang saya

ada tentara marah-marah

Apa saja yang terjadi ? Aku tak tahu

Aku melihat kilatan-kilatan api berkobar

Aku melihat isyarat-isyarat

Semua tidak jelas maknanya

Raut wajah yang sengsara, tak bisa bicara,

menggangu pemandanganku.

Apa saja yang terjadi ? Aku tak tahu

Pendengaran dan penglihatan

menyesakkan perasaan,

membuat keresahan

Ini terjadi karena apa-apa yang terjadi

terjadi tanpa kutahu telah terjadi

Aku tak tahu. Kamu tak tahu

Tak ada yang tahu

Betapa kita akan tahu

kalau koran-koran ditekan sensor,

dan mimbar-mimbar yang bebas telah dikontrol

Koran-koran adalah penerusan mata kita

Kini sudah diganti mata yang resmi

Kita tidak lagi melihat kenyataan yang beragam

Kita hanya diberi gambara model keadaan

yang sudah dijahit oleh penjahit resmi

Mata rakyat sudah dicabut

Rakyat meraba-raba di dalam kasak-kusuk

Mata pemerintah juga diancam bencana

Mata pemerintah memakai kacamata hitam

Terasing di belakang meja kekuasaan

Mata pemerintah yang sejati

sudah diganti mata-mata

Barisan mata-mata mahal biayanya

Banyak makannya

Sukar diaturnya

Sedangkan laporannya

mirip pandangan mata kuda kereta

yang dibatasi tudung mata

Dalam pandangan yang kabur,

semua orang marah-marah

Rakyat marah, pemerinta marah,

semua marah lantara tidak punya mata

Semua mata sudah disabotir

Mata yang bebas beredar hanyalah mata-mataApresiasi perbait:

Bait 1: Menjelaskan ada banyak suara yang terjadi, antaranya suara pertengkaran di masyarakat, perkelahian antar rumah serta suara tangis orang-orang yang kesusahan.

Bait 2: dan sekarang dibelakang saya ada tentara yaang marah-marah lantaran tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ia melontarkan beberapa pertanyaan kepadaku, namun akupun tidak tahu apa yang terjadi. Semua orang tidak ada yang tahu dan tidak mau tahu. Yang nampak hanyalah nyala api yang berkobar, namun masalahnya tidak ada yang tahu.

Bait 3: tidak ada yang mengetahui apa yang dilakukan oleh pemerintah. Seharusnya masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan baik, koran-koran tidak dipublikkan oleh pemerintah. Kini masyarakat hanya diberi gambaran secara umum saja, tidak secara rinci.

Bait 4: menjelaskan bahwa masyarakat sudah tidak dapat melihat mana yang benar dan yang salah. Yang berkuasa hanyalah pemerintah, kemudian jiwa pemerintah yang sebenarnya sudah hilang dan diganti oleh seorang mata-mata artinya pemerintah sudah menyelidiki sesuatu dengan sendirinya, namun sudah ada pengawal-pengawalnya yang diberi tugas. Dan membayar dengan harga yang tinggi, namun hasil yang diserahkan tidak sesuai.Bait 5: menjelaskan bahwa akibat dari semua itu, semua orang menjadi emosi yang tak jelas.Jika dimaknai secara keseluruhan, bahwa puisi tersebut menjelaskan tentang kedaan negara yang telah dipenuhi dengan kebohongan. Kejujuran sudah tidak ada lagi, kemudian kepercayaan pemerintah hanya diberikan sepenuhnya kepada orang-orang kepercayaannya (mata-mata) pada hal sebenarnya mereka tidak bekerja dengan baik, melainkan hanya ingin digaji. Suara masyarakat tak lagi didengar.2. Sajak Seonggok JagungKarya : W.S Rendra

Seonggok jagung di kamardan seorang pemudayang kurang sekolahan.Memandang jagung itu,sang pemuda melihat ladang;ia melihat petani;ia melihat panen;dan suatu hari subuh,para wanita dengan gendonganpergi ke pasar Dan ia juga melihatsuatu pagi haridi dekat sumurgadis-gadis bercandasambil menumbuk jagungmenjadi maisena.Sedang di dalam dapurtungku-tungku menyala.Di dalam udara murnitercium kuwe jagungSeonggok jagung di kamardan seorang pemuda.Ia siap menggarap jagungIa melihat kemungkinanotak dan tangansiap bekerjaTetapi ini :Seonggok jagung di kamardan seorang pemuda tamat SLATak ada uang, tak bisa menjadi mahasiswa.Hanya ada seonggok jagung di kamarnya.Ia memandang jagung itudan ia melihat dirinya terlunta-lunta .Ia melihat dirinya ditendang dari diskotik.Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase.Ia melihat saingannya naik sepeda motor.Ia melihat nomor-nomor lotre.Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal.Seonggok jagung di kamartidak menyangkut pada akal,tidak akan menolongnya.Seonggok jagung di kamartak akan menolong seorang pemudayang pandangan hidupnya berasal dari buku,dan tidak dari kehidupan.Yang tidak terlatih dalam metode,dan hanya penuh hafalan kesimpulan,yang hanya terlatih sebagai pemakai,tetapi kurang latihan bebas berkarya.Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupan.Aku bertanya :Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya ?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di ibukotakikuk pulang ke daerahnya ?Apakah gunanya seseorangbelajat filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran,atau apa saja,bila pada akhirnya,ketika ia pulang ke daerahnya, lalu berkata : Di sini aku merasa asing dan sepi !Apresiasi secara keseluruhan:

Puisi di atas menceritakan tentang sebuah kritikan terhadap guna pendidikan. Yang katanya pendidikan dapat merubah tingkah laku seseorang dan dapat mengatasi masalah hidup, namun masih ada orang-orang yang berbuat seperti orang yang tak berpendidikan. Orang-orang susah tidak dihargai. Seperti arti puisi di atas. Seorang pemuda yang hanya lulusan SLA dan tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena ia tidak mampu membiayai sekolahnya. Karena tidak bersekolah ia menjadi pemuda yang hanya memiliki seonggok jagung dikamarnya. Seonggok jagung dapat diartikan sebagai seorang wanita simpanan, yang tidak dapat menolongnya. Semua i