22 februari 2012

Download 22 Februari 2012

Post on 22-Mar-2016

284 views

Category:

Documents

16 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tak banyak orang yang tahu jika penggunaan pupuk kimia berlebih akan membuat tanah menjadi rusak. Residu dari bahan kimia yang berlebih juga membuat lingkungan tercemar. DI LABORATORIUM: Abdul Majid, bersama seorang mahasiswa melakukan pemisahan isolat agen hayati. Sehari Empat Mobil Dibobol Baca halaman 26 agraris lagi subur dalam suasana yang paling syahdu. Nusantara memang telah dikenal ARMAN DHANI, Jember Soal Pasir Besi, Perhutani - Pemkab Meruncing Baca halaman 36 Mohammad Noer ru

TRANSCRIPT

  • AJANG Siswa Kreatif (Asik) yang digelar Radar Jember selama seminggu penuh, mulai 2-8 April mendatang, dipastikan akan semakin meriah. Selain mulai banyak peserta yang mendaftar, dukungan dari beberapa pihak mulai berdatangan. Bahkan, pihak MPM Honda men-support acara spektakuler yang baru kali pertama di-ge lar di Jember ini.

    Menariknya lagi, ada satu ajang menarik lagi yang akan membuat heboh. Yakni ada lomba mejeng bareng Scoopy dengan memperebutkan hadiah total jutaan rupiah. Tak kalah menariknya, setiap harinya, pengunjung yang hadir dalam lokasi Asik akan bertabur hadiah. J

    Baca Ada... Hal 35

    25Semakin di Hati

    http://www.jawapos.co.id e-mail: radarjember@gmail.com

    Dzuhur Ashar Maghrib Isya Subuh 11:39 14:47 17:48 18:59 04:09

    SAMSAT

    Sehari Empat Mobil DibobolBaca halaman 26

    Dicabuli Santriwati Lapor ke PolresBaca halaman 27

    Polije Kembangkan Teknologi InformasiBaca halaman 34

    Soal Pasir Besi, Perhutani - Pemkab Meruncing Baca halaman 36

    Radar JemberHari Ini

    Tak banyak orang yang tahu jika penggunaan

    pupuk kimia berlebih akan membuat tanah menjadi rusak. Residu dari bahan kimia yang berlebih juga

    membuat lingkungan tercemar.

    ARMAN DHANI, Jember

    DALAM sebuah sajak pastoralnya Abdul Hadi W.M, penyair asal Sumenep, pernah berkisah tentang indahnya alam Indonesia. Merdu-nya dan merdunya, Suara hujan, Gempita pohon-pohonan, Menerima serakan, Sayap-sayap burung. Meng-gambarkan suasana indah alam pendesaan dengan rimbun pepo-honannya. Ya, sebuah citra negara

    agraris lagi subur dalam suasana yang paling syahdu.

    Nusantara memang telah dikenal

    sejak lama sebagai negeri subur yang memiliki sumber daya alam melim-pah. Seperti dalam lagu lama Koes

    Ploes, batu dan kayu bisa jadi tana-man, sebuah imaji negeri yang mi-rip surga. Namun, kondisinya kini tak lagi seindah dulu, demi menca-pai produksi melimpah, manusia kerap melakukan percepatan tanpa menyadari dampaknya pada alam.

    Penggunaan pupuk berlebihan, kadar racun kimia dalam pestisida, dan pemakaian bibit yang seragam membuat tanah kita semakin sek-arat. Semakin rapuh dan mengala-mi penurunan kualitas hara, yang sebenarnya sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Kita ini keblinger sebenarnya. Ingin produk-si tinggi, tapi tak disertai dengan pemahaman keseimbangan alam, kata Ir Rahmi Masnilah, MSi, salah seorang dosen peneliti di Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Jem-ber (Unej). J

    Baca Kembangkan... Hal 35

    Cara Fakultas Pertanian Universitas Jember Kembangkan Pertanian Organik

    Kembangkan Agen Hayati Atasi Hama dan Penyakit

    HERU PURANTO/RJ

    DI LABORATORIUM: Abdul Majid, bersama seorang mahasiswa melakukan pemisahan isolat agen hayati.

    R A B U F E B R U A R I

    201222

    Bisnis Seks Ayam Abu-Abu (9 habis)

    Serangan Xantomonas yang Meluas

    JEMBER Maraknya penyakit padi yang disebabkan bakteri Xan-tomonas (Xanthomonas campes-tris pv. campestris) ditengarai akibat minimnya diversifikasi je-nis bibit yang digunakan petani. Sehingga, penyakit ini kebal ter-hadap fungisida.

    Hal ini disampaikan oleh Rahmi Masnila, dosen Program Studi Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) Fakultas Pertanian (Faperta) Uni-

    versitas Jember (Unej), Selasa (20/2). Minimnya jenis keanek-araman bibit membuat penyakit jadi mudah menyerang. Dahulu penyakit ini hanya penyakit biasa kini jadi masalah besar, katanya.

    Selama ini, kata dia, Xantomonas rentan menyerang bibit padi hib-rida. Selain itu, menyebarnya pe-nyakit itu disebabkan kurangnya pemahaman petani dalam pence-gahan penyakit. Penularannya bisa dari angin, serangga, dan luka gesek antar tanaman. Se-hingga, jika ada sebagian yang sudah terkena akan mudah me-nyerang yang lainnya, ujarnya. J

    Baca Akibat... Hal 35

    Akibat Jenis Bibit Homogen

    ASIK

    ru

    Minta Tindak Tegas Pelaku Kejahatan

    JEMBER Maraknya tindak krimi-nalitas di Jember, khususnya peram-pokan, sudah sangat meresahkan masyarakat. Karena itu, GP Ansor dan Banser Jember mendesak Polres Jem-ber untuk berusaha secara maksimal menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.

    Puluhan anggota GP Ansor dan Ban-ser PCNU Jember kemarin (21/2)

    mendatangi Polres Jember. Puluhan anggota Banser berseragam lengkap itu datang ke Mapolres Jember sekitar pukul 09.30. Mereka mengendarai kendaraan roda empat dan sepeda motor. Mereka diterima langsung oleh Kapolres Jember AKBP Jayadi. Perte-muan dilakukan tertutup.

    Sesuai pertemuan, Dewan Pembina Ansor PCNU Jember Ayub Junaidi menyatakan, pihaknya prihatin den-gan kondisi keamanan di Jember. Setiap hari ada gangguan keamanan. Seperti, pencurian, perampokan, serta tindak kriminal lain. Tidak se-dikit para pedagang sayur enggan jualan. Karena mereka sering dicegat

    oleh pelaku di tengah jalan ketika ku-lakan ke pasar. Ini keluhan yang terjadi di masyarakat, tegasnya.

    Selain itu, kata Ayub, kebanyakan berbagai tindak kriminal itu terjadi pada malam hari. Bukan hanya para pedagang kecil, pelaku usaha yang lain juga terus dihantui aksi perampokan. Belum lagi tindak pencurian sepeda motor yang mungkin setiap hari se-lalu terjadi, tandas pria yang juga Ketua Komisi D DPRD Jember ini.

    Dia mengatakan, berbagai gangguan keamanan itu sangat merugikan ma-syarakat. Karena itu, pihak kepolisian tidak boleh membiarkan para penja-hat beraksi sesuka hati. Polisi harus

    menindak tegas setiap pelaku keja-hatan. Kami meminta kepada polisi untuk menindak tegas semua pelaku kejahatan yang mengganggu keaman-an, ketertiban, dan ketenangan di masyarakat, pintanya.

    Tindakan tegas itu, menurut dia, merupakan bagian dari pelayanan polisi kepada masyarakat. Penegakan hukum harus dilakukan secara pro-fesional tanpa tebang pilih. Ini seb-agai bagian dari motto Polri sebagai pengayom dan pelayan serta pelind-ung masyarakat, ungkapnya.

    Di sisi lain, Ansor juga meminta pi-hak kejaksaan serta pengadilan sebagai bagian dari lingkaran penegakan hu-

    kum untuk menindak tegas para pelaku kejahatan. Dua institusi itu diminta tidak ragu untuk menghukum pelaku kejahatan seberat-beratnya agar me-nimbulkan efek jera. Kami tidak mau main serang. Kami memilih untuk menyampaikan kepada lembaga yang memang berwenang, katanya.

    Tidak sekadar meminta polisi mem-berantas kejahatan, Ayub mengatakan, Ansor siap membantu polisi untuk melakukan pengamanan di desa-desa. Hal ini bisa dilakukan dengan patrol rutin. Kami siap untuk bersama den-gan polisi untuk menjaga ketertiban dan keamanan, katanya. J

    Baca Banser... Hal 35

    Banser Temui Kapolres

    SISTEM admin-istrasi manunggal satu atap (Samsat) Jember gabungan dari UPT Dinas Pendapatan Jatim, kepolisian, dan jasa raharja kian memanjakan wa-jib pajak (WP). Mulai awal tahun ini, Samsat Jember melayani pem -bayaran ken da ra-an bermotor (PKB) secara online.

    Bekerjasama dengan Bank Mandiri, Samsat Jember meluncurkan E-Samsat. Peluncuran itu bersama dengan Samsat seluruh kabupaten/kota di Jatim. Dengan E-Samsat, wajib pajak (WP) tak harus selalu ke kantor samsat untuk membayarkan PKB-nya. WP bisa membayar PKB melalui teler Bank Mandiri dimanapun, SMS, Internet Banking atau melalui ATM. J

    Baca Bayar... Hal 35

    Bayar PKB Bisa Online

    Ada Lomba Mejeng Bersama Scoopy

    TANGGUL Puluhan orang kemarin (21/2) menyaksikan rekonstruksi pembunuhan bayi di Dusun Tekoan, Desa Tanggul Kulon, Tanggul. Tersangka kasus ini adalah Suharlik, 31, ibu kan-dung sang bayi yang juga warga setempat.

    Rekonstruksi dimulai pukul 09.30. Proses reka ulang dipimpin KBO Satreskrim Polres Jember Iptu Suhartanto didampingi Ka-nit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember Aiptu Tri Muji Wiluajeng. Pulu-han petugas Polsek Tanggul dibantu tim Resmob Jember barat berjaga-jaga saat proses rekon-struksi itu berlangsung.

    Dalam rekonstruksi itu, ter-sangka Suharlik memergakan 15 adegan. Adegan pertama dimulai dengan kedatangan ter-sangka Suharlik ke rumah mer-tuanya di Desa Kramat Suko-harjo, Tanggul. Saat itu, 16 No-vember 2011 siang, Suharlik terlibat pertengkaran dengan mertua hingga akhirnya pulang ke rumahnya sendiri di Dusun Tekoan, Tanggul kulon.

    Lalu, Kamis 17 November 2011 sekitar pukul 01.00, perut Su-harlik mengalami kontraksi.

    Selang beberapa saat kemu-dian, dia melahirkan seorang bayi perempuan. J

    Baca Ibu... Hal 35

    Ibu Pembuang Bayi Jalani Rekonstruksi

    TURUNKAN PRODUKSI: Serangan Xanthomonas terhadap tanaman padi diatasi para petani dengan penyemprotan obat-obatan. Penyakit Xanthomonas sudah meluas ke seluruh kecamatan di Jember.

    HERU PUTRANTO/RJ

    BERDALIH TERIMPIT EKONOMI: Tersangka Suharlik (baju oranye) saat menjalani rekonstruksi pembunuhan dan

    pembuangan mayat bayinya di Tanggul kemarin.JUMAI/RJ

    JUMAI/RJ

    Mohammad Noer

    MALAM itu di sebuah hotel di pinggiran Jember, ada sebuah ketakutan membayang di wajah Krista (bukan nama sebenarnya) ketika ditanya tentang masa depannya. Ada sebuah keraguan, atau seti-daknya tanda ta nya besar, akan seper-ti apa hidupnya kelak.

    Keraguan itu kian menjadi ke-tika dibenturkan dengan kehidupan sebagai seorang pe-rem puan yang akan dijalani kelak. Ada nggak ya laki-laki yang bisa nerima aku apa adanya nanti, begitulah, pertanyaan itu kerap muncul dalam kesendirian Kris-ta. Pertanyaan yang begitu gelap hingga tak mampu dia raba jaw-abannya.

    Sempat terpikir olehnya, jika suatu saat kelak ada seorang pria yang menerimanya dengan sepe-nuh hati, dia akan berhenti total

    menjajakan tubuhnya. Diantara semua yang serba buram itu, Krista berusaha untuk selalu op-timistis kelak akan ada seorang pria yang benar-benar bisa me-nerimanya.

    Keinginan-keingi-nan untuk ber-henti beraktivitas sebagai ayam abu-abu me-mang kerap mun cul selama

    ini. Seusai men-jalani a